THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
KEMESRAAN


__ADS_3

Tidak seperti malam – malam biasanya kali ini Beatrice bisa tidur dengan sangat lelapnya didalam pelukan Kendrick. Sudah tidak ada lagi sekat pembatas diatas ranjang, bahkan semalaman Kendrick mendekap erat istrinya dalam dada bidangnya.


Pukul enam pagi Kendrick terjaga, seperti biasanya ia langsung meluncur ke ruang olah raga. Berbeda dengan Beatrice yang biasanya masih terlelap, pagi itu sudah ke dapur. Ia membantu Bibi Rasi menyiapkan sarapan untuk Kendrick dan stafnya yang sudah sibuk menyiapkan perlengkapan Kendrick.


“ Kenapa Nyonya sepagi ini sudah bangun? “ tanya Bibi Rasi saat melihat Beatrice menyeduh kopi untuk Kendrick.


“ Hehe, aku ingin menjadi istri yang baik Bi. “ Beatrice terkekeh sambil memandang Bibi Rasi.


Tidak lama Clovis, Laura, Dami, Renata dan Evan turun dari lantai dua seraya menenteng beberapa barang perlengkapan Kendrick. Clovis yang sedikit sibuk dengan gadgetnya, kemudian duduk di kursi meja makan.


“ Pagi Beatrice, lama tidak berjumpa. “ sapa Laura saat melihat Beatrice mengupas buah pear ditangannya.


“ Hai selamat pagi. “ Sapa Beatrice dengan ramah.


“ Eh ada Beatrice rupanya, apa kabarmu Beatrice? “ sapa Clovis kemudian, sementara ketiga staf yang lain hanya tersenyum saat melihat Beatrice sudah berada di dapur pagi itu.


“ Baik Clo, bagaimana pekerjaan kalian? “ Beatrice kemudian memasukkan potongan buah kedalam kotak bekal yang akan ia berikan pada Kendrick.


“ Sebentar lagi kami akan padat dengan jadwal promosi film terbaru suamimu Beatrice, sedikit bersabar ya jika Kendrick sering keluar kota. “ jawab Clovis sambil memandangi Beatrice.


Istri Kendrick berjalan mendekati meja makan dan meletakkan kotak bekal itu diatas meja, ia menarik kursi yang biasanya ditempati oleh Kendrick dan duduk disana. Wajah Beatrice terlihat serius memandang Clovis, sementara yang lain menjadi seksama mengalihkan pandangan mereka pada Beatrice.


“ Ada apa Beatrice? Sepertinya ada yang ingin kamu tanyakan? “ terka Clovis saat melihat mimik muka Beatrice.


“ Hmm, apakah film bersama Regina? “ bisik Beatrice pelan. Clovis menganggukan kepala nya beberapa kali mengiyakan pertanyaan Beatrice.


“ Lalu apa mereka akan pergi bersama untuk promosi? Apa ada adegan berciuman dalam film mereka Clo? “ Beatrice mencecar Clovis dengan banyak pertanyaan, membuat laki – laki itu tertawa.

__ADS_1


“ Sstt, tidak boleh spoiler! “ jawaban Clovis membuat Beatrice memasang wajah cemberut.


“ Ck, tidak setia kawan kamu Clo. Lalu mereka akan sering bersama untuk mempromosikan film mereka? “ Beatrice masih saja penasaran pada pertanyaannya yang belum dijawab oleh Clovis.


“ Ehem, kenapa bisik – bisik dengan Clovis? “ suara Kendrick mengagetkan semua orang yang ada dimeja makan. Melihat Kendrick masuk ke ruang makan Beatrice langsung menarik dirinya sedikit menjauhi Clovis.


“ Ku kira kamu pagi – pagi bangun karena ingin membuatkanku kopi, ternyata hanya untuk menginterogasi mereka? Hmm? “ Kendrick mengelus rambut Beatrice dengan lembut lalu mengecup kening perempuan itu.


“ Uhuk, uhuk, uhuk “ Laura terlihat tersedak saat menyeruput minumannya ketika Kendrick mengecup kening Beatrice didepan mereka semua.


Kendrick yang mereka kenal dahulu sudah berubah sejak ia mengenal Beatrice, lelaki yang dulu jarang memamerkan kemesraan kini terlihat sangat terbuka dan tidak malu – malu berlaku manis didepan stafnya.


“ Ken, jangan menyombongkan diri di depan wanita single, lihatlah hingga ia terbatuk – batuk. “ canda Clovis sambil menunjuk Laura.


Beatrice tersenyum malu saat mendengar perkataan Clovis baru saja, perempuan itu segera beranjak dari duduk nya dan bergantian Kendrick menempati kursi itu. Beatrice melenggang ke arah meja dapur, ia menyusun sandwich yang baru saja bibi keluarkan dari toaster keatas piring.


Dimeja makan Clovis dan yang lainnya terbengong – bengong melihat tingkah Kendrick yang semakin hari semakin manja pada istrinya. Bahkan ia tidak malu – malu memeluk Beatrice didepan mereka.


“ Ken, lihatlah mereka memandang kita dengan aneh, lepaskan. Aku buatkan dulu sandwichmu.


“ Beatrice melepaskan tangan Kendrick dari pelukannya sambil tersenyum memandang wajah laki – laki yang kini benar – benar miliknya.


Beatrice kemudian meraih empat lembar roti gandum dari bread dispenser yang terbuat dari kaca bening diatas meja dapur. Ia mengoleskan butter pada salah satu sisi pada masing – masing roti, kemudian menaburkan parutan keju mozzarella serta susu seperti yang Kendrick minta. Lalu ia memasukkan dua buah roti lapis kedalam toaster dan menunggunya matang, tidak lama sandwich buatan Beatrice sudah tersaji diatas piring keramik.


Belum sampai Beatrice membawanya ke meja makan, Kendrick sudah menghampirinya dan menyambar roti itu dari tangan Beatrice. Ia menggigit sarapannya dan sesekali meniup rotinya pelan, ia mengunyah makanannya perlahan.


“ Clo, besok jadwalku kosong bukan? “ tanya Kendrick sambil membawa piringnya mendekati meja makan.

__ADS_1


“ Iya Ken, ada rencana bepergian? “ jawab Clovis seraya mengecek kembali jadwal Kendrick didalam ipadnya.


“ Oh tidak, kalian beristirahat saja. “ sambung Kendrick seraya menyeruput kopinya.


Beatrice ikut bergabung dimeja makan, ia memandangi suaminya makan dengan lahap. Sementara yang lain masih sibuk menghabisakn sandwich sayuran dan juga omelet telur yang disiapkan oleh Bibi Rasi.


“ Sayang, nanti malam kita menginap di rumah Ibu ya? Kabari saja Kak Hera. Aku jemput di Kedai. “ ucap Kendrick pada Beatrice sambil mengusap tangannya dengan tisu.


Sayang? Iya Kendrick memanggil Beatrice dengan panggilan kesayangan, hal sesederhana itu membuat pagi Beatrice terasa lebih cerah dan membuatnya semakin bersemangat. Kendrick tidak memanggilnya dengan namanya lagi, tetapi Beatrice masih merasa kikuk jika harus menggunakan panggilan yang sama untuk Kendrick.


“ Oke. “ jawab Beatrice singkat sambil tersenyum memandang Kendrick dengan hangat.


“ Aku berangkat dulu ya, jangan terlalu capek sayang. “ Kendrick kembali mengusap lembut kepala Beatrice lalu mengecup bibir istrinya cepat.


“ Woooo Kendrick ini pelanggaran!” teriak Laura saat melihat tingkah Kendrick baru saja, sementara Pria itu hanya terkekeh mendengar protes stafnya. Wajah Beatrice memerah, ia malu dengan sikap Kendrick yang sedikit berlebihan pagi itu.


Beatrice mengikuti Kendrick hingga depan pintu tidak lupa ia mengulurkan kotak bekal pada suaminya, lalu ia melambaikan tangannya saat Kendrick masuk kedalam mobil. Aura kebahagiaan semakin terpancar pada keduanya, kehangatan rumah tangga mereka juga ikut dirasakan oleh orang – orang disekeliling mereka.


“ Nyonya, saya sangat bahagia melihat perubahan sikap Tuan yang semakin hari semakin hangat. Tuan terlihat lebih bahagia sejak menikah dengan Nyonya. “ ucap Bibi Rasi saat Beatrice membantunya membereskan dapur.


“ Syukurlah Bibi, aku juga sangat bahagia sejak hidup bersama Kendrick. “ tukas Beatrice seraya menyunggingkan senyumannya.


“ Bi, apakah dulu Regina juga sering kemari? “ tanya Beatrice tiba – tiba.


“ Ehem, “ Bibi Rasi berdehem pelan, ia bingung menjawab pertanyaan Beatrice baru saja.


“ Hehe, tidak perlu dijawab Bibi. Ya sudah aku mandi dahulu Bi. “ Beatrice kemudian melenggang naik kelantai dua. Hati nya sedikit terasa sakit karena pertanyaannya sendiri, tetapi ia menepisnya.

__ADS_1


“ Sudahlah, tidak ada gunanya mencemburui masa lalu. “ ia berucap pada dirinya sendiri, kemudian masuk kedalam kamar mandi.


__ADS_2