
Beatrice masih saja memasang wajah memohon pada Kendrick, namun pria tampan itu tidak menggapainya. Ia masih saja menyuapkan bubur kedalam mulut Beatrice dengan tatapan wajah yang agak kesal.
“ Kendrick. “ Panggil Beatrice dengan manja sambil menarik ujung lengan sweater rajut lelaki tampan itu. Beatrice menyunggingkan senyumannya kemudian ia terlihat meringis menahan sakit pada sudut bibirnya.
“ Hmm? “ Suara Kendrick terdengar kesal.
“ Apakah kamu marah pada orang sakit? “ Masih dengan suara yang menggemaskan Beatrice berusaha meluluhkan hati suaminya itu.
“ Bagaimana aku tidak marah jika permintaan mu seperti itu? “ Kendrick mendengus sebal mendengarkan perkataan Beatrice.
“ Ken, peluk aku. Aku merindukanmu, sangat sangat merindukanmu. “ Kata Beatrice tiba – tiba, dan itu membuat Kendrick tersenyum.
Lelaki berbadan tinggi itu segera meraih tubuh Beatrice dengan pelan, lalu mendekapnya dengan hangat. Sesekali ia mengusap pelan rambut panjang Beatrice, sejujurnya ia juga sangat merindukan istrinya. Ia merindukan pelukan hangat Beatrice, senyuman indah Beatrice, aroma bunga cherry blossom dari tubuh Beatrice, ia merindukan segalanya yang ada pada diri Beatrice. Kendrick mengecup pelan kening Beatrice dan menyentuh pipinya dengan lembut.
“ Jangan pernah terluka lagi sayang. “ Pinta Kendrick pada istrinya, Beatrice hanya mengangguk sambil menyunggingkan senyuman tipis dibibirnya.
Tok..tok..tok
Pintu terbuka, Hera terlihat masuk kedalam kamar Beatrice bersama Ibu dan Ayahnya, Ibu Kendrick terlihat sangat panik saat melihat menantunya babak belur. Wanita paruh baya itu langsung menangkap tubuh Beatrice dan memeluknya.
“ Apa yang terjadi Beatrice, mengapa sampai seperti ini. “ Ibu Kendrick tidak henti – hentinya memandangi wajah Beatrice yang masih terlihat membiru.
“ Bu, pelan – pelan. Tubuh Beatrice masih sakit. “ Kendrick menarik pelan lengan Ibu nya yang masih mendekap anak menantunya itu.
Sementara Ayah Kendrick memandang wajah Beatrice dengan tatapan sayu, seolah lelaki itu merasa iba melihat kondisi Beatrice. Mereka tidak pernah membayangkan sama sekali jika hal seperti ini akan menimpa Beatrice.
“ Maaf Ibu, Beatrice belum bisa menjaga diri Beatrice dengan baik. “ Sesal Beatrice.
“ Bukan Beatrice, kamu sudah berusaha menjaga diri dengan sangat baik. Ibu harap dengan adanya hal seperti ini kamu tidak menolak supir pribadi lagi. “ Ibu Kendrick membelai dengan pelan rambut Beatrice.
“ Iya Bu. “ Beatrice menjawab singkat dan sedikit menyunggingkan senyuman tipis.
__ADS_1
“ Beatrice sudah mandi? Mau aku bantu membersihkan badan? “ Tawar Hera saat mereka semua sudah duduk di sofa dalam ruang perawatan Beatrice.
“ Kak, biar aku saja. “ Kendrick langsung menawarkan diri. Hera hanya mengangguk saat mendengar tawaran dari adik laki – lakinya itu.
“ Mau membersihkan diri sekarang sayang? “ Tanya Kendrick pada Beatrice. Sementara wajah Beatrice tampak memerah, ia tidak membayangkan jika Kendrick membantunya untuk membersihkan tubuhnya.
“ Aku dibantu Bibi saja Ken. “ tolak Beatrice.
Namun Kendrick tidak menjawab apa – apa, ia kemudian mengambil kursi kayu dan membawa nya masuk kedalam kamar mandi. Ia kemudian menyibak selimut yang menutupi tubuh Beatrice, lalu ia meraih tubuh Beatrice dengan tangan nya.
“ Bi, tolong bantu bawakan infus Beatrice. “ Perinta Kendrick pada Bibi Rasi.
Kendrick mendudukkan Beatrice pada kursi kayu yang ada didekat wastafel, kemudian ia meraih baju ganti serta handuk yang serta kain washlap dari tas jinjing yang tadi pagi dibawa oleh Bibi ke rumah sakit.
“ Keluar lah Bi. “ Lagi, Kendirck memerintah Bibi Rasi agar keluar dari kamar mandi, lalu mengunci pintu kamar mandi segera.
***
“ Apa? Aku akan merawat mu. “ Kendrick tahu Beatrice tidak ingin dibantu membersihkan diri olehnya.
“ Sudah, diam aku bantu mencuci rambut mu. “ Kendrick membantu Beatrice agar ia mendongakkan kepala nya tepat diatas wastafel.
Perlahan Kendrick menyiram air di kepala Beatrice, dengan lembut ia menggosok kulit kepala isterinya itu. Saat sudah cukup basah ia kemudian menuangkan sedikit sampo rambut bening dan menggosoknya pelan.
“ Pasti rambutku sangat kotor.” Ucap Beatrice lemah. Kendrcik tidak bergeming, ia justru mengecup dengan sangat pelan bibir Beatrice.
Sesudah beres dengan rambut panjang Beatrice, perlahan Kendrick membuka kancing daster rumah sakit yang dikenakan oleh Beatrice. Ia melihat wajah isterinya tampak gusar dan kurang nyaman.
“ Kenapa sayang? “ Tanya Kendrick lembut.
“ Aku malu. “ Beatrice menjawab pelan.
__ADS_1
“ Kenapa malu? Aku suami mu sayang, bahkan kita sudah melakukan segala nya. “ Sambung Kendrick kemudian.
Mendengar perkataan Kendrick yang demikian akhrinya membuat Beatrice mengalah, ia membiarkan laki – laki itu membuka baju nya. Sesaat kemudian Kendrick menyeka seluruh bagian tubuh Beatrice dengan kain washlap yang sudah dibasahi dengan air.
Perlahan dan sangat berhati – hati, Kendrick mengusap setiap jengkal tubuh Beatrice. Ia akan mengusap dengan sangat lembut saat ia membersihkan bagian yang dekat dengan luka – luka yang ada pada tangan dan kaki Beatrice. Sesudahnya, Kendrick kembali membantu Beatrice berganti dengan pakaian yang bersih.
“ Ken, tidak usah digendong. Aku bisa berjalan. “ Ujar Beatrice saat Kendrick membuka pintu kamar mandi, wanita itupun dapat berdiri dengan mudah sambil memegang penyangga infusnya.
“ Sayang! “ Bentak Kendrick saat melihat istrinya sudah berdiri dan berjalan mendekatinya sambil menyeret sebelah kakinya yang terkilir.
“ Stt! Jangan suka marah – marah. “ Beatrice melingkarkan tangannya pada pinggang Kendrick, sehingga mau tidak mau laki – laki itu berjalan memapahnya kembali ke atas ranjang.
“ Bi, bereskan saja yang ada di toilet. “ Sambung Kendrick saat Beatrice sudah duduk diatas ranjang.
“ Baru kali ini Ayah melihatnya merawat seseorang. “ Ucap Ayah Kendrick seraya menunjuk ke arah anak laki – laki nya dengan sangat bangga.
“ Karena itu Beatrice Ayah, coba bukan. “ Tukas Hera sambil tertawa dengan sangat renyah.
Sementara Beatrice hanya tersenyum tipis karena masih menahan sakit pada ujung bibirnya, sementara Kendrick tampak malu – malu dengan perkataan Ayahnya.
“ Jadi kapan aku bisa pulang Ken? “ Beatrice terlihat tidak sabar untuk segera kembali kerumah.
“ Ck, sabarlah sedikit sayang. Biarkan luka mu kering dahulu. “ Kendrick berdecak kesal mendengar ucapan istrinya.
“ Iya Beatrice, sabar sebentar. Tunggu luka – luka ini mengering. “ Ibu Kendrick kemudian meraih sisir yang ada didalam tasnya kemudian membantu Beatrice merapikan rambut panjangnya.
“ Tapi tidak ada luka serius kan Ken? Aku juga merasa sudah sangat baik – baik saja. “ Beatrice kembali mendesak.
“ Tidak ada yang serius Beatrice, tapi tunggulah hingga besok atau lusa. Supaya nanti saat kamu sudah keluar dari rumah sakit bisa merawat dirimu sendiri. “ Sambung Hera seraya pindah duduk keatas ranjang Beatrice.
“ Dengarkan itu! “ Ucap Kendrick ketus sambil menempati sofa kosong disamping ayahnya. Beatrice hanya terlihat lesu mendengar ucapan orang – orang yang ada disana, ia sudah rindu rumah juga kedai kopi miliknya.
__ADS_1