Tetanggaku Duren (Duda Keren)

Tetanggaku Duren (Duda Keren)
55.singa yang lapar


__ADS_3

Pagi itu masih gerimis ,hawa sejuk menusuk nusuk kulit . Radit masih dalam selimut .Bayi Luky juga masih berbalut bedong seperti kepompong .Terkadang ia menggeliatkan tubuh mungilnya . Wangi khas bayi mampir di hidung Radit .


" Putra papi sudah wangi " Radit mencoba membuka matanya yang berat .


Anisa meletakan Luky untuk memancing Radit bangun . Radit akan sangat senang menggoda Luky . Mencium pipi Luki hingga berwarna kemerahan .Atau membuat Luky menangis karena terganggu oleh ulah sang papi .


" Putra papi yang tampan bangun ...cup " kecupan mendarat di pipi kanan


Masih belum bereaksi ,kecupan kadua kembali mendarat di pipi kiri .Satu ,dua ,tiga hingga berkali kali . Luky mulai menampakan kekesalannya tubuh mungilnya menggeliat menghindari bibir Radit yang terus mengganggu .Hingga pada akhirnya lengkingan dari tangis Luky pecah .


Radit tergelak sambil membuka bedong yang menahan pergerakan bayi Luky .Misinya berhasil, setelah ini Dia akan melihat pemandangan indah Anisa dan putranya .


Tidak lama Anisa sudah datang karena lengkingan suara Luky yang kencang .


" Putra bunda yang tampan sudah pintar membangunkan papi "


" Hai papi yang membangunkan Luky bunda "


Anisa tersenyum diiringi Radit yang sudah dalam keadaan full membuka mata .Radit mendekat memeluk Anisa yang sedang menggendong Luky .


" Mungkin Luky haus Nisa "


" Luky bukan haus tapi papi yang nakal "


"Beri Luky asi Nisa "


" Mas Radit tidak kekantor ?"ujar Nisa mengalihkan arah pembicaraan


" Hey lihat Luky mencari Asi Nisa "


" Aku tidak suka memberi asi dekat mas Radit . Aku seperti sedang diawasi oleh singa yang lapar "


" Ayolah Nisa aku memang singa yang lapar ,Tapi laparku cukup terobati dengan hanya melihat saja "


Anisa tergelak dengan ekspresi Radit yang menyedihkan .


" Pergi mandi mas ,sudah siang .Bahkan Ara sudah berangkat dari tadi "


" Malas ...rasanya masih dingin . harusnya kita olahraga dulu Nisa .Kapan Kita bisa olah raga bersama ?"


" Mas sudah hampir jam delapan "


" Luky anak papi ,nggak mau ***** ? " Radit masih berusaha


Ponsel Radit berdering dengan malas Radit mengangkatnya .


" Ya Arman ada apa lagi ?"


" Cepat ke kantor bos ingat tuan David yang membantu bos mengoreksi desain ?"


" Hmm tentu saja ingat , ia baru kembali dari Jerman dan akan berkunjung ke kantor "


" Hahh kenapa kau baru bilang sekarang tidak dari tadi "


" Bos, kabar baru saja aku terima "


" Ya sudah ,satu jam lagi aku datang. tolong ulur waktu tuan David .Aku akan segera kesana secepatnya "


" Anisa aku akan ke kantor sekarang "


Anisa menyiapkan perlengkapan Radit untuk kekantor juga bekal beberapa sandwich dalam kotak makan dan teh hangat dalam botol Kusus untuk menjaga kehangatannya ,yang bisa Radit makan dalam perjalanan menuju kantor


Radit tergesa masuk ke kamar mandi .Setelah selesai ia segera merapikan diri dengan baju yang tersedia . Anisa duduk di tepi ranjang dengan Luky yang berada di pangkuan .Memberinya Asi agar tenang


" Anisa aku harus berangkat sekarang " pamit Radit tergesa sembari mencium kening Anisa . Tidak lupa kecupan di pipi untuk Luky yang sedang menyedot ASI .Dan Luky merasa terganggu.


***


Arman mempersilahkan tuan David untuk duduk . Pria paruh baya itu datang dengan seorang wanita cantik berparas blasteran .Kulit putih dan juga mata kebiruan .

__ADS_1


" Apa tuan Radit masih lama ? ah ya ,saya yang terlalu pagi datang kemari dan tanpa janji "tuan David terkekeh sendiri


" Tuan Radit sebentar lagi sampai ,Oh itu dia datang " ucap Arman dan menunjuk Radit yang sedang berjalan kearahnya .


" Maafkan saya tuan David sedikit terlambat karena bermain dengan si kecil . Ah ... ya, keajaiban memang sangat berpihak pada saya . Tuan David ingat istri saya ? Dia benar benar kembali dan selamat "


" Saya turut bahagia tuan Radit andai ada kesempatan saya ingin bertemu dengan nyonya Radit "


" Tentu tuan David "


" Tuan Radit perkenalkan putri saya yang cantik Elena "


" Senang bertemu dengan putri cantik tuan David .Saya Radit "


" Elena "ucap Elena memperkenalkan dirinya .


" Elena baru aja lulus .Saya ingin dia lebih banyak belajar .Bisakah Elena mempraktekkan ilmunya sembari belajar bisnis dengan tuan Radit "


" Dengan senang hati tuan David "


Kemudian mereka berempat terlibat perbincangan hangat tentang perkembangan pembangunan mall yang hampir selesai dan juga tentang pesatnya bisnis perhotelan milik Radit .


" Tuan Radit saya percayakan Elena pada tuan Radit karena saya tahu anda orang yang sangat baik "


" Saya akan berusaha membimbingnya tuan David terima kasih untuk kepercayaannya "


" Kapan Elena bisa mulai tuan Radit ?"


" Kalau Elena siap bisa dimulai besok "


Selama perbincangan mata biru Elena memperhatikan Radit dengan tajam . Pria Asia yang memiliki postur tubuh diatas rata rata dengan kulit kecoklatan yang tampak kokoh .


" Elena " panggil tuan David pada putrinya yang tampak melamun


" Ya Pa "


" Apa kamu siap memulai besok ?"


Setengah jam menjelang makan siang Radit meminta tuan David dan Elena untuk makan siang bersama .Sebagai perayaan pertemuan setelah beberapa bulan mereka putus kontak .


Mobil meluncur ke sebuah restoran mewah di pusat kota . Arman ,Radit ,tuan David dan juga Elena . Memesan ruangan privat untuk makan siang .


Perbincangan mulai tersambung lagi membicarakan tentang hal hal yang bersifat personal . Teryata tuan David beristrikan orang Jerman dan lahirlah Elena . Namun sejak elena SMP mereka memutuskan untuk berpisah . Elena ikut ibunya di Jerman sesekali tuan David akan menjenguknya .


Namun setelah lulus kuliah Elena ingin tinggal bersama ayahnya di Jakarta . Elena ingin merasakan kehangatan keluarga ala orang Asia yang saling peduli dan penuh perhatian .


Setelah selesai makan siang tuan David langsung permisi karena ada janji dengan klien .Sedangkan Arman dan Radit kembali ke kantor meneruskan pekerjaan mereka . Dalam perjalanan pulang Arman tak henti hentinya mengagumi Elena yang sangat cantik .


" Bos mulai besok dia kerja di perusahaan kita ,apa bos sudah pikirkan akan menempatkan Elena di bagian apa ?"


" Kita lihat saja nanti Arman posisi yang cocok untuk Elena yang sesuai dengan basic pendidikannya "


" Bos jadikan dia asistenku saja bos lumayan ada yang bening di ruangan ku "


" Maksud mu apa Arman ? Dia itu orang asing .Posisimu banyak sekali rahasia perusahaan yang harus kamu jaga "


" Yah bos ..." Arman kecewa


" Jangan suka bermain api Arman ,Dila mau kamu apakan .Biar Elena kerja dengan Pak Gara itu pas dengan bidangnya ''


" Enaknya jadi pak Gara divisinya kedatangan bidadari "


" Sudah ,Arman besok kau Antar Elena bertemu pak Gara "


***


jogya


Pagi hari Rinda merasa terusik dengan ketukan pintu di depan rumah . Nyenyak sekali ia tertidur ,kebetulan hari libur . Langkah kakinya menuju ruangan tamu .Ia hanya merasa pasti Bu Tika yang membangunkannya untuk sarapan .

__ADS_1


Tangan Rinda memutar daun pintu . Sosok Atta sudah berdiri di hadapannya .Dengan senyum dan tampak sudah rapih lebih dari biasanya .


" Mas Atta ...?" Terkejut ,malu dan senang


" Baru bangun ?"


Rinda menyadari keadaan dirinya yang masih berantakan . Tapi sudah tidak bisa melarikan diri lagi .


" Gak usah malu tetep cantik kok " goda Atta yang merasakan Rinda seperti salah tingkah .


" Masuk mas Atta saya ke kamar dulu "


Setengah jam kemudian .....(Selama itu Atta duduk sembari menatap ruangan kosong) . Tapi dia baik baik saja .


Rinda keluar dari kamarnya sudah dalam keadaan fresh dan wangi . Rambutnya diikat jadi satu menggunakan celana panjang longgar dan kaos pres body .


" Maaf lama mas Atta "


" Lama sih tapi gak papa "


" Ada apa mas Atta ?"


" Ibu ngajak sarapan bareng di rumah "


" Wah ...mau sih tapi .Apa tidak merepotkan ibu ?"


" Ibu itu hoby masak dan sekarang ada yang bisa menilai hasil karyanya .Tentu saja tidak merepotkan justru ibu sedang menunggu apresiasi dari penilai "


" Bisa saja mas Atta "


Keduanya berjalan menuju rumah samping Rinda . Hanya berjarak beberapa meter .Rumah utama yang cukup besar dengan dekorasi etnik yang kental terlihat alami dan artistik .


Ruangan tamu dengan kursi dari kayu dengan ukiran berkualitas yang Rinda yakini nomor satu . Meja nya seperti terbuat dari sebuah akar kayu yang sangat besar .


Di pojokan ada bunga hidup dengan daun yang melebar warna hijau tua .Masuk keruangan tengah lebih atraktif lagi rak kayu yang di dalamnya terdapat pernak pernik dengan berbagai bentuk khas dari Sabang sampai Merauke terpajang .


" Dokter Rinda ibu sudah siapkan menu pagi buat kita sarapan "


" Terima kasih Bu ,saya jadi malu merepotkan ibu "


" Tidak sama sekali ,ibu seneng masak tapi tidak ada yang makan .Atta selalu sibuk pergi pagi pulang malam kadang dia pulang kerumahnya sendiri ''


" Tidak usah curhat buk ,nanti dokter Rindanya bosen "


" Maaf ya dokter Rinda ,kalau sudah tua gini. ibu suka kesepian .Begitu ada orang bawaannya curhat "


" Gak papa Buk ''


Mereka memulai sarapan pagi yang mungkin sudah sedikit terlambat . Atta seringkali mencuri pandang pada Rinda


" Rinda aku mau mengajakmu ke tempat workshop kerajinan perak milikku "


" Kapan mas Atta ?"


" Setelah sarapan "


" Baik lah "


Atta dan Rinda berpamitan pada Bu Tika untuk pergi ke workshop milik Atta yang letaknya tidak terlalu jauh . Dengan sepeda motor matic nya Atta melaju kearah sebuah perumahan yang cukup elit .Motor Atta berhenti di salah satu rumah mewah berwarna krem berpadu coklat tuan .


Rumah dengan disain modern minimalis .Seorang penjaga rumah membukakan gerbang kemudian mengangguk hormat pada Atta . Sampai depan garasi ,Atta menghentikan motornya . Seorang wanita tengah baya tergopoh membukakan pintu .


" Siang mas Atta "


" Siang mbok "


"Duduklah Rinda aku akan ganti bajuku sebentar .Karena aku harus bertemu klien hari ini "


" Mbok tolong ambilkan minum untuk Rinda "

__ADS_1


" Nggih mas Atta " ya


Atta masuk kedalam rumah menuju kamar utamanya untuk mengganti baju yang cocok


__ADS_2