
"Hans aku merasa cape Kita pulang " Alea memohon pada Hans
Hans menatap iba pada wanita di depannya . Sorot mata Alea yang memohon membuat Hans hanya bisa menuruti keinginan Lea .
" Kita pulang " ucap Hans singkat setengah kecewa .
Alea bernafas lega , mengikuti langkah Hans yang panjang . Pikirannya bergelut mencari celah untuk bisa melepaskan diri dari Hans .
Sampai di parkiran Hans membukakan pintu mobil untuk Lea .
" Hans terima kasih " ucap Lea tulus
Hans hanya tersenyum tipis . Tidak lagi menanggapi celoteh Alea . Pikiran Hans pun berkecambuk mengingat kejadian tadi di mall . Ia merutuki kebodohannya . Kenapa membawa Lea ke mall milik Wijaya group .
":Hans boleh aku ikut kerumah sakit besok ?"
" Kau ada yang dirasakan sakit Lea ?"
" Tidak ,hanya saja aku ingin berkonsultasi dengan dokter Rinda sebagai sesama wanita "
" Katakanlah padaku ,Aku juga seorang dokter "
" Aku tidak nyaman Hans "
" Baiklah besok pagi aku jemput "
" Hans ...terima kasih "
Hans menatap lurus kearah jalanan yang cukup ramai .Mungkin karena hari ini weekend jadi jalanan sangat rame .
" Mau dengar musik klasik Lea untuk relaksasi "
" Boleh Hans "
Hans memutar musik klasik untuk memberi ketenangan pada Alea yang sudah terlihat lelah karena cuaca panas dan juga macet .
" Musik klasik bagus untuk bayi Lea "
" Hmm " Sahutan Lea tanpa kata .
Hans melirik kesamping wanita itu sudah mengantuk rupanya . Mata Alea sudah terpejam . Hans terus melajukan mobilnya hingga sampai di rumah mami Hans .
Alea masih terlelap . Hans terus memandang wajah cantik yang damai . Dari bulu mata yang lentik hingga hidung kecil yang lancip ,sepasang bibir kecil yang penuh dengan warna merah muda .Hans terbawa Suasana jantungnya bergemuruh hebat hanya bisa berkhayal menyentuhnya .
Hans mengusap muka nya membuang jauh keinginan terbesarnya .
" Lea...Lea .... sudah sampai bangunlah jangan menyiksaku " Hans menggoyangkan bahu Lea pelan .
Lea membuka matanya , melihat di sekelilingnya.
" Oh sudah sampai Hans ?" ucap Lea
" Alea aku sayang kamu " Tiba tiba Hans lepas kendali dan memeluk Lea .
" Hans lepaskan Hans ..." Alea memberontak dari kunggungan Hans .
" Lea jangan pernah tinggalkan aku " Lirih Hans
" Lepas Hans kau menyakitiku "
Barulah Hans melepaskan pelukannya .
__ADS_1
" Kenapa kamu jadi seperti ini Hans ? kamu berubah dimana Hans yang selalu melindungiku ?" Alea menatap tajam " jika kau seperti ini aku sangat takut Hans "
" Jangan berkata seperti itu Lea kau mengakiti hatiku "
Alea segera turun dari mobil dan meninggalkan Hans yang gundah .
Setelah Alea pergi Hans sangat kecewa pada dirinya sendiri " Salahkah aku Lea jika menginginkanmu ? Aku tidak bisa membiarkanmu kembali pada suamimu aku tidak rela " batin Hans berkecambuk
***
Radit telah sampai di kantornya . Seperti kehilangan Arah dan fokus .Pertemuannya tadi dengan orang yang di yakini sebagai Anisa sudah mengganggu konsentrasinya
Radit mengeluarkan ponselnya .Menghubungi orang suruhannya untuk menyelidiki .Tidak lama orang yang di tunggu sudah datang
" Aku ingin kau menyelidiki istriku temuilah Arman ,kau akan mendapat akses cctv untuk mendeteksi orang yang aku inginkan "
" Siap pak "
" Pergilah aku ingin ada hasilnya dalam dua puluh empat jam "
" Saya akan cepat bergerak "
" Bagus "
Orang suruhan Radit segera undur diri menuju mall untuk menemui Arman . Sedang Radit masih duduk di ruangannya .Masih terbayang saat saat pertama bertemu Anisa tadi
POV Radit
Aku baru turun dari kantor direktur mall kepercayaanku . Aku sedikit memeriksa keadaan di lantai dasar .Tubuhku membeku saat melintas seorang wanita dengan perawakan yang sangat mirip dengan Anisa .
Aku terus mengikutinya seperti seorang stalker saja .Aku berkeyakinan dia adalah Anisaku . Wanita itu ada di barisan baju baju hamil Aku tak berkedip memperhatikannya .
Aku yakin sekali dia Anisaku tanpa berpikir panjang aku langsung memeluknya erat . Mencurahkan kerinduanku yang sangat dalam . Akhirnya doaku terkabul .
Anisaku direngkuh dan wajahnya di benamkan ke dalam dada bidang pria itu .Dia memakiku menuduhku menggoda istrinya . Hatiku sangat sakit apa lagi saat mengetahui wanita itu sedang hamil cukup besar .
Biarlah aku disebut gila tapi aku yakin jika dia Anisaku . Aku melihat keanehan ketika pria itu terus menyeret Anisaku tanpa membiarkan wanita itu melihat wajahku
Aku menjadi bimbang sendiri . Apa ia aku sudah gila karena kehilangan Anisa .Tidak aku harus mengetahui nya siapa pria dan wanita itu dengan jelas agar perjuanganku tidak sia sia .
Aku masih menatap wanita itu ketika pria itu lengah ia mencari sosokku . Aku yakin dia Anisa, apapun alasannya yang membuat Anisa seperti itu aku harus tau aku harus kuat meski aku merasakan sakit.....
***
Esoknya Alea pergi ke rumah sakit menemui dokter Rinda . Ia menunggu di antrian pasien .Setelah menunggu cukup lama akhirnya Alea di panggil masuk untuk di periksa .
" Alea ada apa ,ada yang sakit? "
" Dokter Rinda bisakah kita bicara setelah ini ada yang ingin aku ceritakan "
Dokter Rinda tersenyum tulus sembari menggenggam tangan Lea .
" Tunggu sebentar setelah pasienku habis kita bisa makan siang bersama "
" Dokter Rinda Terima kasih untuk semua kebaikan dokter "
" Jangan sungkan Lea "
Alea keluar dari ruangan dokter Rinda .Hati nya berkata harusnya Hans sangat bersukur di cintai wanita yang sebaik dan secantik dokter Rinda .
Mengapa harus menjadi rumit begini . Terkadang Alea tidak enak hati dengan dokter Rinda karena sikap Hans yang sering memperlihatkan perhatian yang lebih pada nya .
__ADS_1
" Ayo Lea " Ujar dokter Rinda mengagetkan Lea yang masih termenung
" Dokter ...saya sampai kaget "
" Melamun ..?"
Alea hanya menggeleng .
" Aku akan ajak kamu makan di luar Lea agar kita bisa bicara dengan leluasa
" Ya dokter "
Keduanya pergi ke sebuah restoran yang letaknya cukup jauh dari rumah sakit milik Hans . Sampai depan restoran mobil dokter Rinda berhenti kemudian mereka turun dan masuk kedalam restoran
Memilih ruangan VIP agar lebih leluasa untuk berbincang .
" Kau ingin cetita apa Lea "
" Tentang Hans "
" Ada apa dengan Hans Lea "
"Hans sudah tidak bisa mengendalikan dirinya dokter ..saya takut " dan hening ..Dokter Rinda menunggu keterangan dari Lea selanjutnya
" Hans terang terangan tidak bisa melepaskan aku . Bisakah dokter Rinda membatu mencari identitas ku .Aku sudah tidak bisa lagi berada di rumah mami Hans "
" Lea aku serba salah . Aku ingin semua berjalan dengan mudah , Haruskah aku menyembunyikan kamu dari Hans ?,Ah Hans pasti akan marah besar Lea "
" Bisakah dokter Rinda membantu aku bertemu teman Hans yang bernama Pras dia pernah menyelidiki latar belakangku dengan memeriksa sidik jariku . Mungkin sudah ada hasilnya " Lea tertunduk lemah tidak tau lagi harus kemana
" Baiklah Lea aku akan cari informasi tentang jati dirimu . aku janji "
" Terima kasih dokter aku harus segera bertemu keluargaku untuk lepas dari Hans "
" Apa kau sungguh sungguh tidak memiliki perasaan pada Hans "
" Tidak Dokter ,aku hanya sangat menghormati dan menyayangi Hans seperti seorang saudara tidak lebih "
" Lea aku akan berusaha menolong mu sebaiknya aku mengantarmu pulang ke rumah mami Hans .Jangan sampai Hans curiga .Tunggulah kabar dariku Lea .Jangan pergi kemanapun tanpa memberi tahuku .Ingat hubungi aku ,aku akan selalu bersedia membantumu " Dokter Rinda memberikan kartu namanya pada Alea
Setelah mengantar Lea ke rumah mami Hans . Rinda kembali ke rumah sakit meneruskan rutinitas kerjanya . Hans sudah menunggu di ruangan Rinda .
" Hans ..."
" Ya ..,aku sudah menunggumu dari tadi .Ada apa dengan Lea ?"
" Kau ingin tau saja urusan perempuan Hans "
" Apa keluhan Lea ?"
" Ini tentang kehamilannya Hans dan ...kau benar benar ingin tau ?"Rinda sedikit meninggikan suaranya " tidak baik aku mengumbar masalah pasienku "
" Benar benar masalah wanita ?"
" Hmm "
" Baiklah aku percayakan dia pada mu " Hans akan pergi berlalu tapi Rinda mencengkram tangannya
" Hans ,kau sudah mencari tau asal usul Lea ,Apa yang kau temukan ? kita coba minta bantuan Pras .Tidak baik membiarkan Lea terlantar seperti ini Hans "
" Ini urusan ku Rinda aku yang menemukan Lea . Aku merawatnya aku yang berhak atas dirinya "
__ADS_1
" Hans jangan kejam seperti itu . ingat Hans dia mungkin memiliki keluarga yang setiap hari menangisinya .Bertindaklah yang benar Hans sebelum semua terlambat . Lea akan membenci mu jika kamu terus menghalangi identitasnya " Rinda mulai kesal