
Gedung tempat Atta dan Rinda menikah . Radit duduk di barisan depan .Begitu dekat dengan tempat Akad kedua mempelai . Tangan Radit tidak lepas dari jemari Anisa . Mereka ikut menyaksikan prosesi ijab kabul
Kemudian Radit berbisik ke telinga Anisa .Bisikan yang membuat Anisa membulatkan matanya . Permintaan Radit yang mengada ada . Melihat ekspresi Anisa Radit hanya tersenyum tipis .
Pasti Anisa akan menolaknya . Tapi bukan Radit namanya jika tidak bisa membuat Anisa menuruti keinginannya . Begitu ucapan kata sah semua hadirin ikut merasakan kebahagiaan .
Prosesi akad sudah selesai ,acara sungkem dan juga ucapan selamat untuk pengantin . Tiba tiba Radit mendekat pada Mc mengatakan sesuatu sembari berbisik
Radit ikut mengular bersama Anisa untuk memberikan ucapan selamat pada Atta yang jadi raja sehari . Rinda terlihat cantik dan serasi bersanding dengan Atta .Aura bahagia terpancar di wajahnya
" Selamat Atta semoga menjadi keluarga yang sakinah, mawadah dan warohmah " ucap Radit .
"Terima kasih ya, mas Radit "
" Rinda selamat ya , pilihan mu tepat. Atta pria yang sangat baik "
" Terimakasih pak Radit "
" Rinda kau harus memanggilku mas sama seperti Atta .Mulai sekarang aku kakak iparmu "
" Bolehkah ? baiklah mas Radit " ucap Rinda bahagia .
Anisa mendekat pada Atta mengucapkan selamat menempuh hidup baru .
" Atta selamat ya. Ingat kalau ingin di sayang istrimu, kamu harus tau dan ingat rumus ini "Wanita selalu benar " Anisa tergelak melihat Atta yang kebingungan dengan ucapannya
" Apa sih mbak gaje banget quotes nya "
" Itu Artinya jadi pria harus banyak mengalah "
" Aish...mbak Nisa ,kalau Rinda itu orangnya pengertian gak pake menang menangan " puji Atta sambil melirik wanita di sampingnya yang kini sudah resmi jadi istri .
" Dokter Rinda selamat Akhirnya kau menemukan pangeran mu "
" Terima kasih Nisa " Keduanya berpelukan erat .Sudah sangat lama tak berjumpa sembari mengurai kerinduan .
Tiba tiba MC yang berada di panggung memanggil nama Radit untuk menyumbangkan sebuah lagu bagi pengantin .
Anisa masih belum percaya Radit senekat itu.Anisa juga tidak yakin jika Radit memiliki suara yang cukup layak untuk di sumbangkan diacara seperti ini dengan undangan yang begitu banyak
Lebih tidak siap lagi Radit tetap menggenggam tangan Anisa naik ke podium . Anisa tidak bisa menolak
" Terima kasih sudah memberi saya waktu .Sebuah lagu untuk pengantin yang berbahagia . Sebahagia saya memiliki wanita istimewa .Menemani dari pagi hingga pagi lagi dan terus akan seperti itu . Untuk pengantin ...terimalah persembahan lagu lawas dari Katon bagaskara negri diawan "
__ADS_1
(pembaca novel ini tau gak ya lagu jadul negri di awan by Katon bagaskara )
Anisa benar benar tidak menyangka pria di depannya melantunkan lagu dan suaranya benar benar merdu . Anisa terhanyut mendengar suara Radit .Semesta sangat berpihak saat melantunkan lagu Radit terus merengkuh Anisa menatapnya indah .
Di ujung sana ada mata yang tak berkedip menatap Radit dan Anisa . Rindunya sedikit terobati melihat wanita yang di cintai nya begitu terlihat bahagia .
Hans tidak berpaling . Dia sudah bisa menerima wanita impiannya bahagia dengan pria yang seharusnya .
" Nisa aku sudah melihatmu sangat bahagia . Aku bisa tenang .Kau benar, kalian tidak bisa di pisahkan . Bersatunya kalian adalah sebuah takdir indah . maafkan aku pernah menjadi duri dalam kisah kalian ....Aku sudah menepati janjiku akan bertemu kembali dan hatiku sudah merelakan mu "
Setelah lagu dari Radit usai ,Hans meninggalkan ruangan resepsi .Sudah tidak ada beban lagi yang mengganjal di hatinya . Dia meninggalkan orang orang yang ia sayangi telah menemukan kebahagiaannya .Rinda bersama Atta dan Anisa bahagia dengan Radit
Langkah Hans menuju tempat parkiran .Melajukan mobilnya menuju hotel tempat ia menginap semalam . Hotel yang sama dengan tempat Anisa menginap .
Di loby hotel Hans mendapati seorang anak kecil yang sedang menangis .Mungkin dia kehausan atau entahlah pengasuhnya juga seperti kewalahan .
Tangis bocah itu semakin kencang . Hans merasa iba dan mendekat ." Bocah kecil yang sangat tampan " batin Hans
" Kenapa anak tampan ini menangis "
" Tidak tau pak ,padahal sudah kami beri Asi dan juga makanan yang dia suka . Tidak biasanya seperti ini "
" Apa tadi dia terjatuh ? mungkin saja ada yang sakit "
" Tidak pak ,tadi setelah bangun tidur dia selalu dalam gendongan saya "
Hans mengusap bocah tampan itu lembut .Kulitnya sangat halus dan putih . Hans meminta pengasuh untuk meletakan anak kecil itu di sofa untuk memudahkannya memeriksa
Hans memeriksa bagian perut dengan mengangkat kaos keatas . Tidak ada masalah di perutnya ,baik baik saja tidak kembung . Kemudian Hans memiringkan tubuh bocah itu .Kemudian terlihat bentol merah dan juga semut kecil yang menggigit bagian belakang . Hans tersenyum kemudian mengusap bagian bentol merah dan membuang semut kecil penyebab anak ini menangis keras .
" Bawa minyak kayu putih ?coba oleskan di bagian yang bentol . Bocah tampan ini merasa gatal karena gigitan semut . Lain kali perhatikan tempat bermainnya pastikan tidak ada semut "
" Terima kasih dokter " ucap sang pengasuh
" Sama sama . siapa nama bocah tampan ini ?.Wajahnya sangat tampan dan seperti tidak asing buat saya "
" Namanya Luky dokter . saya pengasuhnya "
" Ah apa dia putra dari Anisa dan tuan Radit ?" Ingatan Hans mengarah kesana, ia ingat sekali putra Anisa bernama Luky
" Betul dokter "
" Hai Luky '' Hans mengecup kening Luky hangat . kemudian memeluknya .
__ADS_1
Bayi yang pernah ia dampingi semasa dalam kandungan Anisa . Tiba tiba saja ada rasa yang mengalir di hati Hans . Menatap bola mata Luky yang jernih . Hans sangat menyayangi Luky ada perasaan bersalah ,pernah sengaja menjauhkan bayi tampan ini dari sang Ayah dulu .
Hans menghentikan perasaan dan emosi yang meng aduk aduk hatinya . Mengusap kepala Luky lembut seraya berkata maaf pada Luky .
Kemudian Hans meninggalkan Luky yang sudah tenang . Tangannya melambai mengucapkan selamat tinggal . Hans keluar dari hotel setelah cekout dan secepatnya pergi ke bandara .
Di bandara Hans menatap jauh . Dirinya dan segala kerumitan yang telah ia buat telah kembali pada tempatnya . Perasaannya lega semua sudah bahagia .
Pesawat yang ia tumpangi akan segera berangkat .Hans bergegas menuju antrian .Duduk di kursi miliknya .Hans mencoba memejamkan matanya .Tenang dan damai ,Bahkan ia bisa sedikit terlelap .
Tapi sayang tiba tiba saja di sampingnya duduk seorang wanita muda yang sangat berisik . Mungkin wanita muda itu baru berusia dua puluh tahunan . Mengenakan celana jeans yang banyak terdapat robekan . Rambutnya diikat satu keatas .Juga jaket jeans belel dan mulutnya sibuk mengunyah permen karet .
Membuat gelembung dan suara berisik memecah kesunyian .Hans amat sangat terganggu . Melirik sekilas wanita muda disampingnya .Ingin menegur ,Tapi wanita muda itu lebih dulu menyapa .
" Halo om...,Maaf aku berisik ya ?. Ini caraku untuk mengurangi ketakutan saat naik pesawat "
Hans melongo teryata wanita muda itu tau yang ingin dia katakan .Apa lagi dengan panggilan Om . Apa iya ,dia sudah terlihat setua itu batin Hans mengomel .
Hans diam tak menjawab perkataan gadis muda di sampingnya . Ia meneruskan untuk memejamkan matanya .
Saat pesawat mulai terbang tiba tiba tangan wanita disamping Hans meraih tangan Hans erat hingga kuku kuku panjangnya menancap di kulit Hans .
Hans ingin protes dan marah tapi saat menoleh kesamping. Wanita itu memejamkan matanya dengan keringat dingin yang mengucur . " Ah sialan " rasa perih di kulit tangan Hans akibat cakaran wanita muda di sampingnya yang sedang ketakutan .
***
Radit dan rombongan pulang dari acara resepsi .Sedikit terburu buru karena tadi pengasuh menelpon jika Luky sangat rewel . Ada binar panik di langkah kaki Radit dan Anisa mereka takut terjadi sesuatu pada Luky .
" Suster Ana di mana kamu ? Kami sudah sampai loby " Tanya Radit melalui ponsel
" Maaf pak ,Luky nya sudah tidur lagi. Sekarang ada di kamar "
Radit dan Anisa setengah berlari menuju kamar suster Ana . Benar saja bocah tampan itu sedang tidur nyenyak .
Kemudian suster Ana bercerita ,ada seorang dokter yang menolong Luky ketika menangis dan dokter itu mengenal Radit .
Perasaan Radit menjadi tidak tenang ada perasaan takut yang tidak beralasan Radit tau itu pasti Hans ,Kejadian ini membuat Radit murka pada suster Ana yang membiarkan orang asing menyentuh putranya .
" Mas Radit lihat Luky ada di sini tidak ada yang terjadi ,Sabar mas " Anisa mencoba menenangkan Radit
" Saya tidak mau tau lagi .Ingat jangan pernah membiarkan putraku di sentuh oleh orang lain !" ucap Radit tegas pada suster Ana .
Suster Ana berdiri dengan lemah karena bentakan Radit yang keras . Selama ikut bersama keluarga Radit baru kali ini Radit mengeluarkan Amarah nya .
__ADS_1
" Maaf kan saya pak Radit saya akan lebih berhati hati "
Radit segera menggendong Luky dalam pelukannya dan memindahkan ke dalam kamarnya ......