THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
BANDARA


__ADS_3

    Begitu  bahagia pagi itu saat Beatrice membuka mata bangun dari tidurnya, bahkan wanita berusia dua puluh tujuh tahun itu  bangun lebih pagi dibanding dengan hari – hari biasanya. Liburan! Hari ini ia akan ber- solo travel ke sebuah tempat yang sudah masuk dalam bucket list nya sejak bertahun – tahun lalu. Beatrice sudah menyiapkan segala perlengkapan liburannya sejak semalam, tidak banyak benda yang dibawanya hanya satu buah tas punggung yang tidak terlalu besar dan satu buah cross body bag.


    Pukul delapan pagi wanita berparas manis itu sudah tiba dibandara, betapa menyenangkan hatinya bisa melihat banyak manusia berlalu lalang menambah semarak keramaian bandara pagi itu. Ia melirik jam tangannya, masih ada waktu satu jam sebelum  boarding, Beatrice memutuskan untuk membeli minuman disebuah kedai kopi didalam area bandara. Saat hendak masuk kedalam kedai kopi, dua orang pria bertabrakan.


Braaaaak!


    Salah seorang pria terpelanting menabrak tubuh mungil Beatrice, membuatnya jatuh terjerembab, seorang lagi justru berlari menjauhi kerumunan, badan nya tergolek dilantai tersiram es kopi milik pria itu.


‘ Sial ‘ ia bergumam dalam hati seraya berusaha bangun membersihkan segala kekacauan yang menimpanya. Beatrice mengedarkan pandangannya berusaha menemukan hp  yang terhepas jauh dari genggaman tangan lentiknya.


“ Maaf kan saya Nona “ ujar pria yang baru saja mengacaukan hari pertama liburan Beatrice. Seorang perempuan yang seperti nya teman pria itu, mengambilkan hp Beatrice dan memberikan padanya.


“ Yah “ gumam Beatrice menatap nanar hp  yang retak pada bagian layarnya dan kini muncul pola bergaris hitam pada saat ia mencoba membuka kuncinya, lalu dia menggosok lembut layar HPnya dengan bagian bajunya yang kering.


    Beatrice berjalan berusaha mencari tempat duduk disana, seraya berusaha menahan nyeri dipergelangan kaki nya yang tadi terinjak oleh pria yang menimpanya. Pria itu terlihat seperti  kebingungan dan merasa bersalah, sesekali ia menggaruk kepalanya.

__ADS_1


“ Nona saya memohon maaf, saya sungguh tidak sengaja, apakah ada bagian tubuh nona yang terluka? “ tanyanya panik.


“ Sepertinya  kaki saya sedikit terkilir “ Ujar Beatrice seraya memegang pergelangan kakinya.


“ Kita harus segera kerumah sakit Nona “terdengar nada bersalah dari Pria itu.


“ Rasanya tidak perlu Tuan, kebetulan saya  harus segera berangkat. Saya akan melakukan pemeriksaan nanti jika memang tidak membaik Tuan “ wanita itu menolak halus.


Kring...Kring..


“ Nona, saya tidak keberatan jika harus membiayai  pengobatan dan  perbaikan untuk HP Nona “ tukas pria tersebut sambil menatap wajah murung Beatrice penuh belas kasihan.


“ Apakah kita perlu ke service centre sekarang saja Nona? “ terdengar suara teman perempuan pria itu yang sedari tadi hanya diam.


“ Saya harus segera berangkat Nona, tidak mungkin jika harus meninggalkan bandara “ jawab Beatrice.

__ADS_1


“  Apakah benar tidak masalah jika saya meminta biaya pemeriksaan dan perbaikan? “ Beatrice merasa tidak enak sehingga ia berusaha meyakinkan.


“ Tentu tidak masalah Nona, saya sudah membuat Nona terluka juga menyebabkan kerusakan pada HP Nona. Sekali lagi saya memohon maaf atas kejadian hari ini Nona “ Pria itu meminta maaf lagi.


“ Hari ini kita sama – sama mengalami hal buruk Tuan jadi mau bagaimana, lagi pula Tuan juga tertabrak oleh orang lain. Saya minta kontak Tuan saja jika Tuan berkenan, akan saya hubungi saat saya sudah melakukan perbaikan “ jawab Beatrice.


     Pria itu kemudian menyodorkan sebuah kartu nama kepada Beatrice. Dilihatnya sekilas, Pria tampan itu bernama Clovis Millard seorang manajer artis, deretan nomor hp beserta alamat juga tertera disana, dia bekerja untuk Giant Entertaiment.


 “ Nona dapat menghubungi saya kapan pun, saat perbaikan juga pengobatan sudah selesai. Saya harap Nona tidak lupa, karena ini bagian dari rasa tanggung jawab yang harus saya penuhi Nona.“ imbuhnya.


“ Baiklah Tuan akan saya hubungi Tuan segera, dan juga terima kasih. “  jawab  Beatrice singkat.


    Sungguh kesialan tidak terduga ia alami pagi ini, hari – hari yang seharusnya dipenuhi dengan keceriaan dan petualangan justru diawali dengan hal tak mengenakkan. Ditambah dengan rasa sakit dipergelangan kaki kirinya, sesungguhnya Beatrice merasa sangat kesal dan ingin marah. Namun ia tidak ingin memperburuk situasi, ia harus tetap tenang dan berusaha menikmati liburannya. Beatrice kembali melihat jam tangannya, dengan tertatih - tatih ia


mempercepat langkah kaki nya saat terdengar panggilan untuk boarding.

__ADS_1


__ADS_2