
Pagi tadi sebelum berangkat ke kantor Beatrice telah mengatakan pada Ayah dan Ibunya bahwa Kendrick akan berkunjung malam ini. Ayah dan Ibu Beatrice cukup terkejut dengan kunjungan Kendrick yang terkesan terburu – buru. Namun mereka mengiyakan dan mempersilahkan Kendrick untuk berkunjung. Pikiran Beatrice bercampur aduk sejak melangkahkan kaki keluar dari rumah, takut jika orang tua nya tetap tidak dapat menerima keberadaan Kendrick.
“ Aku sudah didepan halte “ ucap Beatrice pada Kendrick melalui sambungan telepon. Beatrice dan Kendrick sepakat bertemu di halte dekat hotel tempat dia menginap, tak lama kemudian terlihat mobil berwarna hitam berhenti didekat Beatrice sesaat setelah ia menutup telpon. Beatrice memperhatikan pria yang duduk didepan kemudi, pria bermasker itupun melambaikan tangan padanya. Pria tampan itu ternyata tidak mengajak siapapun, pikir Beatrice mungkin ia akan membawa Clovis. Segera Beatrice masuk kedalam mobil dan duduk disamping Kendrick, ‘pacarnya’ itu terlihat sangat menawan dengan kemeja panjang tanpa krah berwana biru dipadukan dengan celana bahan berwarna hitam.
“ Tunjukkan jalan nya ya, aku belum begitu hafal dengan kota ini “ ucap Ken setelah Beatrice selesai memasang sabuk pengamannya, wanita cantik itupun mengangguk. Tidak banyak pembicaraan diantara mereka, sesekali Beatrice menengok kearah Kendrick, meski separuh wajahnya tertutup masker jelas terlihat garis tegas ketampanannya.
“ Ken, Ayahku memang sedikit kaku, jadi aku harap kamu akan bersabar menghadapinya. Ia akan mengerti saat kita berikan penjelasan yang masuk akal“ Beatrice memecah keheningan diantara mereka.
“ Tentu aku akan berusaha Beatrice “ Ken tetap fokus dengan kemudinya.
“ Panggil saja aku Be, karena saat kamu memanggilku Beatrice keluarga ku akan langsung tahu bahwa kita adalah orang asing “ Kendrick lalu menoleh ke arah Beatrice sesaat.
“ Oke, Be “ ia menjawab singkat.
Tidak lama mobil yang dikemudikan Ken tiba dihalaman rumah Beatrice, Ken segera memarkirkan mobil tersebut melepaskan maskernya dan bergegas turun membuka bagasi.
“ Astaga, kau tidak berencana menawarkan dagangan pada orang tuaku bukan ? “ kata Beatrice saat melihat Kendrick mengeluarkan beberapa kotak berwarna cokelat yang mungkin berisi makanan atau buah tangan lain.
“ Jangan sampai berani menyentuhnya, aku hanya membelikan untuk orang tua mu “ candanya seraya mengangkat kotak yang telah disusun dan diikat dengan rapi. Sesaat terlihat Kendrick menarik nafas seolah sedang gugup.
Beatricepun membuka pintu rumahnya yang tidak dikunci, ia mempersilahkan Ken masuk sementara rumah terlihat sepi seperti biasanya.
“ Bu, aku pulang “ ucap Beatrice saat memasuki ruang keluarga.
“ Duduklah “ lanjut Beatrice pada Ken yang masih mengekor dibelakangnya.
Dari arah ruang makan keluar Ayah dan Ibu Beatrice bersamaan, tampak Ken kembali berdiri saat melihat
orang tua Beatrice menghampirinya. Ia membungkukkan badannya seraya mengulurkan tangannya pada Ayah dan Ibu Beatrice.
“ Selamat malam Tuan, perkenalkan saya Kendrick Tuan “ ujar Ken saat Ayah Beatrice meraih tangannya. Kemudian ia berganti manyalami Ibu Beatrice, Ken tersenyum sangat menawan dan nampak senyuman juga merekah dibibir Ibu Beatrice.
“ Silahkan duduk Tuan Ken “ jawab Ayah Beatrice cukup kaku. Segera Beatrice kebelakang menyeduhkan teh, tidak terdengar pecakapan apapun sampai setelah Beatrice menyuguhkan minuman untuk Ayah Ibu nya dan Kendrick. Beatrice pun duduk disamping Ken, Beatrice berusaha terlihat senatural mungkin.
“ Jadi Tuan ini benar pacar Beatrice? “ ungkap Ayah Beatrice tanpa berbasa basi.
“ Panggil saja saya Ken Tuan, benar saya adalah pacar Beatrice dan maksud kedatangan saya kemari adalah memohon persetujuan Tuan dan Nyonya, saya ingin menikah dengan Beatrice Tuan “ Ken juga secara lugas menyampaikan tujuan nya datang kerumah Beatrice, sekilas Beatrice melirik Ayahnya yang sedang menghela nafas cukup panjang dan terlihat sangat gusar.
“ Diluar sana memang sedang berhembus kabar kurang mengenakkan tentang saya Tuan, namun saya berharap Tuan bisa mempercayai saya untuk membahagiakan Beatrice “ sambung Kendrick sebelum Ayah Beatrice mengatakan apa pun.
“ Apakah ada ketulusan dari permintaan ini? “ seolah Ayah Beatrice meragukan maksud Kendrick.
“ Selama ini kami tidak pernah menghalangi Beatrice untuk melakukan hal yang ia sukai, bahkan kami tidak pernah mencampuri urusan hati Beatrice. Hanya ini cukup berat bagi saya sebagai Ayah, terlalu besar jarak yang terbentang antara Anda dengan Beatrice “ Ayah Beatrice mulai mengungkapkan kegundahan hatinya.
__ADS_1
“ Anda seorang artis yang sangat terkenal, keluarga anda bukan dari keluarga biasa saja seperti kami, Ayah anda juga bahkan seorang eksekutif diperusahaan besar. Sementara Beatrice? Dia dibesarkan dari keluarga sederhana, hidup biasa saja jauh dari kesan mewah seperti Anda. Apakah akan baik – baik saja untuk Beatrice dan juga karir Anda? “ sambung Ayah Beatrice lagi. Kendrick tampak berfikir sejenak, mencerna segala kegelisahan yang diungkapkan oleh Ayah Beatrice.
“ Tuan, saya tahu hal ini bukanlah hal yang mudah, selama setahun berpacaranpun kami harus saling menahan diri untuk tidak mengekspos segalanya. Saat bertemu pun kami harus mengendap – endap seperti pencuri, bahkan untuk makan bersama ditempat umum secara terbuka pun kami tidak bisa. Namun karena kukuatan hati Beatrice hubungan kami bisa berjalan sejauh dan sebaik ini Tuan, ini yang membuat saya semakin ingin menjaga dan melindungi Beatrice Tuan “ kebohongan yang terdengar sangat manis keluar dari mulut Kendrick.
“ Jadi, bukan kah lebih baik kami menikah Tuan? Saya sangat ingin membahagiakan Beatrice, memberikan perhatian lebih tanpa harus memikirkan jarak dan waktu. Setiap saat bisa bertemu dan berbagi kebahagiaan bersama. Saya sangat mencintai Beatrice Tuan, saya mohon percayakan Beatrice pada saya “ terdengar nada memohon dari Kendrick. Beatrice menghela nafas panjang, menikmati drama percintaan manis yang diciptakan oleh calon suami kontraknya itu.
Sesaat hati Beatrice mengharapkan lebih, ia berharap ini semua adalah kenyataan bukan hanya sebatas sandiwara rancangan manusia. Namun Beatrice segera terjaga dari angan – angannya, kemudian mengerjapkan matanya seraya menggeleng – gelengkan kepalanya pelan.
Sementara Ayahnya masih terdiam dan menatap Beatrice lekat, Beatrice tau binar dari mata Ayahnya masih merasa ragu namun bersamaan Ayahnya juga mulai luluh. Lalu Ayah Beatrice menarik cangkir teh diatas meja kemudian menyeruputnya pelan.
“ Apakah Anda akan baik – baik saja dengan keadaan kami? Apakah orang tua Anda dapat mencintai Beatrice? “ suara Ayah Beatrice bergetar.
“ Tuan, saya mengenal Beatrice dengan sangat baik. Ketulusan dari dalam hatinya, itu adalah hal yang sangat luar biasa yang tidak mudah saya dapatkan dari orang lain. Tidak ada yang dapat memberikan hal berharga ini selain Beatrice Tuan, ketulusan adalah hal paling utama bagi saya dan keluarga saya. Karena hatinya yang tulus, seluruh keluarga saya sangat mencintai Beatrice, terlebih saya Tuan “ ujar Kendrick meyakinkan, tak ayal Ayah Beatrice pun menjadi luluh perlahan karena mendengar jawaban manis Kendrick.
“ Seorang pria yang menjadi pegangan adalah ucapannya, jadi saya harap Anda akan membahagiakan Beatrice selamanya. Jangan pernah membuat Beatrice bersedih terlebih menangis “ tegas Ayah Beatrice meluluskan permintaan Kendrick.
“ Terima kasih Tuan, saya akan terus membahagiakan Beatrice “ Kendrick tersenyum.
Sesaat Kendrick teringat akan segala benda yang tadi ia bawa, kemudia ia mengulurkan nya kepada Ibu Beatrice, dan Ibu Beatrice menerima nya dengan senyuman merekah.
“ Nyonya, ini sedikit bingkisan yang dititipkan oleh Ibu saya. Ibu saya menyampaikan banyak terima kasih, karena telah melahirkan putri sebaik Beatrice “ ucap Kendrick. Ibu Beatrice terlihat berkaca – kaca seraya menghusap tangan Kendrick lembut.
“ Jadi, kapan rencana kalian menikah ? “ tanya Ayah Beatrice kemudian.
Kendrick lembut.
“ Dua bulan lagi ? “ suara Ayah dua anak itu terdengar terkejut, Kendrick pun mengangguk.
“ Apakah tidak terlalu cepat? “ Sela Ibu Beatrice?
“ Saya memang ingin segera menikahi Beatrice Nyonya, saya tidak ingin Beatrice dilirik orang lain. Penggemar Beatrice sangat banyak Nyonya “ Jawab Kendrick seraya bergurau, membuat Ibu Beatrice terkekeh.
“ Apa yang dapat kami lakukan untuk membantu pernikahan Putri Ayah ? “ pria berkulit sawo matang itu menatap putrinya dengan pancaran kasih sayang yang teramat dalam.
“ Ayah, persetujuan dari Ayah dan Ibu sudah cukup bagi kami. Lagi pula aku tidak ingin mengadakan pesta yang meriah “ kini Beatrice bersuara.
“ Biarkan kami menikah dengan sederhana Ayah “ sambung Beatrice dan Ayah nya terlihat mengangguk mengiyakan keinginan anak gadisnya.
Tiba – tiba terdengar suara pintu terbuka, ternyata Kath. Ia sangat terkejut saat masuk kedalam rumah mendapati artis idolanya duduk diruang keluarga. Ia menatap kakaknya dan Kendrick seraya menutup mulutnya dengan kedua tangannya.
“ Jangan macam – macam kau anak kecil, sudah kuperingatkan dia akan menjadi kakak iparmu “ goda Beatrice
pada Kath. Betapa orang tidak akan menyangka bagaimana Kath sangat mengidolakan Kendrick, bahkan sampai wallpaper HP nya adalah foto selfie Kendrick sewaktu dimobil bersama Beatrice.
__ADS_1
“ Kak, bolehkah aku memeluk pacarmu ? “ Kath terlihat sangat bersemangat dan tidak dapat menahan diri melihat artis idolanya. Mendengar ucapan ‘calon adik iparnya’ Kendrick pun berdiri dan mendekati Kath.
“ Pasti Kath? Senang bertemu dengan mu Kath “ Kendrick tersenyum sangat manis sekali.
“Aku mohon Kak, izin kan aku memeluk pacarmu “ Kath tidak mempedulikan keberadaan Ayah dan Ibunya disana, memang jiwa fansgirl sudah mendarah daging dalam diri Kath.
“ Peluklah dia sesukamu “ tepat saat Beatrice mengatupkan mulutnya, Kath langsung menghambur memeluk Kendrick yang masih berdiri didekatnya.
“ Rasanya aku mau pingsan kak “ ucap Kath dari dalam dekapan Ken dan mereka semua terbahak melihat kelakukan kekanak – kanakan Kath.
“ Terima kasih karena telah menjadi penggemarku Adik Ipar “ ucap Ken pada Kath.
“ Ah sudah Kath, ini terakhir kali memeluk Kendrick ya dia akan menjadi Kakakmu sebentar lagi. Sana mandi Kath, ayo Kendrick kita makan malam dahulu “Ayah sudah memanggil Ken dengan namanya, Beatrice menjadi tersentuh. Ini menandakan, Ayah Beatrice sudah dapat menerima keberadaan Kendrick.
“ Baik Ayah, nanti aku minta foto bersama ya Kak Kendrick “ teriak Kathleen sambil berjalan menuju kamarnya.
Merekapun segera menuju ruang makan, bersantap malam dengan hidangan seadanya yang sudah disiapkan Ibu Beatrice, malam itu Ken makan dengan sangat lahap.
“ Tuan, Nyonya bolehkah aku memanggil Tuan dan Nonya dengan Ayah dan Ibu “ ucap Ken sebelum memasukkan suapan terakhirnya kedalam mulutnya. Ayah dan Ibu Beatrice menjawabnya dengan anggukan bersamaan. Terlihat kelegaan dimata Ibu Beatrice, dan ini membuat Beatrice kembali merasa bersalah karena pernikahan ini bukanlah pernikahan sungguhan. ‘ Maafkan aku Ibu, Ayah ‘ ucap Beatrice dalam hati.
Belum jam sembilan Ken pamit undur diri karena besok harus melakukan pengambilan gambar sejak pagi hari, sekaligus berpamitan karena besok akan langsung kembali ke kotanya karena jadwal pekerjaan nya sungguh padat. Beatrice juga akan kembali ke kost nya karena ia sudah mulai bekerja seperti biasanya, juga karena Ken tidak hafal jalan sehingga Beatrice harus menemaninya sampai ia kembali ke hotel dengan selamat.
“ Ayah, Ibu terima kasih atas persetujuannya sehingga saya dapat menikahi Beatrice. Minggu depan orang tua saya akan secara resmi menyampaikan lamaran pernikahan untuk Beatrice. Sekaligus saya pamit karena besok seusai pengambilan gambar harus segera kembali karena ada pekerjaan yang tidak dapat ditunda “ ucap Ken sebelum meninggalkan rumah orang tua Beatrice.
“ Kami percayakan Beatrice padamu Kendrick “ ucap Ayah Beatrice.
“ Terima kasih Ayah atas kepercayaannya. Terima kasih juga Kath, tetaplah menjadi penggemarku “ lanjut Kendrick sambil tersenyum manis pada gadis manis berambut hitam tebal itu.
“ Maafkan Ibu karena tidak menyiapkan apapun untuk orang tua mu Ken “ sambung Ibu Beatrice sebelum mereka beranjak.
“ Tidak apa – apa bu “ jawab Ken lembut.
Merekapun segera meninggalkan rumah Beatrice, Kendrick kembali mengenakan maskernya kemudian mulai menyalakan mobil yang ia bawa. Mereka menjauh dari halaman rumah dengan membawa persetujuan dari Ayah dan Ibu Beatrice.
“ Babak kedua berhasil, terima kasih Be “ ucap Ken saat mobil sudah menerobos jalan raya.
“ Kamu memang aktor hebat “ Beatrice mengolok Kendrick, sementara Kendrick hanya tersenyum terlihat dari kelopak matanya yang menyipit.
Tanpa sadar Beatrice memikirkan Ken, bayangan wajah Ken yang sedang tersenyum terlintas dalam pikirannya. Senyuman Kendrick sangat mematikan, hingga tanpa sadar Beatrice menatap pria bermasker yang sedang mengemudikan mobil itu tanpa berkedip sedikitpun.
“ Be, apa yang kau lihat? “ Ken membuyarkan tatapan lekat Beatrice seraya menggoyangkan tangannya didepan wajah Beatrice, menjadikannya salah tingkah lalu memalingkan wajahnya menghadap jedela.
“ Turunkan aku di halte tadi “ Beatrice mengalihkan pembicaraan, sementara Ken tertawa kecil melihat tingkah Beatrice yang tersipu.
__ADS_1