Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
53.Akan seperti itu aku mencintai mu


__ADS_3

Anisa bahkan tidak sempat membaca kartu ucapan dan tidak tau itu dari siapa .Radit kembali ke kamarnya dengan amarah .


" Mas ada apa ?"Suara Anisa lembut


Tapi sayang hanya tatapan nyalang dari Radit yang Anisa dapat . Ada perasaan perih yang mengiris hati Anisa . Radit masih bungkam dan merebahkan diri diatas ranjangnya .


"Mas sikapmu menyakiti perasaanku ,harusnya kamu bicara apa yang salah dariku bukan menatap ku dengan amarah "


" Aku tidak ingin membahas. Sudah larut aku harus bekerja besok " ucap Radit


" Kau akan membawa kemarahan mu dalam tidur " Anisa masih berusaha membujuk Radit


Radit tidak menyahuti ucapan Anisa . Ia membenamkan kepalanya dalam selimut .


Anisa bersandar di kepala ranjang menghembuskan sesak yang menghimpit di dadanya . Dan ia pun terlelap dibuai malam .


Bunyi alarm membangunkan Radit selain itu, suara tangis Luky yang kencang . Radit segera membersihkan diri dan bersuci .Pria itu menunaikan kewajibannya .Kemudian meneruskan tidurnya lagi .


Mungkin kelelahan yang membuat Radit menjadi mudah emosi . Setelah memberi Asi ,Anisa pergi ke bawah untuk membatu Ara bersiap ke sekolah seperti rutinitas biasa .


Segelas teh hangat sudah Anisa siapkan di depan Radit . Begitu juga dengan sarapan Radit . Dari wajahnya Radit masih terlihat kesal . Saat Ara berpamitan untuk pergi ke sekolah , Anisa mengantarnya sampai teras dan mencium pipi Ara .


Tak bisa membohongi diri sikap marah Radit membuat Anisa sangat gelisah . Tidak lama Radit sudah muncul dengan menenteng tas kerjanya .Anisa menatap perih pria itu masih saja membisu bahkan ia melewati Anisa begitu saja yang sedang berdiri di teras .


Anisa setengah berlari menghampiri Radit dan memeluk nya dari belakang dengan isakan yang tertahan .


" Apa kau sebenci ini padaku mas . Aku tidak tahan kau abaikan .Aku minta maaf sekiranya salah ,beritahu aku mas !"


Radit menghentikan langkahnya dan berbalik .Dia memang sudah sangat keterlaluan . Tapi perasaannya belum bisa


beralih . Anisa tidak bersalah tapi amarah nya masih memenuhi perasaannya .


" Lepas Nisa ,banyak orang disini .Aku ingin menenangkan diri setelah itu aku akan bicara pada mu . Saat ini biarkan aku sendiri "


Anisa mendengar ucapan Radit yang begitu lirih dengan menahan amarah .Mengapa ,....? Anisa terus bertanya tanya . Jari jemari Anisa berlahan terlepas .Anisa membiarkan Radit meninggalkannya . Meninggalkan kembali rasa sakit .


Anisa berbalik dan meninggalkan Radit tanpa menoleh kembali .Ia langsung naik ke lantai atas di sambut tangisan kencang Luky . Anisa memeluk Luky dan menenangkan putranya .


"Sayang bunda sudah haus lagi " Ucap Anisa berusaha tenang .


Dengan menahan derai kepedihan . Anisa menimang Luky menyingkirkan egonya demi sang putra . Tapi sepertinya Luky begitu tersambung dengan perasaan Radit dan dirinya . Bayi kecil itu terus menangis tak henti .


Hingga Anisa sudah tidak bisa menahan diri . Ia meminta mama Arini untuk datang


" Maaf ma ....hiks ...hiks ..., tolong Nisa "


" Ada apa Nisa , mas Radit ma "


" Kenapa Radit Nisa ?"


"Mas Radit marah sama Nisa ma "


" Ya sudah lebih baik mama kesitu "

__ADS_1


" Terima kasih ma "


Mama Arini segera menemui Anisa .Namun di tengah jalan mama meminta supir untuk menuju kantor Radit .Mama ingin memastikan apa yang terjadi antara Radit dan Anisa .


Sampai di depan ruangan Radit ,mama meminta Siska untuk memberi tahu jika dia ingin menemui Radit sekarang .


Siska muncul dengan ramah meminta mama Arini untuk masuk .


Mama Arini masuk dalam ruangan Radit .Ia melihat putranya sangat sibuk wajahnya juga terlihat kusut .


" Ma ,apa kabar ?"


" Mama baik nak .Kamu sedang sibuk ? "


" Tidak apa ma ,Radit bisa minta bantuan Arman nanti "


" Radit kamu sedang marah dengan Anisa ?" tanya mama .


Radit terdiam mendengar ucapan mama . Masih menunggu apa yang akan mama bicarakan dengannya .


" Anisa telepon mama, Luky seharian ini terus menangis .Anisa kewalahan "


" Ma ...aku .Tidak tau harus bilang apa, amarahku seperti mau meletup . Dokter Hansel mengirimi Anisa mawar merah .Dia sangat berani ma "


" Lalu kamu marah dengan Anisa ? Apa salah Anisa dalam hal ini "


" Harga diriku seperti diinjak injak bahkan dia memiliki foto USG Luky di bulan pertama sampai ke enam .Dia mengatakan Luky putranya .Tentu aku jadi sedikit meragu ma "


" Jadi kamu cemburu membabi buta Radit ,Anisa tidak bersalah kamu menyakiti perasaannya . Tanpa tes DNA Lucy sudah pasti putra mu Radit . Jika Anisa orang yang bisa di permainkan oleh Hans tidak mungkin ia bisa kembali padamu . Dan melarikan diri dari Hans "


" Radit sudahlah sekarang tolong telepon Anisa .Dia sangat sedih menghadapi sikapmu yang seperti ini "


Radit hanya diam masih belum menuruti perintah mama Arini .


" Baiklah kalau kau masih keras kepala Anisa akan mama bawa pindah ke rumah mama dengan Luky . kamu sanggup kan hidup sendiri dengan egomu? "


Mama Arini meninggalkan Radit begitu saja tidak lagi menghiraukan Radit yang masih keras kepala .


Mobil mama Arini masuk kedalam pekarangan rumah Radit . Ia turun dan segera menuju lantai dua karena dari luar suara Luky yang menangis ,sangat jelas terdengar .


Setengah hari ini semua orang di buat sibuk oleh tangis Luky . Ia tidak mau berhenti menangis jika lepas dari asi Anisa . Mama Arini melihat Anisa yang sudah pucat . Ada suster Ana dan Bu Ratna yang mendampingi Anisa .


" Coba di gendong Oma, Lukynya " ucap mama Arini .


Luky sudah berpindah tangan di pangkuan mama Arini Dan suatu keajaiban, Luky berhenti menangis dalam gendongan Oma Arini .


"Mama.. terima kasih ma " ucap Anisa


Dan ada kelegaan di matanya . Akhirnya Luky bisa tenang tanpa Asi .


" Istirahatlah Nisa !"


Anisa segera pergi kekamar mandi berendam diri dengan air hangat untuk membuat badannya lebih rileks . Sejak semalam jiwa raganya begitu lelah dan sakit .

__ADS_1


Setelah merasa segar Anisa membilas badannya di bawah guyuran shower. Berganti baju dengan baju yang sudah lama tidak ia pakai .Teryata tubuhnya tidak banyak berubah.


Anisa memantas diri setelah selesai berbaju .Merias wajahnya tipis dan kembali menemui mama . Secangkir coklat hangat mama sodorkan pada Anisa .


" Nisa maafkan Putra mama yang egois .Tolong kamu bersabar ya .Mungkin Radit sedang dalam tekanan sehingga dia mudah sekali terbawa emosi "


" Ya ma , mungkin Nisa yang salah kurang dalam memperhatikan mas Radit .Nisa yang harus minta maaf "


" Sayang jalan kalian masih sangat panjang kedepan .Mama harap kamu dan Radit cepat menyelesaikan permasalahan kalian . Beri Radit sedikit waktu, dalam rumah tangga kecemburuan pertanda besarnya cinta yang kalian miliki "


Anisa meminum coklat panas pemberian mama Arini .Minuman ini bisa sedikit membuat perasaannya nyaman .


" Ma Anisa janji akan jadi wanita yang kuat "


Mama tersenyum lega setelah melihat menantunya membaik perasaannya . Kemudian wanita tengah baya itu memeluk Anisa .


" Ya jadilah kuat Nisa berdiri di samping Radit . Mama percaya kamu bisa "


Kemudian mereka kembali larut dalam obrolan dan melupakan amarah Radit .Ketika sore menjelang Radit sudah terlihat pulang . Ya.. Radit pun di kantor tidak bisa terlalu fokus dalam bekerja . Hanya saja pria itu memiliki ego yang tinggi .


Anisa sudah terlihat cantik membawa bayi Luky menjemput Radit kebawah .Muka Radit yang tampak masih kesal dan menjaga jarak .


" Mas sudah pulang ?" sapa Anisa yang hanya dibalas tatapan datar oleh Radit .


Radit berjalan ke dalam ruang kerjanya meletakan tas dan menuju ke kamarnya .Hatinya meleleh melihat Anisa tersenyum sembari membawa putranya .Meskipun wajahnya datar tapi hati Radit menginginkan lebih


Selesai mandi Radit sudah berganti dengan baju santai yang telah Anisa sediakan . Anisa menyodorkan secangkir teh hangat beraroma melati pada Radit yang saat ini sedang duduk di tepi ranjang .


Radit menerima secangkir teh hangat dari Anisa dan meminumnya . Anisa duduk persis di samping Radit .Menatap suaminya dalam .Kemudian Cup ...sebuah kecupan mendarat di pipi Radit .


" Aku sangat mencintai mu mas " ucap Anisa mesra


Ada aliran hangat yang menyentuh kedalam hati Radit mengikis amarah yang membuncah di dada Radit .


" Meskipun kau mengabaikan ku tapi cintaku lebih besar dari amarah mu " Kembali Anisa menyatakan perasaannya sembari memeluk Radit dan menyandarkan dalam bahu kokoh Radit .


Sejenak Radit mencair menghadapkan wajahnya pada kepala yang bersandar di bahunya .Radit meraih pinggang Anisa dan Membawa tubuh mungil itu dalam pelukannya .


Menghempaskan perasaannya lewat pelukan .Merasakan kedamaian saat sang istri menyatakan cinta . Menguatkan rasa kepercayaan dia tidak berjuang sendirian dalam mencintai Anisa .Anisa telah bersabar menerima Amarah Radit


" Mas maafkan aku . Aku sangat takut kehilangan ,aku sangat takut kau tidak menginginkanku " ucap Anisa kembali membuat Radit semakin bergetar


" Aku mencintaimu Nisa . Maafkan aku yang terbawa emosi ,semua karena isi surat dari Hansel "


" Hans ...? jadi buquet bunga kemarin dari Hans ?"


" Hmmm" gusar Radit tidak suka Anisa berulang ulang menyebut nama Hans


" Mas ,kau tau meski ingatanku hilang saat itu tapi perasaan yang aku miliki tidak pernah hilang aku selalu merasa merindu meski aku tidak tau dengan siapa .Waktu pertama bertemu di restoran ,begitu mencium aromamu aku langsung jatuh hati . jantungku berdebar hatiku hanya memilihmu "


" Ah ...Nisa .Kenapa aku begitu bodoh terprovokasi oleh surat Hans sialan itu " Radit menggerutu merutuki kebodohannya " Sayang maafkan aku sudah menyakitimu ,mengabaikan mu " Kembali penyesalan Radit ungkapkan


" Cup .." Anisa kembali mencium Radit kali ini tepat di bibir Radit " Mas sudah aku bilang Cintaku lebih besar dari amarahmu aku akan bersabar padamu seperti saat mas Radit sudah bersabar menanti ku saat aku hilang dan bersabar saat semua orang menganggap mu tidak waras masih mengharapkan ku hidup . Akan seperti itu aku mencintai mas Radit "

__ADS_1


" Anisa..." pelukan Radit kian erat dan menuntut ...


__ADS_2