
Radit sudah tampak sangat segar dengan balutan baju formal . Begitu juga Anisa sudah terlihat sangat cantik bahkan sudah memakai riasan natural dengan terusan longgar dan sepatu flat .Radit saja terheran heran pagi ini melihat Anisa yang sudah sangat rapi .
" Sayang , kamu seperti hendak bepergian ?"
" Iya aku mau ikut mas Radit ke kantor boleh ?"
" Ikut kekantor ? Apa tidak salah Nisa ?"
" Emang gak boleh ya ? hiks ...hiks ..."kecewa Anisa yang tak terbendung hingga menangis
" Mas mau kerja sayang nanti kamu disana hanya bisa duduk duduk saja "
" Aku ingin ikut titik ..hiks.. hiks ..."
" Baiklah asal jangan bosan disana .Janji sabar nunggu mas kerja "Radit mengalah
" Iya janji " sahut Anisa girang .
Anisa menggandeng Radit erat seolah ingin mengatakan pada dunia jika pria ini adalah miliknya . Wajah putih Anisa mendadak bersemu merah karena pemikirannya sendiri . Seolah Anisa tidak bisa mengendalikan perasaannya untuk ingin selalu dekat dengan Radit mungkin bawaan hamil .
Ara sudah berangkat sekolah sejak tadi pagi diantar oleh sopir . Pagi tadi Anisa kelelahan setelah aktifitas semalam .Bahkan ketika Ara berangkat Anisa masih terlelap hanya Radit yang mengantar Ara sampai teras .
" Kamu yakin mau ikut ke kantor ?"ucap Radit sembari berjalan .
Heran saja selama menikah inilah permintaan Anisa yang paling konyol . Tapi Radit menatap perut besar Anisa .Ia menyadari mungkin ini bawaan orang hamil .Atau sang bayi mempunyai keinginan kerja yang luar biasa entahlah Radit hanya bisa menduga duga saja .
Anisa sangat senang duduk di samping Radit .Aura cantiknya begitu jelas terpancar . Bahkan Anisa dengan manja menyandarkan kepalanya di dada bidang Radit .Menghirup aroma tubuh Radit bercampur parfum maskulin .
Wajah Radit sedikit memerah dengan kelakuan Anisa yang tidak tau malu padahal dalam mobil tidak hanya ada mereka berdua .Masih ada sopir pribadi mereka yang ikut canggung dengan situasi yang tercipta .
" Mas Radit aku suka bau mu "
" Lakukan saja yang kamu suka Anisa " Jawab Radit datar .
Hanya butuh waktu dua puluh menit mobil yang mengantar Radit dan Anisa sudah sampai di depan gedung pusat Wijaya group .
Seorang sekuriti membukakan pintu untuk Radit dan Anisa . Keduanya berjalan beriringan menuju lift kusus untuk petinggi Wijaya group .
Dari turun mobil hingga sampai loby tingkah Anisa tidak berubah ia bergelayut manja di lengan kokoh Radit . Semua pasang mata melihat ke serasian Tuan Radit Wijaya bersama istrinya .
Lift terbuka Radit dan Anisa masuk ke dalam menuju ruangan Radit .Begitu lift terbuka Arman sudah menyambut kedatangan Radit dengan setumpuk berkas yang menggunung .
Radit menghempaskan nafas panjang meminta kesabaran .Sampai di ruangannya Radit membuka laptopnya dan mulai memeriksa satu persatu berkas yang menumpuk .
Anisa duduk di sofa besar dan meletakkan tasnya .Ia merasa kasihan melihat pekerjaan suaminya yang begitu menumpuk .
" Mas Ada yang bisa aku bantu "
" Duduk lah yang nyaman tunggu mas sebentar "
" Baik lah "
Radit memeriksa berkasnya yang menumpuk satu persatu .Sesekali ia memperhatikan Anisa yang duduk dengan tenang . " Manis sekali istriku sungguh penurut " gumam Radit . Terselip perasan iba di hatinya . Radit hanya memiliki sedikit waktu untuknya .
"Maafkan suami mu yang sibuk ini Anisa . Maafkan juga aku tidak bisa memberimu kebebasan saat ini .Rasa takut di hatiku sangat besar aku tidak bisa membiarkanmu hilang lagi "bisik hati Radit
Anisa membolak balikkan majalah yang ada di bawah meja . Matanya fokus menatap Artikel tentang kecelakaannya .Terpampang dengan judul "Istri pewaris Wijaya group di culik orang tak di kenal "
__ADS_1
Radit menyadari Anisa membaca majalah yang sudah lama ia sembunyikan .Langsung berdiri dan mencegah Anisa membacanya .
" Anisa berikan majalah itu !"
" Mas aku di culik oleh siapa ?"
" Berikan padaku Anisa jangan kau baca lagi .Aku tidak mau bersedih lagi .Yang terpenting adalah aku sudah menemukanmu "
Radit segera mengambil majalah dari tangan Anisa . Anisa tidak bisa apa apa jika Radit memang menginginkan semua ini . Di hati Anisa hanya ada rasa penasaran tentang penculik yang tega menyakitinya .
Dan nama Alea yang selama ini masih jadi misteri bagi Anisa .
" Sayang apa kau haus ?"
" Iya "
" Baiklah aku pesankan dulu ." Radit mengalihkan perhatian Anisa
Radit menghubungi bagian pantri agar membawa minuman ke ruangannya .Tidak lama seorang OB masuk membawa minuman segar dan potongan buah di dalam nampan .
Radit melanjutkan pekerjaannya sedang Anisa sibuk menghabiskan potongan buah di meja .Radit melirik istrinya yang sedang sibuk mengunyah . Bibirnya melukis sebuah senyuman .
Tiba waktu makan siang Arman mengetuk pintu ruangan Radit .
" Bos mau makan di luar atau di sini saja ?"
" Aku dan Anisa akan makan di luar kau dan Siska ikut sekalian "
" Baik bos "
Di sebuah restoran yang mewah Radit ingin memanjakan Anisa dengan makanan istimewa .Ia menyewa ruangan yang cukup privat .
" Mau makan apa Nisa ?"
" Terserah mas saja "
" Baiklah "
Kemudian Radit memesan makanan kesukaan Anisa dan dirinya .Radit hari ini benar benar memanjakan Anisa . Terasa sekali . Anisa merasa lega dan bahagia .
" Mas Radit ...waktu di Jerman kenapa gak ngehubungi aku sama sekali apa mas tidak sempat ? "
" Ada masalah serius Nisa, jadi konsentrasi mas hanya pada masalah itu saja .Mas hanya ingin cepat menyelesaikan dan pulang bertemu dengan mu "
" Tapi aku kan kangen banget mas tiap hari nunggu telepon dari kamu "
" Apa sekarang ini istriku jadi bucin ? Biasanya juga mas yang ngejar ngejar "
" Mas nggak suka ya kalo aku kangenin "
" Suka, suka sekali .Sampe sampe mas pinginnya gak usah kerja nemenin istriku yang bucin ini "
" Ish wajar dong mas seminggu di tinggal trus aku kan lagi hamil bawaannya pengin deket terus sama mas Radit "
" Iya mas ngerti makanya ikut kerja juga boleh "
" Makasih ya mas "
__ADS_1
" Tapi ikut kerjanya hari ini saja ya . kasian kamu nya juga jadi tidak tidur siang "
" Iya mas hari ini saja besok enggak lagi .Tapi kapan kapan boleh ya mas ikut lagi ?"
" Boleh asal jangan terlalu sering kamu juga butuh istirahat dan tempat yang nyaman agar lebih leluasa " ucap Radit sambil mengecup kening istrinya
Beberapa pelayan datang mengantarkan pesanan ke meja Radit .
" Sudah makan dulu yang banyak biar kuat dan sehat .Kamu tidak lupa bawa vitaminnya kan ?"
" Aku bawa kok mas vitaminnya "
Keduanya menikmati makan siang berdua .Sedang Arman dan Siska berada di meja yang lain. Setelah selesai makan Anisa meminta ijin pada Radit untuk pergi ke toilet . Radit meminta Siska yang juga baru selesai untuk menemani Anisa .
Keduanya berjalan menuju toilet wanita . Siska hanya menunggu di luar . Setelah selesai Anisa dan Siska kembali menuju Radit .Ketika melewati meja salah satu pengunjung Anisa mengenali seseorang
" Mami ...." seru Anisa serasa tidak percaya dapat bertemu lagi dengan mami Hans .
Mami Hans yang sedang makan siang bersama papi pun menoleh .Sama sama terkejut .Keduanya berpelukan menumpahkan rindu setelah lama tidak bertemu .
" Mami maaf , maafkan saya yang pergi begitu saja ...." Isak Anisa sambil tetap memeluk mami Hans .
" Tidak sayang maafkan mami , mami yang salah tidak membantumu mencari asal usulmu ."
" Mami kesini dengan papi? " tanya Anisa sembari mencium tangan papi Hans yang berdiri di samping mami
" Alea papi minta maaf atas perbuatan Hans " Ucap papi sedikit rasa tidak nyaman atas perbuatan Hans
" Lupakan papi ,mami . Saya sangat berterima kasih untuk kasih sayang papi dan mami " ucap Anisa .
Tiba tiba saja Radit sudah berada di sisi Anisa saja . Anisa memperkenalkan papi dan mami Hans pada Radit .
" Mas Radit ini papi dan mami Hans "
" Saya Radit wijaya Tante ,Om .Terimakasih sudah merawat istri saya dengan baik "
" Tuan Radit maafkan kehilafan putra kami Hans " Isak mami
" Tidak perlu Tante saya yang berterimakasih karena putra Tante telah menyelamatkan istri saya . Sekali lagi saya ucapkan banyak terima kasih " Ucap Radit dengan raut wajah datar .Bagaimanapun masih ada rasa sakit dari ulah Hans hanya saja Radit bersikap sopan dan tau diri .
" Mami, papi panggil aku Anisa . Anisa nama asliku "
" Ia Rinda sudah menceritakan nama aslimu hanya saja mami sudah terbiasa dengan nama Alea sayang "
" Iya mi ..senyaman mami saja "
" Perutmu sudah semakin besar saja Nisa .Mami doakan semoga semuanya lancar dan sehat "
" Amiin ...".ucap Radit dan Anisa bebarengan "kalau begitu kami pamit dulu Om ,Tante . Saya harus kembali kekantor " Pamit Radit pada mami papi Hans .
Anisa kembali memeluk Mami Hans serta mencium punggung tangan kedua orang tua Hans . Siska memberikan tas Anisa kemudian mereka berempat meninggalkan restoran .Di iringi dengan tatapan kedua orang tua Hans ...
" Pi ,mami tidak menyangka Alea itu istri dari pewaris Wijaya group . Dulu mami sempat ...."
" Sudah lah mi ,siapapun orang nya jika kita bisa menolong. tidak perlu memandang siapa .Mami sudah menyayangi Alea seperti putri mami sendiri .Karena kebaikan mami dulu tuan Radit melepaskan tuntutannya "
" Iya Pi tapi anak nakal itu sekarang sedang kelimpungan mencari Rinda .Biar saja " sungut mami Hans sebal ....
__ADS_1