THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
HADIAH KENDRCIK


__ADS_3

Sesudah membantu Bibi Rasi membereskan dapur, Beatrice segera masuk kedalam kamar. Namun ia tidak mendapati Kendrick disana, Beatrice mengacuhkannya  ia segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri dan mengganti pakaiannya, karena aroma steak  yang menempel pada bajunya membuat ia cukup risih.


Beatrice keluar dari ruang ganti dengan mengenakan setelan baju tidur pendek berwarna olive, lalu ia meraih HP nya yang ada diatas meja rias. Terlihat disana Kendrick mengirimi nya pesan lima menit yang lalu.


>>> Kendrick Leandro wrote messange <<<


  “ Susul aku diruang baca. “


Tulis Kendrick pada pesan yang ia kirim pada Beatrice, padahal waktu sudah menunjukkan hampir tengah malam, Kendrick masih saja belum bersiap tidur justru ia menyuruh Beatrice mendatanginya. Wanita berkulit putih itupun meletakkan Hpnya kembali, lalu beranjak dari dalam kamar menuju ruang baca.


Tok.. tok.. tok..


Beatrice mengetuk pintu dengan pelan lalu menyusup kedalam ruangan yang terlihat terang. Kendrick duduk diatas sofa sembari memegang sebuah buku ditangannya, ia kemudian melambaikan tangannya pada Beatrice.


“ Sini. “ panggil Kendrick dengan lembut. Wanita cantik itupun mendekati Kendrick yang duduk dengan santai disana.


“ Ada apa Ken? “tanya Beatrice seraya memandang wajah pria tampan itu.


“ Tidak ada, temani saja aku disini. “ jawab Kendrick sambil menyandarkan punggungnya pada sofa lalu melanjutkan membaca buku bersampul hitam yang sedang ia pegang itu.


Keheningan mulai tercipta diantara mereka berdua, Beatrice hanya duduk sambil memandang wajah Kendrick yang duduk tepat disampingnya. Sementara Kendrick terlihat tenggelam didalam buku biography itu.


“ Be, ngomong – ngomong kenapa nama kedai kopi mu adalah CANOPUS? Apa artinya? “ Kendrick tiba – tiba bertanya dengan penasaran. Suara Kendrick baru saja membuat Beatrice terkaget, ia sedang terbius oleh wajah tampan Kendrick namun suara pemilik wajah itu justru membuyarkan pandangannya.

__ADS_1


“ Canopus, itu adalah nama sebuah bintang yang paling terang kedua jika kita melihatnya dari bumi. Dia termasuk bintang super raksasa putih yang sedang berevolusi menjadi bintang raksasa merah. Karena aku masih dalam tahap pemula masuk ke industri seperti ini aku belum berharap banyak untuk bisa menjadi yang pertama Ken. Menjadi yang kedua pun tidak masalah asalkan aku masih bercahaya, artinya selama eksistensi kedaiku masih terlihat oleh pelanggan dan aku masih bisa membuat hidup para karyawanku itu sudah sangat cukup buatku Ken. Seperti Bintang Canopus ini, meski ia lebih redup dari Sirius setidaknya ia masih terlihat bercahaya bukan? “ Beatrice menjelaskan panjang lebar, dan Kendrick menatapnya dengan heran.


“ Kenapa? Aku tidak memiliki jiwa sebagai petarung ya Ken? “ sambung Beatrice lagi.


“ Bukan begitu Be, semakin aku mengenalmu aku justru semakin menyadari kalau kamu selalu berfikir dengan cara berbeda. Kamu bukan menempatkan dirimu sebagai pusat pemikiranmu, justru kamu menempatkan orang lain sebagai bahan pertimbanganmu saat mengambil keputusan. Kamu sangat tidak egois Beatrice. “ Kendrick kemudian meletakkan bukunya diatas meja.


“ Haha berlebihan! “ canda Beatrice seraya memukul lengan Kendrick pelan. Dengan cepat Kendrick meraih tangan Beatrice, membuat Beatrice terjebak dalam situasi yang sangat awkward.


“ Be, bagaimana kalau kita akhiri saja pernikahan kontrak kita? “ ucap Kendrick dengan serius. Terlihat wajah Beatrice menjadi pias, mengakhiri kontrak pernikahan dengan Kendrick sudah tidak pernah lagi terlintas dalam benaknya. Ia justru ingin selama mungkin bersama dengan pria itu, pria yang sudah memenangkan hatinya.


“ Tapi kenapa Ken? Karena aku menyukai mu? Aku akan berhenti melakukannya jika ini membuatmu tidak nyaman Ken. Aku tidak memintamu untuk membalas perasaanku Ken. “ ujar Beatrice dengan lirih.


Pria yang mengenakan setelan baju tidur berwarna navy itu kemudian semakin mendekatkan tubuhnya kearah Beatrice. Perlahan ia melepaskan tangan Beatrice yang sedari tadi ia genggam. Kemudian ia menyibakkan rambut Beatrice yang jatuh pada pundaknya, aroma bunga cherry blossom kembali menguar dari tubuh Beatrice.


“ Apa maksud mu Ken? “ Beatrice menatap Kendrick dengan bingung.


Kendrick hanya membisu justru ia menggerakkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya pada wajah Beatrcie, membuat wanita itu tersudut dan terperangkap di ujung sofa. Kendrick menatap Beatrice semakin dalam, lalu ia mendekatkan bibirnya pada bibir Beatrice. Bibir keduanya pun bersentuhan, dengan lembut Kendrick mengecup bibir Beatrice yang terlihat ranum. Beatrice memejamkan matanya, tangannya terasa dingin menyentuh tangan Kendrick yang masih menyangga kepalanya. Setelah beberapa saat Kendrick menyelesaikan kecupannya dan menarik tubuhnya dari Beatrice.


Wajah Beatrice terlihat merona ia sedang kesulitan mengatur nafasnya karena rasa gugup menguasai hatinya, sementara Kendrick tampak kikuk kemudian menggigit bibir bagian bawahnya sendiri. Kendrick lalu meraih tangan Beatrice yang ada dipangkuannya.


“ Be, jadi bagaimana? Apakah kita akhiri pernikahan kontrak kita? “ tanya Kendrick pada Beatrice yang masih terlihat gugup.


“ Lalu, setelah kontrak berakhir? Apakah kita juga harus bercerai Ken? “ Beatrice masih saja bingung dengan maksud Kendrick. Pria itu terdengar menarik nafas panjang dan mendengus sebal, ia terlihat kesal dengan jawaban Beatrice baru saja.

__ADS_1


“ Apa kamu pernah melihat orang mengajak bercerai setelah memberikan kecupan? Sudah lah, anggap saja tadi adalah hadiah yang kuberikan karena kamu memasak steak yang enak! “ wajah Kendrick tampak sangat kesal.


Kendrick beranjak dari sofa, ia lalu menarik handle pintu dengan kasar dan ia menghilang diujung koridor. Melihat Kendrick menghilang Beatrice segera berlari kecil mengejarnya, Pria itu masuk kedalam kamar. Kendrick langsung menuju ke kamar mandi, membasuh kaki nya dan naik keatas ranjang. Beatrice melakukan hal yang sama seperti hal yang baru saja Kendrick lakukan, namun wanita itu tak hentinya melepaskan pandangannya dari Kendrick yang terlihat masih kesal.


“ Ken, kenapa kamu kesal? Aku yang kamu cium justru tidak marah sama sekali, kenapa kamu marah? “ prostes Beatrice saat mereka berada diatas ranjang.


“ Be! Ayolah jangan pura – pura tidak mengerti dengan maksudku! “ Kendrick mengubah posisinya menjadi duduk, ia bersandar pada punggung ranjang.


“ Apa? Apakah kamu juga merasakan hal yang kurasakan? Apakah kamu juga menyukai ku? Apakah kamu mencintaiku? “ bertubi – tubi Beatrice menghujani Kendrick dengan pertanyaan yang membuatnya sedikit gusar.


“ Apakah tindakan ku tadi tidak cukup menjawab pertanyaan mu itu Be? “ jawab Kendrick sambil menatap mata wanita yang ada didepannya.


“ Aku hanya ingin memastikan apa yang kupikirkan tidak salah Kendrick. “ mata Beatrice terlihat penuh harap.


“ Jika tindakan saja tidak bisa memberikanmu jawaban, bagaimana kata – kata bisa memberimu keyakinan Be? “ terlihat Kendrick enggan menjawab pertanyaan Beatrice itu.


Laki – laki itu kemudian meraih remote yang ada diatas nakas lalu mematikan lampu kamar dengan remot yang ia pegang. Segera ia membaringkan badannya, Beatrice seperti biasa meletakkan guling pembatas mereka. Namun dengan kesal Kendrick mengambil guling itu dan melemparnya ke lantai.


“ Jangan diambil! “ bentaknya pada Beatrice yang hendak turun dari ranjang.


Kendrick lalu menarik tangan Beatrice, membuat wanita itu terjerembab disisi ranjang yang kosong didepan Kendrick. Pria itu kemudian memeluk tubuh mungil Beatrice yang terbaring miring menghadap kearahnya. Kendrick mengusap kepala Beatrice dengan pelan, dan membenamkannya pada dada bidangnya.


“ Tidurlah Beatrice. “ ucap Kendrick pelan lalu ia memejamkan matanya.

__ADS_1


__ADS_2