
Minggu sore Beatrice dan Kendrick sudah kembali kerumah mereka, meskipun diwarnai oleh sedikit drama Rachel yang enggan berpisah dari Beatrice. Akhirnya dengan berbagai bujuk rayu dari Kendrick dan Hera gadis kecil itu mengizinkan om dan tantenya itu pulang.
“ Sana mandi Ken, mau ku masakkan sesuatu? “ ucap Beatrice pada Kendrick saat mereka masuk kedalam kamar.
“ Ken? Masih memanggilku Ken? “ Jawab Kendrick dengan manja namun ia berusaha terlihat sedang kesal.
“ Lalu apa? “ Beatrice mencibikkan bibirnya. Melihat tingkah Beatrice, laki – laki itu menjadi gemas lalu ia pun mengecup bibir Beatrice dalam dan cukup lama.
“ Panggil aku sayang. “ Kendrick lalu menggit pelan bagian bawah bibir Beatrice.
“ Shhh ah, sakit Ken! “ pekik Beatrice pelan, sambil memukul dada bidang Kendrick pelan.
“Sayang! Sana mandi dulu, aku ingin makan pasta. “ Kendrick terlihat mendorong tubuh mungil Beatrice masuk ke kamar mandi.
“ Hmm, sayang. “ Beatrice lalu menghilang dibaik pintu kamar mandi.
***
Beatrice sudah berkutat didapur, ia rampung membuat saus dari campuran daging sapi cincang dengan bawang bombay dan saus tomat serta saus bolognaise. Ia menyalakan sebelah tungku kompornya, merebus air dengan sedikit minyak dan garam dan menambahkan pasta kering kedalamnya. Beatrice terlihat sangat lincah menggunakan seluruh peralatan memasak disana, perempuan itu kemudian membagi dua bagian pasta yang sudah ditiriskan kedalam piring saji. Lalu ia menambahkan saus keatas pasta dan menaburkan keju sebagai pelengkap, tiba – tiba Kendrick memeluknya dari belakang.
“ Aku tidak menyangka, bisa sebahagia ini melihat seseorang berkutat dengan pan dan spatula untuk menyiapkan makan malam buatku. “ ucap Kendrick pelan sambil terus memeluk tubuh Beatrice.
“ Aku juga Ken, aku senang bisa melakukan hal ini untuk mu. Sudah lepaskan, ayo makan. “ Beatrice menarik tangan Kendrick akan lepas dari pinggangnya.
“ Ken?! “ Kendrick memasang wajah cemberut menggemaskan.
__ADS_1
“ Sayang, ayo makan. “ Sambung Beatrice sambil tersenyum, ia tahu Kendrick merajuk karena ingin mendengar Beatrice memanggilnya dengan panggilan sayang.
Keduanya kemudian duduk diruang makan, menikmati sepiring pasta buatan Beatrice. Wajah Kendrick terlihat sangat berseri – seri, tampak jelas kebahagiaan menyelimuti hatinya. Sesekali ia melempar pandangan ke arah Beatrice yang tengah fokus menghabiskan makanan yang ia buat.
“ Sayang, pekan depan ikut aku menghadiri Gala Dinner ya? Aku tidak sabar memperkenalkan mu pada dunia. “ Ucap Kendrick tiba – tiba seraya meraih tangan Beatrice.
“ Hmm? Apakah tidak terlalu cepat Ken? Apakah semua akan baik – baik saja? “ Beatrice terlihat sangat cemas.
“ Percayalah padaku sayang, everything gonna be okay. Must be. “ Kendrick menatap Beatrice lekat, ia mengusap lembut punggung tangan Beatrice dan berusaha menghalau segala kecemasannya. Beatrice menganggukkan kepalanya pelan, ia berusaha meyakini perkataan Kendrick bahwa semuanya akan baik – baik saja.
Keduanya kemudian duduk dibangku kayu dihalaman samping rumah setelah menyelesaikan makan malamnya. Kendrick menyandarkan tubuhnya pada punggung bangku, sementara Beatrice duduk dengan nyaman dalam dekapan dada bidangnya.
“ Apakah aku boleh menanyakan sesuatu Ken? “ tanya Beatrice seraya memainkan kancing sweater Kendrick. Tiba – tiba Kendrick menggigit lengan Beatrice lembut, membuat perempuan itu sedikit kaget dan bergumam pelan.
“ Sakit Ken! “ Rengek Beatrice sambil menarik tubuhnya dari pelukan Kendrick, ia memukul dada lelaki itu pelan.
Sementara dari dalam rumah Bibi Rasi dan Bibi Inah mengintip mereka berdua dari jendela kaca yang tertutup vitrase tipis. Bibi Rasi terlihat tersenyum dengan sangat bahagia seraya meremas – remas kain gorden karena merasa gemas melihat keduanya.
“ Aku sangat senang melihat Tuan sekarang Nah, lihatlah senyuman Tuan kembali lagi. “ Ucap Bibi Rasi pada Bibi Inah yang berdiri dibelakangnya.
“ Benar, aku juga. Terlebih Nyonya Beatrice adalah perempuan yang sangat menarik, bahkan Nyonya mau melakukan segala sesuatu sendiri. “ Kagum Bibi Inah saat memandangi Beatrice. Kedua asisten rumah tangga itu kemudian mengendap – endap menjauhi jendela kaca itu dan membereskan perlatan dapur yang masih sedikit berserakan di wastafel.
“ Kamu tadi mau bertanya apa sayang? “ Kendrick kembali memainkan rambut Beatrice dengan lembut.
“ Jadi sejak kapan kamu menyukaiku? “ Tanya Beatrice kemudian, sementara Kendrick terlihat berfikir saat mendengarkan pertanyaan Beatrice.
__ADS_1
“ Hmmm, sejak kapan ya? Aku tidak tahu sayang, hanya saja saat kita pergi ke pantai dan kamu menolong anak kecil itu hatiku menjadi bergetar. Aku menyadari kelembutan hatimu, bahkan pada orang – orang yang baru kamu temui untuk pertama kali. “ Kendrick mengeratkan pelukannya pada Beatrice.
“ Hmm, bukankah itu adalah hal yang wajar? “ Kata Beatrice saat mendengar jawaban Kendrick.
“ Tidak semua orang bisa melakukan hal itu sayang. “ Kendrick mengecup kening Beatrice lembut.
“ Aku tidak pernah mengira Ken, jika aku memiliki mu. Aku sangat bahagia bisa memilikimu. “ Beatrice mengsuap lembut punggung tangan Kendrcik.
“ Sayang, panggil aku sayang. “ Terdengar Pria tampan itu merengek pelan.
“ Hehehe, iya sayang. “ Beatrice terkekeh dengan ucapannya sendiri. Ia masih merasa sangat canggung jika harus memanggil Pria itu dengan sebutan sayang.
***
Beatrice terlihat nyaman menyandarkan tubuhnya dipelukan hangat Kendrick, membuatnya memejamkan mata dan terlelap meski mereka duduk diluar rumah. Pria itu menatap dalam wanita yang sedang dipeluknya itu, sesaat ia menyibakkan rambut halus yang jatuh pada wajah cantik Beatrice. Dengan hati – hati Kendrick menyentuh paras ayu istrinya itu, perlahan ia mengusap pipinya, hidungnya hingga bibir mungilnya.
Kendrick mengecup pelan bibir lembut Beatrice, sementara perempuan itu tetap hanyut dalam tidurnya yang tampak nyaman. Melihat Beatrice yang sudah terlelap, Kendrickpun mengangkat tubuh mungil itu dan menggendongnya masuk kedalam rumah. Dengan tubuh gagahnya ia membawa wanitanya itu masuk kedalam kamar dan membaringkannya keatas ranjang.
“ Hmm, bahkan kamu belum menggosok gigi mu sayang. “ Ucap Kendrick sesaat setelah membaringkan Beatrice dan menutup tubuhnya dengan bedcover.
Lelaki itu tidak berajak, ia duduk pada pinggiran ranjang dan masih menatap Beatrice lekat. Sesekali ia mengusap rambutnya pelan, sesekali ia tersenyum saat memandang wajah cantik itu, sesekali ia juga terlihat menyentuh jemari lentik Beatrice.
“ Aku bahagia bisa bertemu dengan wanita sebaik dirimu sayang. “ Bisik Kendrick lembut, lalu meninggalkan kecupan kecil di kening Beatrice sebelum ia pergi mengganti pakaiannya dengan piyama.
Kendrick kemudian menyusul Beatrice keatas ranjang, ia menarik tubuh istrinya itu kedalam pelukannya. Pria itu mendekap Beatrice dengan sangat erat, lalu memejamkan matanya.
__ADS_1
“ Terima kasih Beatrice, karena bersedia menjadi istriku. “ Ucap Kendrick kemudian hanyut dalam tidur lelapnya.