
Setelah melewati persiapan yang cukup panjang dan sedikit rumit akhirnya kedai kopi Beatrice resmi dibuka. Lokasi nya bisa dibilang cukup strategis karena dekat dengan daerah perkantoran sehingga memungkinkan untuk dijangkau oleh karyawan yang beristirahat siang atau ingin bersantai sejenak selepas pulang kerja.
CANOPUS Coffee & Patisserie, nama kedai kopi yang dibangun susah payah oleh Beatrice dibantu oleh Orion. Bukan suatu hal yang mudah bagi Beatrice untuk dapat mewujudkan impannya itu. Bertahun – tahun ia menabung sebagian besar penghasilannya, sehingga uangnya terkumpul dan cukup untuk membuka usaha itu.
“ Selamat ya Kakak! Maaf kami tidak bisa datang, yang jelas aku, ayah dan ibu selalu mendoakanmu supaya kedai kopi mu berjalan dengan lancar! “ucap Kath dari panggilan video call.
“ Amin, terima kasih untuk dukungan kalian semua! Berkat Orion juga aku bisa menyelesaikan seluruh persiapannya, bahkan aku menemukan karyawan – karyawan hebat! “ Puji Beatrice sambil menyodorkan Hpnya didepan wajah Orion, kemudian ia mengedarkan kameranya menilik seluruh ruangan supaya Ayah dan Ibu nya bisa melihat kedai kopi miliknya.
“ Syukurlah Beatrice, Ibu dan Ayah akan segera kesana jika Kath sudah tidak sibuk dengan urusan akreditasi di Univesitas. “ Sambung Ibu Beatrice yang sebenarnya terlihat sudah ingin pergi mengunjungi Beatrice.
“ Iya Ayah, ibu dan juga kamu Kath! Aku menunggu kalian disini ya? Oh iya sudah dulu ya semuanya, sepertinya Ibu Kendrick datang. “ Beatrice pun mengakhiri penggilan.
Terlihat Ibu Kendrick bersama dengan Hera dan Rachel juga Pak Man serta pengasuh Rachel berjalan menuju bangunan kedai kopi milik Beatrice. Wanita yang mengenakan appron kulit berwarna cokelat itu segera membuka pintu dan menyambut kedatangan keluarga suaminya itu.
“ Halo Ibu, Kak Hera, dan Rachel yang paling cantik selamat datang. “ sambut Beatrice dengan senyum cantiknya yang mematikan.
“ Wah besar sekali kedai mu Be, apa kabarmu? “ Hera kemudian mengulurkan satu pot red gypsophila flower yang sangat cantik. Bunga kesukaan Beatrice.
“Kak Hera terima kasih sekali, bagaimana Kakak bisa tahu kalau aku sangat menyukai bunga baby breath ini? “ Beatrice menerima pot bunga berwarna coklat muda itu dengan sangat bergembira.
“ Bagaimana aku bisa lupa Be, aku yang membantumu mempersiapkan pesta pernikahanmu! Hehehe “ keduanya kemudian terkekeh bersamaan.
“ Ayo bu silahkan masuk. “ Beatrice mengalungkan tangannya pada lengan Ibu mertuanya itu. Kemudian mereka memilih duduk dikursi yang berada disudut ruangan.
“ Ibu tidak menyangka Beatrice, kamu membuka kedai sebesar ini. “ Ibu Kendrick begitu kagum melihat usaha dan kerja keras Beatrice, sebab Ibu Kendrick tahu betul hingga detik ini Beatrice tidak pernah menggantungkan hidupnya pada Kendrick.
“ Berkat dukungan Ibu, Kendrick dan Kak Hera juga Beatrice bisa melangkah seberani ini Bu. “ ucap Beatrice dengan rendah hati.
“ Ibu, Kak Hera mau minum apa? Pak Man dan Bibi Pengasuh ingin minum apa? “ tanya Beatrice pada ketiga orang dewasa itu.
“ Della, tolong dibantu menu nya ya? “ panggil Beatrice kemudian pada karyawannya yang masih terlihat belia.
Ibu Kendrick dan Hera sibuk memilih menu makanan disana, sementara Rachel sibuk menggoda Beatrice yang masih terlihat berlalu lalang dari meja kasir ke etalase kue.
__ADS_1
“ Tante, aku mau main. “ Pinta Rachel dengan manja.
“ Sebentar ya sayang, Tante melayani tamu dahulu boleh? “ dengan lembut Beatrice memberikan penawaran pada keponakan Kendrick itu.
“ Oke tante, tante jadi kapan kita tidur bersama di rumah nenek? “ tanya Rachel lagi sambil menarik celemek yang dikenakan oleh Beatrice.
“Emmm, tante tanya om Kendrick dulu ya sayang? “ lagi – lagi Beatrice mencoba bernegosiasi.
“ Oke deh tante, tante aku ke tempat mama dulu ya? “ gadis mungil itu dengan menggemaskan berlari menuju meja Ibunya.
Setelah berbincang dengan hangat serta mencicipi sajian kopi serta kue – kue lezat buatan Beatrice, Ibu Kendrick dan Hera berpamitan. Rachel sebenarnya masih ingin menghabiskan waktu bersama Beatrice, namun melihat suasana kedai yang sudah ramai sejak dibuka di hari pertama membuat Hera memaksanya pulang.
“ Iya tante janji nanti hari Sabtu tante tidur di tempat nenek, nanti kita main sama – sama ya? “ Beatrice berjanji pada Rachel sehingga Rachel mau diajak pulang.
“ Beneran ya tante! Awas kalau bohong, bohong itu tidak baik, dosa! “ ucap Rachel seperti orang dewasa.
“ Iya sayang, tante janji. “ Beatrice mengulurkan jari kelingkingnya ke arah Rachel dan dengan sigap Rachel menautkan kelingking mungilnya.
“ Dadah tante. “ gadis mungil itu melambaikan tangannya sembari berjalan menuju mobil.
Waktu sudah menunjukkan pukul dua siang, kedai terlihat sedikit lengang karena sudah lewat jam istirahat. Beatrice sudah membelikan makan siang untuk karyawannya dan memita mereka makan bergantian.
“ Kak Beatrice tidak makan? “ tanya Tessa saat melihat Beatrice masih duduk didepan meja kasir.
“ Tolong ambilkan makan ku Tess, aku makan disini saja. “ Tessa kemudian dengan cepat mengambilkan kotak makan siang berwarna pink. Tadi pagi ia meminta Bibi Inah menyiapkan bekal makan siang untuknya.
“ Permisi, Nyonya saya mengantarkan karangan bunga. “ tiba – tiba seorang pria berjaket hitam mengulurkan selembar kertas berwarna putih.
“ Dari siapa pak? “ Beatrice terpaksa menghentikan makan siangnya.
“ Kendrick Lea.. “ Belum sempat menyelesaikan perkataannya Beatrice memotong ucapan pria itu.
“ Oh oke Pak, saya tahu. Boleh saya lihat dahulu sebelum diturunkan? “ tanya Beatrice lagi. Beatrice hanya takut jika Kendrick menuliskan nama lengkapnya disana, itu akan menimbulkan kecurigaan banyak orang terlebih bagi para penggemarnya.
__ADS_1
Beatrice kemudian mendekati mobil pick up tersebut dan melongok kearah papan bunga yang ukurannya sangat besar itu.
“ Syukurlah, oke deh pak silahkan letakkan didekat pintu masuk Pak. “ Beatrice akhirnya menyetujui papan bunga itu diturunkan dan dipasang didekat pintu masuk kedainya. Terlihat Erick, Della dan Monica sangat penasaran dengan papan bunga yang baru saja terpasang didepan bangunan kedai.
“ Apa? Kak Beatrice kamu benar sudah menikah? Itu suami mu yang mengirim kak? Benar – benar suami Kakak? “ Della dengan polosnya masih bertanya pada Beatrice saat membaca tulisan disana.
‘ SELAMAT BEATRICE ATAS PEMBUKAAN CANOPUS Coffee & Patisserie – SEMOGA DIBERIKAN KELANCARAN SERTA SUKSES SELALU!
P.S SUAMI MU ‘
“ Hahaha, apakah ada yang patah hati kalau Kak Beatrice sudah menikah? “ seloroh Orion yang baru saja keluar dari ruang istirahat.
“ Aku Kak, aku patah hati. “ gumam Erick seraya kembali ke meja barista.
“ Ayo sudah kerja lagi, dilarang bertanya kehidupan pribadi ya adik – adik yang menggemaskan. “ canda Beatrice kemudian.
Hati Beatrice sedang berbunga – bunga, menerima papan ucapan dari Kendrick seperti itu saja sudah membuatnya bahagia. Ia menyadari hubungannya dengan Kendrick belakangan terlihat semakin dekat, bahkan Kendrick terlihat lebih manis. Namun sayangnya Beatrice tidak mengetahui isi hati Kendrick yang sesungguhnya, karena hari itu ia tidak menjawab pertanyaan Beatrice dengan gamblang.
>>> Beatrice wrote messange <<<
“ Ken, terima kasih aku sudah menerima papan bunga yang kamu kirimkan. Doa yang sama untuk mu juga Ken. God bless you Kendrick :) . “
Beatrice mengirim pesan pada Kendrick, ia mengucapkan terima kasih pada laki – laki yang berstatus suaminya itu karena sudah memberikan sedikit perhatian padanya. Beatrice masih tersenyum kecil sambil terus memandang papan bunga itu tanpa bekedip.
>>> Kendrick Leandro wrote messange <<<
“ Anytime Beatrice. Aku jemput pukul sepuluh malam didepan kedai mu ya, aku menyelesaikan jadwalku lebih awal. “
Terlihat wajah Beatrice merona sesaat setelah membaca pesan yang baru saja masuk di Hpnya. Orion menatap Beatrice dengan sedikit curiga, ia lalu mengetuk meja kasir beberapa kali.
“ Woy Kak, sampai blushing gitu kenapa sih? Oh iya, karena ini kan udah clear semua jadi rencana ku lusa aku kembali ya Kak. Mereka sudah bisa kulepas, kinerja mereka sudah terlihat oke di hari pertama. “ Orion mengacungkan ibu jarinya seraya tersenyum pada Beatrice.
“ Secepat ini Rion? Tapi tidak apa – apa, pasti banyak pekerjaanmu yang tertunda karena aku ya? Bagaimana pun aku sangat berterima kasih padamu Rion, berkat mu aku bisa mewujudkan impian ku . “ ucap Beatrice dengan tulus.
__ADS_1
“ Ah Kakak ini, sudahlah jangan melow. Lihatlah mereka belum mau pulang Kak padahal sudah berganti shift, mereka bilang memberikan mu bonus karena ini hari pertama kedai dibuka jadi mereka akan disini sampai kedai tutup hari ini. “ sambung Orion seraya menunjuk beberapa karyawan yang masih bersemangat melayani pengunjung.