
Pukul dua belas siang Beatrice terlihat terburu – buru berangkat ke CANOPUS Coffee & Patisserie, Bibi Inah hingga berlari mengejarnya ke halte bus karena ia meninggalkan bekal makan siangnya dan melewatkan sarapan.
Beatrice segera berlari ke arah pantry kedai kopi dan langsung menyambar gelas kaca dari rak alumunium dan menuangkan segelas air dingin lalu meneguknya.
“ Ada apa Kak? “ Daniel menatap Beatrice dengan bingung.
“ Maaf aku terlambat Daniel, apakah semuanya baik – baik saja? “ wajah Beatrice terlihat gusar.
“ Tentu saja Kak, setiap sore kita sudah menyiapkan semuanya. Pagi ini kita kan hanya perlu memanggang these babies dan menjualnya. “ Daniel menyunggingkan senyumnya sambil menunjuk adonan kue yang sudah siap dipanggang.
“ Lagi pula Kakak adalah owner disini, tidak akan menjadi masalah akan datang jam berapapun Kak. “ seloroh Della yang baru saja masuk ke dapur sambil meraih tisu dari kotak penyimpanan.
“ Apa Kakak sedang sakit? Lihatlah bagian bawah mata Kakak terlihat sangat hitam dan cekung, apakah kurang tidur Kak? “ sambung Della sambil memandang wajah Beatrice.
“ Ah, iya hanya kurang tidur Del. “ Beatrice terlihat tersipu dan menepuk pelan kedua pipinya dengan tangan. Ia sudah mencoba menggunakan concealer untuk menyembunyikan mata pandanya, tetapi masih saja mereka masih melihat cekungan hitam dibawah matanya.
Bagaimana cekungan itu tidak muncul, semalaman Beatrice tidak bisa tidur mengingat – ingat ciuman Kendrick yang ia tinggalkan saat masih didalam mobil. Bukan sekedar kecupan seperti sebelumnya, tetapi sebuah ciuman intim yang mengisyaratkan Kendrick benar – benar menginginkan Beatrice. Hampir sepanjang malamnya Beatrice terjaga, sementara Kendrick tetap tidur dengan lelapnya disamping Beatrice seolah – olah ciuman yang dilakukannya bukanlah hal yang aneh. Hingga hampir menjelang pagi Beatrice baru dapat memejamkan matanya, dan membuatnya terlambat bangun.
***
Klingting.. Klingting
Malam itu terdengar bunyi pintu kedai kopi terbuka\, seseorang masuk kedalam kedai saat waktu sudah menunjukkan pukul sepuluh lebih lima belas menit. Bahkan didepan pintu sudah dipasang papan bertuliskan ***‘CLOSE’***\, namun laki – laki itu tetap menerobos masuk.
“ Maaf Tuan, kami sudah tutup. “ ucap Eunike tergagap dari meja kasir, sementara Nino yang sedang bertugas sebagai barista terlihat bengong melihat pria yang baru saja masuk.
“ Kendrick Leandro? “ ucap Nino terbata - bata.
“ Iya aku tahu, apa Beatrice sudah pulang? “ tanya Kendrick to the point pada kedua orang yang masih sibuk membereskan pekerjaannya.
__ADS_1
“ Ah, Kak Beatrice masih di pantry, saya panggilkan. “ dengan bingung Eunike berlari ke dapur dan memanggil Beatrice yang masih membereskan adonan bersama Okta.
Wajah Beatrice terlihat merah padam mendengar ucapan Eunike yang gagap seperti orang yang baru saja melihat hantu. Bagaimana Eunike tidak gagap, ia baru saja bertemu dan berbicara secara langsung dengan artis terkenal Kendrick Leandro. Perempuan cantik itu keluar dari dapur, ia masih mengenakan celemeknya dan mengikat rambutnya dengan membentuk bun pada atas kepalanya.
“ Sudah ku bilang jangan mengikat rambut saat diluar. “ Kendrick dengan cepat meraih ikatan rambut istrinya dan membiarkan rambut hitam Beatrice terburai indah. Seluruh karyawan Beatrice memandang mereka dengan wajah bingung dan tidak percaya. Mereka mulai menduga – duga siapa sebenarnya Beatrice, mereka juga tidak henti – hentinya memandang wajah tampan Kendrick.
“ Aku sedang didapur Ken, bagaimana kalau rambutku sampai jatuh ke kue. “ Beatrice memanyunkan bibirnya lalu merebut ikan rambut dari tangan Kendrick.
“ Ah sudah, apakah pekerjaanmu belum selesai? Ayo pulang. “ ucap Kendrick ketus namun masih terdengar manja.
“ Tunggu sebentar, duduklah dikursi aku selesaikan sedikit lagi. “ Beatrice mendorong Kendrick dengan pelan menuju kursi yang tidak jauh darinya, sementara Pria itu menuruti saja apa yang Beatrice katakan.
“ Guys, mari berkumpul didapur sebentar. “ panggil Beatrice pada seluruh karyawannya, mereka semua terlihat menurut dan mengikuti Beatrice masuk kedalam dapur.
“ Oke, jadi apa yang mungkin menjadi asumsi kalian setelah melihat Kendrick adalah benar. Aku memang istri Kendrick Leandro, tetapi aku berharap informasi ini hanya berhenti pada kalian. Jangan pernah menceritakan apa yang kalian lihat malam ini pada siapapun. Apakah aku bisa mempercayai kalian? “ ucap Beatrice pada seluruh karyawannya saat mereka sudah ada di dalam dapur.
“ Termasuk dari tim shift satu ya? “ sambung Beatrice lagi.
“ Siap Kak! “ ucap Okta lantang.
“ Kak Beatrice, bolehkah kami meminta tanda tangan dan berfoto dengan suami Kakak? “ tanya Eunike dengan berhati – hati.
“ Haha iya silahkan saja, dan aku pulang duluan ya. Kalian tolong bereskan sisanya. “ mereka mengangguk dengan girang dan mengiyakan perintah Beatrice. Perempuan itu segera menanggalkan appronnya, membersihkan tangan dan mengemasi barang – barangnya. Sementara karyawannya sedang terlihat antusias menyerbu Kendrick dengan permintaan tanda tangan dan foto bersama.
Kendrick terlihat tersenyum dengan ramah dan sesekali berpose dengan lucu saat berfoto dengan mereka. Ia juga menuruti permintaan para karyawan Beatrice untuk menandatangani kertas atau buku milik mereka.
“ Tolong jaga istri ku dengan baik ya? “ ucap Kendrick dengan ramah pada mereka yang masih mengerumuni nya.
__ADS_1
“ Hmm, mereka selalu baik padaku. Ayo pulang. “ ajak Beatrice sambil mendekati Kendrick yang masih duduk ikursinya tadi.
“ Bye semua. “ pamit Kendrick kemudian keluar dari dalam kedai.
***
Beatrice terlihat mengeringkan rambutnya didepan kaca kamar mandi dengan hairdryer, sementara Kendrick berdiri disampingnya sedang menggosok gigi. Pria itu memandang pantulan wajah Beatrice dari cermin, lalu ia tersenyum padanya.
Kendrick menyelesaikan menggosok gigi dan segera berlari ke atas tempat tidur, Beatrice segera menyusulnya setelah ia selesai mengeringkan rambutnya. Beatrice menarik bed cover yang separuhnya sudah dipakai Kendrick untuk menutupi sebagian tubuhnya.
“ Ken, apakah kita bisa memperjelas hubungan kita? Siapa kita sebenarnya? “ Beatrice membuka pembicaraan. Ia membutuhkan kepastian dan kejelasan hubungannya dengan Kendrick.
“ Apa yang kita lakukan jelas – jelas sudah melanggar perjanjian pernikahan kita Ken. “ sambung Beatrice lagi. Tetapi Kendrick diam saja, ia hanya memandang wajah Beatrice lalu menyibakkan bed covernya lalu beranjak dari tempat tidurnya.
Terdengar suara Kendrick membuka brankas yang berada diruang gantinya, sesaat kemudian ia kembali kedalam kamar sambil membawa amplop coklat ditangannya. Didepan mata Beatrice ia membuka amplop yang berisi perjanjian pernikahannya dengan Beatrice lalu merobek perjanjian itu tiba – tiba.
“ Aku ingin mengakhiri ini Be, jadilah istriku yang sebenarnya. “ ucap Kendrick setelah menghancurkan kertas perjanjian itu menjadi sobekan – sobekan kecil. Beatrice memandang Kendrick tidak percaya, namun ia benar – benar bahagia saat mendengar ajakan Kendrick baru saja.
“ Apa kamu yakin Ken? “ Beatrice dengan mata berkaca – kaca meyakinkan ucapan Kendrick.
“ Aku sudah menghancurkannya Beatrice, kita hanya perlu menghancurkan salinan milikmu. Aku benar – benar ingin hidup dengan mu bukan karena perjanjian ini Be, aku ingin menghabiskan sisa hidupku bersamamu. “ Kendrick membelai lembut rambut Beatrice.
Air mata tidak tidak terbendung kemudian jatuh dari pelupuk mata Beatrice. Ia terisak saat mendengar ucapan Kendrick baru saja, kebahagiaan menyeruak kedalam hatinya. Beatrice sangat bahagia, apa yang menjadi harapan nya kini menjadi kenyataan. Kendrick ingin menghabiskan sisa hidupnya bersama Beatrice.
“ Hei kenapa menangis? “ tanya Kendrick dengan lembut kemudian memeluk Beatrice dan mengusap kepalanya dengan lembut.
“ Aku sangat bahagia Ken, aku sangat menyukai mu, aku sangat bahagia hidup bersama mu Ken. “ Beatrice semakin terisak.
“ Sstt jangan menangis lagi Be, aku juga sangat menyukaimu. “ Kendrick menepuk – nepuk punggung Beatrice lembut.
__ADS_1
Sesudah habis tangisnya Beatrice segera beranjak dari tempat tidur, ia menarik kopernya dari lemari penyimpanan dan mengambil salinan berkas perjanjiannya dengan Kendrick dari kantong tersembunyi didalam koper. Perempuan itu kemudian mengulurkannya pada Kendrick, lalu pria itu merobek – robek kertas yang ada ditangannya itu.
“ Kamu adalah istriku Beatrice, dan aku adalah suamimu. Jangan biarkan orang lain masuk kedalam kehidupan kita ya? “ ucap Kendrick lembut lalu mengecup kening Beatrice. Sementara perempuan itu menganggukkan kepalanya seraya tersenyum dengan penuh kebahagiaan.