
" Mas tolong aku , ijinkan aku mengantar Rinda malam ini ke bandara "
Radit masih tidak bergeming bahkan dia sangat geram tangannya mengepal erat .Kesakitan dan rasa trauma pernah kehilangan Anisa .Membuat Radit jadi super protektif .Tidak bisa memberi kebebasan pada istrinya.
" Mas ...Antar aku ke bandara pegangi aku tuntun aku boleh .Aku akan menempel sama mas Radit terus ...Please ..." Anisa masih menghiba
" Nisa aku bilang tidak ...ya tidak. Bandara tempat umum banyak orang . kamu sedang hamil besar aku tidak mau ambil resiko . Kamu paham "
***
Di bandara Rinda sudah siap berangkat .Ponselnya berbunyi Rinda cepat mengangkat di layar ponsel tertera nama Anisa .
" Ya Nis ...."
" Hiks ...hiks ...Rinda.....maafkan aku .Mas Radit tak mengijinkan aku keluar rumah .Kamu tau kan mas Radit masih trauma ...?"
" Iya Nisa it's ok .Aku paham "
" Dokter Rinda, hati hatinya .Aku sudah telepon Bulek Tika untuk menyiapkan kamar dan jangan kawatir sepupuku akan menjemput dokter Rinda di bandara sana . Oke ... "
" Anisa kalau gitu aku ngrepotin keluarga kamu dong ?"
" Hushh jangan bilang kaya gitu dulu aja aku sering ngrempongin dokter dari A sampai Z "
" Gak grempongin kok cuma repot ..hi..hi...hi "
" Tuh kan ..."
" Nisa ..thankyou so much .Doain aku ya bisa berhasil "
" Iya pasti kusebut nama dokter Rinda dalam setiap doaku "
" Bye Anisa "
Tut ...Rinda menutup teleponnya . Ada tetesan air mata di pipinya . Dia sangat sedih meninggalkan kota ini . Rinda sangat kecewa dengan Hans
Pria itu telah memberikan jawaban atas penantian panjangnya selama ini . Rinda hanya cinta sendiri .Sakit ...,malam pun beranjak pesawat yang di tumpangi Rinda segera berangkat .
" Selamat tinggal Jakarta ....aku pergi untuk kehidupan baruku . Aku meninggalkan separuh hatiku yang terluka disini .Cinta yang tak berbalas, cinta pada Hans ...."
Rinda mencoba memejamkan matanya dalam pesawat . Mengusir resah menata hati .Jika Tuhan mengijinkan Rinda ingin melupakan kenangan yang sudah menjadi bagian hidupnya .
***
Hans ada di Apartemen nya sedang tertidur setelah seharian menangani pasien yang cukup menguras tenaga . pukul tujuh malam ponselnya berdering kencang .
Ia menggeliat merasa terganggu dengan ponselnya yang tidak mau berhenti berdering .Dengan malas ia mengangkat ponsel tanpa melihat siapa penelepon
" Halo ..."
" Hans kamu dimana ...?"
" Apartemen mi .Ada apa mi ?
" Mami telepon Rinda kok gak nyambung ya ? kamu punya no ponsel papanya ?
__ADS_1
" No ponsel om Anjas ?ada mi sebentar Hans kirim mi "
" Jangan lama mami tunggu "
" Hmm "
Kemudian Hans mengirim no ponsel papanya Rinda om Anjas . Setelah mengirim pesan Hans kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu .
Baru sepuluh menit Hans memejamkan mata ponselnya sudah berdering lagi .Masih dengan malas dan mengantuk Hans mengangkat ponselnya
" Halo ..."
" Dasar nakal ...anak tidak tau diuntung .Bisa bisanya kamu tidur enak enakan ."
" Mami kenapa sih marah marah sama Hans . Mami mau apa ?"
" Kamu ...,Rinda pindah ke jogya berangkat malam ini "
" Ha...ah , beneran mi berangkat malam ini ?"
" Cepat kamu temui Rinda setidaknya ucapkan salam dan mengantar kepindahannya "
" Rinda pernah bilang mi kau mau pindah ke jogya tapi Hans pikir masih lama .teryata malam ini juga "
" Cepat susul ke bandara ,pesawatnya terbang setengah jam lagi .kalau kamu cepat pasti bisa ketemu "
" Ia mi Hans berangkat "
Hans tergesa turun kebawah masih dengan kemeja yang tadi ia bawa tidur .Bahkan Hans tidak sempat menyisir rambutnya .Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi .
" Rinda tunggu sebentar aku ingin bertemu .Setidaknya beri aku kesempatan untuk mengucapkan salam perpisahan dengan baik " gumam Hans lirih .
Akhirnya lampu kembali berwarna hijau .Hans cepat melajukan kembali mobilnya .Sampai di parkiran bandara Hans segera berlari sembari matanya mencari cari sosok Rinda .
Ia pun bolak balik melihat jam tangannya masih ada waktu lima menit lagi sebelum terbang .
" Rinda dimana kamu ? please munculah . Maafkan aku dulu, baru kau bisa pergi meninggalkanku " batin Hans memohon .
Akhirnya Hans melihat Rinda namun Rinda berada di barisan terdepan yang sudah banyak orang mengantri di belakangnya .Hans membeku
" Rinda menoleh lah, aku ada disini .Lihatlah aku Rinda untuk terakhir kali sebelum kau pergi .Aku ingin kau tau aku pun merasa kehilangan jika kau pergi "
Hans putus asa melihat sosok Rinda sudah menghilang masuk kedalam .Kepalanya pening kakinya lemas ." Rinda maaf " Dari dada Hans ada sesuatu yang menghilang .Tapi meninggalkan sakit yang tak bisa di lukiskan .Karena alasannya untuk sakit pun Hans tidak tau
Hans duduk di bangku panjang sebelum kembali menuju tempat parkir . Ia menenangkan diri sesaat .Menenangkan jiwanya yang tiba tiba saja hampa .
Langkahnya gontai menuju parkiran . Ia menyalakan remote membuka kunci mobil .Hans pun pulang menuju Apartemen dengan hasil yang nihil .
Besok pagi mami pasti akan mencecarnya dengan pertanyaan pertanyaan yang memojokkan dirinya .Kenapa bisa ? kok gitu ?apa kamu gak berusaha ?,dan lain lain pertanyaan mami yang lontarkan .Hans merinding membayangkannya .
***
Anisa tidur memunggungi Radit sebagai aksi protes karena tak diijinkan pergi mengantar Rinda ke bandara . Radit merebahkan badannya yang kokoh di samping Anisa .
" Sayang minum susunya dulu mas udah bawain tuh di atas meja " ucap Radit sambil mengusap kepala Anisa yang masih mengenakan hijabnya .
__ADS_1
Anisa tak bergeming mendiamkan Radit yang terus membujuknya agar mau meminum susu hamilnya sebelum tidur .
" Sayang aku tau kamu belum tidur "
Radit menggoyang goyangkan bahu Anisa .Belum ada reaksi dari Anisa masih tetap bertahan dalam diamnya
" Anisa kamu tau kan suamimu ini bukan orang yang penyabar tapi pemaksa "
Dalam diam Anisa berfikir, nyalinya ciut . Iya ..suaminya adalah tipe pria yang tegas memegang prinsip dan juga sedikit pemaksa .
Akhirnya Anisa duduk di ranjangnya . Radit bersorak kegirangan dan ia pun bangkit dari tempat tidur dan memberikan susu hamil untuk istrinya .Anisa menerima segelas susu hamil rasa coklat .Tidak butuh waktu lama susu dalam gelas pun sudah berpindah kedalam perut Anisa
" Istri ku memang pinter dan penurut " ucap Radit menghadiahi kecupan di pipi Anisa .
Anisa langsung mengusap pipi yang tadi bekas ciuman Radit .
" Kenapa di hapus ?"
" Pingin aja " sahut Nisa singkat dan berdiri menuju kamar mandi "
" Mau mas temenin sayang ke kamar mandinya "
" Gak usah " ketus Anisa. .
" Kok galak sih jadi gemes "
Nisa tak menghiraukan pancingan pancingan Radit . Hatinya masih kesal . Radit masih duduk di tepi ranjang menunggu istrinya keluar dari kamar mandi .
" Ngapain sih ini orang dari tadi ngliatin aku terus " batin Nisa
Anisa merebahkan badannya di ranjang di susul Radit yang langsung masuk kedalam selimut dan menempel di punggung Anisa .
" Sayang tidurnya hadap sini .Masa mas hanya di kasih punggung kaya gini .Nyenengin suami pahala loh "
Anisa pun sebal kemudian membalikan badannya menghadap samping Radit .Radit tersenyum kemudian melepas hijab dari kepala Anisa .
" Nisa kamu boleh marah tapi jangan lama lama . Mas suka pusing kalo lihat kamu marah . Kamu gak kasian sama mas mu ini ? "
Anisa hanya menggerakkan matanya menatap Radit sepintas . Pria itu memberikan senyuman termanisnya .
" Sudah malam tidurlah mimpi indah mas jagain kamu di sini "
Radit menggenggam tangan Anisa .Seolah tak ingin berpisah meski dalam mimpi . Tidak lama Radit pun terlelap .Suara nafasnya terdengar teratur .Malam ini udara terasa sejuk .Anisa belum bisa memejamkan matanya .Masih menatap langit langit dan merasakan gerakan bayi dalam perutnya .
Anisa melepaskan genggaman tangan Radit ia ingin mengubah posisi tidurnya yang lebih nyaman . Ketika hampir lepas tiba tiba Radit mengigau
" Jangan pergi Nisa jangan pernah tinggalkan aku lagi "igau Radit disertai bulir bening menetes dari ujung matanya .
Anisa tersentak memeluk Radit .Betapa pria ini mengalami hari buruk saat kehilangan dirinya .Hati Anisa treyuh pantas saja jika Radit begitu menjaganya sekarang .
" Aku disini mas tidak akan pernah lagi pergi dari mu ...."
Pagi menjelang ketika membuka matanya Anisa melihat Radit sudah menyelesaikan kewajibannya .
" Mas Radit kok gak bangunin aku ?"
__ADS_1
" Kamu terlihat masih sangat lelah Nisa .Sengaja aku menunda untuk membangunkan mu "
Anisa bangkit dari tidurnya untuk membersihkan diri kemuduan bersuci .Setelah selesai Anisa segera menunaikan wajibnya .Bersujud, memanjatkan doa doa indah untuk orang orang yang dicintanya. ...