Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
43 .Rinda pamit


__ADS_3

Hans masih enggan menemui mami . Perasaan bersalah dan malu membuatnya lebih baik menutup diri .


" Ibumu ingin bertemu .Silahkan temui, waktumu tidak banyak "


" Pak katakan pada ibuku aku sedang sibuk tidak bisa di temui "


"Aku sudah mengatakan begitu tapi ibu mu menangis terus "


" Baiklah ...." Hans terpaksa menemui mami yang sudah sedari tadi memohon untuk bertemu .


Wanita paruh baya itu duduk dengan anggun .Di tangannya menggenggam sapu tangan yang sudah basah .


" Apa kabar mi ?" Sapa Hans tenang


Mami Hans menatap putranya . Air matanya deras mengalir .Kemudian tangannya memukul Hans dengan keras .


" Dasar anak nakal ...bug ...bug ..." kemudian memeluk erat Hans sembari menangis cukup kencang .


" Mi ....,maaf ya mi . Hans sudah mengecewakan mami "


" Kamu.. mami marah sama kamu ....bug ....bug " mami masih saja terus memukul Hans


" Aww...mi ,sakit mi ,hentikan mi " teriak Hans


" Sapa yang ngajarin kamu jadi kaya gini. Mami sudah sangat sabar ya ,apa harus ? kamu mami pecat jadi anak mami ! "


" Jangan mi ampun . Mami boleh tambah hukuman untuk Hans tapi jangan di pecat jadi anak mami " Hans memelas


"Makan ...! Mami sudah bawa makanan untukmu . Kamu tau ..?badan kamu kurus , kucel begini apa disini kamu tidak mandi dan makan " Mami bersungut sungut namun di matanya ada luka .Putra tampannya berubah kurus dan Kumal


Mami membuka rantang susun yang dia bawa .Segala menu kesukaan Hans ada .Aroma masakan mami menggugah selera .Hans menyantapnya dengan lahap


" Hans.. bayi tampan mami ,yang mami jaga dari kecil .Dan mami sayangi ada seekor nyamuk hinggap di badanmu pun mami tidak rela Hans .Kenapa begini jadinya hu ...hu...hu..." mami terisak lagi .


Hati Hans hancur mendengar kata kata yang di ucapkan mami . Wanita paruh baya ini mengabdikan seluruh hidupnya hanya untuk keluarga yang dicintainya .


" Maaf mi ,mulai sekarang Hans sadar akan menuruti kata kata mami, tidak akan nakal lagi .Hans mohon mi, jangan nangis lagi ya . Hati Hans sakit melihat mami sedih "


Kemudian Rinda muncul dengan dua orang pengacara yang mengikutinya . Langkah Rinda terhenti melihat Hans yang sedang bersimpuh di kaki mami . Ada perasaan resah dan juga luka perih .


" Selamat siang mi ?" sapa Rinda sopan


"Rinda sayang ..." Mami langsung mendekat Rinda dan memeluk nya .


Rinda mengusap pipi mami Hans yang basah karena lelehan air mata


" Mami lagi jenguk Hans ? Mi Rinda datang dengan pengacara dari tuan Radit .


" Gimana Rinda apa Alea sudah di temukan ?"

__ADS_1


" Sudah mi , Alea sudah bersama tuan Radit suaminya "


" Syukurlah ..mami lega .Apa Lea terlihat sehat Rinda ,apa suaminya baik ?"


"Tentu mi ,Anisa sangat bahagia bertemu suaminya .Mami ingat pria yang ada di restoran ?"


" Iya Rinda ,Lea meminta dibelikan parfum dengan harum yang sama "


" Pria itu suami Alea mi."


" Ha..ah benar kah Rinda ?"


" Benar mi , mereka memang berjodoh mi .Mereka saling mencintai ikatan batin mereka sangat erat "


" Kapan kapan mami ingin bertemu dengan Lea "


" Nama aslinya Anisa mi "


Hans tersedak di tengah tengah suapan makannya .Rinda melirik sekilas .Kemudian Rinda memberinya sebotol air mineral .


" Mi ..,Rinda kemari ada kabar gembira untuk mami . Rinda sudah meminta Anisa untuk membujuk suaminya mencabut tuntutannya terhadap Hans .Kenalkan ini dua pengacara tuan Raditya Wijaya namanya tuan Prayoga dan tuan Rahman ."


Mami Hans mengulurkan tangan pada dua pengacara tuan Radit .


" Selamat siang Bu ,Kami utusan dari tuan Raditya Wijaya .Beliau memutuskan untuk mencabut tuntutan untuk tuan Hans "


" Alhamdulilah , terima kasih ...terima kasih ..."


Kemudian dua pengacara itu melakukan tugasnya untuk mencabut tuntutan pada Hans sesuai prosedur .Bahkan memberikan rehabilitasi nama Hans agar tidak tercemar .


Setelah selesai dua pengacara itu pergi berpamitan . Sore itu juga Hans di ijinkan untuk keluar dari rumah tahanan .Mami Hans sangat bersukur dan memeluk Hans erat .


Rinda mengantar Hans dan mami untuk pulang ke rumah . Tidak banyak kata yang Rinda ucapkan selama perjalanan pulang. Tapi Rinda membelokan mobilnya kearah lain bukan kearah rumah mami Hans ..


" Rinda kamu tidak salah jalan " ujar Hans


dingin


" Tidak aku sengaja ada kejutan untukmu Hans "


" Apa ..?"


" Bukan kejutan jika aku memberi tahunya sekarang " tegas Rinda


" Okey " sahut Hans


" Dah nurut saja sama Rinda Hans kita nikmati kejutan dari Rinda . ya kan Rinda ?"


" Ia mi "

__ADS_1


Sampai di sebuah tempat yang sangat Han sukai ...Hans sangat menyukai alam


Rinda membawa Hans dan mami ke pantai .


" Kamu mengajakku ke pantai ?" Pilihan tepat Rinda ,setelah beberapa hari berada di balik jeruji besi .Melihat laut adalah pilihan yang tepat .Aku bisa memanjakan mataku seluas jarak pandangnya " Hans menutup matanya sembari menikmati semilir angin pantai


Wajah tampan dokter Hansel di terpa angin laut . Rinda menatap kagum pria yang dicintainya .Kemudian Rinda mengerjapkan mata menyeka genangan air di pelupuk matanya .


" Rinda ,Hans pergilah mami ingin istirahat di sini " Mami mengerti mungkin ada yang ingin Rinda sampaikan pada Hans secara pribadi .


Hans menarik tangan Rinda untuk menyusuri pantai di sore hari .


" Rinda ..terima kasih untuk semua . Aku tau kau mau melakukan semua ini karena melihat mami . Terima kasih sudah menyanyangi mami "


" Ya ..,aku tidak tahan melihat mami yang terus menerus menghawatirkan nasib putranya yang tidak tau diri " Rinda terkekeh


Keduanya berjalan tanpa alas kaki menyisir pantai yang terkadang kaki mereka diterpa ombak yang menyapu daratan .


" Hans..., jaga perasaan mami mulai sekarang .Buatlah mami bahagia " nasehat dari Rinda


" Tentu aku pun menyesal membuatnya menangis seperti tadi .Aku anak durhaka.Semoga mami mau mengampuniku "


" Mami wanita yang sempurna Hans .Beliau penuh kasih sayang .Aku pasti akan sangat merindukannya nanti "


" Kau tetap bisa datang dan pergi Rinda ke rumah mami kalau kau sangat merindukannya . Bahkan dia lebih menyayangi mu dari pada aku " kekeh Hans


" Mungkin akan sulit aku bertemu mami . Aku akan pindah dari kota ini Hans . Aku akan melanjutkan pendidikan ku di Jogja "


" Bukan kah di sini juga bisa Rinda , mengapa harus jauh "


" Aku ingin menjajal kemandirian ku Hans mencari suasana baru .Aku sudah jenuh, butuh penyegaran " Ujar Rinda sembari melirik ke arah Hans memperhatikan raut wajah Hans .


Hans hanya sebentar mengerutkan kedua alis matanya .Kemudian kembali datar .Keduanya berhenti di sebuah batu besar dan naik ke atasnya.


Hans mengulurkan tangannya untuk Rinda yang kesulitan untuk menaiki batu besar .


" Lihat Rinda matahari sore ini hampir tenggelam warnanya cantik terbias air laut " Ucap Hans menatap lurus .


" Indah sekali Hans, aku tidak akan bosan melihat matahari terbenam seperti ini . Aku akan mengingatnya Hans "


Hans menoleh kearah Rinda yang girang dan terpesona dengan keindahan alam yang tersaji sore itu .Hans pun tersenyum tipis .


" Hans ..aku titip mami ya , jangan buat mami kawatir lagi . Perhatikan mami yang sudah mulai tua .Kau tau mami sering merasa kesemutan di tangannya kau harus lebih perhatian " Ucap Rinda dengan melelehkan air mata .


" Rinda...aku akan ingat itu " ucap Hans


" Kau tau Hans ,kau sangat beruntung memiliki mami .Merasakan kasih sayangnya . Aku tidak seberuntung kamu mamiku meninggal saat aku masih kecil "


Ucap Rinda dengan bibir bergetar

__ADS_1


Hans terperangah dengan ucapan Rinda .Teryata wanita disampingnya bukanlah wanita tegar yang luar biasa .Dia juga bisa begitu rapuh saat mengingat orang tuanya .


Hans ingat sekali sejak TK mereka selalu bersama .Rinda selalu mencuri perhatian mami karena kedewasaan dan kepintarannya . Hans sering merasa cemburu saat itu ....


__ADS_2