THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
KANTOR


__ADS_3

    Setelah hampir empat jam mengikuti meeting akhirnya Beatrice bisa meregangkan badan yang mulai pegal – pegal karena duduk terlalu lama. Meeting hari ini sangat menguras tenaganya, hingga rasa lapar menggerogoti hampir seluruh lambungnya. Segera Beatrice keluar dari ruang rapat dilantai tujuh belas dan berjalan menuju lift, terlihat lift sedang turun  menuju ke bawah dari lantai sembilan belas, Beatrice menunggu seraya menggoyang – goyangkan kaki nya.


Ting!


    Pintu lift terbuka, terlihat disana satu orang berdiri ditepi lift dan yang mencengangkan adalah ada Kendrick beserta Clovis didalam bilik kecil itu. Juga terlihat disana seorang wanita yang waktu itu dibandara dan dua orang perempuan lainnya. Beatrice hanya terpaku menghentikan langkahnya mengurungkan niat untuk masuk ke dalam lift.


“ Be cepatlah naik “ seorang pria yang ternyata Rigel meraih cepat tangan Beatrice  dan menariknya masuk kedalam lift. Rigel, pria manis yang  sebenarnya dekat dengan Beatrice, mereka berbeda departemen tetapi mereka selalu berada disatu sekolah yang sama sejak SMA sehingga mereka sangat akrab. Saat melihat Rigel menarik tangan Beatrice,  Clovis terbatuk – batuk karena merasa tidak enak kemudian Beatrice pun melepaskan genggaman tangan Rigel. Beatrice berdiri tepat disamping Rigel, sementara berjarak beberapa sentimeter dibelakangnya ada Kendrick yang menyandarkan bahunya pada dinding.


“ Meeting dengan Departemen ku rasanya berjalan alot ya Be, sampai melamun “ ucap Rigel seraya menyenggol bahu Beatrice dengan lengan nya.


“ Hah, dasar manajermu membuatku sakit kepala “ Beatrice mendengus sebal mengingat meeting hari ini yang membuat Departemennya menjadi bulan – bulanan. Bahkan pembahasan skandal Kendrick juga masuk dalam daftar meeting hari itu.


“ Ayo makan, biar reda emosi mu. Aku lihat bibi penjual makanan kesukaanmu diujung kantor sudah berjualan sejak hari pertama kamu cuti “ ujar Rigel lagi.


“ Serius? “ Beatrice memutar badannya memandang Rigel. Tiba – tiba pria itu  mengusap rambut Beatrice seperti biasanya, Rigel selalu melakukan itu saat Beatrice sedang terlihat lelah ataupun sedih serta saai ia merasa butuh suntikan semangat. Terdengar Clovis terbatuk – batuk lagi, sementara Beatrice melirik Kendrick yang seperti sedang mengawasinya.


“ Jadi bagaimana liburanmu? Bisa – bisanya kamu tidak membalas pesanku sama sekali? Bukankah Kath tidak jadi pergi dengan mu? “ lanjut Rigel tanpa mempedulikan Clovis.


“ Biasa saja Gel, karena liburan sendiri tidak pernah semenyenangkan saat aku bersama Kath” jawab Beatrice seraya gelisah menunggu supaya lift dapat segera tiba di lantai dua yang ia tuju.


“ Lalu pertanyaanku tempo lalu Be? Bukankah kamu belum menjawabnya? “ deg! Setengah berbisik Rigel melontarkan pertanyaan itu pada Beatrice, ya, sebelumnya memang Rigel menyatakan perasaannya pada Beatrice. Ia bilang menyukai Beatrice, namun Beatrice belum memberikan jawaban apapun pada Rigel. Kerena sejujurnya ia tidak ingin merusak pertemanan mereka, Beatrice sangat senang dan nyaman berteman dengan Rigel.


“ Apakah kamu sedang sakit ? “ Beatrice meninggikan suara nya seraya menempelkan tangannya pada kening Rigel.

__ADS_1


“ uhuk uhuk uhuk uhuk “ terdengar Kendrick terbatuk – batuk dan cukup keras. Beatrice pun menoleh kearahnya,sementara Clovis memandang Beatrice kesal.


“ Apakah anda baik – baik saja Tuan ? “ tanya Beatrice pura – pura. Kendrick hanya mendengus sebal melihat Beatrice menanyakan keadaannya, kemudian Kendrick meraih HP dari sakunya.


Ia mengirim pesan pada ‘kekasihnya’ itu.


>>> Kendrick Leandro wrote message <<<


“ Jagalah sikapmu, kau ingin membuat Clovis mencurigaimu?  “


    Sedikit kesal Beatrice memalingkan wajahnya dari Kendrick.


“ Aku serius Be “ terdengar suara Rigel lagi sementara Beatrice hanya diam, untung lift hampir sampai dilantai dua. Gadis itu ingin segera lari dari keadaan yang berada diluar kendalinya ini.


“ Sana cepat turun, kutunggu ditempat biasa “ ucap Rigel lagi. Belum sempat Beatrice menjawab Rigel, Kendrick sudah mengirim  pesan pada Beatrice  lagi.


>>> Kendrick Leandro wrote message <<<


“ Kamu duluan saja Gel,  ada yang harus kukerjakan dulu “ Beatrice menolak Rigel karena ‘calon suaminya’ mengajak bertemu sebelum dia meninggalkan kota ini.


“ Mau kubungkusin? “ tanya Rigel lagi.


“ Ngga perlu Gel, dah “ ucap Beatrice, kemudian keluar dari lift  meninggalkan mereka. Segera Beatrice bergegas menuju ruangannya, meletakkan berkas serta laptop kemudian ia keluar menuju basement yang disebutkan oleh Kendrick tadi.

__ADS_1


    Saat tiba di basement, Clovis dan tiga orang perempuan menunggu diluar mobil yang dipakai Kendrick sejak kemarin. Tanpa aba – aba Clovis membukakan pintu mobil mempersilahkan Beatrice untuk segera naik.


“ Ada apa ? “ tanya Beatrice pada Kendrick sesaat pintu mobil tertutup.


“ Bukan kah akan aneh jika kita berpacaran namun tidak bertemu sebelum aku pergi?  Clovis dan Tim Makeup sudah mengetahui hubungan kita, Clovis dan Laura sudah pernah bertemu denganmu dan baru saja mendengar pembicaraan aneh mu di lift  dengan seorang pria. Tidak kah mencurigakan jika aku tidak menemui mu ? “ Kendrick membeberkan beberapa hal yang sangat logis. Beatrice hanya mengangguk dan merasa tidak enak karena ternyata Kendrick mendengarkan obrolannya dengan Rigel.


“ Pria itu menyukai mu ? “ tebak Kendrick, dan Beatrice tetap diam tidak memberikan jawaban apapun padanya.


“ Minggu depan aku datang bersama Ayah dan Ibu, rasanya kamu harus segera mengajukan resign mu ke perusahaan “ lanjut Kendrick terdengar seperti sebuah perintah.


“ Secepat ini ? “ Beatrice hampir tidak menyadari jika ia harus segera berhenti bekerja untuk mengikuti Kendrick.


“ Bukankah kamu akan sibuk mempersiapkan semua berkas pernikahan kita? “ dengan ringan Kendrick mengatakan ‘pernikahan kita ‘ . Beatrice menghela nafas, baru menyadari jika benar ia akan menikah dengan Kendrick. Meski hanya sebuah pernikahan palsu pada akhirnya ia harus menikah dengannya, karena keputusan gegabahnya waktu itu.


“ Baiklah, hampir aku melupakannya “ jawab Beatrice. Kemudian Kendrick mengulurkan sebuah paper bag berwarna pink kearah ‘calon istrinya’, Beatrice menerima bingkisan itu dengan sedikit bingung.


“ Makanlah, setidaknya saat kamu tidak sempat cari makan “ ucapnya lagi. Kemudian Beatrice segera membuka isi paper bag tersebut, ternyata berisi kue yang ia makan dirumah Kendrick malam itu Milk Cheese Cookies. Beatrice  takjub hingga tidak mengatupkan bibirnya, ia tidak menyangka Kendrick membawakan makanan ini.


“ Aku tahu kamu sangat menyukainya “ lanjut Kendrick lagi.


“ Terima kasih Ken, hati – hati diperjalanan sampai jumpa minggu depan “ Beatrice segera membuka pintu namun Ken manarik Beatrice ke pelukannya.


“ Clovis mengawasi kita dari jendela “ ujar Kendrick berbisik ditelinga Beatrice. Tampak melalui kaca jendela mobil  Clovis salah tingkah dan meminta tim nya yang lain membalikkan badan agar tidak melihat adegan bermesaraan Kendrick dan Beatrice.

__ADS_1


    Tak lama Beatrice melepaskan pelukan Kendrick, mukanya merah padam gadis itu sangat malu dan tidak menyangka Kendrick akan memeluknya. Segera Beatrice  turun dan berlari menjauhi mobil yang ditumpangi Ken itu, nafasnya tersengal – sengal. Jatungnya berdegup semakin kencang, ia tidak menyangka Kendrick akan sejauh ini.


“ Jangan buat ku berdebar Ken “ Beatrice berucap pada dirinya sendiri.


__ADS_2