THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
OBROLAN ' SEPASANG KEKASIH '


__ADS_3

    Beatrice dan Kendrick memasuki bangunan utama Hotel tersebut, ia langsung berjalan menuju lift kemudian Kendrick melepaskan tangannya  dari pinggang ‘ kekasihnya’ saat sudah tidak ada orang disekitar mereka. Saat lift berhenti didepan mereka, segera Kendrick masuk tanpa mengucapkan apapun pada Beatrice, ia pun hanya bisa mengikuti Kendrick.


    “ Mau kemana kita? “ tanya Beatrice setelah ia menekan angka 8 pada tombol lift.


     “ Kita bicara dikamarku saja, karena pasti kamu tidak nyaman jika kita bicara diluar. Orang akan menatapmu dengan sangat aneh, seperti saat kita berjalan kemari “ jawab Ken tanpa menengok kearah Beatrice sedikitpun. Beatrice hanya menghela nafas, sedikit heran dengan sikapnya yang cukup dingin tidak seperti tadi.


    Mereka berdua segera masuk kedalam kamar, Beatrice duduk disofa sementara Ken langsung kearah mini bar mengambil minum. Ia membuka satu kaleng minuman bersoda dan meneguknya dengan cepat. Pemandangan yang indah, membuat Beatrice kembali menatap Kendrick tanpa berkedip.


    “ Apa yang ingin kamu bicarakan ? “ tanya Beatrice setelah terjaga dari pandangannya pada Ken, kemudian Kendrick duduk pada sofa disampingnya.


    “ Tidak ada, hanya bagian dari skenario orang berpacaran. Apakah kamu tidak pernah pacaran, hingga hal semendasar ini tidak paham? “ Ken menatap Beatrice seraya mengernyitkan keningnya. Beatrice hanya diam mendengar perkataannya, memang faktanya Beatrice belum pernah pacaran dengan serius sebelumnya.


    “ Ken, apakah ini benar untuk kita lakukan ? “ ucap Beatrice memecah keheningan diantara mereka.


    “ Apa kau mulai ragu ? “ jawabnya seraya menggerakkan jari – jari nya  pada layar HP.


     “ Apakah semua akan baik – baik saja? “ tanya Beatrice lagi.


    “ Sudah tidak ada waktu untuk mundur Beatrice, kau telah menyetujui semuanya sejak awal “ Kendrick kemudian meletakkan keras HP nya diatas meja.


    “ Sebenarnya apa yang membuatmu mengiyakan tawaran ku untuk menikah? “ gantian ia bertanya pada Beatrice seraya menyentuh dagunya berkali – kali. Beatrice hanya menghela nafas, mendongakkan kepalanya  bersandar pada sofa dan menatap langit – langit kamar.


     “ Aku sendiri tidak tahu apa yang kupikirkan, sepertinya aku sudah tidak waras. Awalnya aku takut perusahaan kami akan merugi jika skandalmu tidak dihentikan, kami tim produksi akan terdampak karena memilih mu sebagai brand ambassador. Namun semakin lama aku sadar, ini bukan kapasitasku memikirkan perusahaan Kendrick. Hingga aku menyadari, aku tidak memiliki alasan yang masuk akal hingga bisa menerima tawaran menikah denganmu “ Beatrice pada akhirnya juga tidak mengerti apa yang menjadi alasannya menikahi Kendrick.


    “ Jika kamu menginginkan uang, kenapa kamu tidak menyebutkan jumlah uang yang kamu minta dari ku? Jika kamu menginginkan ketenaran kenapa kamu tidak mau terekspos menikah denganku? “ cecarnya.


     “ Be, tapi paling tidak aku harus mengekspos satu foto pernikahan kita pada publik agar mereka yakin skandal itu tidak benar “  imbuhnya lagi seperti baru teringat tujuan utamanya menikah.


     “ Pilih foto yang wajahku tidak begitu terlihat Ken “ jawab Beatrice sesaat setelah ia berfikir.


    Kemudian mereka hanya duduk diam tanpa saling berbicara, mau bagaimanapun mereka hanyalah orang asing yang memiliki ide gila untuk menikah. Beatrice mungkin sangat mengenali dan menyadari akan eksistensi Kendrick di dunia ini, namun bagaimana dengan Kendirick bahkan ia tidak pernah menyadari keberadaan Beatrice sebelumnya.


     “ Lalu apa yang akan kamu lakukan setelah kita menikah? Aku tidak mengizinkan mu bekerja di perusahaan, jika memang mau bekerja di perusahaan akan kusampaikan pada Ayah untuk mencarikan posisi yang tepat buatmu “ tiba – tiba Kendrick menanyakan rencana Beatrice setelah ‘menikah’ dengannya.

__ADS_1


    “ Belum yakin, mungkin aku akan membangun impianku setelah ini “ jawab Beatrice ringan.


    “ Impian? “ tanyanya


    “ Ya, mungkin sebuah coffee shop dengan bakery “ Beatrice  menjawab seraya tersenyum.


    “ Sepertinya tabunganku sudah cukup untuk menyewa sebuah tempat dan membeli coffee maker dan perlengkapan  baking yang memadai “ sambung Beatrice. Kendrick memandang Beatrice seraya menyangga kepalanya dengan tangan kirinya.


    “ Kenapa? “ tanya Beatrice, namun ia hanya menggelengkan kepala.


Kringg.. Kringg.. Kringgg


    Tiba – tiba HP Kendrick berdering, ia meraihnya dan menatap layarnya sekilas namun ia letakkan kembali di meja tanpa menjawabnya. Muka nya yang semula biasa saja terlihat menjadi kesal seperti sedang menahan amarah. Beatrice penasaran dengan seseorang yang baru saja menelponnya.


     “ Jadi kira – kira kapan kamu akan terbang ke tempat kami ? “ tanya Kendrick kemudian.


    “ Jika pengunduran diriku sudah disetujui “ Beatrice menjawab singkat.


    “ Mungkin dua minggu bisa, karena Departemen kami tidak begitu kekurangan SDM saat ini “ Kendrick mengangguk mendengar jawaban Beatrice. Kemudian  HP Ken kembali berdering, kali ini ia mengangkatnya.


     “ Ada apa? “ ucap Ken pada seseorang diseberang.


    “ Aku dikamar, kemarilah “ ucapnya lagi.


     “ Clovis akan kemari jadi bersantailah, jika mengantuk tidurlah ditempat tidurku akan kubangunkan nanti saat urusanku dengan Clovis selesai “ kata Ken setelah ia menutup telepon, belum Beatrice memberikan jawaban bel sudah berbunyi dan Kendrick pun segera membuka kan pintu, Clovis datang bersama tiga orang perempuan.


     “ Oh, Nona Beatrice masih disini? “ ucap Clovis saat melihat Beatrice masih duduk di sofa.


     “ Iya Clovis “ Beatrice mengangguk dan tersenyum padanya.


     “ Be, ini Laura yang pernah bertemu dengan mu dibandara waktu itu, dia asisten ku yang membantu pekerjaan Clovis. Lalu ini Dami dan Mauren, mereka tim make up sekaligus hair stylish dan wardrobe ku, masih ada Renata dan Evan namun mereka tidak ikut “ ucap Ken memperkenalkan Tim nya pada Beatrice.


     “ Senang bertemu dengan kalian “ sapa Beatrice seraya menjabat tangan mereka.

__ADS_1


     “ Tidurlah dulu, kami akan breifing untuk photoshoot besok di kantor mu “ lanjut Ken pada Beatrice, Beatrice merasa bahwa  sepertinya mereka membutuhkan privasi sehingga ia pun beranjak.


    “ Ken aku pulang saja ya? “ pinta Beatricepada Ken, karena merasa tidak enak.


    “ Ck! Tunggulah sebentar, ini tidak akan lama “ ia berdecak kesal. Melihatnya memasang wajah kesal Beatrice tidak berani menolaknya.


     “ Regina sudah tiba juga disini “ ucap Clovis hati – hati .


    “ Aku tahu, dia menelponku “ jawab Ken dingin. Sedikit Beatrice mendengarkan percakapan mereka, karena memang tidak ada sekat didalam ruangan itu. Mungkin orang yang tadi menelpon Ken adalah Regina, pikir Beatrice kemudian.


    “  Apakah mereka masih berhubungan? Lalu kalau berhubungan kenapa ia menikah denganku?  “ Beatrice berucap pada dirinya sendiri dengan suara yang hampir tak terdengar. Beatrice semakin ingin tahu dan penasaran, namun tiba - tiba timbul sedikit kekecewaan didalam hatinya. Beatrice menjadi merasa sangat kecil, saat bayangan  wajah Regina melitas dalam pikirannya.


Kriiingg... Krriiingg


    Beatrice terperanjat saat mendengar HP yang ia genggam berdering cukup keras, terlihat nama Pak Richard tertulis pada layarnya.


     “ Halo, selamat malam Pak Richard ada yang bisa saya bantu? “ujar Beatrice pada atasan yang sedang menelponnya. Sekerjap Kendrick menoleh kearah Beatrice saat mendengar nya berbicara dengan seseorang telepon.


    “ Beatrice, besok tolong gantikan Helena di acara pemotretan produk mid autumn ya. Tim mu tidak ada pengambilan gambar untuk produk yang sedang kalian handle bukan? Karena saya dan Helena harus menghadiri meeting untuk festivalnya “ ujar pria diseberang.


    Beatrice terdiam sesaat mendengar permintaan atasan nya itu. Beatrice sebenarnya sedikit keberatan karena ia tahu Kendrick dan Regina yang menjadi model mereka. Namun, karena rasa ingin tahu nya akan Regina tiba – tiba muncul, ia mengurungkan niat untuk menolak permintaan Pak Richard.


     “ Baik Pak, tapi sebelum itu bisakah besok saya bertemu dengan Bapak dahulu? Ada yang ingin saya sampaikan “ jawab Beatrice kemudian.


     “ Oke, datanglah ke ruangan saya sebelum jam 9 “jawab Pak Richard kemudian mematikan telepon.  Beatrice menghela nafas panjang seraya melemparkan Hpnya keatas ranjang.  Kemudian dengan lunglai dia ikut menjatuhkan tubuhnya kekasur, bergolek kesana kemari seraya memainkan HP nya. Tak lama terdengar langkah kaki menuju ranjang, Beatrice segera bangun.


    “ Siapa menelpon selarut ini? Ayo ku antar pulang “ ucap Kendrick saat mendapati Beatrice bangun dari ranjang.


     “ Bos ku, besok aku diminta meng handle pekerjaan temanku di pemotretanmu besok “ Beatrice menjelaskan seraya meraih tas nya yang ada didekat sofa.


    “ Kita bertemu dikantor besok? Lalu apa kau akan bertemu Ayah dan Ibu sebelum mereka ke Bandara besok? “ sambung Kendrick seraya mengambil kunci mobil dari tangan Clovis.


    “ Iya, besok pagi aku ke sini “ jawab Beatrice singkat kemudian mereka semua keluar dari kamar Kendrick. Beatrice dan Kendrick menuju lift sementara Clovis dan yang lainnya kembali menuju kamarnya masing – masing setelah saling berpamitan.

__ADS_1


__ADS_2