
Keesokan harinya saat matahari belum menampakkan sinarnya Kendrick sudah meninggalkan rumah, Beatrice masih terlelap dalam tidurnya sementara pria itu sudah bergelut dengan waktu. Kendrick tidak membangunkan Beatrice yang masih meringkuk dibawah bed cover, masih seperti biasanya seluruh staff nya yang mempersiapkan segala keperluan Kendrick.
Pukul tujuh pagi Beatrice baru membuka matanya, ia kemudian meregangkan badannya dari balik kain tebal yang membungkus tubuhnya. Ia terkaget saat tidak mendapati Kendrick didalam kamar, bahkan ia berlari mengecek ruang ganti dan kamar mandi namun Kendrick tetap tidak terlihat.
“ Bi Inah, apakah Kendrick sudah berangkat? Kenapa ia tidak membangunkanku? “ tanya Beatrice saat melihat asisten rumah tangganya sedang mengumpulkan pakaian di ruang cuci.
“ Sepertinya Tuan tidak tega membangunkan Nyonya, saat saya mengantarkan teh kedalam kamar saya lihat Nyonya masih tidur dengan sangat lelap. “ jawab Bi Inah jujur, memang tadi pagi Kendrick minta dibuatkan teh, dan Bibi Inah melihat Beatrice belum terjaga.
“ Ah, bodoh sekali aku! “ gerutu Beatrice pada dirinya sendiri.
“ Tidak apa – apa Nyonya, Tuan pasti mengerti. “ Bibi Inah berusaha menghibur Beatrice, sementara wanita itu hanya memanyunkan bibirnya.
“ Bi, hari ini jadi ya, antarkan aku ke pasar. “ pinta Beatrice kemudian.
“ Baik Nyonya. “ Bibi Inah mengiyakan permintaan Nyonya rumahnya.
***
Hampir tengah hari saat Beatrice dan Bibi Inah kembali dari pasar, Beatrice membeli beberapa bahan baking sekaligus melakukan survey harga pada calon supplier yang akan dia pilih. Setibanya di rumah Beatrice juga membuat daftar harga serta daftar lokasi calon suppliernya dan mengirimkan data tersebut pada Orion, pacar Kath sekaligus pria yang akan membantu Beatrice memulai bisnisnya.
Setelah beberapa waktu berkutat dengan laptopnya, wanita itu langsung membersihkan dirinya dan berganti pakaian, ia segera bersiap untuk menemui Orion yang kebetulan sudah tiba di Ibu Kota sejak tadi pagi.
“ Kak, kita bertemu di Shabu Gen ya dekat dengan stasiun TV – SBX kebetulan aku ada janji temu dengan klien ditempat ini. “ ucap Orion dari sambungan telepon saat Beatrice tengah bersolek didepan cermin.
“ Oke Rion, lima menit lagi aku berangkat. “ sahut Beatrice pada calon adik iparnya itu.
__ADS_1
Orion memang seorang konsultan bisnis, dia juga memiliki beberapa cafe dan beberapa usaha ekspedisi sehingga tidak heran jika ia akan dengan mudah membantu Beatrice membuka kedai kopi.
“ Bibi, aku pergi dulu. “ pamit Beatrice lalu berlari keluar dari rumah menuju shuttle bus yang ada di dekat rumah Kendrick. Bukan Beatrice jika tidak keras kepala, beberapa kali Ibu Kendrick menelponnya agar menggunakan supir pribadi saat bepergian namun ia tetap mengabaikannya.
Tidak lama berkendara dengan bus kota, Beatrice tiba di restoran yang dimaksud oleh Orion tadi saat menelpon. Restoran highclass dengan bangunan bernuansa Jepang tersebut terlihat ramai, mobil berjajar diarea parkir. Sesaat Beatrice mengamati sebuah mobil Van yang terlihat tidak asing baginya terpakir dekat dengan pintu masuk, namun ia mengabaikannya.
“Rion kamu dimana? Jemput aku didepan, aku belum pernah masuk ketempat seperti ini. “ Panggil Beatrice pada Orion melalui sambungan telepon.
“ Oke kak, aku kedepan. “ tak lama Orion menutup telpon nya, ia sudah terlihat menghampiri Beatrice. Mereka berdua segera masuk dan menuju kesebuah meja yang tidak jauh dengan tangga yang menghubungkan ke bagian restoran di lantai dua.
Diatas meja sudah tersaji berbagai makanan yang sudah terlebih dahulu dipesan oleh Orion, mulai dari chawanmusi, salad dengan japanese dressing serta beef shabu – shabu dengan Kagoshima beef dan Hida Sirloin. Beberapa dipping sauce juga tersaji rapi diatas meja, mulai dari sesame, yuzu dan ponzu.
“ Rion, kenapa aku tiba – tiba menjadi lapar ya? Hehe “ Beatrice terkekeh saat mereka sudah duduk saling berhadapan.
“ Hahaha, ayo Kak kita makan dulu. “ hari memang sudah menunjukkan waktu makan siang, sehingga Beatrice tidak menolak tawaran Orion untuk segera menyantap deretan menu makanan yang terlihat lezat.
“ Aku juga sudah melihatnya sekilas Kak, nanti serahkan contact person mereka ya Kak, akan ku hubungi secara personal untuk bernegosiasi lagi mengenai pengurangan harga. Supaya harga jual bisa lebih masuk, nah untuk mesin pembuat kopi minggu depan sudah tiba disini ya. Pagi tadi pemilik bangunan juga sudah mengirimkan draft perjanjian sewanya Kak, nanti kuteruskan ke Kakak. “ sambung Orion memberikan beberapa penjelasan.
“ Oke Rion, berikan aku alamatnya ya supaya setelah ini aku bisa langsung mengecek lokasinya. Meski aku percaya padamu, aku ingin melihatnya juga. “ terlihat Orion kemudian meraih HP yang ada diatas meja.
“ Aku sudah kirimkan location nya Kak. “ Beatrice kemudian mengacungkan ibu jarinya pada Orion.
“ Lalu kapan Kakak akan bertemu dengan calon barista dan kokinya? Besok akan kuaturkan jadwal jika Kakak bisa. “ Sambungnya lagi.
“ Boleh, aturkan saja waktu besok Rion. Aku kan pengangguran jadi bisa bertemu kapanpun dengan mereka. “ jawab Beatrice sambil tersenyum.
__ADS_1
Kring.. Kring.. Kring.. Kring
“ Kak, Rigel menelponku. “ kata Orion sesaat setelah ia melihat layar HP nya yang berdering.
“ Angkat saja Rion, kebetulan aku ingin menyampaikan sesuatu padanya. “ Beatrice menghentikkan makannya, ia hanya memainkan ujung sumpitnya diatas sayuran yang terlihat layu terkena kuah shabu.
“ Woii, Whats’up bro? “ sapa Orion saat ia menjawab panggilan telepon.
“ Oh aku sedang bersama Beatrice, apakah kau ingin bergabung? “ ucapnya lagi.
“ Okay, kemarilah kami berada di Shabu Gen “ kemudian Orion kembali menggeletakkan HP nya diatas meja.
“ Apakah Rigel sudah tahu kalau Kakak sudah menikah? “ tanya Orion kemudian.
“ Belum Rion, karena kebetulan kamu ada disini aku akan menjelaskan padanya. Tapi jangan sampai dia tahu kalau aku menikah dengan Kendrick. “ bisik Beatrice.
“ Oh! Aku baru teringat, aku tadi melihat Kak Kendrick dan beberapa orang, juga ada beberapa artis lain disini Kak, dilantai atas. “ Orion menjentikkan telunjuknya ke atas.
“ Apa? Kenapa kamu tidak mengatakannya sejak tadi? Aku belum pamit padanya Rion! Apa kita pergi saja? “ Beatrice terlihat sangat gugup.
“ Kenapa? Lagi pula Rigel akan menyusul kesini Kak! “ Orion sedikit keberatan dengan ajakan Beatrice.
“ Pasti mereka dengan banyak orang, aku tidak ingin dikenali Rion! “ desak Beatrice lagi.
“ Kak, pura – pura saja tidak mengenalnya jika memang kalian bertemu, seperti kakak sebelumnya. Apa susahnya sih Kak? Kakak sudah bisa menyembunyikan hubungan selama ini, jadi ini tidak akan sulit Kak. Ayolah, lagi pula klien ku akan bertemu disini nanti. “ Orion memberikan saran.
__ADS_1
“ Hah, baiklah dan semoga dia tak akan melihatku. “ Beatrice menyerah.