
Atas permintaan Beatrice, dengan berat hati Kendrick menarik tuntutan pada para penyerang yang melakukan aksi pengeroyokan pada istrinya itu. Beatrice bersikukuh agar Kendrick maupun Travis melepaskan para gadis yang menyerangnya itu. Meskipun mengiyakan permintaan adik iparnya, Travis seolah masih menyembunyikan sesuatu yang ia lihat melalui kamera pengawas di dekat halte bus.
Setelah menjalani perawatan dirumah sakit selama empat hari Beatrice sudah diperbolehkan kembali ke rumah. Kendrick dengan setia merawat dan menjagai istrinya saat berada dirumah sakit. Lelaki itu dengan sabar melakukan segala sesuatu hanya demi kepulihan Beatrice, ia rela memundurkan seluruh jadwal pekerjaannya supaya ia bisa menemani wanita cantik itu.
Kendrick juga bersikeras melarang Beatrice untuk pergi ke kedai kopi terlebih dahulu, ia ingin Beatrice benar – benar memulihkan diri. Bahkan ia sudah menyiapkan supir pribadi sekaligus bodyguard yang akan menjaga dan menemani Beatrice saat ia tidak ada.
“ Aku bisa berjalan sendiri Ken. “ Beatrice mengibaskan dengan pelan tangan Kendrick yang mencengkeram pinggangnya hendak menggendong wanita itu turun dari mobil menuju kedalam rumah.
“ Sayang?! “ Kendrick memicingkan matanya seolah tidak suka dengan penolakan Beatrice.
“ Sungguh, aku sudah baik – baik saja Ken. “ Pinta Beatrice lagi seraya mengusap pipi Kendrick dengan pelan.
Sedikit kesal Kendrick membiarkan Beatrice turun dari atas mobilnya dan membiarkan wanita itu berjalan mendahuluinya. Memang pada kenyataannya tubuh Beatrice sudah baik – baik saja, hanya menunggu luka – luka itu mengering.
“ Selamat datang kembali Nyonya. “ Sambut Bibi Rasi dan Bibi Inah saat Beatrice bersama Kendrick masuk kedalam rumah disusul oleh Clovis dan Hera.
“ Hahaha, Bibi seperti aku habis dari mana saja. “ Beatrice terlihat tidak nyaman melihat sambutan asisten rumah tangganya didepan pintu masuk dari dalam garasi.
Seorang pria berbadan tinggi tegap seperti Kendrick keluar dari arah dapur dan menghampiri pasangan suami istri itu. Lelaki berbadan kekar itu mengulurkan tangannya pada Kendrick dan tangan keduanya saling menjabat.
“ Sam, ini istri ku. Tolong jaga dengan sekuat tenaga mu, jangan sampai dia tergores sedikitpun. “ Ucap Kendrick pada lelaki yang mungkin usianya sepantaran dengan Beatrice.
“ Sayang, ini Sam. Dia yang akan menjadi supir pribadi sekaligus bodyguardmu, kemanapun kamu pergi harus membawa Sam dan tidak ada pengecualian. “ Sambung Kendrick dengan sangat tegas.
Beatrice tidak mampu lagi menolak, ia sudah berjanji pada Kendrick juga Ibu mertuanya bahwa ia akan menerima supir pribadi jika Kendrick mencabut tuntutannya pada para penggemar yang merisaknya waktu itu.
“ Mohon bimbingannya Nyonya Beatrice. “ Terdengar suara Sam yang berat, ia juga mengulurkan tangannya pada Beatrice.
__ADS_1
“ Oke, aku akan bekerja sama dengan baik. “ Beatrice meraih tangan laki – laki itu.
“ Sudah kamu istirahatlah Beatrice, aku akan minta Clovis untuk mengantarku pulang. Jika ada yang kalian perlukan telpon saja, tidak perlu sungkan. “ Tukas Hera sambil melenggang menuju dapur.
“ Terima kasih banyak Kak, sudah menjaga dan merawatku. Hati – hati dijalan ya Kak Hera, aku naik dahulu. “ Beatrice menimpali perkataan Hera, wanita cantik itu segera naik ke lantai dua diikuti oleh suaminya.
***
Beatrice segera membasuh kedua kakinya saat sudah masuk kedalam kamar mereka, ia juga segera mengganti pakaiannya dengan setelan piyama pendek. Wanita itu kemudian duduk diatas sofa panjang didalam kamar, Kendrick menyusulnya kesana.
“ Kenapa malah tidak tidur sayang? “ Kendrick menjatuhkan tubuh nya pada bagian kosong disamping Beatrice.
“ Aku sudah lelah membaringkan tubuh sepanjang waktu Ken. “ Ucap Beatrice sambil tersenyum.
Cup!
“ Akan sangat menyenangkan jika setiap hari kamu berada dirumah Ken. “ Kata Beatrice yang masih setia mengusap – usap wajah Kendrick dengan lembut.
“ Hahaha, jika aku dirumah setiap hari aku tidak bisa membiayai hidup kita sayang. “ bergantian kini Kendrick membelai rambut Beatrice dengan lembut. Ia menyibakkan rambut yang jatuh di wajah cantik istrinya itu.
Cup!
Lagi, pria itu mengecup bibir Beatrice yang sudah sembuh meski masih ada sedikit bekas luka yang tertinggal disudut bibirnya.
“ Maaf kan aku sayang, aku membuatmu seperti ini. “ Sesal Kendrick seraya menyentuh sudut bibir Beatrice yang masih terdapat noda hitam yang mengering.
“ Tidak Ken, aku sendiri tidak mau mendengarkan mu dan Clovis. Jika aku mau memakai supir sejak awal, pastinya tidak akan menjadi seperti ini. “ Beatrice menimpali dengan bijak.
__ADS_1
“ Jangan pernah terluka lagi sayang. “ Pinta Kendrick bersungguh – sungguh.
Beatrice membenamkan wajahnya pada perut Kendrick yang tercetak bak roti sobek itu, sambil melingkarkan tangannya memeluk pinggang suaminya. Kendrick hanya memandang wanita itu dengan senyuman yang tidak henti – henti nya pudar dari bibir sexy nya itu.
“ Aku sangat bahagia Kendrick, aku bisa memilikimu. Benar – benar memiliki mu. “ bisik Beatrice dari balik wajahnya yang tersembunyi.
“ Aku juga Beatrice, tidak sengaja bertemu dengan mu adalah sebuah keberuntungan. “ Jawab Kendrick.
Lelaki itu kemudian melepaskan pelukan Beatrice, ia kemudian mengangkat tubuh mungil istrinya dan memindahkannya keatas ranjang. Ia menidurkan Beatrice dengan pelan keatas tempat tidur, dengan hati – hati ia menarik tangannya dari lekukan pinggang Beatrice.
Ia memandang mata Beatrice yang berbinar indah, Kendrick mengecup kening Beatrice dengan lembut. Kemudian berganti ke hidung, kedua pipi Beatrice, lalu berhenti pada bibir tipis istrinya. Kendrick ******* dengan lembut bibir itu, perlahan Beatrice juga membalas ciuman Kendrick yang semakin dalam itu.
“ Aku sangat merindukanmu sayang. “ Bisik Kendrick saat melepaskan ciumannya.
Belum sempat menjawab ucapan Kendrick, lelaki itu sudah menghujaninya lagi dengan ciuman yang lebih dalam namun tetap lembut. Tangan Kendrick dengan lincah membuka setiap kancing piyama Beatrice dan menanggalkannya. Perlahan ia meleburkan dirinya kedalam diri Beatrice, keduanya melewati sore hari yang panjang dan menghangatkan.
Beatrice menarik bedcover hingga kebagian lehernya, sementara Kendrick dengan tubuh polosnya masih memeluk erat tubuh istrinya, tidak membiarkan Beatrice beringsut dari dekapannya barang semenit pun. Wanita itu memandang wajah tampan Kendrick yang masih terlelap, ia menyentuh dengan pelan wajah suaminya itu.
“ Aku sangat mencintaimu Kendrick. “ Bisik Beatrice lembut.
“ Aku juga sangat mencintai mu sayang. “ Kendrick menimpali dan masih memejamkan matanya.
“ Hahaha, aku kira kamu tidur Ken. “ Beatrice menepuk pelan dada Kendrick.
“ Hmmm aku ingin seperti ini sampai besok pagi. “ Sambung Kendrick dengan manja nya.
“ Hmm, ayo mandi Ken. Sudah hampir waktu makan malam Ken. “ Beatrice menggoyangkan tubuh Kendrick pelan.
__ADS_1
“ Kamu lapar ya sayang? Padahal aku sudah kenyang karena bersamamu. “ Canda Kendrick seraya menyibakkan bedcover lalu melenggang ke kamar mandi tanpa memakai apapun, membuat Beatrice terkekeh melihat Kendrick yang tidak memiliki rasa malu sedikitpun.