
Beatrice meninggalkan kedainya sebelum jam delapan malam, ia menghampiri mobil berwarna putih yang dikendarai sendiri oleh Kendrick. Laki – laki didalam mobil terlihat tersenyum dengan manis saat Beatrice masuk kedalam mobilnya.
“ Hai Ken, bagaimana pekerjaan mu hari ini? “ sapa Beatrice saat ia sudah duduk dengan nyaman.
“ Berjalan dengan lancar Be, kamu? Apakah Kak Hera mengganggu pekerjaan mu? “ tanya Kendrick kemudian.
“ Tidak sama sekali Ken, aku justru senang karena aku merasa memiliki teman. “ Beatrice menjawab dengan jujur.
“ Syukurlah. “ ucap Kendrick seraya mengusap kepala Beatrice dengan lembut, sementara wajah Beatrice memerah saat tangan Kendrick mendarat diatas kepalanya.
***
Le Petit Venue & Dining, terlihat papan nama sangat besar terpasang didepan sebuah bangunan restoran mewah bergaya vintage. Kendrick segera keluar dari mobil, seorang petugas valet parking tampak membantu membuka kan pintu untuk Beatrice. Dengan senyuman ramah Kendrick mengulurkan kunci mobilnya pada petugas tersebut.
Kendrick meraih tangan Beatrice dan merangkul pinggang wanita cantik itu, membimbingnya masuk kedalam bangunan restoran. Seorang greeter terlihat ramah menyambut pasangan itu masuk kedalam bangunan dengan desain ruangan perpaduan antara west dan east.
“ Selamat malam Bapak, apakah sudah memesan tempat? “ tanya petugas yang menyambut mereka didepan pintu dengan senyuman hangat.
“ Donatello Private Room.” Jawab Kendrick ringan.
“ Mari Pak, saya antarkan. “ petugas laki – laki yang tampak masih muda itu kemudian membimbing Beatrice dan Kendrick menuju ruangan mereka.
__ADS_1
“ Wow!” bisik Beatrice dengan sangat pelan saat melewati sebuah ujung koridor, ia melihat ruang pembuatan pizza dengan gaya Eropa yang tidak menggunakan oven. Pada ruangan yang sengaja dibuat terbuka itu, terlihat dengan sangat jelas gaya dapur pizza mereka yang masih tradisional menggunakan tungku api besar.
Kendrick kemudian duduk pada sebuah kursi kayu berwarna coklat berseberangan dengan Beatrice. Lilin – lilin diatas meja sudah dinyalakan, satu bouquet bunga mawar merah terlihat manis tergeletak diatas meja didepan kursi Beatrice. Wanita itu memandang bouquet bunga itu dengan sedikit bingung, hingga Kendrick berdiri dan mengulurkannya sendiri pada Beatrice.
“ Buatmu Be. “ ucap Kendrick dengan lembut.
Tidak lama setelah Kendrick dan Beatrice duduk, seorang waiter mengantarkan welcome drink pada pasangan itu kemudian ia membacakan ulang beberapa pesanan makanan yang sudah diorder sebelumnya, saat Kendrick melakukan reservasi. Petugas itu kemudian pergi setelah Kendrick mengiyakan pesanan yang dibacakan sudah benar.
“ Kamu manis sekali hari ini Ken? “ ucap Beatrice sambil tidak henti – hentinya memfokuskan pandangannya dari Kendrick.
“ Apa aku tidak boleh bersikap manis pada istriku? “ jawaban Kendrick membuat Beatrice tersedak saat ia menyeruput welcome drinknya.
“Pelan – pelan Be. “ Kendrick mengulurkan sapu tangan yang ada diatas meja pada wanita cantik itu.
Tidak banyak pembicaraan diantara keduanya, mereka hanya saling memandang satu dengan yang lain. Tatapan mata Kendrick berbinar dan bibirnya tidak berhenti tersenyum saat memandangi wanita cantik itu. Sementara Beatrice, dengan sorot mata bingung, penasaran juga sangat senang dengan makan malam yang disiapkan Kendrick. Ia sangat menghargai setiap hal kecil yang Kendrick lakukan padanya, ia selalu menyukai apapun yang Kendrick berikan padanya.
Sesaat kemudian petugas masuk sambil meletakkan beberapa menu pilihan Kendrick, satu piring garlic bread sebagai appetizer, dua mangkuk mushroom soup, satu porsi pescatora pasta linguine dengan cuttlefish dan pomodoro sauce untuk Kendrick. Mengingat Beatrice tidak menyukai seafood dan pasta Kendrick memilih Rissotto Al Funghi, nasi campur khas Italia dengan campuran mushroom medley, parmesan dan truffle oil. Pria itu juga memesan dua buah dark mojito dan vanilla bean panna cotta sebagai hidangan penutup.
“ Ya ampun Ken, aku kenyang sekali. Makan malamnya sangat enak Ken, terlebih ini! “ Beatrice terlihat sangat senang saat menyuapkan panna cotta dengan saus karamel itu kedalam mulutnya.
“ Aaa. “ Kendrick mengulurkan sendoknya yang berisi penuh sajian dessert lembut itu kearah Beatrice. Dengan malu – malu wanita itu membuka mulutnya dan menerima suapan dari Kendrick.
__ADS_1
“ Ken, apakah kita sedang berpura – pura? “ ucap Beatrice dengan perasaan yang sedikit kecewa, seraya mengelap bibirnya dengan sapu tangan. Sementara Kendrick terlihat diam dan tidak langsung memberikan jawaban, ia justru menyeruput mojitonya lalu meletakan kembali gelasnya diatas meja.
“ Be, apakah aku terlihat sedang berpura –pura? Lagi pula kita sedang berada diruang private, memangnya aku ingin menunjukkan kepada siapa kemesraan kita? “ Pria itu justru melontarkan pertanyaan sebagai jawaban atas apa yang Beatrice katakan padanya.
Beatrice hanya tertunduk, ia sebenarnya merasakan ketulusan dari dalam diri Kendrick padanya. Tetapi ia takut untuk berharap lebih, lelaki itu tidak pernah mengatakan apapun padanya. Ia hanya memberikan kode – kode yang mengisyaratkan mungkin ia juga menyukai Beatrice. Sehingga hal ini membuat Beatrice masih meragukan apa yang Kendrick rasakan padanya.
Disisi lain hatinya sangat bahagia, bagaimana tidak makan malam nya terasa sangat romantis hari itu. Bukan karena tempatnya yang mewah atau karena nuansa candle light dinner yang membuat terasa romantis, bukan juga buket bunga mawar yang ia terima. Tetapi kerena sikap Kendrick yang sangat manis, yang membuat Beatrice luluh dan jatuh semakin dalam pada perasaannya.
“ Ayo. “ ucap Kendrick pada Beatrice sambil membukakan pintu mobil untuk perempuan itu. Dengan senyuman merekah dibibirnya Beatrice naik kedalam mobil dan langsung mengenakan sabuk pengamannya.
Kendrick segera menyusulnya masuk kedalam mobil lalu ia menginjak pedal gas dan melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Sesekali ia menoleh kearah Beatrice yang sedari tadi tidak berhenti tersenyum saat memandang bouquet bunga dipangkuannya. Wanita disampingnya juga beberapa kali terlihat mengelus buket bunga itu dengan hati – hati. Kendrick tanpa sadar juga ikut tersenyum saat memandang wanita cantik perempuan disampingnya itu, ia turut bahagia melihat kebahagiaan terpancar dari wajah Beatrice.
***
Mobil SUV putih yang dikendarai Kendrick sudah masuk kedalam garasi dirumahnya. Ia memarkirkan mobilnya ditempat biasanya dengan rapi. Sesaat ia memandang Beatrice yang masih duduk dengan tenang dan belum melepaskan seat beltnya. Kendrick pun memajukan badannya kearah Beatrice dan membantu wanita itu terbebas dari sabuk pengaman yang melilitnya.
“ Terima kasih Ken. “ ucap Beatrice seraya tersenyum.
Kendrick tidak memberikan jawaban, ia justru mengecup bibir Beatrice yang sedikit kering karena liptintnya yang sudah menghilang tersapu makan malam. Kali ini bukan sekedar mengecupnya, Kendrick memagut dengan lembut bibir wanita itu. laki - laki itu memberikan ciuman lebih dalam pada bibir Beatrice, ia ******* pelan bibir atas dan bibir bawah Beatrice bergantian. Tetapi Beatrice hanya diam dan tidak memberikan ciuman balasan pada Kendrick yang malam itu sudah semakin jauh terbawa dalam kelembutan bibir Beatrice. Tidak lama Pria itu mengakhiri ciumannya dengan memberikan gigitan kecil pada bibir bawah Beatrice.
“ Ah. “ pekik Beatrice pelan saat Kendrick menggigit bibirnya.
__ADS_1
Pria itu kemudian meraih tisu yang ada disampingnya, ia membersihkan bibir Beatrice yang basah karena tingkahnya. Kendrick kemudian mengecup kening Beatrice dan terasa ketulusan Kendrick tertinggal disana, lalu mengusap kepala Beatrice pelan.
“ Ayo turun. “ ucap Kendrick biasa saja, seperti tidak terjadi apapun padanya dengan Beatrice. Sementara Beatrice masih saja terbengong – bengong dan berusaha mengatur nafasnya karena ia benar – benar kaget dengan perbuatan Kendrick baru saja.