
Tidak lama berkendara Kendrick dan Beatrice sudah tiba dirumahnya, terlihat di depan rumah beberapa mobil sudah terparkir disana. Kendrick kemudian membunyikan klakson mobilnya, tak lama pintu garasi terbuka dan ia pun segera memarkirkan mobilnya.
Pasangan pengantin baru itupun segera memasuki rumah mereka, rumah Kendrick tepatnya. Kendrick meraih pinggang Beatrice dengan lembut dan menggapitnya dengan erat, Beatrice tidak memberikan penolakan ataupun reaksi yang lain, hatinya justru mengembang ia menyukai perilaku Kendrick.
“ Aduh, pengantin baru, Ibu lihatlah seperti nya Beatrice tidak tidur semalaman “ goda Hera saat mendapati kedua insan itu masuk kedalam rumah.
“ Hahaha, aku begadang hingga pagi kak “ imbuh Beatrice membuat semua yang ada disana dipenuhi gelak tawa.
“ Stt sudah – sudah, ada Kath yang belum tahu apa – apa “ potong Kendrick seraya berjalan ke ruang keluarga dan melepaskan rangkulannya dari Beatrice.
“ Ayah dan Ibu atau Kath mau jalan – jalan kemana? Kami siap menemani “ ujar Kendrick sesaat setelah duduk di sofa dekat orang tua Beatrice.
“ Kalau Ayah dan Ibu cukup menemani kalian dirumah saja Ken, lagi pula kami harus pulang hari ini. Kathleen ada acara mendadak di Universitas, sehingga kasihan jika harus pulang sendirian “ jawab Ayah Beatrice.
“ Tinggallah disini beberapa hari Ayah dan Ibu, Kath pasti berani pulang sendiri “ Kendrick menawarkan.
“ Benar Tuan, tinggal beberapa hari disini kebetulan Kendrick mengambil waktu libur cukup panjang “ Ayah Kendrick menimpali.
“ Kathleen ini special Tuan, tidak bisa terlalu lama berpisah dengan saya. Begitu pula dengan saya, baru sebentar ditinggal oleh Kathleen rasanya sudah kepikiran. Berbeda dengan Beatrice yang sudah terbiasa hidup tanpa induk nya “ jawab Ibu Beatrice seraya terkekeh.
“ Padahal Ibu yang selalu mencari – cari ku setiap waktu “ Kath menyela memberikan pembenaran dan semuanya terkekeh.
“ Lagi pula kasihan pengantin baru nya Tuan kalau ada kami disini, kurang leluasa “ Ibu Beatrice pun tertawa diikuti oleh yang lainnya.
“ Haha, Ibu ini, padahal aku masih merindukan kalian tetapi kalian sudah mau pulang lagi “ dengan malu – malu Beatrice menanggapi perkataan Ibunya.
__ADS_1
“ Jadi, bagaimana kopi buatan Beatrice Ken? “ seloroh Travis yang baru saja masuk ke ruang keluarga sambil menggendong Rachel.
“ Enak dong Trav, tidak perlu diragukan lagi “ Kendrick menjawab Travis seraya mengacungkan ibu jarinya.
Terlihat kedua belah keluarga saling akrab antara satu dengan yang lainnya, keluarga Kendrick dan keluarga Beatrice nyatanya mereka saling mendukung untuk kebahagiaan pasangan muda itu.
“ Kalian tidak ada rencana bulan madu? “ tanya Ibu Kendrick pada Beatrice yang duduk disampingnya.
“ Belum tahu Bu, Beatrice dan Kendrick belum menyusun rencana apapun. Tinggal dirumah sajapun tidak masalah untuk Beatrice bu “ semua tertawa mendengar jawaban Beatrice.
“ Asalkan berdua dengan Kak Ken pasti Kakak akan betah bukan? “ goda Kath pada Kakaknya itu.
“ Hahaha Kath, kamu masih belum cukup umur untuk tahu itu “ Kendrick menjawab Kath dengan tawa yang lepas.
“ Tuan dan Nyonya Barry, kami harapkan juga bisa sering – sering kemari supaya kita bisa lebih sering berkumpul seperti ini, menyenangkan rasanya bisa seperti ini “ pinta Ibu Kendrick pada kedua orang tua Beatrice.
“ Jadi rencana Beatrice setelah ini apa? “ tanya Ayah Kendrick pada menantunya.
“ Oh, Beatrice sudah berencana membuka sebuah kedai kopi dan bakery Ayah. Nanti akan dibantu oleh Orion pacar Kath, Orion sudah memiliki beberapa cafe jadi dia bisa membantu Beatrice memulai bisnis. “ ucap Beatrice, sementara Kendrick memandang Beatrice dengan tatapan bingung dan penuh tanya, juga ada kekesalan dalam sorot mata Kendrick.
“ Wah terdengar menarik? “ terdengar suara Hera.
“ Iya Kak, memang sejak awal aku sudah memiliki keinginan itu. Orion sudah berpengalaman pada bidang itu, sehingga aku meminta bantuannya. Beberapa hal juga sudah dipersiapkan olehnya Kak, kemungkinan minggu depan kami akan bicara lebih lanjut lagi kak. “ Beatrice menjelaskan.
“ Kenapa kamu tidak mengajaknya kesini Kath? “ Hera bergantian bertanya pada Kathleen.
__ADS_1
“ Dia tidak enak Kak Hera, karena ini kan acara kumpul keluarga. Jadi dia sedang jalan – jalan keluar sambil survey lokasi yang cocok “ Kath menimpali pertanyaan Hera.
“ Ibu dan Ayah berharap agar apa yang Beatrice usahakan dapat berjalan dengan baik. Jika Beatrice membutuhkan sesuatu jangan pernah sungkan untuk mengatakannya ya nak “ sambung Ibuk Kendrick sambil mengusap rambut Beatrice.
“ Ibu ini, Beatrice kan sudah punya aku jadi seharusnya Ibu bilang agar Beatrice mengatakan padaku Bu “ protes Kendrick pada Ibunya. Sementara yang lain hanya tersenyum mendengar ucapan Kendrick.
“ Tante Beatrice, sini main sama Rachel “ panggil Rachel yang sedang bermain Lego dilantai yang sudah dipasangi dengan karpet. Dengan sigap Beatrice berlari kecil mendapati Rachel yang masih asyik duduk bermain disana.
“ Rachel sedang membuat apa? “ Beatrice menyentuh lembut rambut halus Rachel yang jatuh pada keningnya.
“ Ini Rachel masih membuat istana tante, begini loh caranya tante “ Rachel memberikan contoh pada Beatrice cara memasang mainannya itu.
“ Wah, pintar sekali Rachel ya “ puji Beatrice sambil bertepuk tangan kecil.
“ Om, Om Kendrick, Rachel minta tolong pasangkan ini “ Rachel berjalan mendekati Kendrick sambil membawa mainannya. Sesaat Kendrick mencoba mencocokkan bentuk balok yang dipegang Rachel.
“ Ini bukan pasangannya sayang “ Kendrick kemudian bangkit berdiri mendekati kumpulan block Lego Rachel disana, masih ada Beatrice duduk bersila dikarpet.
“ Nah Rachel pasang balok ini ya, pasangannya itu yang warnanya merah ini Rachel “ ucap Kendrick sambil memasang balok merah yang baru saja ia ambil.
“ Oh iya, Rachel sudah tahu, sini om sini, biar Rachel yang memasang “ Beatrice dan Kendrick hanya memandangi Rachel yang masih sibuk dengan mainannya. Tiba – tiba Kendrick menyandarkan kepala nya di paha Beatrice, membuat Beatrice sedikit terbelalak namun tak berani mengatakan apapun karena ada keluarga besarnya disana.
“ Ih kenapa Om Kendrick malah tidur dikakinya tante “ Rachel mendorong kepala Kendrick agar menjauhi Beatrice. Namun Kendrick justru memeluk pinggang Beatrice dengan erat dan menenggelamkan kepalanya pada perut Beatrice. Hati Beatrice semakin berdesir, wajahnya memerah karena perlakuan Kendrick padanya.
“ Tante Beatrice kan punyanya Om, ya tidak apa – apa dong kalau Om tidur disini “ Kendrick berucap sambil memandang Rachel yang kesal, sementara ia tetap memeluk pinggang Beatrice.
__ADS_1
“ Hiks.. Hiks.. Hiks.. Mama, Om Kendrick nakal Ma! Tante Beatrice punya Rachel bukan punya Om “ Rachel menangis tersedu – sedu sambil memukul – mukul Kendrick dengan balok Legonya. Bukannya menolong, malah semua tertawa melihat tingkah Om dan keponakan yang saling berebut itu.
Melihat Rachel menangis semakin kencang Beatrice yang semula ikut tertawa terbahak – bahak menjadi tidak tega. Dengan berat hati ia melepaskan pelukan Kendrick, kemudian beranjak dan mengulurkan tangannya untuk menggendong Rachel. Sesaat berada dipelukan Beatrice, Rachel langsung terdiam menghentikan tangisannya, tingkah Rachel pun semakin mengundang gelak tawa seluruh penghuni rumah.