
Ibu Kendrick mengendurkan pelukannya dari Beatrice, kemudian menyeka air mata yang membasahi pipinya itu. Kedua wanita itu saling beradu pandang kemudian melemparkan senyuman yang lahir diwajah mereka masing – masing.
“ Beatrice, jangan pernah sungkan untuk mengatakan apapun pada Ibu, jangan sungkan jika membutuhkan apapun nak karena kamu adalah bagian keluarga kami sekarang “ ucap Ibu Kendrick pada Beatrice saat mereka melanjutkan merapikan barang – barang Beatrice di dalam closet room.
“ Iya Bu, sudah terlalu banyak yang Ibu berikan untuk Beatrice “ jawab Beatrice dengan sopan.
Pyyaaaaarrr
Lamat – lamat terdengar suara benda yang terbuat dari kaca atau keramik jatuh, sumber suara terdengar dari lantai bawah. Beatrice tersentak kemudian dengan seksama ia mendengarkan suara orang beradu mulut dari lantai bawah.
“ Bu, Beatrice akan lihat siapa yang datang “ kemudian Beatrice keluar dari ruang ganti, dan tidak mendapati Kendrick didalam kamar. Ia pun keluar dari kamar dan menyusuri tangga menuju lantai bawah, Ibu Kendrick mengikuti Beatrice dengan setengah berlari.
“ Bawa Beatrice ke kamar bu “ teriak Kendrick saat melihat Beatrice dan Ibu nya hampir tiba di lantai bawah. Beatrice melihat ada seorang perempuan berambut panjang berdiri membelakangi tangga dan wajah nya tepat menghadap Kendrick.
Disekeliling Kendrick dan perempuan itu terlihat serpihan kaca bening bertebaran, juga teronggok sebuah benda yang mirip dengan bingkai foto berukuran besar berwarna putih dalam kondisi patah pada sebagian sisinya.
Tanpa menjawab apapun, Ibu Kendrick langsung menarik tangan Beatrice mencegah agar gadis itu tidak lari mendekati Kendrick. Hanya dengan sekali anggukan saja Ibu Kendrick berhasil membawa Beatrice menjauhi kegaduhan yang sedang terjadi.
“ Ibu! Ini aku Regina Bu, apakah dia calon istri Kendrick bu? “ teriak wanita berambut panjang itu seraya berlari ke arah tangga. Namun Kendrick kemudian menarik tangan wanita itu agar tidak dapat menggapai Ibunya.
“ Gina! Cukup, apa yang kamu mau? Tidak perlu melibatkan Ibuku atau orang lain! “ Kendrick membentak wanita yang masih ia cengkeram tangannya itu. Melihat reaksi Kendrick yang penuh amarah yang menyala – nyala wanita yang ternyata Regina itu kemudian menghambur memeluk Kendrick sambil terisak.
“ Kenapa kau tega sekali padaku Ken? Kenapa kau menikahi wanita lain? Kamu hanya ingin membuatku cemburu dan memohon demikian pada mu bukan Ken? “ isak Regina seraya memukul – mukul dada bidang Kendrick. Namun Pria tampan itu justru segera meraih salah satu tangan Regina yang masih mendekapnya erat, ia berusaha melepaskan pelukan itu.
“ Regina, dengarkan aku, diantara kita sudah tidak ada hubungan apapun. Sudah tidak ada sedikit pun perasaan yang tersisa untukmu. Aku menikah karena aku mencintainya “ ucap Kendrick dengan sorot mata berkobar penuh amarah.
“ Bohong! Lihat lah foto ini Ken, ini foto prewedding kita tiga tahun lalu Ken, lihatlah kamu tersenyum bahagia bersama ku Ken. Hanya aku yang bisa membahagiakanmu “ Regina semakin merancau sambil menunjuk arah bingkai foto yang kacanya sudah berhamburan.
“ Itu dulu Gina, sekarang tidak lagi. Jangan pernah mendekati ku lagi atau datang ke rumah ini lagi, ini bukan tempatmu “ tukas Kendrick tegas.
__ADS_1
“ Bohong Kendrick aku tahu kamu masih mencintai ku “ Regina masih bersikeras dengan argumennya, sekelebat ia meraih leher Kendrick dan berusaha mencium Kendrick dengan paksa.
“ Singkir kan bibir najis mu itu dari ku “ dengan kasar Kendrick mendorong tubuh Regina hingga jatuh terjerembab di atas sofa.
“ Bibir najis? Kau juga pernah menikmatinya Ken! “ pekik Regina semakin keras.
“ Bukan hanya aku! Bahkan pria lain juga menikmatinya! “ kemudian Kendrick meraih tangan Regina agar bangkit dari sofa. Ia menarik wanita itu dengan paksa, dan membawa nya keluar dari rumahnya.
“ Kendrick, semua itu salah paham, aku tidak pernah memanfaatkanmu Ken, aku sangat mencintaimu Ken, baik dahulu maupun sekarang. Izinkan aku menjelaskan Ken “ terus saja Regina berceloteh seraya berusaha untuk tetap tinggal dirumah Kendrick. Namun apa daya nya, badan Kendrick terlampau kekar sehingga ia akan dengan mudah membawa Regina keluar dari rumahnya.
“ Jangan pernah kembali lagi “ ucap Kendrick dengan sorot mata marah, seraya membanting pagar besi saat Regina sudah berada diluar bangunan rumah.
Kemudian dengan perasaan tidak menentu dan amarah yang mulai membuncah Kendrick masuk kedalam rumah. Ia mendapati Beatrice membantu Bibi membersihkan serpihan kaca yang berantakan di lantai, sementara Ibu nya terlihat kebingungan melihat kedatangan Regina baru saja.
“ Hentikan! Biarkan bibi yang membersihkan “ Kendrick menarik paksa tangan Beatrice yang masih memegang sapu. Beatrice menjadi bingung melihat sorot mata Kendrick yang dipenuhi dengan amarah, wanita itu hanya diam dan masih memegang sapu ditangan nya.
“ Ibu pulang lah, aku akan bicara dengan Beatrice “ ucap Kendrick sambil meraih tangan Beatrice sedikit kasar.
“ Tapi nak, bicara saja disini, Ibu ingin tahu apa yang sebenarnya terjadi pada kalian “ Ibu Kendrick berusaha berbicara pada anak kesayangannya.
“ Bu aku mohon “ jawab Kendrick sambil menghela nafas panjang.
“ Baiklah Ibu akan pulang, jangan sampai melukai satu sama lain. Godaan orang yang akan menikah memang banyak, Ibu mohon jangan sampai menyakiti “ pesan Ibu Kendrick saat melihat putra nya menarik Beatrice menuju lantai dua.
“ Bi, tolong sambil didengarkan ya, jangan sampai mereka berkelahi “ ucap Ibu Kendrick pelan pada bibi yang masih membersihkan ruangan tersebut.
“ Baik Nyonya “ jawab bibi seraya mengangguk.
Ibu Kendrick pun segera meninggalkan rumah Kendrick dengan perasaan was – was, juga dengan banyak pertanyaan terpendam didalam hatinya. Wanita paruh baya itu masih saja ingin mengetahui penyebab batalnya pernikahan Kendrick dengan Regina tiga tahun yang lalu.
__ADS_1
“ Ken lepaskan tangan ku, sakit Ken “ ucap Beatrice setengah berteriak saat mereka masuk ke dalam kamar Kendrick.
“ Apa yang kamu lakukan tadi dibawah? Aku sudah mengatakan agar jangan mendekat! Kenapa kamu bisa tahu bahwa dia sudah pergi? Kamu mendengarkan obrolan kami bukan? “ serang Kendrick pada Beatrice sambil ia hempaskan tangan Beatrice di udara.
“ Kendrick! Aku tidak akan tahu bahwa dia sudah pergi jika kamu tidak membanting pintu sekeras itu! “ dengan nada tinggi Beatrice tak mau kalah dengan Kendrick.
“ Kemarilah, apakah kamu tidak pernah melihat orang keluar masuk melalui jendela ini? Aku melihatmu menyeret nya keluar dari rumah mu, jadi aku langsung turun “ kini nada suara Beatrice tidak setinggi tadi. Ia menyibakkan vitrase yang menutup seluruh jendela kaca itu, Beatrice mengedarkan pandangannya menilik sekeliling depan rumah.
“ Apakah dia melarang mu menikah Ken? “ tanya Beatrice lagi.
Kendrick masih membisu tidak memberikan jawaban apapun pada Beatrice, ia menjatuhkan dirinya ke kasur. Berbaring seraya menatap langit – langit kamarnya, tetap diam dan tidak menjawab sedikitpun pertanyaan Beatrice.
“ Sepertinya dia masih sangat mencintaimu Ken, dia tidak ingin kehilangan mu. Ini kali keduanya aku mendapati Regina menemui mu Ken. Apakah kamu baik – baik saja? “ Beatrice kemudian mendekati pria yang ia ajak bicara itu.
“ Hah, mencintaiku? Hentikanlah semua omong kosong mu Be “ Kendrick mendengus sebal.
“ Lalu mengapa ia mencegahmu menikah? Pasti karena dia takut kehilangan mu Ken. “ kembali terdengar Beatrice menyuarakan argumennya.
“ Pasti sangat menyakitkan bagi Regina “ ucap Beatrice sok tahu.
“ Apakah kamu masih mencintai nya Ken? “ tanya Beatrice. Namun pria tampan itu hanya diam tidak memberikan respon apapun pada pertanyaan Beatrice.
“ Aku rasa kamu masih sangat mencintainya Ken “ kembali terdengar suara Beatrice menjawab pertanyaan nya sendiri, namun kali ini tersirat kekecewaan dalam nada bicaranya.
“ Tidak perlu mencampuri urusan perasaan ku Be, urus saja masalah mu sendiri “ jawab Kendrick dingin.
“ Baiklah Ken, aku mengerti “ jawab Beatrice seraya menghela nafas, lalu ia meninggalkan kamar pria tersebut.
Beatrice mulai tidak dapat menguasai hatinya, banyak hal yang ingin ia ketahui namun Kendrick terlihat sangat tertutup dan itu membuatnya terluka. Beatrice tidak menyadari, ada sesuatu yang mulai tumbuh didalam hatinya.
__ADS_1