
Masih berada di ruang tamu .Rinda menatap ragu pada Anisa .Bibirnya kelu untuk berucap tujuan ia mendatangi Anisa . Radit sudah meninggalkan ruang tamu memberi ruang untuk Anisa berbicara dengan sahabatnya .
"Dokter Rinda diminum tehnya !"
" Terima kasih Lea , boleh aku tetap memanggilmu Lea ?"
" Membingungkan ku dokter, aku memang sudah terbiasa mendapat panggilan Lea tapi keluargaku ? Panggil aku Anisa "
" Baiklah , Kau terlihat lebih cantik Anisa mungkin karena kau sedang bahagia ,sudah menemukan keluargamu "
" Iya aku sangat senang "
" Nisa di hari bahagia mu boleh kah aku meminta pertolongan ?"
" Tentu saja dokter .Apa yang bisa aku lakukan ?"
" Tolong cabut laporan tuduhan menyembunyikan mu dari pengadilan . Maaf Anisa mami Hans sangat bersedih melihat putranya dalam penjara "
" Apa...Hans di penjara ? Bagai mana bisa terjadi "
"Maafkan Hans Nisa sebenarnya dia sudah lama tau identitas aslimu .Tapi Hans menyembunyikannya dari mu Anisa "
Deg rasa sesak yang menghimpit dada Anisa . Kecewa dengan kenyataan orang yang paling ia percayai justru menyembunyikan identitas dirinya selama berbulan bulan '
" Aku tau kamu kecewa dengan Hans Anisa , tapi aku ...aku....minta tolong ...hiks hiks " air mata Rinda meleleh
" Dokter Rinda aku akan meminta mas Radit untuk mencabut laporannya .Tapi aku tidak berjanji apa semua ini bisa berhasil "
" Terima kasih Anisa ,aku mewakili mami Hans dan papi .Sebaiknya aku pulang aku akan memberi tahu mami "
Rinda berpamitan meninggalkan rumah Anisa .keduanya kembali berpelukan saling menguatkan . Anisa mengantar kepergian Rinda sampai teras rumah .Rinda melajukan mobilnya meninggalkan rumah Anisa .
Radit menarik lengan Anisa dan membawanya ke lantai atas. Tepatnya di kamar mereka . Anisa terheran dengan tingkah Radit
" Ada apa mas ..?"
"Stttth ...." Radit meletakan jari telunjuk nya di depan bibir meminta Anisa tidak bertanya .
Langkah mereka sudah sampai tepat di depan pintu kamar . Radit tergesa membuka pintu kamarnya dan menutup dengan cepat setelah mereka masuk .
Secepat kilat Radit memeluk Anisa . Nafasnya memburu semalaman ia sudah menahan keinginan karena ada Ara .
" Nisa Aku kangeen .."
" Mas .." Anisa menatap teduh suaminya yang sudah tak terkendali
Hanya bisa memejamkan matanya sembari menghirup aroma tubuh Radit yang sangat membius perasaannya Dan membiarkan Radit meniti awan menuju puncak keindahan .
Radit sudah terlelap siang itu ,semalaman ia terjaga .Setelah semua gundah nya terlepas ia seperti bayi besar yang polos .Anisa mengusap lembut pria yang ada di sampingnya " Terima kasih untuk tetap percaya bahwa aku masih hidup dan akan kembali ,pria sempurnaku " gumam Anisa .
" Cup .. ".kecupan lembut di kedua pipi dan kening Radit .Menyentuh wajah Radit jadi sebuah keindahan tersendiri . Merasakan sensasi ikatan hati mereka .Si empunya wajah hanya menggeliat merasa tidurnya terusik .
Anisa bangkit dari tempat tidurnya dan tertatih menuju kamar mandi untuk membersihkan diri .Radit membuat Anisa kewalahan. Setelah sekian lama penantian panjangnya .Hari ini Radit menuntaskan kerinduan pada Anisa .
Perut Anisa sedari tadi terus saja bergerak .Baby yang ada di kandungan hari ini sangat aktif . Anisa hanya bisa duduk pasrah sambil menikmati setiap gerakan baby .
__ADS_1
Radit sudah membuka matanya .Melihat Anisa sedang duduk bersandar dengan memegangi perutnya .
"Kamu kenapa Nisa "
" Lihat mas putramu terus saja bergerak hari ini aku sedikit kekelahan "
Senyum Radit tersungging .Kemudian bangkit sembari mengusap usap perut Anisa
" Putraku sedang bahagia ,kali ini ayahnya menjenguk " ujar Radit dengan tatapan genit
" Mas Radit...." Anisa kesal
"Cup " Radit mendaratkan kecupan di kening Anisa
" Sayang aku mau mandi dulu "
Radit meninggalkan Anisa yang masih duduk di atas ranjang sembari menikmati gerakan baby .
Anisa berdiri hendak menyiapkan baju ganti untuk suaminya . Ia membuka lemari dan memilihkan celana pendek dan kaos tanpa kerah . Anisa meletakan baju ganti Radit di atas ranjang .
Tidak lama suara gedoran pintu terdengar . Ah Ara putri cantiknya sudah pulang . Anisa membuka pintu kamar .
" Bunda ..." Ara memeluk Anisa erat
" Sudah pulang sekolah sayang ? "
" Iya bunda , bagaimana kabar adik kecilku bunda?" tanya Ara sambil menatap perut Anisa yang membuncit "
" Adek kamu lagi pinter Ara, coba lihat dari tadi dia bergerak gerak terus " Anisa menunjukan gerakan perutnya
" Gak tau sayang mungkin loncat loncatan .Ara mau pegang perut bunda ? "
" Mau mau bunda. Ih gemes gemes "
Ara mendekati Anisa dan meletakan tangan mungilnya diatas perut Anisa .Benar saja perut bundanya. bergerak gerak lagi
Ara kegirangan dan merasakan gerakan adik bayinya yang agresif.
" Bunda adik kecil Ara , laki laki atau perempuan ?" Ara bertanya dengan menatap Anisa
" Kayaknya laki laki sayang , biar bisa jaga kak Ara "
" Ara senang bunda "ucap Ara " Cup " Ara menghadiahi Anisa ciuman di pipi .
" Ara ..bunda sayang Ara "
" Hmm makasih bunda . Ara mau ganti baju dulu bunda "
Kaki kecil itu lincah menuruni tangga dengan senyuman ceria . Bu Ratna memperingatkan Ara agar lebih berhati hati saat menuruni tangga .
Di dalam kamar Radit sudah selesai memakai baju . Wajahnya sumringah segar setalah mandi .
" Sayang tadi aku dengar ada suara Ara ,Apa dia sudah pulang sekolah ?"
" Sudah mas, baru saja Ara turun .Mas mau makan siang ?"
__ADS_1
" Iya mas lapar ,habis kerja keras " jawab Radit terkekeh .di ikuti wajah cemberut Anisa .yang jengah dengan candaan Radit .
Ketika Radit akan Melangkah keluar .Anisa tiba tiba memeluk pinggang Radit dari belakang .Radit menghentikan langkahnya .
" Ada apa Nisa ?"
" Mas ...." panggil Anisa berhenti .
Radit membalikan badannya . Menatap teduh Anisa . Wajah Anisa seperti menyimpan keraguan yang dalam .
" Katakan Nisa jangan membuatku penasaran .Aku bukan orang yang cukup penyabar untuk hal hal perasaan "
" Boleh kah aku memohon sesuatu "
" Ingin apa ? "
Anisa ragu mengucapkan permintaannya . Ada ketakutan Radit akan menolaknya .
" Ini tentang Hans " lirih Anisa
Radit sudah memalingkan muka mendengar nama Hans di sebut .
" Ada apa dengan orang itu " ketus Radit
" Mas ...Meskipun dia bersalah telah menyembunyikan identitas ku tapi... .Dia orang yang menyelamatkan aku dari maut .Hingga aku bisa bertemu lagi denganmu "
Radit menarik nafas panjang, dadanya tiba tiba sesak mengingat pria yang bernama Hans .Apa yang dikatakan istrinya benar pria itu berjasa menyelamatkan Anisa .
" Tolong mas cabut tuntutan untuk Hans .Mami Hans sangat sedih . Selama ini di menganggapku seperti putri nya sendiri .Aku tidak tega melihatnya bersedih mas .Anggap mas Radit membayar hutang nyawaku mas . Aku mohon ...."
" Empati mu sungguh besar untuk Hans Anisa . Apa kamu tidak melihat perasaanku sakit ?. Pria itu memisahkan kita begitu lama ? Pria itu juga mengaku ngaku suami mu ,Pria itu juga mengaku bayi itu miliknya .Pria itu penuh kebohongan . Kau tau ? aku seperti pria yang tidak punya harga diri ketika dia mengatakan itu semua " Sungut Radit penuh emosi
" Mas maafkan aku ..mas Radit " Anisa terisak memeluk Radit erat memahami luka di hati Radit akibat ulah Hans . Sebenarnya Anisa pun sangat kecewa dengan sikap Hans
" Nisa sudah lah ....dendam memang membuat hati kita sakit .Aku ikuti keinginanmu .Aku akan mencabut tuntutan untuk Hans tapi tidak sekarang .Tunggu hatiku sedikit reda . Aku akan menepati janji untuk melepas Hans "
" Aku ikut kebijakan mu saja mas "
" Nisa apa kau pernah jatuh cinta pada dokter muda itu ?"
" Apa maksud mas Radit ? aku tidak pernah memiliki rasa apapun padanya aku menganggap dia seperti saudara .Hans calon tunangan dokter Rinda .Aku cuma sayang sama mas Radit saja " ucap Anisa dengan semu merah di pipinya
" Benarkah bukankah ingatanmu hilang ?"
" Iya ingatanku hilang tapi perasaanku mataku tetap sama . Ketika pertama bertemu di restoran seafood .Aku langsung tertarik dengan wangi parfum yang mas Radit pakai .Aku merasakan sangat nyaman dan ketika melihat wajah mas Radit jantungku berdebar debar seperti orang yang jatuh cinta "
" Ah....Nisa kau jangan merayuku lagi .Aku jadi tidak bisa menahan diri .Sayaaaaang ......." Tiba tiba saja wajah Radit sudah berada di bahu Nisa
" Mas .....ayok makan siang katanya lapar habis kerja keras " Nisa memperingatkan Radit
" Tanggung Nisa aku suka bekerja keras .... ....."
Aaaaw..... jerit Nisa tertahan, siang bolong panas Radit terus bekerja keras ..Anisa tidak bisa menolaknya
Author minta maaf telat up ada banyak kegiatan di dunia nyata .tp begitu sempat author bakal mengusahakan up secepatnya
__ADS_1