
Setelah beberapa hari menikmati liburan yang sangat menyenangkan, Beatrice dan Kendrick kembali ke Ibu Kota karena besok pria itu sudah kembali menjalani kesibukannya. Saat penerbangan sudah berlangsung beberapa lama, Beatrice kemudian mengeluarkan HP nya. Ia menilik foto – foto liburannya mulai saat ia mendapatkan service spesial seperti spa dan pijat, saat ia bermain jetski dan kano.
“ Apa kamu sesenang itu Be? Hingga kamu tidak berhenti menatap foto – foto itu? “ tanya Kendrick saat memperhatikan Beatrice yang masih memandangi foto – foto itu.
“ Hmm, aku sangat menyukai liburan bersama mu Ken. “ Beatrice menjawab ringan dan masih menggeser – geserkan foto pada layarnya HP nya. Kendrick hanya tersenyum kecil sambil mengelus kepala Beatrice.
“ Lagi, kamu membuatku berdebar lagi Ken. “ Beatrice bermonolog dengan dirinya sendiri.
“ Apa Be? Aku tidak mendengarmu. “ Kendrick kemudian mendekatkan telinganya ke wajah Beatrice, membuat Beatrice gelagapan dan salah tingkah.
“ Ah tidak Ken, aku berbicara pada diriku sendiri. “ Beatrice berusaha mengelak.
“ Baiklah. “ Kendrick kemudian kembali memejamkan matanya, dan menyandarkan kepalanya di bantalan kepala kursi. Sementara Beatrice berkali – kali memukul kecil bibirnya yang tertutup oleh masker itu.
****
Pesawat sudah mendarat ditengah hari yang cukup terik, pasangan itu segera turun dari pesawat dan mereka sudah disambut oleh dua orang petugas bandara serta seorang pria muda, Beatrice tidak mengenal siapa pria itu.
“ Mari Tuan. “ ucap seorang petugas Bandara membimbing keduanya keluar dari gedung terminal melalui pintu VIP. Sementara pria muda tadi segera menarik koper yang baru saja ia ambil dari counter layanan khusus first class dan meraih barang bawaan Kendrick.
“ Albert, apakah Clovis dan Laura masih di kantor agensi? “ tanya Kendrick pada pria yang ternyata bernama Albert.
“ Masih Tuan, mari. “ Albert kemudian berjalan mendahuli Kendrick saat pintu keluar VIP terbuka, namun mereka di kagetkan oleh kerumunan para wartawan yang berdiri pada trotoar tepat didekat mobil Kendrick diparkirkan.
“ Kendrick, apakah kalian baru saja pergi berbulan madu? “
__ADS_1
“ Kendrick bisa tunjukkan pada kami wajah isteri mu? “
“ Kendrick kemana kalian berbulan madu? “
“ Kami penasaran dengan isteri mu, boleh kami berkenalan? “
Suara riuh para wartawan saling bersahutan satu sama yang lainnya, kilatan cahaya flash kamera juga tidak henti – hentinya menyerang keduanya. Albert dan petugas bandara tidak memiliki persiapan apapun karena mereka tidak mengetahui perihal kedatangan para wartawan.
Beatrice terlihat tegang, takut juga gugup, ini kali pertama ia dikerubuti oleh banyak orang yang haus akan berita. Dengan sigap Kendrick menaikkan penutup kepala pada hoodie yang dikenakan oleh Beatrice saat itu.Kendrick juga terlihat membetulkan posisi masker dan kacamata yang dipakai oleh wanitanya, ia juga menarik Beatrice kedalam pelukannya. Beatrice yang ketakutan pun spontan memeluk Kendrick dan menyusupkan wajahnya kebagian dada Kendrick.
“ Permisi harap beri jalan. “ petugas bandara mencoba membuka jalan bagi penumpang VIPnya.
“ Kendrick, perkenalkan istrimu pada kami?! “ teriak beberapa wartawan seraya menyodorkan mic recorder ke arah artis terkenal itu.
“ Apakah kalian baru saja pergi berbulan madu ? “ tanya mereka lagi.
“ Tentu saja, kami baru kembali dari liburan. Jadi permisi, izinkan kami lewat ya teman – teman. “ tetap dengan suara yang ramah Kendrick menjawab pertanyaan para wartawan.
“ Apakah kalian akan kembali kerumah mu Ken? “ terdengar lagi pertanyaan lain dari wartawan.
Kendrick hanya membisu, ia berjalan lurus kedepan menuju mobil yang sudah menunggu di pelataran depan bandara. Pria itu dengan gagahnya berjalan sambil mendekap erat Beatrice yang bersembunyi dibalik pelukannya. Sementara Albert berlari kearah mobil kemudian membukakan pintu belakang mobil, Kendrick sedikit mendorong Beatrice agar cepat masuk kedalam mobil.
Bug!
Kendrick membanting pintu mobil dengan cukup keras.
__ADS_1
“ Terima kasih teman – teman karena selalu bersemangat untuk memperhatikan kami, iya benar kami baru saja kembali dari bulan madu. Saya berharap teman – teman bisa mengerti posisi kami, tolong berikan privasi kepada istri saya. Dia belum terbiasa bergaya didepan kamera. Hahaha “ ujar Kendrick seraya melepaskan tawanya, para wartawan juga ikut tertawa mendengar candaan Kendrick baru saja.
“ Kami pamit dulu ya teman – teman. “ terlihat pria tampan itu melambaikan tangannya lalu menyusul Beatrice masuk kedalam mobil. Albert dengan sigap menyalakan mobilnya, lalu melaju dengan cepat menyeruak keramaian yang sedang terjadi di bandara.
“ HP ku mana Bert? “ terdengar suara dingin Kendrick. Albert kemudian mengulurkan tas tangan yang dari tadi ia tenteng.
“ Apa kamu baik – baik saja Be? “ tanya Kendrick sambil menekan beberapa tombol pada layar Hpnya.
“ Aku baik – baik saja Ken. “ jawab Beatrice berusahan menenangkan Kendrick, Beatrice tahu bahwa pria itu sedang marah.
“ Kamu dimana? “ ucap Kendrick pada Clovis saat mereka terhubung melalui sambungan telepon.
“ Aku masih di kantor agensi Ken, ada apa? Apakah sudah tiba dirumah? “ dengan santai Clovis menjawab panggilan Kendrick.
“ Apakah kamu sebodoh itu? Hingga memanggil banyak wartawan ke Bandara? Apakah kamu tidak tahu seterkejut apa aku dan Beatrice? “ Kendrick meneriaki Clovis dengan penuh amarah.
“ Wartawan apa Ken? Aku tidak mengerti, apakah kalian di kejar wartawan di Bandara? Apakah sekarang kalian sudah aman? “ suara Clovis terdengar berubah menjadi sangat cemas. Kendrick mengusap wajahnya dengan kasar sesaat setelah mendengar perkataan Clovis.
“ Kau bahkan tidak tahu ada wartawan di Bandara? Bagaimana bisa kau selalai ini Clo! “ masih dengan nada tinggi Kendrick berbicara pada Clovis. Dengan penuh amarah pria itu mematikan sambungan teleponnya sebelum mendengar penjelasan dari Clovis.
“ Ken, aku mohon jangan berteriak. Kita baik – baik saja Ken. “ Beatrice mengusap dada Kendrick ringan, ia berusaha meredam amarah Kendrick.
“ Kamu hampir tertangkap oleh mereka disaat kita belum siap Be. “ Kendrick kemudian menarik penutup kepala Beatrice.
“ Aku baik – baik saja Ken, percayalah. “ Beatrice berusaha meyakinkan, meski sebenarnya rasa khawatir menyusup kedalam dadanya.
__ADS_1