
Setelah Travis meninggalkan rumahnya, Kendrick segera beranjak menuju kamar tidurnya. Ia akan menceritakan segala nya pada Beatrice, apa yang sebenarnya terjadi. Terbesit kelegaan dihati Kendrick, karena ia tidak mengkhianati Beatrice.
Tok..tok..tok
Kendrick mengetuk pintu dengan pelan namun ia tidak mendapat kan jawaban dari seseorang yang berada didalam kamar. Perlahan ia mendorong gagang pintu dan melongok kedalam kamar, namun ia tidak mendapati Beatrice disana. Bahkan didalam kamar mandi maupun diruang ganti, ia tidak mendapati Beatrice.
Lelaki itu kembali turun menuju lantai satu, ia mencari Beatrice didapur namun sama saja nihil. Wanita yang dicarinya tidak ada disana, bahkan saat ia ke tamanbelakangpun ia juga tidak menemukannya. Kepanikan mulai menyergap kedalam dirinya, sesaat ia teringat ruang baca dilantai dua segera ia berlari menuju tempat itu.
Tanpa mengetuk pintu pria itu langsung saja menerobos masuk kedalam ruangan yang temaram disinari lampu berwarna kuning yang menyala diatas nakas didekat sofa. Dilihatnya tubuh mungil Beatrice yang meringkuk diatas sofa, sebagian tubuhnya tertutup oleh blanket cokelat terang. Wajah Beatrice nampak lelah, gurat – gurat kesedihan masih tertinggal pada kedua kelopak matanya yang tampak sayu.
“ Pasti kamu tidak sanggup berada didekat ku sayang. “ Kendrick membelai dengan lembut anak rambut Beatrice yang jatuh menutupi keningnya.
“ Maafkan aku Beatrice, aku begitu bodoh dan sangat mudah diperalat. “ Gumam Kendrick lagi.
Sekelebat Kendrick menyibakkan kain tipis yang menutupi tubuh istrinya itu, kemudian menarik tubuh Beatrice kedalam pelukannya. Pria tampan itu menggendong tubuh Beatrice dan membawanya kembali ke kamar mereka. Meski beberapa kali Kendrick membetulkan posisi Beatrice dalam pelukannya, perempuan itu tidak sedikitpun bergeming dan terbangun. Ia terlelap seperti bayi dalam pelukan Kendrick.
Susah payah Kendrick berusaha membuka pintu dengan salah satu sikunya, sesekali ia juga terlihat menggunakan kaki nya untuk mengganjal daun pintu agar tetap terbuka. Setibanya didalam kamar mereka, Kendrick menidurkan Beatrice ke atas ranjang dengan sangat hati – hati. Lelaki itu tak henti – hentinya menatap lekat wajah cantik Beatrice yang tengah terlelap disampingnya.
“ Aku sangat mencintaimu Beatrice. “ Bisik Kendrick dengan lembut seraya mengecup bibir Beatrice dengan sangat pelan. Beatrice tampak menggeliat saat nafas hangat Kendrick menyapu sebagian wajahnya, Pria itu segera menarik tubuh kekarnya sedikit menjauh supaya Beatrice tidak terbangun.
***
Pagi itu Beatrice membuka matanya yang sembab karena terlalu sering menangis beberapa waktu belakangan. Ia mendapati dirinya meringkuk hangat dalam dekapan erat Kendrick, suaminya, laki – laki yang amat ia cintai.
__ADS_1
Beatrice menyentuh dengan sangat lembut bekas – bekas merah pada leher Kendrick yang kini mulai memudar menjadi ungu kekuningan. Seketika Beatrice menangis mengingat betapa sakit hatinya, terlebih saat mengingat Regina yang mendatanginya hari itu.
“ Kenapa sayang? “ Kendrick terbangun mendengar isakan tangis Beatrice.
“ Kenapa kamu seperti ini Ken? Kamu sudah tidur dengan perempuan lain kenapa kamu memperlakukan ku seperti ini. “ Semakin menjadi tangisan Beatrice pagi itu.
Kendrick semakin mengencangkan pelukannya, membenamkan wajah istrinya itu lebih dalam pada dada bidangnya. Sesekali Kendrick mengusap – usap kepala Beatrice dan mencium puncak kepala istrinya itu.
“ Maaf kan aku sayang sudah menyakitimu, tapi percayalah semuanya itu tidak benar. Hari ini Travis akan merilis beritanya, percayalah pada ku sayang aku ini dijebak. Bahkan Laura ikut mengambil andil. “ Ucap Kendrick dengan berat saat mengingat pengkhianatan Laura, orang yang sangat ia percaya setelah Clovis.
“ Apa? “ Beatrice menarik tubuhnya dari pelukan Kendrick dan tangisnya langusung terhenti.
“ Laura bersama Regina merencanakan semuanya, bahkan Laura juga berperan dalam penyeranganmu malam itu sayang. “ Kendrick menatap dengan sangat dalam wajah Beatrice.
“ Ternyata Laura adalah sahabat Regina saat SMA, dan sepertinya Regina mengatakan padanya bahwa aku yang meninggalkannya. Sehingga Laura menjadi benci padaku, dan merasa tidak terima saat aku menikah dengan mu sayang. “ Jelas Kendrick kemudian menyentuh dengan pelan wajah Beatrice.
“ Jadi kamu tidak tidur dengan nya? “ Beatrice masih sanksi.
“ Tidak sayang, sungguh aku tidak tidur dengannya. “ Jawab Kendrick dengan sangat tulus.
“ Lalu, kenapa ini? “ Kembali bulir – bulir sebening kristal lolos dari mata indah Beatrice, ia kembali menangis sesenggukkan sambil menyentuk leher Kendrick.
“ Dia sengaja melakukannya sayang, dia ingin melihat kita bertengkar, dia ingin melihat mu sedih. Maaf kan aku Beatrice. “ Kendrick langsung memeluk lagi istrinya itu, ia berusaha meredam tangis Beatrice.
__ADS_1
“ Aku sangat membencimu Ken! “ Beatrice memukul ringan dada Kendrick.
“ Maafkan aku sayang. “ Kendrick ikut menitikkan air matanya melihat Beatrice yang semakin larut dalam kesedihannya.
Seketika Beatrice langsung menarik tubuhnya dari pelukan Kendrick, ia berusaha menghapus air mata yang masih membekas pada kedua pipinya. Ia menatap tajam ke arah Kendrick yang ikut bangun dari posisinya yang semula masih berbaring diatas ranjang.
“ Apakah benar kamu tidak tidur dengannya malam itu Ken? “ Beatrice masih menatap dengan tajam kearah Kendrick.
“ Benar sayang, pihak kepolisian sedang melakukan investigasi dan melakukan pengecekan ke hotel juga penelitian kamera pengawas. Laura juga mengatakan jika ia langsung keluar dari kamar bersama Regina setelah memotret kami. “ Jawab Kendrick jujur.
“ Kalau sampai kamu membohongi ku, aku tidak akan pernah memaafkan mu Ken. “ Ucap Beatrice dengan tegas lalu beranjak dari tempat tidur.
Sekelebat Kendrick meraih tangan Beatrice dan memeluk tubuh istrinya itu dengan erat, ia menempelkan kepalanya tepat pada perut Beatrice. Dengan ragu Beatrice menyentuh ujung kepala Kendrick, sesaat perutnya terasa basah. Ditariknya wajah Kendrick, laki – laki itu sedang menangis dalam pelukannya.
“ Jangan pernah meninggalkan ku Beatrice, aku tidak akan sanggup jika harus kehilanganmu. “ Isak Kendrick sambil menyembunyikan wajahnya kedalam pelukan Beatrice.
Perasaan Beatrice bercampur aduk, ia masih merasa sedih karena berita – berita yang mengacaukan hatinya itu. Tetapi ia bahagia, melihat Kendrick yang kini bahkan memeluknya dengan erat dan mengatakan ia tidak akan sanggup hidup tanpa Beatrice.
“ Aku juga tidak akan pernah sanggup hidup tanpamu Ken. “ Beatrice menarik tangan Kendrick dari pelukannya, dan memandang dalam wajah pria tampan itu.
Dengan lembut Beatrice mengusap air mata yang membasahi wajah Kendrick, lalu ia mengecup dengan pelan bibir Kendrick yang terlihat merona kemerahan. Perlahan Beatrice ******* bibir Kendrick, laki – laki itu membalas ciuman yang diberikan Beatrice padanya.
“ Terima kasih sayang. “ Ucap Kendrick setelah melepaskan ciumannya dari bibir Beatrice.
__ADS_1
“ Aku tidak akan pernah membuatmu menangis lagi Beatrice, cukup sakit melihatmu seperti ini. Aku tidak sanggup. “ Sambung laki – laki itu saat Beatrice menjatuhkan tubuhnya kedalam dekapan hangat Kendrick.