THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
LIBURAN DIMULAI


__ADS_3

Setelah satu setengah jam penerbangan akhirnya pesawat mendarat, saat dipersilahkan turun dari pesawat Beatrice segera menghambur keluar. Ia  berjalan menuju tempat pengambilan bagasi, setelah mendapatkan tasnya ia keluar dari area kedatangan. Wanita itu berjalan menuju stasiun kereta untuk menuju hotel.


Sesampainya di stasiun dia melihat jadwal dan jurusan kereta yang akan menuju tempat terdekat dengan hotel yang akan ditempatinya. Tidak menunggu lama, kereta sudah datang dan segera Beatrice naik, berusaha menikmati perjalanan dan membuang segala kekesalan nya tadi pagi.


Dua puluh menit kemudian ia sudah tiba di stasiun tujuan, Beatrice segera turun dan keluar dari stasiun. Sebelumnya, ia sudah bertanya kepada petugas stasiun kendaraan apa yang melewati hotel tempatnya menginap. Atas saran petugas stasiun ia segera menuju ke sebuah halte bis, menunggu bis dengan nomor 23 yang akan membawanya tepat berhenti didepan hotel.


“ Selamat siang Nona, ada yang dapat kami bantu “ sambut receptionist dengan ramah sesampainya Beatrice di hotel.

__ADS_1


“ Apakah saya dapat menggunakan PC Pengunjung? HP saya sedang terkendala, sehingga saya tidak dapat menunjukkan voucher menginap saya. “ ujar Beatrice pada petugas hotel seraya menunjuk sebuah PC yang ada di lobby.


“ Oh tentu saja Nona, silahkan “ kemudian salah seorang petugas lainnya mengantarnya menuju meja PC tersebut. Beatrice segera membuka email dan didapatinya voucher menginap yang ia maksud, petugas hotel pun membantunya mencatat voucher tersebut dan memproseskan check in nya.


“ Nona, maaf apakah di sekitar hotel ada service centre HP ya? “ tanya Beatrice pada petugas hotel. Kemudian petugas hotel memberitahu Beatrice  service centre yang letaknya tidak begitu jauh dari hotel.


Sesudah proses check in selesai Beatrice segera menuju kamarnya, ruangannya tidak terlalu luas hanya berisi satu buah ranjang ukuran sedang, lemari pakaian yang menempel dinding, dua buah kursi dengan sebuah meja, dengan sebuah lukisan tergantung manis didinding diatas ranjang. Beatrice segera menyusun barang – barangnya dengan rapi, kemudian segera membersihkan diri supaya tubuhnya lebih segar dan relax.

__ADS_1


Setelah keluar dari service center Beatrice melihat sebuah tempat makan tenda dipinggir jalan yang sangat ramai. Sekumpulan orang tampak sedang mengantri makanan disana, rasa penasarannya menggeliat dan ia


menghambur  menuju tempat makan itu. Beatrice memesan satu porsi mie pedas ukuran sedang, dengan lauk pelengkap beraroma ikan dan satu buah es serut.


Seusai menyantap makanannya, ia memutuskan untuk mengunjungi sebuah galeri seni yang letaknya tidak begitu jauh dari tempat dia makan hanya sekitar 15 menit berjalan kaki.


Sesampainya di galeri, Beatrice dibuat terpukau, matanya dimanjakan dengan berbagai macam benda – benda bersejarah yang antik, lukisan – lukisan cantik yang menawan.  Beatrice  hanya berdiri terpaku melihat setiap karya – karya yang ada didalam galeri tersebut. Wanita yang akrab disapa Be itu,  sungguh menikmati segala keindahan yang disajikan oleh setiap benda yang memiliki cerita disana.

__ADS_1


Tidak terasa waktu hampir menunjukkan pukul enam sore, Beatrice segera keluar dari galeri seni. Kembali ia mencari halte bus terdekat untuk kembali ke hotel, meski kaki nya terasa semakin sakit namun ia merasa sangat puas. Energi yang dihabiskan untuk bekerja selama ini terasa tergantikan oleh keindahan galeri seni yang tadi dikunjungi nya.


Setiba nya dihotel Beatrice mengambil air hangat dari shower dan handuk yang masih bersih, ia mengkompres kaki nya yang terasa nyeri. Setelahnya, membersihkan diri dan bersiap tidur mengumpulkan tenaga untuk rencana liburan esok.


__ADS_2