
Kendrick memasangkan sabuk pengaman Beatrce saat mereka sudah berada didalam mobil yang dikemudikan oleh Sam malam itu.
“ Kamu ingin makan apa sayang? “ Tanya Kendrick seraya membuka masker penutup wajahnya.
“ Barbekyu! “ Pinta Beatrice seperti anak kecil yang sedang merengek memohon sesuatu.
“ Okay, bawa kami ke Gwang Hwa Mun ya Sam. Restoran yang dekat dengan stasiun kereta. “ Sambung Kendrick seraya memberi perintah pada Sam dan lelaki itu mengangguk pelan.
***
Sam melajukan kemudi kendaraannya dengan kecepatan sedang, tidak lama berkendara ia memarkirkan mobil BWM berwarna merah metallic itu tepat didepan rumah makan kasual khas barbekyu.
“ Ayo Sam ikut? “ Tawar Beatrice seraya membuka handle pintunya pelan.
“ Biarkan Sam makan dirumah, Bibi sudah menyiapkan makan malam. “ Kendrick menolak tegas permintaan Beatrice sebelum terdengar suara Sam memberikan jawaban.
Akhirnya Beatrice mengiyakan ucapan Kendrick lalu mengikuti lelaki itu masuk kedalam restoran yang sudah cukup lenggang malam itu. Restoran yang didominasi dengan dinding kaca namun tetap terlihat hangat dan elegan, meja – meja kayu tersusun rapi dansudah dilengkapi dengan kompor meja dan juga cerobong asap diatasnya.
Kendrick memilih meja pada sudut ruangan, meja yang agak jauh dengan tempat yang masih terdapat
sekelompok orang yang sedang menikmati keasyikannya malam itu. Segera Beatrice duduk pada kursi yang sudah ditarik oleh Kendrick untuknya itu, ia menjatuhkan tubuhnya dengan perasaan senang.
“ Aku benar – benar menikmati kencan kita ini sayang! “ Ucap Beatrice dengan penuh antusias.
“ Aku juga sayang, jadi kamu ingin makan apa? “ Tanya Kendrick seraya menjentikkan tangannya untuk memanggil pelayan.
“ Apapun yang kamu pilih aku tahu rasanya nikmat! “ Sambung Beatrice mempersilahkan Kendrick memilih menu makan malam mereka.
Sesaat lelaki itu menatap buku menu tebal yang disodorkan oleh pelayan, Kendrick segera memilih menu andalan restoran khas Korea itu. Ia memilih satu porsi usamgyeop, brisket daging sapi yang dipotong sangat tipis dan disajikan dengan saus manis. Satu porsi wang galbi, wagyu, serta satu porsi sup kimchi yang disajikan dengan hot pot dengan daging sapi juga tofu. Tidak lupa mereka memesan sidedish sebagai pelengkapnya, seperti perilla leaf, selada juga keju.
“ Aku boleh minum ini? “ Beatrice terlihat menunjuk gambar botol minuman berwarna hijau, minuman beralkhol yang sangat ingin ia coba.
__ADS_1
“ Kita pesan beer saja ya? “ Kali ini Kendrick tidak meluluskan permohonan Beatrice, namun tidak lantas membuat Beatrice bersedih.
Justru apa yang dilarang oleh Kendrick membuat lelaki itu terlihat semakin manis dan menggemaskan. Beatrice malah dapat merasakan cinta Kendrick melalui hal – hal kecil yang ia larang untuk dilakukan, ia menyukai sikap Kendrick baru saja.
Beberapa saat kemudian makanan yang sudah dipesan Kendrick tersaji diatas meja mereka berdua. Beatrice mulai memanggang daging yang sudah dipesan oleh suaminya dengan penuh semangat. Aroma gurih menguar dari atas pan menggugah selera makan Beatrice malam itu.
Kendrick tampak begitu bahagia melihat senyuman yang merekah pada sudut bibir Beatrice yang tampak sibuk memanggang makan malam mereka. Wanita sederhana yang bisa tersenyum selebar itu hanya dengan menikmati waktu berdua, hanya dengan saling berpegangan tangan didalam bilik bianglala, wanita yang benar – benar sudah mencuri hatinya.
“ Aaaa, ayo coba sayang. “ Beatrice meniup daging yang baru saja ia angkat dari pan kemudian menyuapkannya kedalam mulut Kendrick.
Kendrick tampak melahap makanan yang diulurkan oleh Beatrice dengan perasaan berbunga – bunga. Ia bergantian menyuapi istrinya dengan daging yang ia bungkus dengan daun perilla dan sedikit ia tambahkan kimchi kedalam bungkusannya. Pria itu benar – benar terlihat sangat bahagia.
“ Hai Ken, kebetulan seperti apa ini? Hingga kita berjumpa disini? “ Suara seorang wanita mengagetkan Kendrick dan Beatrice yang masih melahap makan malam mereka.
Sekerjap Kendrick menatap kearah sumber suara, ternyata Regina yang mendatangi meja mereka. Wajah Kendrick berubah menjadi sangat muram, terlihat kekesalan menyelimuti dirinya. Tangan Regina tiba – tiba saja menyentuh punggung tangannya yang berada diatas meja, dengan cepat lelaki itu menghalau tangan Regina seraya melempar sumpit keatas meja.
“ Kau tidak sedang mengikuti kami bukan? Kami sedang menikmati makan malan dan kehadiranmu mengganggu makan malam kami. “ Suara Kendrick terdengar meninggi dan mata Kendrick terlihat kesal.
“ Sayang. “ Beatrice memegang dengan lembut tangan Kendrick mencoba meredam kekesalan suaminya itu.
“ Aku hanya berusaha profesional saat bekerja Regina. “ Jawab Kendrick singkat.
“ Nona Regina, sebaiknya anda meninggalkan kami. Lihatlah beberapa orang mengawasi anda dengan wajah penuh telisik. “ Suara Beatrice terdengar bergetar.
Regina mengedarkan pandangan nya melihat sekeliling restoran yang lenggang itu, ia menilik beberapa karyawan dan juga teman – temannya yang duduk pada bangku yang tidak jauh dari meja Kendrick sedang mengamatinya penuh tanda tanya. Wanita itupun akhirnya memilih pergi meninggalkan meja Kendrick dan Beatrice kembali menuju kursi yang sudah ditempati oleh teman - temannya.
“ Sayang aku ke toilet sebentar ya. “ Pamit Beatrice pada Kendrick.
Wanita cantik itu melenggang kedalam toilet kemudian masuk kedalam salah satu bilik, ia menyeka air sebening kristal yang mengalir lembut dari pelupuk matanya. Ia merasa tercabik saat mendengar perkataan Regina baru saja.
“ Apakah Kendrick sebaik itu padanya dilokasi syuting? “ tanya Beatrice pada dirinya sendiri.
__ADS_1
Beatrice kemudian menuju kearah wastafel dan membasuh tangannya dengan air yang mengalir dari pancuran kran. Sesaat seorang wanita berambut panjang menyelinap masuk kedalam toilet dan mendekati Beatrice yang masih berdiri mencuci tangannya.
“ Jangan terlalu sombong berfikir bahwa Kendrick benar – benar mencintaimu. “ Regina berucap sinis pada Beatrice yang kini berdiri disebelahnya.
“ Terima kasih karena telah berbaik hati mengingatkan ku untuk hal – hal yang demikian. “ Beatrice melenggang dari depan wastafel dan meninggalkan wanita itu disana sendirian.
“Oh, dan jangan terlalu percaya diri. Kendrick sama sekali sudah tidak memiliki perasaan apapun padamu. “ Lanjut Beatrice seraya menarik handle pintu kamar mandi.
Sejujurnya Beatrice merasakan ketakutan yang amat dalam, seolah keberaniannya telah luruh hingga ujung kakinya. Namun ia berusaha terlihat kuat dihadapan Regina, ia tidak ingin perempuan itu merusak kebahagiaan yang sudah ia rasakan saat ini.
“ Sayang, kita pulang saja yuk? “ Pinta Beatrice saat mendapati Kendrick memainkan ponsel nya ditempat duduk semula.
“ Oke sayang. “ Laki – laki itu memasukkan ponselnya kedalam saku celananya kemudian meraih dompetnya diatas meja dan membayar makanannya dimeja kasir.
Sepanjang perjalanan Beatrice hanya diam, ia bahkan tidak merespon saat Kendrick mengajaknya berbicara. Banyak hal mengenai Regina mulai berkecamuk dalam pikirannya, ia tidak membayangkan Regina akan seberani itu pada Kendrick didepannya.
“ Sayang? “ Kendrick menggoyang pundak Beatrice dengan pelan, membuat wanita itu gelagapan saat mata mereka beradu.
“ Ah iya ? Ada apa Ken? “ Beatrice tergagap.
“ Ada apa dengan mu? “ Tanya Kendrick penuh telisik. Sejenak Beatrice hanya terdiam, ia sedang menyusun banyak pertanyaan yang ingin ia sampaikan pada suaminya. Namun ia merasa takut, ia takut jika Kendrick akan marah dan merusak kebahagiaan yang sudah mulai ia rasakan tinggal didalam dirinya.
“ Ken, apakah dia selalu begitu? “ Beatrice memberanikan diri.
“ Sudah lah sayang, dia memang seperti itu tapi sekalipun aku tidak pernah menanggapinya. “ Kendrick berusaha membuat tenang hati Beatrice.
Beatrice kembali tertegun, sesaat rasa takut menyeruak kedalam hatinya. Ia takut hati Kendrick akan berpaling darinya karena Regina yang tidak berhenti mengejarnya. Beatrice benar – benar takut kehilangan Kendrick, laki – laki yang sangat ia cintai.
Mata yang sayu Beatrice menatap dalam bola mata Kendrick yang berbinar dengan indah terkena pantulan cahaya lampu malam. Kendrick hanya sekilas tersenyum melihat Beatrice tidak berhenti mengalihkan pandangannya dari wajah tampannya.
“ Ada apa lagi sayang? “ Akhirnya Kendrick membuka suara sambil menyentuh pipi Beatrice dengan lembut.
__ADS_1
“ Aku hanya takut, dia mencuri hati mu Ken. “ Beatrice mendengus dengan sebal.
“ Tidak akan pernah, hati ku sudah dipenuhi oleh mu sayang. “ Kendrick menarik Beatrice kedalam pelukannya dan mengusap rambut Beatrice pelan.