
Siang itu Beatrice tengah selesai berkutat dengan adonan kue yang akan dikeluarkan untuk slot sore hari. Ia kemudian muncul dari balik pintu pantry, rambut panjangnya terlihat diikat membentuk bun hair dengan anak rambut yang jatuh pada keningnya. Beatrice duduk dimeja kasir lalu mengelurakan HP nya dari dalam laci. Dilihatnya Kendrick mengirimi pesan sudah sejak tiga jam yang lalu.
>>> Kendrick Leandro wrote messange <<<
“ Jangan terlambat makan siang Be! “
Dengan sebal Beatrice melemparkan kembali HP nya keatas meja, ia sedikit merasakan perubahan Kendrick yang tidak seperti biasanya. Sehari – hari saat sedang bekerja Kendrick tidak pernah mengiriminya pesan kecuali itu adalah pesan yang sangat penting.
“ Apa karena dia mengecupku semalam? Apa karena semalaman ia tidur sambil memelukku? Apa dia juga menyukaiku? “ Beatrice bermonolog dengan dirinya sendiri. Hingga seseorang membunyikan bel meja yang ada didepannya.
“ Ah selamat datang. “ Ucap Beatrice setelah ia tersentak kaget.
“ Hai Beatrice? Ada apa dengan mu? “ suara Hera menyadarkan Beatrice.
“ Ya ampun Kakak, sama siapa? “ Beatrice kemudian keluar dari meja kasir dan menghampiri Hera. Beatrice langsung memeluk Kakak Iparnya itu.
“ Kakak mau minum apa? “ sambung Beatrice setelah melepaskan pelukannya dari Hera.
“ Coffee Mojito dan aku mau Mille Crepes Cake ya. “ jawab Hera sambil melihat papan menu yang ada dibelakang meja kasir. Tessa kemudian mencatat pesanan Hera lalu mengulurkan bill pada perempuan itu
“ Kak tidak usah. “ tolak Beatrice saat Hera mengeluarkan uang dari dalam dompetnya.
“ Hush! Tidak boleh Beatrice, ini bisnis bukan dapur umum. Aku datang kesini mau beli bukan minta gratisan! “ Hera langsung menyodorkan uang pada Tessa, dan gadis itu menerima uang Hera sambil tersenyum.
“ Saya mau duduk disana ya Mbak! “ ujar Hera seraya menunjuk sofa yang ada didekat jendela kaca yang langsung menghadap ke arah jalan.
Beatrice terlihat membawa nampan berisi minuman dan makanan yang dipesan oleh Hera. Ia juga membawa beberapa cookies diatas cawan putih, dan menyodorkan juga didepan Hera.
“ Cobalah Kak, ini aku membuatnya sendiri. “ kata Beatrice sambil menunjuk cookies berwana cokelat itu.
“ Ah, aku tahu ini enak. Tempo hari aku mencobanya saat dirumah Ibu. “ Hera mengambil satu buah cookies lalu menggigitnya pelan.
__ADS_1
“ Kendrick memang sungguh beruntung memiliki mu Beatrice, aku sangat senang dia bisa menemukan seseorang yang bisa membuatnya tersenyum lagi. “ ucap Hera sambil melahap cookiesnya lagi.
“ Kak, justru aku yang beruntung bisa memiliki Kendrick, juga memiliki keluarga nya yang begitu baik dan menyayangiku. Ehm Kak, apakah aku boleh bertanya sesuatu? “ tanya Beatrice dengan hati – hati.
“ Mengenai apa Beatrice? Regina? “ tebak Hera. Beatrice langsung tersenyum saat mendengar jawaban lugas dari Hera.
“ Hmm, iya Kak. Karena sejujurnya ini sedikit mengganggu ku. Apakah Kendrick sebenarnya masih menyukainya Kak? Aku sedikit tidak rela saat melihat Kendrick masih sering bekerja bersama Regina Kak. Apakah ini wajar? “ Beatrice langsung mencecar Hera dengan banyak pertanyaan.
“ Aku rasa sudah tidak ada perasaan apapun pada perempuan itu Beatrice, itu tidak perlu kamu ragukan lagi. Aku sangat yakin Kendrick hanya profesional bekerja saja. “ jawab Hera meyakinkan Beatrice.
“ Kak, lalu bagaimana Kakak bisa mendapati Kendrick sedang mencoba bunuh diri? “ semakin berhati – hati Beatrice bertanya. Ekspresi wajah Hera berubah, mimik muka Hera terlihat murung mengingat sebuah kejadian menyakitkan.
“ Apa Kendrick memberi tahu mu Be? “ Tanya Hera sambil memandang nanar wajah Beatrice. Perempuan itu hanya mengangguk, mengiyakan pertanyaan Hera.
*** data-tomark-pass >>> Flashback Hera On <<<***
| Tiga hari sebelum usaha bunuh diri Kendrick|
“ Ada apa Ken? Kenapa tiba – tiba saja begini? Apa yang terjadi? “ suara Ayah Kendrick terdengar meninggi saat mendengar perkataan Kendrick baru saja.
Namun Kendrick tidak mengatakan apapun, ia justru terisak meski tanpa suara tetapi air mata Kendrick mengalir deras dari pelupuk matanya. Mereka tahu hati Kendrick sangat hancur hari itu, sampai – sampai Ibu Kendrick ikut menangis saat memeluk putranya sambil berusaha menenangkannya.
“ Apa yang terjadi Nak? “ dengan sabar Ibu Kendrick masih memeluk Kendrick yang masih menangis, wanita itu mengusap pelan kepala anak laki – lakinya.
“ Banyak hal yang tidak dapat kujelaskan Bu, aku bukan Pria yang cukup bisa memberikan kebahagiaan untuk Regina Bu. “ kembali Kendrick meluapkan tangisnya.
“ Kenapa berbicara seperti itu Ken? “ Hera juga menimpali sambil memegang lengan Kendrick.
Tetapi Kendrick tak bergeming, ia sedang berusaha menghentikan tangisnya. Sekerjap laki – laki itu melepaskan pelukan Ibunya, lalu beranjak dari meja makan.
“ Aku perlu waktu untuk sendiri, aku akan menceritakannya suatu hari nanti saat aku sudah siap. Travis, rilis saja beritanya segera.“ Kendrick pun meninggalkan rumah orang tuanya. Ia memacu kendaraannya dengan kecepatan tinggi dan kembali ke rumahnya sendiri.
__ADS_1
Berhari – hari Kendrick tidak keluar dari dalam kamarnya, bahkan ia menutup akses komunikasi dengan semua orang. Bibi hanya sesekali mengecek Kendrick dengan mengetuk pintu kamarnya, namun tidak berani menerobos masuk meski Bibi tahu Kendrick tidak mengunci pintu kamarnya. Makanan yang selalu Bibi letakkan didepan pintu kamarpun tidak pernah disentuh oleh Kendrick, hingga akhirnya Bibi menyerah dan memilih menghubungi Hera.
| Hari – H Percobaan Bunuh Diri Kendrick |
Pria tampan yang terlihat lusuh itu mengacak – acak laci kamarnya, dan akhirnya menemukan sebuah pisau lipat berwarna hitam disana. Dengan berapi – api Pria itu meraih pisau itu dan membawanya masuk ke dalam kamar ganti. Ia mengingat – ingat kisah asmara nya dengan Regina yang semula berjalan begitu indah. Perjalanan cinta mereka yang teramat manis, hingga akhirnya Kendrick menemukan wanita itu sedang bercumbu dengan laki – laki lain didepan matanya. Kendrick sudah bulat, ia sudah menggoreskan pisau itu pada pergelangan tangan kirinya. Ia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya dari pada merasakan luka yang begitu luar biasa.
“ KENDRICK! APA YANG KAMU LAKUKAN? “ suara lantang Hera membuatnya terkaget, pisau yang ia pegang terlepas dari tangannya. Dengan sigap Hera menarik pisau itu menggunakan kakinya dan melemparkannya jauh keluar dari kamar ganti. Kendrick berusaha mengejar pisau itu namun Hera menghadang tubuh Kendrick yang lemas dengan badannya. Lalu Hera memeluk adik laki – lakinya itu sambil menangis.
“ Apa yang sedang kamu lakukan Ken? “ isak Hera.
“ Aku tidak sanggup hidup Kak, dia tidak mencintai ku Kak! Regina tidak mencintaiku! “ isak tangis Kendrick terdengar sangat pilu.
“ Jika kamu seperti ini, bagaimana dengan kami Ken? Apakah kami bisa hidup tanpamu? “ Hera sambil berlinang air mata menatap wajah Kendrick yang terlihat sayu.
“ Kak, sangat menyakitkankan Kak. “ Kendrick masih menangis dipelukan Kakak Perempuannya, keduanya saling berpelukan dengan erat sambil menangis hingga akhirnya Kendrick pingsan karena kelelahan.
>>> Flashback Hera End <<<
Hera terlihat menyapu air matanya, ia mengingat kepedihannya waktu itu saat melihat Kendrick sedang hancur – hancurnya. Ia bahkan mati – matian menjaga Kendrick agar tidak melakukan kebodohan yang sama. Hingga akhrinya Kendrick bisa merelakan dan tidak memiliki keinginan bodoh untuk mengakhiri hidupnya.
“ Untung Bibi Rasi tepat sekali menelponku, aku langsung kesana. Aku masuk ke kamar Kendrick, dan sekilas aku melihat bayangannya dari cermin besar disana ia sedang menangis sambil menggoreskan pisau ditangannya. “ Kenang Hera lagi. Beatrice juga terlihat menghapus air mata yang menetes dipipinya.
“ Kenapa ada orang yang bisa menyakiti Pria sebaik Kendrick. “ ujar Beatrice kemudian.
“ Apa kamu tahu Be, apa yang diperbuat Regina pada Kendrick? Dugaan ku ia berselingkuh. “ Hera menimpali dengan yakin.
“ Aku tahu Kak, hanya saja biarkan Kendrick yang menceritakan hal ini. Dia juga sudah berjanji akan bercerita suatu saat nanti bukan? “ jawab Beatrice dengan bijak.
“ Iyaa, i think so Beatrice. “ dengan tulus Hera mengelus rambut Beatrice pelan.
“ Aku bersyukur ia menemukan mu Be. “ sambung Hera kemudian.
__ADS_1