
Di depan gedung pengadilan ,Keduanya duduk saling menatap . Sudah waktunya salih melepaskan . Ada perasaan yang tidak nyaman bagi keduanya .Elena dan Radit sudah sah bercerai
Elena masih dengan air mata yang mengalir . Mereka berhadapan, ikatan yang selama beberapa bulan ini membuat mereka bersama . Meski hanya cinta sepihak tapi keduanya sama sama terluka .
" Elena maafkan aku membuat kacau kehidupanmu . Aku sangat bersalah dan hanya bisa menyesal . Aku tak akan bisa melupakanmu . Ada dosa yang akan aku tanggung seumur hidupku . Hiduplah bahagia agar aku bisa menatapmu tanpa rasa bersalah Elena "
" Maafkan juga untuk waktumu yang terbuang sia sia karena aku . Selama hidup bersama mungkin banyak sikapku yang menyakiti perasaanmu . Kamu layak bahagia dengan pria terbaik Elena "
" Besok aku pulang ke tanah air . Aku akan memperjuangkan cintaku untuk Anisa . Mungkin masih ada kesempatan untuk pria pengecut sepertiku . Aku akan berjuang sampai titik terakhir "
" Andai saja malam kelam itu tidak menimpa kita . Kamu pasti sedang bahagia dengan jalanmu . Begitu juga aku dan Anak istriku . Kita saling mendoakan Elena "
Radit menggenggam tangan Elena . Menatap wanita di depannya .Perasaan bersalah selalu saja menghantuinya .
" Pak Radit , terima kasih untuk semua .Waktu yang pernah pak Radit berikan untuk ku . Juga kehormatan yang menjaga harga diri ku "
" Pak Radit seharusnya tidak melalui ini semua ,jika saya tidak egois dan berani menantang dunia . Tapi semua sudah terlambat .Saya begitu menikmati waktu dan kenyamanan yang pak Radit berikan .Maafkan saya telah jatuh cinta pada suami orang " Ucap Elena
Dari ujung jalan Paul setengah berlari menghampiri Elena dan Radit .Paul duduk di samping Elena . kemudian merengkuh bahu wanita itu dengan perasaan .Paul tau Elena sedang mengalami masa sulit .
Bahkan hal terberat yang akan terus menghantui Elena jika tidak mengatakan kebenaran pada Radit . Karena itulah Paul datang untuk memberi kekuatan pada Elena untuk berani menentang dunia . Meski harus bertaruh dengan perasaan yang hancur atau terus tersiksa .
"Tuan Radit maafkan aku , Aku datang disaat yang tidak tepat . Seharusnya aku tidak mencampuri urusan kalian . Tapi aku disini untuk memberi keberanian pada Elena untuk hidup tanpa mu lagi . Juga ada hal yang ingin Elena sampaikan pada tuan Radit " Paul merasa tidak enak hati pada Radit
" Aku senang Paul, kau memperhatikan Elena . Tolong kau jaga dia dengan baik . Jangan menyakitinya " Radit menjawab tulus
" Elena sayang katakanlah sebelum semua terlambat . Setidaknya kau sudah berusaha jujur . Kita akan hadapi bersama " ucap Paul pada Elena
" Pak Radit aku mohon dengarkan penjelasan ku . Setelah itu aku akan menerima hukuman apapun itu . Tapi tolong jangan membenciku pak Radit "
__ADS_1
" Tidak usah kau katakan Elena ,kalau tentang hubunganmu dengan Paul .Aku justru bahagia .Kau mendapatkan pria yang benar benar mencintaimu ''Radit sudah mengikhlaskan perselingkuhan Elena dengan Paul .Radit tidak akan menyalahkan Elena . Hanya saja menurut adat orang timur itu salah .
" Bukan tentang aku dan Paul tapi aku ,Niko dan pak Radit juga bukti penggelapan yang aku simpan "
" Maksud kamu bagai mana Elena " Radit jadi bingung dengan ucapan Elena .
Elena membuang nafas . Mengumpulkan tenaga dan keberaniannya .Di sampingnya Paul menganggukan kepalanya .
" Kejadian di Bali , malam itu aku berada di kamar hotel sendirian . Dan bersama berkas sidak yang tadi siang pak Radit minta dari Masing masing kepala bagian . Sembari menunggu pak Radit aku menganalisa semua data dan aku menemukan banyak kejanggalan juga bukti dari keserakahan pak Niko ."
Elena berhenti sejenak dan memperhatikan perubahan wajah Radit sebelum ia kembali meneruskan ceritanya .
" Sampai aku tidak menyadari ada seseorang yang telah berhasil masuk kedalam kamar ku .Pak Niko sudah berada di belakang ku .Aku sangat terkejut waktu itu .Kemudian hasil laporan yang kubuat aku Acak dan sembunyikan dengan aman . Saya tidak mau pak Niko menghapus file yang sudah saya kerjakan .Dan memusnahkan barang bukti yang berharga bagi Wijaya group"
" Seharusnya waktu itu aku lari saja tanpa harus menyelamatkan file . Pak Niko sangat marah dan akhirnya .....hiks hiks....dialah orang yang telah memperkosa aku bukan pak Radit . Dialah yang menghancurkan harga diriku ." Kembali air mata elena banjir ia bersandar di dada Paul .
" Benarkah Elena ?Radit sangat terkejut "Tapi kenapa kita bisa tidur satu ranjang malam itu Elena ?" Radit masih heran
" Pak Niko yang membawa pak Radit kedalam kamar saya . Dia mengancam saya agar mematuhi semua instruksinya .
Membuat seolah olah pak Raditlah yang memperkosa saya "
" Kenapa kamu tidak berterus terang denganku Elena . Kamu tau ,aku merasa sangat bersalah setiap detiknya pada Anisa juga pada mu . Perasaan ini sangat menyiksaku Elena . Kamu sungguh kerlaluan memanfaatkan perasaan bersalah ku "
"Pak Radit ...hiks... hiks , Iya.. sekarang aku baru berani mengakuinya .Setelah hidupku juga hancur . Niko selalu mengancam untuk menyebarkan Vidio pemerkosaan itu . Aku tau pak Radit pasti akan membenciku ''tangis Elena kian menjadi .
Paul berusaha menenangkan Elena dengan memeluk erat .Memberi perlindungan dari tatapan tajam Radit .
" Elena ....,kamu kejam sekali . Mempermainkan kehidupanku dan keluargaku . Kau hampir saja memporak porandakan rumah tanggaku '' Ucap Radit seraya berdiri .Amarah mulai menguasai Radit .
__ADS_1
" Tuan Radit maafkan Elena ,Dia sudah berani berterus terang . Tolong hargai Elena . Dia pun sama tersiksa . Karena Niko selalu mengancam . Bahkan membuat Elena jadi wanita yang tak punya harga diri . Jika ingin membalas sakit hatimu mari kita lakukan pada Niko .Dialah yang bersalah atas segala hal yang menimpa kalian " Ujar Paul dengan tegas .
Radit meninggalkan Elena dengan Paul . Ada kemarahan dendam juga perasaan lega . Dia tidak pernah mengkhianati Anisa . Ketakutan terbesar Radit adalah. menghianati Anisa .
Ah tiba tiba rindu itu begitu hebat . Radit ingin segera pulang . Memeluk orang orang yang dicintainya tanpa beban perasaan bersalah .
Langkah Radit begitu ringan . .
Jakarta
Anisa terkurung dalam kamar . Ia sudah merasa gelisah .Terbayang wajah Luky dan Ara yang akan terus mencarinya . Terlintas juga wajah ibu yang sangat kawatir akan dirinya .
Anisa menggedor gedor pintu kamar .Berteriak sejadi jadinya .
" Buka ....buka... pintunya aku mau pulang .Siapapun di luar tolong keluarkan aku "
Tak terdengar sahutan orang dari luar ruangannya . Anisa semakin keras berusaha . Apapun yang bisa ia gunakan untuk menarik perhatian penjaga agar mau mendengar teriakannya, Anisa pergunakan .
Hari sudah menjelang malam Anisa sudah tidak sanggup lagi untuk berteriak . Ia hanya bisa tertidur di lantai dengan air mata yang terus meleleh
Suara pintu terbuka .Fatah memasuki kamar yang di gunakan untuk mengurung Anisa .Fattah melihat Anisa tergeletak di lantai dengan mata sembab dan pipi yang basah .Kemudian mengangkat tubuh Anisa dan membaringkannya di atas ranjang .
" Anisa maafkan aku , aku hanya melindungi mu dari Niko .Tidak ada maksud untuk menyakitimu . Aku mohon percayalah Nisa " Mata Fattah berkaca
" Sebenarnya apa yang terjadi dengan mu dan suamimu Nisa ?. Aku pikir kau sudah sangat bahagia dengan tuan Radit . Aku hanya ingin sesekali melihatmu tersenyum meski itu dari kejauhan ,bagiku sudah sangat beruntung .Aku sudah sangat tidak pantas mengharapkan mu .Dosaku terlalu besar . Tapi melihatmu terancam seperti ini aku tidak bisa diam "
" Anisa ,tadi siang aku mengunjungi Alea . Aku menceritakan semua tentang mu . Mungkin di sana Alea juga sedang sedih .Aku harap suamimu segera pulang dan menyelesaikan urusannya dengan Niko "
Fattah menyelimuti Anisa . Kemudian ia tidur di sofa yang ada di kamar itu .Malam semakin larut ,udara dingin semakin menusuk .Fattah belum bisa memejamkan matanya .Sesekali ia melirik Anisa yang tertidur lelap .Ada rasa yang terus mendorong .Sebelum semua menjadi penyesalan .Fattah keluar dari kamar untuk mendinginkan otaknya .
__ADS_1