
Sekitar lima belas menit Beatrice menunggu Kendrick di Shuttle Bus yang ada didepan bangunan Botanical Garden, sesaat ia memeriksa HP nya dengan cemas. Beatrice mulai berprasangka buruk bahkan ia sempat berifikir bahwa ajakan bertemu ini hanya sebuah lelucon. Sekilas Beatrice melihat pengait perban elastis dikakinya bergeser, ia pun berjongkok membetulkan kaitannya. Tiba – tiba sebuah mobil SUV berwarna putih berhenti ditepi Shuttle Bus, HP wanita lugu itupun berdering dan Kendrick yang menelpon.
“ Nona anda dimana? Saya sudah sampai“ ujar Kendrick saat Beatrice mengangkat telponnya. Kemudian
Beatrice pun beranjak dari posisi semula, lalu menghadap kearah mobil yang baru saja berhenti.
“ Naiklah Nona, maaf saya tidak bisa turun “ sambungnya sebelum Beatrice mengatakan apapun. Perlahan Beatrice menarik handle pintu mobil, kemudian menjatuhkan dirinya dikursi samping Kendrick yang sedang mengendalikan kemudi. Seperti biasanya Kendrick mengenakan masker dan kacamata hitam, dengan kaos hitam polos yang dipadukan dengan celana jeans dan sneaker putih biru. Kemudian ia mengulurkan masker senada dengan yang ia kenakan dan masih terbungkus dalam plastik kearah Beatrice.
“ Pakailah Nona “ katanya tanpa menoleh kearah Beatrice. Lalu Beatrice meraih benda yang diulurkan Kendrick itu dan mengenakan nya. Mereka berdua tidak banyak berbicara, Beatrice memalingkan wajahnya kesisi jedela berpura – pura menikmati pemandangan diluar untuk menutupi kegugupannya. Sementara terdengar suara Kendrick menyanyikan lagu yang saat itu diputar didalam mobil seraya menjentik – jentikkan jarinya pada kemudi, seperti tidak masalah dengan keberadaan Beatrice disana.
Setelah berkendara beberapa saat Kendrick memarkirkan mobil nya didepan sebuah cafe yang terlihat hanya untuk kalangan upper class. Setelah turun ia berjalan menuju pintu masuk, dan seorang pelayan menghampiri mereka.
“ VIP 08 “ ujar Kendrick pada pelayan.
Kendrick telah melakukan reservasi sebelumnya, sehingga pelayan langsung membimbing mereka menuju sebuah ruangan bernomor delapan. Ruangan tertutup dengan pintu berkaca buram, serta lantai yang dilapisi dengan karpet burgundy, beberapa lukisan dan ornamen tergantung pada dinding beton. Dibagian tengah ruangan terdapat sebuah meja bulat berwana cokelat dengan empat buah sofa mengelilinginya. Tepat diatas meja tergantung lampu kristal bercahaya redup kekuningan menambah kesan luxury ruangan ini. Kemudian Kendrick meminta buku menu kepada pelayan, tanpa bertanya pada Beatrice ia memesan dua porsi wagyu tenderloin steak, seporsi scallop baked cheese, dua porsi pumpkin soup, dua porsi peach cake serta dua lime squash.
“ Maaf Nona saya pesankan makanan yang menurut saya terbaik ditempat ini, sekaligus maaf membawa Nona kedalam ruangan tertutup “ ujar Kendrick setelah pelayan pergi meninggalkan ruangan mereka.
“ Apakah kaki Nona sudah membaik? “ sambungnya, dan Beatrice mengangguk.
“ Ah tidak masalah Tuan saya bisa makan apa saja, dan tentunya Tuan membawa saya ketempat ini karena ada hal penting yang akan disampaikan “ Beatrice meremas tangannya yang sudah mulai basah berkeringat. Liburan kali ini benar – benar jauh dari apa yang diperkirakannya, banyak hal yang sangat tidak terduga terjadi.
“ Nona, sejujurnya saya memiliki harapan yang tinggi pada Nona. Saya sangat berharap Nona dapat membantu saya lepas dari permasalahan yang sedang saya hadapi saat ini. “ Ia mulai membuka topik pembicaraan, dan Beatrice fokus mendengarkannya.
“ Nona tahu pemberitaan saya pagi ini? “ lanjutnya. Beatrice hanya mengangguk seraya menatap mata Kendrick sebagai jawaban bahwa ia tahu pemberitaan pagi ini mengenai skandalnya.
“ Saya terlalu malas menjelaskan pada dunia bahwa berita itu tidak benar Nona. Saya hanya membutuhkan tindakan untuk menghentikan berita bohong itu “ Kendrick memandang Beatrice penuh harap.
“ Dengan cara? “ Beatrice bersuara.
__ADS_1
“ Nona,mohon maaf karena saya terlalu lancang namun jawablah pertanyaan saya dengan jujur karena jawaban Nona akan menentukan cara saya. Apakah Nona sudah memiliki suami? Tunangan atau Pacar? “ ujarnya. Beatrice mendengus mendengar pertanyaan Kendrick, seakan merasa agak risih mengenai statusnya, karena hal tersebut tidak ada korelasinya dengan masalah yang Kendrick hadapi saat ini.
Kemudian terdengar suara bel diruangan mereka, dan Kendrick mempersilahkan masuk. Ternyata pramusaji mengantarkan makanan yang dipesan, menyusunnya di atas meja kemudian undur dari ruangan itu. Lalu Kendrick melepas masker dan kacamatnya, Beatrice mengikuti melepaskan maskernya.
“ Nona, jika saya lihat Nona tidak memakai cincin dijari manis Nona kemungkinan Nona belum menikah atau bertunangan. Tapi pacar? “ lanjut Kendrick lagi. Beatrice kini menatap Kendrick tajam, seolah – olah merasa bahwa Kendrick mendobrak terlalu jauh privasinya, Beatrice hanya diam tidak memberikan jawaban apapun.
“Oke, silahkan makan Nona “ ucap Kendrick kemudian setelah beberapa saat beradu pandang dengan Beatrice.
Lalu Beatrice menyendok pumpkin soup yang terhidang didepannya, asap mengepul dari dalam mangkok sup dengan tekstur yang kental itu,saat sendokan pertama aroma harum menguar tercium oleh hidung Beatrice.
“ Nona, jika Nona belum memiliki pacar bagaimana jika kau menikah denganku ? “ ucap Kendrick tiba – tiba.
Beatrice terbatuk – batuk dan ia menjatuhkan sendok ditangannya, kemudian menatap Kendrick lekat. Ia merasa sangat tidak percaya dengan perkataan Kendrick baru saja, terlintas dipikirannya Kendrick sudah tidak waras bahkan menderita kelainan. Mereka sama sekali tidak saling mengenal, baru kemarin mereka bertemu dan itupun pertemuan tidak disengaja dengan berbagai drama panjang. Lalu sekarang disusul dengan drama ajakan menikah, Beatrice memang mengenal sedikit soal Kendrick Leandro dari dunia maya karena dia seorang artis, dan tentunya ia dipuja banyak wanita diluar sana. Namun Kendrick sedikitpun tidak mengenal Beatrice dan tiba – tiba mengajaknya menikah.
“ Apakah anda sedang mabuk?” sedikit kesal Beatrice menjawab tawaran Kendrick untuk menikah.
“ Maaf Nona, saya tidak berfikir seperti itu. Justru karena saya berfikir Nona adalah orang yang baik sehingga saya memberanikan diri meminta bantuan Nona. Kita akan membuat kesepakatan untuk pernikahan yang saya rencanakan, seperti perjanjian pernikahan. Saya tidak mengenal siapapun yang tulus didekat saya Nona. Saat saya berusaha mencari, yang terpikirkan oleh saya adalah Nona, mengingat bagaimana ketulusan Nona membantu Rachel kemarin. Lalu bagaimana respon Nona mengenai kejadian yang Nona alami dengan Clovis di bandara “ jawabnya panjang lebar.
“ Pernikahan kontrak ?” tanya Beatrice dan Kendirck mengangguk. Beatrice hanya diam, kemudian melihat Kendrick mengenakan maskernya lagi dan ia menekan tombol ‘ call ‘ untuk memanggil pelayan. Ia meminta sendok
sup, untuk mengganti sendok Beatrice yang jatuh tadi, tidak butuh waktu lama seorang pelayan masuk membawakan sendok. Sesudah pelayan pergi, Kendrick melepaskan lagi maskernya itu.
“ Nona, anda tidak perlu menjawabnya saat ini. Namun saya sangat berharap, Nona bersedia menolong saya, akan tetapi jika Nona menolak tolong lupakan pertemuan dan pembicaraan kita hari ini. “ ujar Kendrick pasrah.
Mereka pun menghabiskan makanan nya tanpa banyak berbicara, hanya sesekali mereka saling memandang satu sama lain. Beatrice tidak membayangkan, bagaimana bisa ia menikah dengan seseorang yang tidak ia kenal secara pribadi. Sesorang yang menjadi dambaan jutaan wanita diluar sana, dan justru menikahinya perempuan yang biasa – biasa saja ini, lalu bukankah ia justru akan mendapat banyak hujatan? Tetapi jika ia tidak menghentikan pemberitaan skandal itu, apakah akan baik – baik saja untuk penjualan produk Basanta Clothing & Fashion?
“ Apakah Tuan akan baik – baik saja jika menikah dengan orang yang Tuan tidak kenal? Yang Tuan tidak cintai? Bahkan seseorang yang sangat biasa saja seperti saya ? “ ujar Beatrice tiba – tiba memecah keheningan. Sekilas Beatrice memandang Kendrick yang masih terdiam, kemudian mengangkat gelas minumannya mendekat kearahnya.
“ Pada dasarnya orang menikah adalah untuk mencari teman hidup, dan setidaknya dari menikah saya bisa mendapatkan teman seperti Nona dan Nona mendapatkan teman seperti saya. Saya juga manusia biasa Nona, buktinya saya duduk disini memohon agar Nona membantu saya. Saya juga tidak ingin perusahaan yang menjadikan saya sebagai brand ambassador menderita kerugian karena berita miring mengenai saya. “ ujar Kendrick menjelaskan. Beatrice manatap dalam Kendrick dan ia melihat binar mata nya, mata coklat indah penuh harap.
__ADS_1
“ Jadi apakah Tuan homo? “ Tanya Beatrice to the point, dan pria yang kerap disapa Ken itu menyunggingkan senyum nya pada Beatrice.
“ Tentu tidak Nona, saya hanya ingin lepas dari pemberitaan gila ini. Saya pria normal, saya juga ingin menikah dengan perempuan. Tapi sayangnya saya belum memiliki pacar dan berhubung Nona bilang bahwa Nona adalah salah satu penggemar saya, jadi menurut saya lebih baik saya menikahi penggemar saya karena saya tahu penggemar tidak akan pernah meninggalkan saya dan memanfaatkan saya “ ucap Kendrick dengan tatapan mata nanar, ada luka disana didalam hatinya. Sementara Beatrice hanya tertegun mendengar jawaban Kendrick, ia belum memiliki bayangan menikah bahkan diusianya yang bisa dibilang sudah matang. Jangankan untuk menikah, untuk memiliki pacar saja belum terlintas dipikiran Beatrice meski sempat ada pria yang menyatakan perasaannya pada Beatrice sebelumnya. Sesaat tertangkap oleh Beatrice bahwa Kendrick sedang memandanginya.
“ Baiklah Tuan, mari menikah “ akhirnya Beatrice mengiyakan. Sama gilanya dengan pikiran Kendrick rupanya, Beatrice membuat sebuah keputusan besar yang mungkin akan mengubah masa depannya tanpa pertimbangan matang. Keputusan besar yang ia ambil tanpa berfikir panjang, sebuah keputusan besar yang tidak pernah ia tahu jalan yang akan dilewatinya. Beatrice hanya ingin menolong Kendrick dan berusaha menghindari kerugian untuk perusahaan yang sudah memberikan kehidupan baginya tujuh tahun belakangan.
“ Terima kasih Beatrice “ ujar Kendrick lega dan dia memanggil nama Beatrice dengan ringan.
“ Kerena kita akan menikah jadi mari kita panggil nama satu sama lain “ imbuh Kendrick melakukan pembelaan.
“ Syarat mutlaknya, saya tidak ingin terekspos didepan publik, terlebih untuk kedua orang tua ku dan adikku. “ tegas Beatrice.
“ Oke, akan kupikirkan caranya. Lalu kapan kamu akan kembali ke kotamu? “ Kendrick mulai berbicara santai.
“ Besok, penerbangan pukul tiga sore, bagaimana ? “
“ Beatrice, mengenai pernikahan dengan perjanjian ini hanya aku dan kamu yang tahu. Aku minta kita berdua menutup segalanya dengan rapat, nanti malam akan kuperkenalkan kamu pada orang tuaku sebagai calon istriku sekaligus kita bahas perjanjian kita sebelum kamu kembali ke kotamu. “ sambung Kendrick lagi.
Secepat ini Kendrick ingin membereskan masalahnya hingga ia langsung mengenalkan Beatrice pada orangtuanya.
“ Orang tua mu? Secepat ini ? “ Beatrice protes.
“ Iya, karena dengan skandal ini membuat orang tua ku meragu, jadi ini saat yang tepat membawamu pada mereka. “ ujar Kendrick.
Mereka kemudian menyusun strategi dan mengarang cerita mengenai awal pertemuan dan hingga akhirnya berpacaran. Seluruh alur dirangkai dengan sempurna oleh Kendrick sehingga saat keluarga Kendrick bertemu dengan Beatrice tidak akan muncul kecurigaan. Kendrick juga perlahan menjelaskan mengenai orang tua nya, begitu juga mengenai Hera kakak perempuannya yang tak lain adalah mama Rachel, mereka saling bertukar cerita.
Setelah selesai berbincang, mereka keluar dari cafe tersebut dan Kendrick mengantarkan Beatrice pulang ke Hotel. Ia akan kembali nanti sore, membicarakan perjanjian pernikahan mereka dan akan membawa Beatrice pulang bertemu dengan orang tuanya.
Sejenak Beatrice merasa jika ia mengambil keputusan yang salah dan dia merasa terlalu gegabah. Tiba – tiba perasaan takut jika suatu saat kebohongannya dengan Kendrick terbongkar menggerayangi seluruh hati nya.
__ADS_1