
Pagi itu Beatrice tengah bersiap dikamarnya, tiba – tiba Kendrick menerobos masuk kedalam kamarnya tanpa mengetuk pintu.
“ Astaga Tuhan, kamu mengagetkan ku Ken. Apakah tidak bisa mengetuk pintu? “ bentak Beatrice yang masih duduk didepan meja rias menyisir rambutnya.
“ Salah mu sendiri tidak mengunci pintu “ Kendrick menimpali seraya duduk di tempat tidur disamping kursi Beatrice. Lalu mengulurkan sebuah kartu berwarna hitam kearah Beatrice.
“ Pakailah untuk membeli yang kamu perlukan “ sambung Kendrick lagi.
“ Ku pakai beli ruko bisa? “ Beatrice menggoda Kendrick
“ Beli saja, lalu kamu menjadi istriku seumur hidupmu. Kamu mau? “ bisik Kendrick tepat ditelinga Beatrice. Wajah keduanya hanya berjarak beberapa senti meter saja, membuat Beatrice tertegun hingga menahan nafasnya.
“ Oops. Apakah aku mengganggu “ suara canggung Hera mengagetkan keduanya. Membuat Kendrick gelagapan kemudian menjauhkan wajahnya dari Beatrice dan melangkah keluar dari kamar gadis polos itu.
“ Kak, jangan pulang malam – malam “ pesan Kendrick saat ia melintasi kakak perempuannya.
“ Beatrice, maaf ya aku mengganggu kalian “ ujar Hera sedikit sungkan pada ‘calon adik ipar’ nya.
“Ah tidak kak “ Beatrice tersadar akan kebengongannya atas perlakukan Kendrick baru saja. Segera ia menyimpan kartu yang diberikan oleh Kendrick kedalam dompetnya, lalu ia mengenakan kardigan panjang nya dan meraih tas kecilnya di atas tempat tidur.
“ Ayo kak, aku sudah siap “ sambung Beatrice lagi.
Mereka segera turun dan langsung menuju halaman parkir, terlihat disana juga Kendrick yang bersiap dengan mobil nya untuk berangkat bekerja. Seperti biasanya, Clovis dan Laura yang selalu setia menemani Kendrick.
“ Selamat pagi Beatrice “ sapa Clovis pada Beatrice yang mulai mendekati mobil Hera.
“ Apa? Beatrice? “ Ken tiba – tiba tidak jadi masuk kedalam mobilnya dan memandang Clovis dengan sinis.
“ Ah, aku yang memintanya Ken. Supaya kita lebih akrab “ sambung Beatrice sebelum Clovis mengatakan apapun. Mendengar jawaban Beatrice, Kendrick langsung masuk ke mobil dan membanting pintunya dengan keras.
“ Dasar pemarah “ gumam Beatrice. Sementara Hera memandang Beatrice dengan senyuman kecil diwajahnya.
“ Kalian sangat menggemaskan, ayo berangkat “ segera Hera menyalakan mobilnya, Beatrice pun menyusul masuk kedalam mobil.
Tak lama kemudian mobil yang dikemudikan Hera sudah tiba disebuah kawasan perbelanjaan besar dikota itu. Kemudian ia memarkirkan didepan sebuah gedung, mereka segera turun. Terlihat disana bangunan megah sebuah butik yang jelas hanya dikunjungi oleh konsumen kelas atas.
“ Ayo Beatrice “ Hera dengan sigap menggandeng tangan Beatrice.
Mereka pun segera masuk kedalam gedung itu, saat membuka pintu Hera disambut oleh seorang pria yang sedikit feminim.
“ Nyonya Hera, lama tak berjumpa “ ujar pria itu.
“ Hallo Tony, ini dia calon Nyonya Leandro “ Hera menunjuk Beatrice, membuat Tony sedikit terdiam.
__ADS_1
“ Oh, senang bertemu dengan anda nyonya “ pria yang disebut Tony tadi mengulurkan tangannya pada Beatrice.
“ Panggil saja Beatrice “ ujar gadis itu malu – malu.
“ Wah, Kendrick selalu luar biasa memberikan kejutan pada public, ku kira calon istri Ken juga dari kalangan selebritas “ sambung Tony saat mereka menuju fitting room.
“ Jangan berani membocorkan ke public ya Tony. Atau kami akan pindah ke designer lain” gertak Hera seraya tertawa. Kemudian terlihat pria itu menggerakkan tangannya didepan bibir seolah ia sedang mengunci mulutnya.
“ Nyonya besar tidak terlihat? “ tanya Tony kemudian
“ Ibu sedang ada acara keluar kota dengan Ayah “ ucap Hera singkat.
Hera dan Beatrice kemudian duduk di sofa putih besar yang ada diruangan tersebut, sementara Tony masuk kesebuah ruangan yang Beatrice sendiri tidak tahu ruangan apa. Sesaat kemudian seorang wanita mengantarkan minuman dan menyajikan camilan dimeja dekat Beatrice dan Hera sedang duduk.
“ Tony sudah menyiapkan beberapa jenis gaun, pilihlah yang paling kamu suka Beatrice. Ini adalah moment sekali seumur hidupmu, pastikan pilih gaun terbaik. Semua yang Tony tampilkan hari ini sama sekali belum pernah ada yang memakainya. “ ujar Hera sambil menyeruput minumannya yang masih hangat.
“ Kak, apakah ini tidak berlebihan? “ dengan polos Beatrice terdengar seperti menolak. Beatrice merasa hal tersebut cukup berlebihan, mengingat biaya yang diperlukan untuk membeli gaun pasti cukup mahal. Terlebih baginya, ini bukanlah pernikahan sungguhan namun keluarga Kendrick berusaha memberikan yang terbaik baginya.
“ Bagaimana berlebihan Beatrice, Kendrick tentu nya ingin melihatmu tampil lebih menawan “ sekilas Hera menatap Beatrice, benar – benar gadis polos dan sederhana.
“ Nyonya silahkan “ terdengar suara Tony diikuti dua orang pegawai yang mendorong troli dengan beberapa gaun terpasang pada manekin disana.
“ Beatrice pilihlah “ suara Hera terdengar seperti perintah.
Matanya berbinar saat melihat sebuah gaun putih tulang berkerah sabrina transparan dengan train yang tidak terlalu panjang bermotif bunga yang terlihat sangat elegan. Seketika Beatrice jatuh cinta pada gaun tersebut, dan sepertinya Hera menyadari bahwa Beatrice sangat menyukai nya.
“ Gaun itu akan sangat terlihat manis buat mu Beatrice “ ujar Hera seraya berdiri mendekati ‘calon adik iparnya’.
“ Tony, tolong bantu supaya Beatrice mencoba nya “ sambungnya lagi
“ Apakah Kendrick akan setuju Kak aku memakai ini? “ terlihat Beatrice agak mencemaskan pendapat Kendrick.
“ Percayalah, ia akan menyukai apapun yang kamu kenakan “ Hera kemudian mendorong Beatrice untuk masuk ke kamar ganti, diikuti oleh dua orang asisten perempuan lain.
Tak berapa lama Beatrice keluar dari kamar tersebut, beberapa bagian memang masih cukup terlalu besar untuk ukuran tubuh mungil Beatrice namun dengan gaun itu Beatrice nampak sangat cantik dan anggun.
“ Wah, memang Kendrick tidak salah memilih mu Nyonya, lihatlah Nyonya sangat anggun dan menawan “ Puji Tony.
“ Kamu sangat cantik Beatrice “ Hera menyela.
“ Apakah benar Kak? “ Beatrice meyakinkan diri, Hera mengangguk dengan senyum yang sangat tulus.
Kemudian Beatrice kembali melepaskan gaun yang sudah dipilihnya itu, Tony segera mengukur badan mungil Beatrice.
__ADS_1
“ Okay Nyonya, dua minggu lagi kami pastikan gaun sudah pas dengan ukuran badan Nyonya “ Tony dengan lincah meyakinkan Beatrice.
“ Terima kasih Tony atas bantuannya “ ujar Beatrice hangat.
Setelah nya Hera dan Beatrice meninggalkan butik milik Tony tersebut untuk melanjutkan agenda mereka.
***
Selanjutnya Hera membawa Beatrice kesebuah mall dan langsung menggandeng tangan gadis manis itu menuju sebuah gerai sepatu kenamaan. Saat melihat Hera dan Beatrice masuk kedalam gerai tersebut seorang pramuniaga segera menghampiri Hera.
“ Selamat datang Nyonya, sepatu apa yang nyonya butuhkan? “ ucap pelayan dengan sopan dan penuh senyuman.
“ Bridal Shoes untuk adik ku “ jawab Hera singkat.
“ Kak, apakah perlu membeli sepatu disini? “ lagi – lagi tingkah polos Beatrice membuat Hera tersenyum.
“ Apa sebenarnya yang kamu khawatirkan Beatrice? Kendrick sudah memberikan aku banyak uang agar kau habiskan. Sana pilihlah yang kau suka “ dengan terkekeh Hera berjalan menuju sofa yang disediakan khusus untuk para pengunjung.
Pelan – pelan Beatrice melihat belasan sepatu cantik yang berjajar disana, ini kali pertamanya masuk kedalam sebuah gerai sepatu branded yang bisa – bisa harga satu sepatu sejumlah penghasilannya selama satu tahun. Kemudian sesat mata Beatrice melirik sebuah half d’orsay heels berbahan crepe satin berwarna ivory. Pada bagian depan hingga heels nya dihiasi dengan kristal – kristal bening cantik yang menambah kesan glamour.
“ Itu akan sangat cocok buat mu Beatrice “ sambung Hera seolah tahu isi hati Beatrice.
“Apakah tidak terlalu mahal kak? “ ujarnya setengah berbisik pada Hera.
“ Ya ampun Beatrice, Kendrick tidak akan bangkrut hanya karena kamu membeli sepasang sepatu “ ujar Hera sedikit geram namun gemas dengan tingkah Beatrice.
“ Miss, kita ambil ini ya “ ucap Hera pada pramuniaga yang sedari tadi mengikuti langkah kaki Beatrice.
Sesudahnya Hera menarik tangan Beatrice menuju sebuah butik, kembali Beatrice dibuat terbengong oleh selera berbusana Hera. Kali ini dia menjadi tersadar, betapa jauh sebenarnya jarak yang terbentang diantara keluarga mereka. Namun, herannya keluarga Kendrick justru memperlakukan Beatrice dengan sangat baik.
“ Beatrice, pilih lah beberapa dining gown juga. Pasti suatu saat Kendrick akan membawa mu ke publik, karena kalian tidak akan bisa selamanya menutup diri dari dunia luar “ Hera mencoba memberikan sedikit saran pada Beatrice. Mendengar ucapan Hera, gadis mungil itu hanya memberikan anggukan kecil sebagai pertanda ia memahami apa yang Hera ucapkan.
“ Apakah kamu lelah Beatrice? “ tanya Hera saat mereka sudah didalam mobil.
“ Hahaha, sungguh seru hari ini Kak, terima kasih Kak Hera “ jawab Beatrice seraya membetulkan sabuk pengamannya.
Hera menjawab Beatrice dengan senyuman hangat, segera Ibu satu anak itupun menstarter mobilnya, ia membawa Beatrice kembali kerumah orang tuanya dangan barang belanjaan yang memenuhi seluruh bagasi mobil dan kursi mobil bagian belakang.
“ Kalau untuk cincin dan perhiasan lainnya, jangan khawatir ya. Kendrick sudah memesan nya tempo lalu “ suara Hera memecah keheningan saat perjalanan pulang.
“ Terlalu banyak yang aku terima Kak, padahal aku tidak melakukan apapun untuk Kendrick dan untuk keluarga besar Ken “ Beatrice menjadi sangat sungkan atas banyaknya hal yang ia dapatkan.
“ Tidak perlu dipikirkan Beatrice, cukup bantu Kendrick untuk terus bahagia. Itu lebih berharga bagi kami “ sambung Hera dengan tulus. Kemudian keduanya saling beradu pandang dengan senyuman yang begitu menghangatkan.
__ADS_1