
Sesaat setelah Kath meninggalkan kamar kakaknya segera Beatrice mengangkat telepon dari Kendrick, meski sudah bertemu dengannya beberapa kali ia masih merasa cukup canggung.
“ Hai Beatrice, apakah kamu sudah tidur? “ terdengar suara Ken dari seberang.
“ Belum Ken aku baru saja membicarakan hubungan kita pada keluarga ku, dan Ayah memintamu untuk datang.Oh ya,apakah pekerjaan mu sudah selesai? “ obrolan mereka terdengan sangat natural layaknya pasangan pada umumnya.
“ Aku masih di jalan, Clovis mengantarku pulang. Besok aku akan menemui Ayahmu,lusa aku ada pengambilan gambar untuk produk kalian. “ jawab Kendrick lagi. Begitulah Kendrick, akan bersikap lembut pada Beatrice saat ada orang lain. Kendrick sedang menjalankan perannya sebagai pacar.
“ Apa? Besok? Secepat ini? “Beatrice mengkonfirmasi, seolah merasa keberatan karena pertemuan dengan Ayahnya dilakukan secepat ini.
“ Bukankah lebih cepat lebih baik? Tidak kah kamu ingat berapa waktu yang Ayahku berikan untuk kita ? “jawab Kendrick lagi.
“ Lalu, dengan agency mu akankah semua nya baik – baik saja?“ sejujurnya Beatrice sangat khawatir, Beatrice takut jika pihak managementnya menolak keberadaannya juga hubungannya dengan Kendrick.
__ADS_1
“ Semuanya baik – baik saja Beatrice, tidak perlu mengkhawatirkan hal ini. “ Kendrick meyakinkan Beatrice bahwa semuanya baik – baik saja.
“ Pukul berapa besok kau akan menemui Ayahku? “ tanya Beatrice lagi.
“ Besok pukul tujuh malam bagaimana? Pesawatku mendarat disana sekitar pukul lima sore, kamu sudah selesai bekerja bukan? “sambung Kendrick lagi.
“ Apakah kita bertemu dikantormu? Atau ditempat lain? “ia bertanya lagi sebelum Beatrice sempat menjawab pertanyaan sebelumnya.
“ Oke, lalu apakah orang tua mu marah padamu? Kalian biasa saling terbuka satu sama lain, tetapi tiba – tiba kamu menceritakan keberadaanku. Bukankah mereka sangat terkejut? “Kendrick bertanya lagi, dan terdengar nada cemas dari suaranya.
“ Tentu saja mereka sangat terkejut Ken, namun aku sudah berusaha meyakinkan Ibuku. Giliran mu untuk meyakinkan Ayahku“ jawab Beatrice.
“ Semuanya akan baik – baik saja kan Ken? “ujar Beatrice lagi, terdengar ia cukup meragu kali itu.
__ADS_1
“ Must be baby. Sudah lah tidak perlu mengkhawatirkan hal – hal yang tidak penting. Semua nya baik – baik saja. “ tandas Kendrick ringan. Ia memainkan peran yang sangat baik, bahkan ia dengan mudah memanggil Beatrice dengan panggilan sayang layaknya pasangan sungguhan.
“ Apakah semua orang mendengarmu sehingga memanggilku baby? “Beatrice protes pada Ken. Namun hanya tawa Ken yang terdengar setelah itu, dengan gelak tawa yang lepas.
“ Sudah tidurlah, besok kamu harus bekerja. Good night baby “ucap Ken lagi, seperti sedang menggoda Beatrice.
“ Baiklah, hati – hati dijalan. Kabari aku besok “jawab Beatrice sedikit ketus.
“ Oke “terdengar suara Kendrick sebelum memutuskan sambungan telepon.
Kemudian Beatrice meletakkan HP nya diatas meja disamping ranjangnya, hati nya terasa bergetar, wajahnya memerah ia terbawa suasana pada malam itu. Beatrice sangat kegirangan saat Kendrick memanggilnya baby. Padahal Beatrice tahu bahwa Kendrick hanya sedang bermain peran karena disana ada Clovis, padahal ia juga tahu bahwa Kendrick sedang berusaha menunjukkan pada Clovis bahwa mereka memang sedang ‘pacaran ‘. Kemudian Betarice terlihat memukul ringan kedua pipinya, seolah berusaha membangunkan dirinya agar ia sadar bahwa apa yang ia lakukan dengan Kendrick saat ini hanya sebuah sandiwara.
“ Jangan terbawa suasana Beatrice, sadarlah “ gumamnya lagi – lagi seraya memukul pipinya. Segera ia memadamkan lampu kamarnya, kemudian meringkukkan badannya menyelinap kedalam selimut. Sejenak ia memejamkan mata, terhanyut dalam tidur malamnya.
__ADS_1