THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
TANDA


__ADS_3

    Pagi itu Kendrick dan Beatrice masih terhanyut dalam tidurnya, meski sedang terlelap tidak sedetikpun lelaki itu melepaskan pelukannya dari Beatrice. Dengan erat ia memeluk tubuh mungil wanita yang ada disampingnya itu.


    Tok.. tok..tok..


    Seseorang mengetuk pintu kamar Kendrick dan Beatrice, membuat keduanya terjaga dari tidur mereka yang begitu nyaman. Beatrice menarik tubuhnya dari dekapan Kendrick, namun pria itu kembali membenamkan wajah Beatrice kedalam dada bidangnya.


    “Masuk! Tidak dikunci! “ Teriak Kendrick masih sambil memejamkan mata nya.


   KLIK!


    Terdengar handle pintu ditarik dan sesorang masuk menyelinap kedalam kamar, ia tersenyum melihat Kendrick yang masih memejamkan matanya sambil memeluk erat tubuh Beatrice. Sementara perempuan yang ada dipelukan Kendrick tampak menggeliatkan tubuhnya berusaha melepaskan diri dari dekapan kuat pria berbadan tegap itu.


    “ Ken, jam dua belas siang kita ada jadwal ke studio K-TV untuk promo film terbaru mu. Setelah itu pukul tiga sore ada pengambilan video untuk klip iklan Doolshot Noodle, dilanjutkan mengisi acara di KBC Radio pukul tujuh malam Ken. “ Suara Clovis terdengar membacakan beberapa jadwal pekerjaan Kendrick.


    “ Apakah ada Regina? “ Ucap Beatrice setelah berhasil keluar dari perangkap Kendrick.


    “ Hahaha, ayo ikut saja dengan ku kalau ingin tahu. “ Goda Kendrick sambil membuka selimut tebal yang tadi membungkusnya.


    “ Ck! “ Decak Beatrice dengan sebal sambil memukul tubuh Kendrick.


    Perempuan itu kemudian meraih ikat rambut diatas nakas lalu menggulung rambut tebalnya membentuk bun diatas kepala. Beatrice lalu menyambar gelas kaca yang ada dimeja dekat Clovis berdiri, menuangkan air dan meneguknya perlahan.


    Clovis tidak melempaskan pandangannya dari Beatrice yang terlihat cantik meski sedang bangun tidur. Sekelebat ia mendapati beberapa  kiss mark berwarna merah tua pada bagian samping leher Beatrice.


    Bug!


    Kendrick melemparkan bantal dan tepat mengenai wajah Clovis yang saat itu masih memandangi Beatrice hingga masuk kedalam kamar mandi.


    “ Apa kamu tidak takut akan sakit leher? Sampai memandanginya hingga menghilang di kamar mandi. Itu istri ku Clo! “ Teriak Kendrick seraya meraih gelas bekas Beatrice.


    “ Hmmm, aku hanya kaget. “ Clovis tergugup.

__ADS_1


    “ Kenapa? Beatrice cantik? “ Kendrick menendang pelan kaki Clovis.


    “ Ada sesuatu di leher Beatrice. Apa kamu yang melakukan nya Ken? “ Clovis menunjuk lehernya sendiri untuk menjelaskan.


    “ Apa? “ Kendrick sedikit tercengang mendengar perkataan Clovis.


    “ Hickey mark! “ Jawab Clovis gamblang, membuat Kendrick batuk kerena tersedak air yang baru saja mencapai ujung tenggorokannya.


    “ Sudah sana keluar! “ Kendrick kemudian mengusir Clovis tanpa memberikannya jawaban. Pria tampan itu mendorong Clovis kedepan pintu agar ia segera keluar meninggalkannya yang terlihat pias menahan malu.


    Sesudah Clovis meninggalkannya, Kendrick langsung masuk kekamar mandi menyusul Beatrice yang masih ada disana. Tanpa mengetuk pintu lelaki itu langsung menerobos masuk kedalam kamar mandi.


    “ Kendrick! Kamu mengagetkanku! “ Beatrice tersentak saat Kendrick mendorong pintu kamar mandi, wanita itu hendak keluar dari sana.


    “ Kamu sudah selesai? “ Tanya Kendrick kecewa.


    “ Sudah, memangnya kenapa? “ Beatrice menatap wajah Kendrick yang berdiri tepat didepannya.


    “ Tidak ada. “ Jawab Kendrick lemah sambil memandang bagian samping leher putih istrinya itu. Ia tersenyum kecil, ia melihat beberapa tanda merah tua disana, tanda yang ia tinggalkan semalam namun Beatrice tidak menyadarinya.


    Setibanya di kedai kopi, Beatrice diserbu oleh seluruh karyawan shift  satu mengenai pemberitaan tentang dia dan Kendrick. Mereka heboh karena berita Beatrice dan Kendrick sedang menjadi trending topic sejak semalam.


    “ Kak! Kenapa Kakak tidak mengatakan pada kami? “ Desak Erick saat Beatrice sudah duduk di kursi kasir.


    “ Hmm? Mengatakan apa? Kendrick? Memangnya kalau aku mengatakan nya apa yang akan kamu lakukan Rick? Hmm? “ Beatrice mengangkat dagunya memandang Erick yang berdiri didepan coffee maker.


    “ Kan setidaknya kami tahu siapa Kakak. “ Potong Monica sembari mencibikkan bibirnya.


    “ Sudah, tidak akan ada yang berubah. Ayo lanjut bekerja! “ Perintah Beatrice pada karyawannya.


    “ Hmm, iya Kak. “ Jawab Monica dan Erick bersamaan.

__ADS_1


    Tidak ada yang berubah didalam kedai itu, sikap Beatrice, perlakuan karyawan, jumlah pengunjung dan hiruk pikuk didalam kedai tetap berjalan seperti hari – hari biasanya. Meski kadang terlihat beberapa pengunjung menyadari, bahwa perempuan yang duduk di kursi kasir adalah Beatrice Leandro.


    “ Kak, preaparation sudah selesai. “ Panggil Daniel pada Beatrice.


    Perempuan cantik itu segera melenggang kearah pantry, kemudian Monica menggantikan posisinya di kursi kasir. Beatrice mencuci tangannya, kemudian memakai sarung tangan plastik yang ia ambil dari kantong penyimpanan.


    Beatrice telihat mengayak satu mangkuk besar tepung terigu yang ada dimangkuk kaca diatas meja. Kemudian mencampurnya dengan tepung cokelat serta susu dan telur, ia mengaduk adonannya dengan wishk besar dan terlihat sangat lincah menggunakan peralatan masak nya itu.


“ Dan, tolong ambilkan whipping cream. “ Ucap Beatrice saat tangannya tidak sampai meraih gelas ukur besar yang ada disana.


    Daniel mengulurkan gelas kaca itu kearah Beatrice, dan sesaat ia melirik leher Beatrice yang terlihat jenjang karena rambutnya terikat diatas kepalanya. Ia mendapati tanda merah itu dileher Beatrice, namun ia hanya mengatupkan bibirnya agar tidak mengucapkan sesuatu yang mungkin bisa membuat Beatrice tersipu.


    “ Kak, aku siapkan tray nya ya? “ Tiba – tiba suara Tessa terdengar saat ia masuk kedalam dapur.


    “ Oh please, thank you Tessa.  “ Jawab Beatrice singkat dan tetap fokus pada pekerjaannya.


    Sesaat Tessa mengambil tray dan menyusunnya dimeja kosong dekat Beatrice berdiri, tidak sengaja matanya terarah pada wajah dan leher perempuan cantik itu.


    “ Kak? Apa Kakak baik – baik saja? “ Ucap Tessa hati – hati.


    “ Tentu saja Tes, ada apa memangnya?” Beatrice tidak menanggalkan fokusnya dari adonan kue.


    “ Suami Kakak tidak melakukan kekerasan dalam rumah tangga kan Kak? “ Gumam Tessa lagi, terlihat Daniel memberikan kode pada Tessa agar tidak melanjutkan perkataannya namun Tessa tidak memahami gerakan – gerakan absurd Daniel.


    “ Leher Kakak memar. “ Sambung Tessa dengan polosnya.


    “ Hah? “ Beatrice tersentak lalu melemparkan whisk yang sedang ia gengam dan berlari ke kamar mandi.


    Beatrcie memeriksa lehernya didepan cermin, ia mendapati beberapa hickey mark yang tertinggal disana. Ia kembali mengingat apa yang dilakukan bersama Kendrick semalam, wajah Beatrice berubah memerah, ia malu karena pasti Daniel juga menyadari tanda merah yang terlihat jelas disana.


    “ Kendriccck!!!! “ Pekiknya sebal didalam kamar mandi.

__ADS_1


    “ Shhh! Kenapa kamu menanyakannya Tess? Lihatlah Kak Beatrice pasti malu,itu bukan tanda kekerasan Tes! “ Gumam Daniel mencibik.


    “ Aku kan tidak tahu Kak.” Tessa tertunduk lesu merasa tidak enak pada Beatrice.


__ADS_2