
Sam sekilas melirik Beatrice dan Kendrick melalui kaca spion didepannya, matanya tidak sengaja beradu dengan mata Kendrick yang juga balik menatapnya. Kendrick tersenyum sinis pada Sam, membuat lelaki itu tertunduk malu dan kembali memfokuskan diri melihat jalanan didepannya.
“ Sam! Apakah kamu selalu melakukan hal itu saat membawa istriku? “ Suara Kendrick membuat Beatrice menarik badannya dari pelukan sang suami.
Sam sedikit bergidik saat mendengar teriakan Kendrick baru saja, wajah nya terlihat pias dan berusaha tetap tenang. Sam belum benar – benar mengenal Tuannya, karena dia memang baru saja bergabung bekerja bersama Kendrick. Lelaki yang Sam layani ini adalah tipikal Pria yang mudah marah dan kesal jika sesuatu yang ia punya dilirik oleh orang lain.
“ Maafkan saya Tuan. “ Sam menyadari Tuannya tidak menyukai perbuatannya baru saja.
“ Perlu kau ingat Sam, ada batasan antara dirimu dengan Beatrice. Aku tahu bagaimana baiknya istriku, tetapi jangan lantas membuatmu merasa dia adalah temanmu. “ Ucap Kendrick sedikit kasar.
“ Sayang! Sudahlah, memang nya apa yang salah dari Sam? Kalau kamu galak begini dia pasti akan segera kabur! “ Beatrice memukul dada bidang Kendrick dengan pelan.
Sejujurnya Kendrick sedang cemburu melihat Beatrice yang cukup perhatian pada Sam, terlebih tadi saat tidak sengaja Sam menyentuh jemari Beatrice. Wajarnya seorang yang sedang kasmaran, Kendrick benar – benar tidak ingin melihat Beatrice berdekatan maupun akrab dengan lelaki lain selain dirinya.
“ Hmm. “ Kendrick hanya berdehem pelan menjawab Beatrice seraya mencibikkan bibirnya.
“ Jangan marah – marah, nanti cepat tua. “ Beatrice berbisik dengan sangat pelan tepat ditelinga Kendrick, hingga membuat lelaki tampan itu sedikit merinding.
“ Jangan menggodaku ya. “ Dengan gemas Kendrick kembali menarik Beatrice kedalam pelukannya lalu menghujani pipi Beatrice dengan ciuman ciuman kecil, dan mengabaikan keberadaan Sam disana.
***
Pagi itu Kendrick menarik lagi selimut yang menutupi tubuhnya, ia kembali meringkuk disamping Beatrice seraya memeluk tubuh wanita itu. Rasa malas menggerogoti seluruh dirinya, ia tampak enggan untuk beranjak dari atas ranjang.
Beatrice perlahan membuka matanya, ia sedikit merasa sesak karena Kendrick memeluknya terlampau kuat. Ia menggosok kelopak matanya pelan, lalu berusaha melepaskan diri dari kurungan pria berbadan tegap disampingnya.
“ Ayo bangun Ken, bukankah kamu ada pekerjaan hari ini? “ Beatrice menggoyang – goyangkan badan Kendrick sedikit kuat.
__ADS_1
“ Hmm, masih nanti siang sayang. Ayo tidur lagi. “ Kendrick kembali menarik tubuh Beatrice lebih dalam kedalam dadanya.
“ Aku harus bekerja Ken. “ Beatrice mengangkat wajahnya memandang wajah Kendrick, mata pria itu masih terpejam dan ia pun tidak bergeming.
Mau tidak mau Beatrice menuruti permintaan suaminya yang terlihat kekanak – kanakan sejak semalam. Ia membenamkan wajahnya pada dada bidang suaminya dan kembali memejamkan matanya membiarkan matahari menyembul lebih tinggi dibalik awan.
***
Pukul sepuluh pagi Beatrice benar – benar sudah terjaga dari tidurnya, ia tidak dapat memejamkan matanya lagi. Segera ia beringsut dari dekapan Kendrick yang tidak begitu kuat, kemudian menyelinap kedalam kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kedai kopi.
Beberapa saat Beatrice membasuh tubuhnya dibawah pancuran air hangat didalam bilik berdinding kaca itu. Perasaannya sedikit terasa gundah saat tiba – tiba mengingat pertemuannya dengan Regina semalam. Ia juga merasa sedikit janggal dengan sikap Kendrick yang tiba – tiba saja menjadi sangat posesif, bahkan pada Sam ia bisa cemburu.
“ Kamu berusaha melarikan diri dari ku sayang? “ Suara Kendrick mengagetkan Beatrice yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi.
“ Hahaha bukan begitu Ken, aku hanya... “ Beatrice belum menyelesaikan kalimatnya namun terhenti karena suara nyaring dari ponsel milik Kendrick. Seseorang menelponnya pagi itu.
Beatrice keluar dari kamar ganti dan langsung menuju kedepan meja rias namun ia tidak mendapai Kendrick diatas ranjang, rupanya lelaki tampan itu sudah berada didalam kamar mandi. Segera perempuan cantik itu mengaplikasikan beberapa rangkaian kosmetik pada wajahnya, mulai dari serum, disusul dengan pelembab, kemudian BB blur, compact powder dan terakhir lipstick.
“ Cantik sekali istriku. “ Ucap Kendrick saat keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk pada pinggangnya. Ia mendekati istrinya yang masih duduk didepan meja rias dan mengecup keningnya perlahan.
“ Tunggu aku dimeja makan ya, aku antar ke Kedai. “ Bisik Kendrick lagi dan Beatrice hanya mengangguk pelan.
Setelah beres dengan wajah dan rambutnya, Beatrice segera meraih tas selempang juga baju hangatnya kemudian berlari kecil menuruni anak tangga menuju ruang makan. Melihat Bibi Rasi dan Bibi Inah tidak ada diruang makan maupun didapur, Beatrice mengangkat mangkuk sup diatas meja kemudian memanaskannya dengan microwave.
Ting!
Lampu dalam microwave padam diikuti bunyi timer yang menandakan makanan sudah selesai dihangatkan. Cepat – cepat Beatrice meraih lampin diatas meja, lalu mengangat mangkok keramik yang terlihat panas karena kuah sup tampak mengepul dari dalam mangkuk.
__ADS_1
“ Nyonya, maaf saya tidak tahu jika Nyonya sudah bangun. “ Suara Bibi Inah terdengar memenuhi seluruh dapur.
“ Hahaha Bibi, tenang saja. Hanya memanaskan makanan bukanlah pekerjaan yang sulit. “ sambung Beatrice sambil menyunggingkan senyuman cantiknya.
“ Selamat pagi Beatrice! “ Sapa Clovis yang baru saja masuk dari halaman belakang rumah bersama Sam.
“ Hai Clo, apakah sudah sarapan? “ Tanya Beatrice dengan nada riang.
“ Hmm, memangnya kenapa kalau dia belum sarapan? Ingin menyuapinya? “ Suara Kendrick terdengar sinis menjawab pertanyaan Beatrice yang belum sempat dijawab oleh Clovis.
“ Hahaha, ada apa dengan mu Ken? “ Clovis justru menggodai Kendrick yang terlihat kesal padanya karena perhatian Beatrice baru saja.
“ Entahlah Clo, dia sedang tidak bersahabat. “ Bisik Beatrice pada Clovis dan membuat Kendrick semakin murka.
“ Ayo suapi aku. “ Tukas Kendrick kekanak – kanakan sambil menarik tubuh Beatrice agar sedikit menjauh dari Clovis.
“ Hahaha, suapi dulu bayi besar mu itu Beatrice. “ Goda Clovis lagi, membuat Kendrick menatapnya kesal seraya memanyunkan bibirnya. Sementara Beatrice tersenyum tipis melihat kelakukan Kendrick yang sedikit berbeda sejak beberapa waktu yang lalu.
***
Terlihat mobil sport berwarna hammerhead silver keluaran terbaru dari Aston Martin yang dikendarai sendiri oleh Kendrick merapat disisi jalan tepat didepan kedai kopi milik Beatrice. Tidak lama kemudian SUV berwarna hitam yang biasa dipakai oleh Beatrice menyusul menepikan diri didalam tempat parkir, Sam menyembul dari balik pintu mobil dan langsung masuk kedalam kedai kopi.
“ Hati – hati saat bekerja sayang, aku mungkin akan pulang terlambat karena ada wrap up party malam ini. “ Kendrick mengelus lembut kepala Beatrice.
“ Oke, kabari aku jika memang terlambat pulang. “ Sambung Beatrice seraya memengang jemari Kendrick.
“ Hmm, see you tonight baby. “ Kendrick mengecup singkat puncak kepala Beatrice lalu membiarkan wanita itu keluar dari dalam mobil dan berjalan menjauhi nya menuju kedalam bangunan kedai.
__ADS_1