THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
LIBURAN BERSAMA


__ADS_3

    Beatrice menutup pintu kamar nya pelan, dilihatnya Kendrick berjalan ke arah meja disudut ruangan yang ada didekat sofa.


    “ Bibi, tolong kemaskan pakaian dan bawakan chamomile tea ke kamar “ ucap Kendrick sesaat setelah meraih gagang telepon, kemudian ia memutuskan sambungan.


    “ Kenapa Ken? “ tanya Beatrice saat melihat  Kendrick


    “ Tidak ada, aku hanya meminta bibi menyiapkan keperluan kita “ jawab Kendrick saat menjatuhkan tubuh bongsornya ke sofa.


    “ Kenapa tidak aku saja? “ tukas Beatrice pada pria itu.


    “ Sudahlah, bersiaplah tidur “ Kendrick menolak tegas perkataan Beatrice. Mendengar jawaban Kendrick, Beatrice langsung memanyunkan bibirnya lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


    “ Bu, besok tolong minta kan supir menjemputku dan Beatrice disana ya. Baru saja aku memesan tiket pesawat, Sabtu kami kembali lagi ke sini “ ucap Kendrick pada Ibu nya melalui sambungan telepon, beberapa saat setelah Beatrice masuk ke kamar mandi.


    “ Iya Bu, tidak perlu Bu biar besok Clovis yang mengantar kami “ lanjut Kendrick lagi


    “ Terima kasih Bu, selamat malam “ ia pun mengakhiri panggilannya.


    Setelah Beatrice membasuh wajah dan mencuci kakinya, ia segera menuju ruang  ganti yang berada dalam kamar itu. Ia kemudian melepaskan sweater yang ia kenakan, hanya celana dan tank top putih yang masih melekat pada tubuhnya. Beatrice sedang memilih baju tidurnya, tiba – tiba Kendrick masuk kedalam ruangan itu dan ia  tidak menyadari jika Beatrice berada disana.


    “ Kendrick “ teriak Beatrice ketika melihat Kendrick masuk ke ruangan itu, saat itu Kendrick masih fokus dengan HP nya.


    “ Oh, maaf Be, maaf aku tidak tahu jika kamu disana, aku keluar aku keluar Be “ ujar Kendrick seraya memutar tubuhnya agar tidak melihat Beatrice. Pria itu kemudian berlari kecil meninggalkan ruang ganti dengan wajah sedikit memerah.

__ADS_1


    “ Huh, kenapa aku gugup sekali padahal aku tidak melihat apapun tadi “ Kendrick bermonolog dengan dirinya sendiri.


Tok.. Tok..  Tok


    Suara pintu terdengar diketuk dengan pelan, kemudian terlihat Bibi Rasi membawakan satu teko teh kamomil yang diminta Kendrick tadi. Tanpa aba – aba Bibi meletakkan minuman tersebut diatas meja, sementara Kendrick terlihat berjalan menuju kamar mandi. Beatrice pun keluar dari ruang ganti, dan melihat Bibi Rasi disana.


    “ Bi, kami hanya pergi empat hari, tidak perlu membawa banyak baju ganti “ ucap Beatrice pada asisten rumah tangganya itu. Wanita yang berusia sekitar empat puluh tahunan itu kemudian melenggang masuk kedalam ruang ganti untuk menyiapkan segala keperluan majikannya.


***


    Pagi harinya Clovis sudah siap mengantarkan Kendrick dan Beatrice untuk pergi berlibur. Seperti biasanya pasangan muda itu mengenakan pakaian tertutup lengkap dengan masker dan kacamata. Tak banyak barang bawaan mereka, hanya satu koper penuh berisi pakaian Kendrick dan Beatrice.


    Setibanya di Bandara Clovis segera memandu Kendrick dan Beatrice menuju VIP Lounge ada dua orang petugas bandara mengawal mereka. Namun tidak banyak orang menyadari jika pasangan yang sedang berjalan ditengah keramaian itu adalah artis Kendrick Leandro dan istrinya. Clovis berjalan di depan Kendrick sambil menarik koper bawaan mereka, sementara Kendrick menggapit erat pinggang Beatrice. Keduanya berjalan dengan cukup cepat mengikuti langkah Clovis.


    Pesawat telah mendarat, sama halnya dengan di bandara keberangkatan tadi Kendrick dan Beatrice juga telah dijemput oleh seorang pengawal suruhan orang tua Kendrick. Lalu petugas bandara segera membimbing mereka keluar dari terminal kedatangan melalui jalur VIP, keduanya segera masuk kedalam mobil yang sudah menunggu mereka.


    Tidak lama berkendara, mobil yang membawa pasangan pengantin baru tersebut sudah tiba disebuah bangunan villa yang terletak tepat didekat pantai. Bangunan resor mewah yang dengan gaya arsitekur  modern yang berdiri diatas Bukit Peninsula, namun bangunan tersebut tetap terlihat hangat karena sebagian bangunannya menggunakan material kayu. Saat masuk kedalam area villa, terlihat disana pavilliun yang dibangun tinggi menghadap ke arah laut.


    Kendrick kemudian meraih tangan Beatrice dan membawanya masuk kedalam bangunan utama villa, mereka disambut dengan interior ruangan yang terkesan luxury. Disisi sebelah kanan pintu masuk bangunan utama, terdapat mini  galeri seni yang menyajikan berbagai macam lukisan indah.


    “ Wuah “ ujar Beatrice terkagum saat melihat kolam renang outdoor sepanjang kurang lebih lima puluh meter, yang tepat menghadap ke samudera.


    “ Hahaha, selalu begitu. Ayo ke kamar Be “  Kendrick kembali menarik tangan istrinya, tidak heran sikap Kendrick sangat manis karena mereka selalu diikuti oleh pengawal yang dipilihkan oleh Ibu Kendrick.

__ADS_1


    “ Aku baru menyadari Ken, ternyata aku dan kamu sejauh ini “ terdengar suara Beatrice setelah mereka memasuki kamar. Kendrick menatap Beatrice dengan pandangan yang bingung, ia tidak mengerti arah pembicaraan wanita itu.


    “ Maksud mu Be? “ Kendrick bertanya sesaat setelah ia membuka pintu kaca yang menghubungkan kamar tersebut menuju balkon.


    “ Banyak hal yang  baru kurasakan setelah menikah dengan mu Ken, kemewahan lebih tepatnya. Aku menerima terlalu banyak dari mu, dari orang tuamu, bahkan ini adalah kali pertama ku merasakan penerbangan first class “


    “ Aku bagaikan Cinderella bukan ? “ ucap Beatrice lagi.


     “ Apa yang kamu bicarakan  Be, sudahlah kita nikmati saja hari – hari selama kita bersama. Kamu adalah orang yang baik Be, kamu layak mendapatkan balasan yang baik dari orang tua ku “ Kendrick berusaha membesarkan hati Beatrice.


    “ Jika aku baik, aku tidak akan melakukan hal buruk ini pada orang tua mu Ken, pada orang tua ku. Aku tidak akan berbohong dan tidak akan menjadikan pernikahan sebagai permainan seperti ini Ken “ rasa bersalah kembali menyeruak didalam hati Beatrice.


    “ Haaaah, jika kamu bukan orang baik maka kamu tidak akan merasa bersalah seperti ini Beatrice “ Kendrick menghela nafas, dan tanpa ia sadari ia sudah mendekatkan tubuhnya tepat didepan Beatrice yang saat itu duduk di atas ranjang. Ia menyibakkan rambut Beatrice yang jatuh diatas keningnya, dan menariknya kebelakang telinga Beatrice.


    Beatrice menjadi salah tingkah dengan perlakukan Kendrick baru saja, segera ia mendorong tubuh Kendrick pelan kemudian ia bangkit berdiri. Wajah nya merah padam, sementara Kendrick terkaget dengan sikapnya baru saja.


    “ Aku mau mandi Ken, disini panas “ ucap Beatrice dengan gugup.


    “ Ooh, iya Beatrice “ sama gugupnya dengan Beatrice, Kendrick kemudian mengibas – ngibaskan bagian depan kaosnya seperti orang yang sedang kepanasan.


    Wanita itu segera berlari ke arah kamar mandi, mengguyur wajahnya yang memerah dengan air dingin berharap dapat menyejukkan dirinya yang dilanda rasa gugup. Hati Beatrice bercampur aduk saat itu, jantungnya berdebar dengan cepat dan kali ini ia tidak bisa membaca gelagat Kendrick. Beatrice tidak tahu kali ini, apakah sebuah ketulusan atau hanya sebuah permainan peran dari Kendrick.


    “ Cukup Ken, jangan bawa aku semakin dalam “ bisik Beatrice didalam hati.

__ADS_1


__ADS_2