Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
82. Tentang Sinta 1


__ADS_3

Niko mendapatkan hukuman lima belas taun penjara untuk seluruh kejahatannya .Wajah penuh penyesalan terpancar di raut wajah Niko .Bahkan sejak berada di penjara ,Sinta tidak pernah mau bertemu dengannya .


Yang Niko tau ,dua putra mereka di bawa Sinta ke luar negri .Niko sudah menerima semua keputusan pengadilan dengan pasrah .Apalagi kedua orang tuanya yang sudah tua datang jauh jauh dari Surabaya untuk menghadiri sidang putusannya .


***


Ketika malam saat semua sudah terlelap .Radit masih duduk menyandar di kepala ranjang . Sedang Anisa seperti biasa sebelum tidur ia akan membersihkan wajahnya terlebih dahulu.


Radit berencana untuk menemui adiknya di Singapura .Dia sedang membujuk Anisa agar mau mendampingi .


" Kita menjenguk Sinta Nisa "


" Bisa ditunda mas anak anak belum libur sekolahnya "


" Hanya dua hari saja Nisa ,ada ibu di rumah "


" Baiklah ,aku akan minta ijin dan menitipkan anak anak pada ibu "


" Nah gitu dong "


" Mas ,Bagaimana perasaan Sinta ya ? Pasti dia sangat hancur "


" Dia wanita yang kuat Nisa , meski sakit hati tapi ada dua malaikat yang selalu memberinya semangat .Mama dan papa"


" Iya mas ,Semoga mulai sekarang hanya kebahagiaan yang menghampiri keluarga kita "


" Amin "


" Sudah malam mas kita tidur "


" Aku belum bisa tidur ,mau ambil jatah dulu "Tatapan horor Radit


Radit langsung menggendong tubuh mungil istrinya . Anisa manja mengalungkan tangan di leher Radit ,Kepala Anisa sudah bersembunyi di dada bidang Radit ,semakin membakar hasrat .


Perasaan cinta yang mereka miliki disatukan dalam ritual indah . Sebuah puncak rasa yang selalu membuat mereka ingin selalu menikmati lagi dan lagi .


Masih dalam pelukan Radit setelah mereka menggapai puncak rasa .Mata dan tubuh mereka terkulai dibelai kantuk yang mengantar mereka pada alam mimpi . Merajut waktu dari detik hingga fajar menjelang .


***


Pagi yang masih membuat tubuh enggan beranjak .Sinar matahari menerobos masuk melalui kaca jendela . Membuka mata kemudian beranjak dari peraduan yang sudah memberinya kenyamanan . Anisa menyibak selimut .Menoleh kearah kekasih hatinya masih damai terlelap .


" I love you mas " ucap Anisa mengecup pipi Radit .


Radit menggeliat tersenyum tipis pada Anisa .


" I love you too and more "


Pelukan di pagi hari saling mengungkapkan rasa sayang . Sebelum menghadapi dunia luar .


Tak terasa sudah akhir pekan ,mereka menikmati kebersamaan .Keduanya turun ke bawah disambut Luky dan Ara yang sudah duduk di meja makan .


" Pi..,Hari ini Ara mau main ya sama teman teman Ara ,Boleh kan ?"


" Main kemana ,temannya namanya siapa rumahnya di mana ?"Tanya Radit penuh selidik


" Main ke Mall Pi ,cuma main game sama makan di sana kok .Sama Susan ,Ria dan Anggi "


"Oh temen temen kamu yang suka main kesini "


" Iya Pi ,boleh ya "


" Boleh tapi diantar dan diawasi mba Mayang "

__ADS_1


" Diantar saja Pi ,jangan di tungguin "


" Kalian belum dewasa papi kawatir "


" Iya deh Pi " Ara terlihat kecewa tapi gimana lagi kalau Radit sudah mutuskan tidak akan bisa di batalkan


" Pi, kalau Luky mau ajak papi main game mau ya Pi ?" Luky punya acara sendiri di hari libur


" Boleh, mumpung papi juga lagi libur "


" Okee Pi " Luky terlihat sangat gembira


" Yah ...,bunda gak ada yang ngajak nih . Bunda mau ajak nenek bikin camilan kesukaan bunda aja "


" Bilang ibu ,aku pesan sus kering keju " Radit langsung berbinar mendengar Anisa akan membuat camilan .


" Luky pesan yang isi coklat bunda "


" Kak Ara pesen apa "


" Chesestick "


" Oke..,sesuai order "


Setelah sarapan pagi mereka berkumpul di ruang keluarga . Ara sudah tampak gelisah menanti teman temannya datang . Tidak terasa putri Radit dan Anisa sudah mulai menginjak remaja .


Ara semakin tinggi dan terlihat manis mirip sekali dengan Radit . Begitu juga dengan Luky semakin besar dan tampan selain itu Luky memiki kecerdasan diatas rata rata .


Pukul sepuluh teman tenan Ara sudah datang .Mba Mayang mengekori langkah Ara setelah berpamitan dengan Radit dan juga Anisa .Luky sudah menarik lengan Radit menuju lantai atas tempat kamarnya. Mereka akan bertanding .


Sedang Anisa menuju dapur dibantu Bu Ratna ia membuat camilan pesanan Radit dan anak anaknya . Ia menikmati waktu indah bersama ibunya berdua ,seperti dulu .Di dapur membuat camilan kesukaannya .


Setelah makan siang dan beristirahat luky sudah mulai mengantuk dan tidur siang . Anisa juga sudah selesai dengan tiga toples camilan kesukaan Radit ,Ara dan juga Luky .


Radit menoleh ke arah Anisa .Hidungnya sudah mencium wangi kopi yang dibawa oleh istrinya . Meletakan setoples sus keju kering dan juga kopi di atas meja .


Radit memeluk Anisa dari belakang menikmati waktu santai berdua . Bibirnya tidak mau diam merayap menyusuri leher jenjang milik Anisa . Lenguhan geli Anisa yang keluar ,membuat Radit semakin bersemangat .


Hingga cubitan ditangan Radit mendarat .Membuat pria itu tersentak . Tangannya sudah mulai tidak sopan menjalar ke daerah sensitif .Yang harunya di lakukan di ruangan tertutup .


" Aww..."


"Sakit ...? biar ingat tidak lagi mesum di sembarang tempat "


Radit terkekeh menyadari kenakalan tangannya .


" Terbawa suasana Nisa , menjelang senja yang romantis " ucap Radit tanpa dosa


Kemudian keduanya duduk di bangku .Radit menikmati secangkir kopi yang Anisa bawa .Juga camilan kesukaannya .


" Ara belum pulang ?"tanya Radit .


" Sebentar lagi, Mayang sudah memberi kabar .Semoga tidak macet " sahut Anisa .Kemudian membuka ponselnya .


Mayang mengirimi beberapa Vidio dan juga foto foto Ara bersama teman temannya yang sedang bermain di mall .


" Aku tenang Mayang ikut . Dia orang yang sangat bisa di percaya " lajut Radit sembari mengunyah kue sus keju kering


" Iya dan Dia juga kaku ,makanya Ara sangat tidak menyukai Mayang .karena merasa sangat sangat mengawasi dengan ketat " Anisa menyampaikan keluhan Ara .


" Aku tidak mau ambil resiko lagi . Ara harus faham dia bukan orang biasa "


Radit bukannya sombong tetapi Waspada dan hati hati untuk menjaga seluruh keluarganya .Dia tidak ingin kejadian buruk menimpa keluarganya lagi .Sudah cukup air mata dan tangisan untuk keluarganya .

__ADS_1


" Iya mas aku ngerti kok ,Mas melakukan ini semua untuk keselamatan keluarga "


" Nisa , Sinta sedang berada di rumah mama di Jakarta . Dia akan mulai mengurus surat cerainya dengan Niko "


" Biasanya Sinta berkirim pesan denganku .Tapi ini tau tau sudah di Jakarta tanpa mengabari "


" Kalau ada waktu pergilah menemuinya .Mungkin kamu bisa sedikit menghibur Sinta "


"Iya ,besok aku akan kerumah mama sesudah Luky dan Ara pergi sekolah "


" Terima kasih " Radit kembali memeluk Anisa mengecup pucuk kepala istrinya .


Suara mobil masuk pekarangan rumah . Rupanya Ara sudah pulang dari bermain dengan teman temannya .


Anisa melambaikan tangan dari Atas balkon .Menyambut putri cantiknya pulang .Mereka berinteraksi layaknya sahabat .Radit hanya geleng geleng kepala .


" Dia putri mu Nisa ,kenapa kau memperlakukannya seperti teman "


" Gak papa mas ,Ara sudah mulai remaja kita jangan mengambil jarak . Anak seusia Ara butuh di akui dan biarkan ia terbuka sama bundanya .Kita akan lebih mudah untuk mengawasi "


" Oh aku kira kamu ikutan Alay Nisa "


" Ishh sembarangan , mas Radit "


***


Anisa turun dari mobilnya . Ia sudah di sambut oleh wanita cantik berkulit putih .Sinta sang adik ipar .Mereka berpelukan dan mengurai senyum .Sudah satu bulan sejak pertemuan mereka di Singapura kembali bertemu sekarang


Sinta menggandeng Anisa agar masuk kembali kedalam mobil Anisa .Ia merengek agar Anisa mau menemaninya ke suatu tempat


" Ayok mba Nisa temani aku "


" Ketemu mama dulu sebentar "ujar Anisa yang baru datang dan belum mengucap salam pada mertuanya .


" Nanti saja mbak "


" Ya sudah ayok . Kemana ...?"


" Pantai pak ,jalan .. !"ucap Sinta meminta supir Anisa untuk segera jalan


Anisa diam mengikuti keinginan Sinta . Meski bertingkah baik baik saja Anisa melihat banyak luka di sorot mata Sinta .Perjalanan cukup jauh ,butuh beberapa jam untuk sampai .


**


Di sebuah pantai Dua wanita sedang duduk .Melihat deburan ombak yang menerpa daratan .


Diatas bongkahan batu besar keduanya masih membisu . Tidak lama ponsel Anisa berbunyi ,Radit menelepon


" Kamu di mana ?"


" Aku bareng Sinta mas di pantai "


" Oh oke ,tolong jaga Sinta .Apa mas ,perlu datang kesitu ?"


" Jangan, hari ini mbak Nisa miliku aku ingin bersenang senang " Timpal Sinta yang mendengar suara Radit karena ponsel dalam mode loudspeaker


Radit mendengus sedikit kesal kalau saja Sinta dalam keadaan baik baik saja. Radit tidak akan membiarkan adiknya memonopoli istrinya . Karena Radit sangat hafal Sinta .Ia senang melakukan hal yang sedikit menantang .


" Anisa ingat, jangan macam macam .Jangan terlalu menuruti Sinta .Ada batasan " Radit memberi aba aba .


" Iya mas kita cuma duduk di pinggir pantai gak ngapa ngapain kok "


" Hubungi mas kalau ada hal yang mencurigakan pada Sinta "

__ADS_1


" Oke "


__ADS_2