THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
DOBRAKAN PINTU


__ADS_3

    Belum sampai pukul tujuh malah Kendrick sudah menunggu Beatrice di depan kedai kopinya. Ia tidak turun karena Beatrice melarangnya, masih banyak pengunjung disana, Beatrice takut akan timbul kegaduhan yang tidak diinginkan.


    “ Hai, malam Ken. “  sapa perempuan itu saat melihat Kendrick didalam mobil.


    “ Hai sayang, bagaimana pekerjaanmu? “ Kendrick mengusap lembut rambut Beatrice. Kendrick suka sekali mengusap kepala Beatrice, ia selalu mengungkapkan perasaannya dengan usapan lembut pada perempuan itu.


    “ Menyenangkan, aku bersyukur karena kedai kami tidak pernah sepi dari pengunjung. Semoga akan seperti ini terus. “ ucap Beatrice sambil memandang wajah pria disampingnya itu.


    “ Syukurlah, aku turut senang mendengarnya. Kita berangkat ya. “ Kendrick kemudian melajukan kendaraannya menyeruak jalanan yang masih terlihat padat, karena kebetulan hari itu adalah malam minggu.


 


***


    “ Malam Bu. “ Beatrice memeluk Ibu Kendrick dengan hangat seraya mengulurkan satu buah kantong kertas berwarna cokelat pada Ibunya.


    “ Apa ini Beatrice? “ tanya Ibu Kendrick saat menerima buah tangan dari menantunya itu.


    “ Ah, Lemon Curd Pie Bu, fresh from the oven. “ jawab Beatrice diiringi dengan senyuman merekah.


    “ Rachel belum datang Bu? “ sambung Kendrick sambil mencomot cookies yang ada dimeja dapur.


    “ Rachel masih di rumah sepupunya, mereka sedang ada acara ulang tahun. Sesudahnya dari sana mereka akan langsung kemari Ken. “ Ibu Kendrick mengusap punggung gempal anaknya.


    “ Ken, belum cuci tangan loh. “ Beatrice mengingatkan.


    “ Iya bawel. “ laki – laki itu mencolek hidung istrinya singkat. Ibu Kendrick hanya tersenyum melihat tingkah anak bungsunya itu.


    “ Ayah mana Bu? “ sambung laki – laki itu lagi.


    “ Oh, Ibu belum bercerita ya? Ayah sedang ada kunjungan ke lokasi pabrik baru di Vietnam. Hari Rabu baru kembali Ken. “ sambung Ibu Kendrick. Sementara Kendrick hanya mengangguk – anggukkan kepalanya mengiyakan jawaban Ibunya.

__ADS_1


    “ Bu, Beatrice mandi sebentar ya. “ pamit Beatrice pada Ibu Kendrick.


    “ Iya Nak, pakaian mu juga sudah Bibi pindah kan di kamar Kendrick. “ jawab Ibu Kendrick sambil mengeluarkan kue yang dibawa Beatrice dari kantong nya. Kemudian pasangan muda itu berjalan menuju kamar atas terlihat Kendrick berjalan sambil memegang kedua pundak Beatrice sambil memijitnya pelan.


    Ibu Kendrick tersenyum melihat polah tingkah anak laki – lakinya yang semakin hari semakin manis pada istrinya. Berbeda saat ia berpacaran dengan Regina dahulu, hubungan Kendrick dahulu terlihat sangat formal dan masing – masing dari mereka masih saling menjaga image. Tetapi sekarang, seperti yang Ibu Kendrick dengar dari Bibi Rasi bahwa anaknya bahkan tidak malu – malu untuk berlaku manja pada Beatrice didepan banyak orang.


    “ Aku mandi duluan ya Ken? “ Ucap Beatrice saat mereka sudah masuk kedalam kamar. Pria tampan itu hanya tersenyum kemudian menjatuhkan tubuhnya diatas sofa dekat jendela.


    Tidak berapa lama Beatrice sudah selesai mandi, ia hanya mengenakan handuk kimononya dan berjalan menuju meja rias. Ia segera mengeringkan rambutnya dengan hair dryer yang ada disana. Melihat Beatrice selesai mandi, Kendrick segera beranjak dan masuk ke kamar mandi untuk bergantian membersihkan diri.


    Setelah terdengar samar air shower berhenti bergemericik, Kendrick keluar dari kamar mandi. Ia hanya mengenakan celana panjang hitam dan bertelanjang dada sambil mengusap rambutnya yang basah dengan handuk. Dada bidang dan perutnya yang tercetak dengan sempurna membuat Beatrcice salah tingkah.


    “ Kenapa tidak memakai baju Ken? “ sedikit tergagap ia bertanya.


    “ Menunggu rambut ku kering sebentar sayang. “ ucap Pria yang masih mengusap rambut pendeknya dengan handuk.


    “ Mau ku keringkan? “ Beatrice mengangkat pelan hairdryer yang sudah ia matikan.


    Perlahan Beatrice menggerakkan pengering rambut mengitari kepala Kendrick, sesekali ia menyisir rambut suaminya dengan jari – jari lentiknya. Kendrick memandang wanitanya dengan tatapan penuh cinta melalui cermin yang ada didepannya. Sesaat Beatrice juga memandang ke arah cermin, mereka saling memandang satu sama lain sambil tersenyum. Kendrick perlahan membalikkan tubuhnya hingga ia menghadap pada tubuh Beatrice.


    “ Ada apa? “ Beatrice mematikan pengering rambut itu dan menggeletakkannya diatas meja.


    “ Sini. “ Kendrick menarik Beatrice pelan dan mendudukkan Beatrice pada pangkuannya. Lalu pria itu melingkarkan tangannya pada pinggang mungil wanita cantik itu, kembali ia mengecup bibir Beatrice. Kecupan Kendrick semakin dalam, hingga akhirnya bibir lembut mereka saling berpagut. Kali ini Beatrice perlahan membalas ciuman Kendrick, ia juga ikut ******* bibir tipis Kendrick bergantian. Keduanya terbawa suasana dan benar – benar menikmati ciuman dalam itu, hingga Beatrice sesekali melepaskan bibir Kendrick untuk mengatur nafasnya.


    BRAAAAK!!


    “ Tante Beatrice! “ tanpa mengetuk pintu Rachel yang dikejar Ibu nya mendobrak pintu yang tidak terkunci dan menerobos masuk kedalam kamar kedua insan yang sedang menikmati ciuman hangat mereka.


    Beatrice langsung melepaskan ciumannya dan melompat dari pangkuan Kendrick, wajah keduanya merah padam karena Rachel dan Hera mendapati mereka berdua sedang bermesraan. Terlebih saat itu posisi Beatrice sedang ada dipangkuan Kendrick yang bertelanjang dada.


    “ Ken, Beatrice maafkan kami. “ dengan nada penuh penyesalan Hera menggendong Rachel yang terlihat bingung melihat Beatrice dan Kendrick.

__ADS_1


    “ Kak, tidak apa – apa. Biarkan saja Rachel disini. “ sama salah tingkahnya dengan Hera, Beatrice kemudian menarik Rachel dari pelukan Hera.


    “ Ah tidak apa – apa Beatrice, kalian ganti baju dulu. Ibu mengajak kalian makan malam. “  jawab Hera dengan kikuk lalu melenggang pergi dari kamar pasangan muda yang sedang berapi – api itu.


    “ Hiks, bagaimana ini Ken? Aku malu sekali. “ ucap Beatrice sambil menutup wajah mungilnya dengan kedua telapak tangannya.


    “ Tidak apa – apa sayang, kita ini sudah menikah kenapa harus malu? Sana ganti bajumu dahulu. “ perintah Kendrick sambil mengenakan kaos hitam polos senada dengan celananya.


***


    “ Maaf Bu, apa Ibu menunggu kami terlalu lama? “ ucap Beatrice dengan sungkan saat tiba dimeja makan.


    “ Tidak sayang, ayo makan dulu.  “ ucap Ibu Kendrick sambil mengulurkan gelas berisi air ke arah anak laki – lakinya.


    Sesaat ruang makan menjadi hening hanya terdengar dentingan sendok dengan piring keramik yang saling beradu, Hera masih merasa kikuk saat melihat Kendrick yang duduk tepat didepannya. Sementara Beatrice menikmati makan malam nya sambil menundukkan kepalanya karena masih merasa malu pada Hera.


    “ Tante, kok tadi tante di pangku sama Om Kendrick kenapa? “ dengan polosnya suara Rachel memecah keheningan diruang makan. Mendengar ucapan Rachel, Beatrice langsung tersedak oleh makanannya. Wajah Hera semakin terlihat pias karena sungkan, Ibu Kendrick dan Travis melempar pandangan dari Rachel ke Beatrice secara bersamaan.


    “ Pelan – pelan sayang. “ Kendrick mengulurkan air minum lalu memijat punggung Beatrice pelan.


    “ Kenapa tante? Kenapa tadi.. “ belum sampai Rachel menyelesaikan ucapannya Hera sudah membungkam mulut Rachel dengan tangannya.


    “ Tadi Tante Beatrice sedang ngambek kaya Rachel, minta digendong sama om. Tapi Om nya nggak kuat. “ Kendrick mencoba mebuat – buat alasan.


    “ Oh tante bisa ngambek ya? Tante nanti malah Rachel bobok sama tante ya? “ pinta Rachel sambil memandang Beatrice dengan penuh harap.


    “ Bobok sama Mama aja ya? “ sela Hera.


    “ No! Rachel mau tidur sama tante Beatrice! “ Rachel menolak perintah mama nya.


    “ Tidak apa – apa Kak, biar Rachel tidur bersama kami. “ Beatrice mengiyakan permintaan keponakan cantiknya itu.

__ADS_1


__ADS_2