THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
KEMARAHAN KENDRICK


__ADS_3

Bip!


Terdengar suara pintu depan terbuka tepat saat Kendrick meraih gagang pintu menuju garasi. Mendengar bunyi pintu terbuka Kendrick melepaskan tangan nya dari handle pintu dan berlari menuju ruang tamu. Benar saja, Beatrice baru saja masuk kedalam rumah.


“ Dari mana kamu?! “ Teriak Kendrick pada Beatrice yang masih melepaskan sepatunya.


Beatrice hanya memandang Kendrick dengan tatapan nanar, ia masih malu mengingat kejadian semalam juga ia merasa kesal karena teriakan Kendrick baru saja. Perempuan itu hanya diam dan berlalu melewati Kendrick. Beatrice berjalan menuju dapur, dilihatnya Bibi Inah sedang mencuci peralatan makan.


“ Halo Bi. “ sapa  wanita itu sambil meraih gelas kaca dan mengambil air kemudian meneguknya habis, Kendrick mengikuti gadis itu dan tidak melepaskan tatapannya dari Beatrice.


“ Selamat malam Nyonya. “ wanita paruh baya itu menjawab sapaan Beatrice dengan sungkan.


Beatrice kemudian melenggang meninggalkan dapur dan langsung menuju kamar, masih tidak berbicara dengan Kendrick yang terus mengekornya.


Bang!


Kendrick membanting daun pintu dengan keras, Beatrice langsung berjalan ke meja rias, meletakkan tas nya dan kemudian menghapus sisa – sisa bedak yang masih menempel pada wajah cantiknya. Kendrick mengawasinya dari sofa seraya menyilangkan tangannya didepan dada.


“ Dari mana kamu? “ suara Kendrick terdengar lebih lembut.


“ Tadi dari rumah Ibu, lalu aku ke kedai kopi. “ Beatrice menjawab singkat pertanyaan Kendrick lalu berjalan menuju kamar mandi. Sekelebat Kendrick mengejar Beatrice dan menarik tangannya dengan cukup keras. Lelaki itu mendudukkan nya di sofa dan masih mencengkeram tangan Beatrice dengan erat.


“ Apa kamu akan terus melarikan diri seperti ini saat orang lain sedang bicara dengan mu? “ sorot mata Kendrick kali ini benar – benar terlihat sedang marah.

__ADS_1


“ Apa kamu lupa yang kukatakan pada mu? PERGI SESUDAH AKU PERGI DAN PULANG SEBELUM AKU DATANG! “ bentak Kendrick kemudian.


“ Aku mengurus kedai Ken, aku tidak melarikan diri. “ Beatrice tertunduk, ia takut dengan sikap Kendrick. Baru kali ini Kendrick terlihat sangat marah padanya.


“ Apa kamu tidak punya mulut untuk mengatakan nya pada ku? Apa kamu benar – benar tidak ada waktu untuk mengabariku meski hanya lewat pesan? “ masih dengan erat Kendrick memegang tangan Beatrice.


“ Maaf Ken, aku lupa. HP ku didalam tas aku tidak sempat menyentuhnya. “ Beatrice berbohong, sebenarnya dia memang berniat untuk menghindari pertemuan dengan Kendrick. Tetapi dia tidak menyangka jika respon Kendrick akan seperti malam ini.


“ Lupa? Ini masalah komunikasi orang yang tinggal satu rumah Beatrice! Bibi juga sudah memberitahu mu jika aku pulang lebih cepat! Tapi apa kamu bilang baru saja? Lupa? Lalu mengapa tadi malam kamu harus pergi meninggalkan kamar ini? “ tiba – tiba Kendrick membahas kejadian semalam. Beatrice hanya diam tidak mengatakan apapun, ia hanya berusaha melepaskan genggaman erat Kendrick yang membuat tangannya terasa sakit.


“ Aku mau mandi Ken. “ bisik Beatrice.


“ Kenapa kamu selalu begini Beatrice? “ semakin kencang Kendrick menggenggam tangan Beatrice.


“ Lalu kenapa kamu harus pergi tadi malam? Aku paling tidak suka seseorang yang kabur tanpa memberikan penjelasan apapun. “ sambung Kendrick sambil menarik Beatrice agar duduk di sofa.


“ Kenapa kamu membahas itu? Aku pergi karena tidak sanggup bertatap muka dengan mu seperti ini. Aku terlalu malu menghadapi mu Ken! “ Beatrice akhirnya bisa menarik tangannya dari genggaman tangan Kendrick.


“ Apakah aku pernah mempermalukanmu? Apa aku marah tadi malam? Kamu sendiri yang membuat situasinya menjadi pelik Be! Apa aku menyuruhmu keluar dari kamar? “ Kendrick memberikan pembelaan pada perkataan Beatrice.


“ Aku sendiri yang memiliki rasa malu Ken! Aku benar – benar tidak bisa mengendalikan diriku semalam!  Jadi apa salah jika aku malu bertemu dengan mu? “ mata Beatrice mulai berkaca – kaca.


“ Tapi jika cara mu seperti ini nama nya bukan malu Beatrice, kamu sudah menghindariku! “ Kendrick masih bertahan dengan argumennya.

__ADS_1


“ Ken, bukankah akan lebih baik seperti ini? Aku percaya, tidak bertemu dengan ku tidak akan pernah membuatmu rugi Ken! Toh pernikahan ini hanya pura – pura, biarkan aku menyukaimu dan aku tidak akan mengharapkan apapun dari mu! “ Beatrice kemudian beranjak dari sofa dan berjalan ke arah meja rias, ia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan debit card berwarna hitam yang pernah diberikan oleh Kendrick waktu itu.


“ Aku tidak akan pernah mengharapkan kamu membalas perasaanku Ken! Aku tidak pernah mengharapkan apapun darimu, baik itu perasaanmu ataupun hal lain! “ Beatrice lalu meletakkan kartu itu diatas meja, didepan Kendrick. Tatapan mata Kendrick semakin dipenuhi dengan amarah.


“ Apa maksudmu? “ Kendrick menyentuh sebal ujung kartu dengan telunjuknya.


“ Aku mengembalikannya, aku tidak membutuhkan itu. “ Beatrice kemudian berjalan menuju kamar mandi, namun lagi – lagi Kendrick menghalangi nya.


“ Ambil! “ perintah Kendrick dengan dingin sambil melirik kartu yang Beatrice tidak pernah tahu berapa jumlah uang didalamnya.


“ AMBIL! “ Kendrick semakin marah melihat Beatrice yang tetap diam tidak memberikan reaksi.


“ Apa sebenarnya mau mu Beatrice?! Apa?! Apa aku pernah melarangmu menyukaiku? Apa aku pernah mengatakan untuk tidak menyukaiku? “ Beatrice menitik kan air matanya, ia semakin takut karena suasana malam itu bersama Kendrick menjadi semakin menakutkan. Ia membuat Kendrick marah atas sikap – sikap yang sebenarnya tidak perlu ia lakukan.


“ Aku terlalu malu padamu karena hanya aku yang menyukai mu! Maka dari itu aku ingin menghindari mu! Aku tidak ingin melihatmu! Aku malu Kendrick! Aku tidak tahu jika aku bisa menyukai mu seperti ini! " sambil tersedu – sedu Beatrice berteriak pada Kendrick.


“ Lalu apa perlu kamu mengembalikan apa yang sudah kuberikan?! Jangan membuatku semakin marah pada mu Beatrice! “ Kendrick sebenarnya tidak tega melihat Beatrice menangis seperti itu, namun amarahnya masih membuncah didalam dadanya. Banyak hal yang sesungguhnya ingin ia utarakan pada Beatrice tetapi ia sudah terlanjur kesal. Terlebih saat melihat Beatrice mengembalikan kartu yang sudah ia berikan jauh hari sebelum mereka menikah.


“ Sudah mandilah! “ ucap Kendrick sambil menghela nafas, lalu membiarkan Beatrice masuk kedalam kamar mandi.


Kendrick lalu memungut kembali debit card yang masih ada diatas meja, kemudian meraih dompet Beatrice yang masih berhamburan di meja rias. Ia membuka dompet itu perlahan dilihatnya pas foto nikah mereka disana, ternyata Beatrice memasang foto mereka berdua didalam dompetnya. Ia mengusap dengan lembut foto itu dan memasukkan kembali kartu yang tadi dikembalikan oleh Beatrice. Dengan hati – hati Kendrick menaruh kembali dompet Beatrice seperti semula.


Kendrick langsung mengganti pakaiannya dengan baju tidur lalu naik keatas ranjang, ia masih memainkan HP nya disana. Sementara tidak lama Beatrice keluar dari kamar mandi, hanya mengenakan handuk kimono karena ia lupa mengambil baju ganti.

__ADS_1


“ Jangan coba – coba tidur di ruang baca! Tidur disini! “ masih dengan nada yang agak tinggi Kendrick memberikan peringatan pada Beatrice yang berlari ke kamar ganti.


__ADS_2