
Pak Man menghentikan mobil yang dikemudikannya tepat di belakang mobil box yang terparkir dipinggir jalan. Beatrice segera membuka sabuk pengamannya dan turun dari dalam mobil.
“ Terima kasih Pak Man, hati – hati dijalan. Oh iya Pak, jika nanti Ibu bertanya dimana kedai ku berikan saja alamat daerah sini ya Pak, itu kedai ku berada di ruko nomor dua dari kanan. Ruko bercat cream dan cokelat itu Pak. “ ucap Beatrice dengan ramah sekaligus berpesan pada supir kepercayaan keluarga Kendrick sambil menunjuk ruko yang masih lengang.
“ Baik Nyonya akan saya sampaikan, saya permisi dahulu. “ jawab Pak Man sambil tersenyum kemudian melesatkan mobilnya, menghilang dari pandangan Beatrice.
Beatrice kemudian melangkahkan kaki nya menuju bangunan yang dia tunjuk tadi, terlihat disana beberapa orang sedang mendesain ruangan dan menata beberapa perabot. Orion sudah memandu orang – orang tersebut untuk menyeting tempat sesuai dengan desain yang sudah disetujui Beatrice.
“ Hai Rion! “ Sapa Beatrice pada pria tinggi berkulit sawo matang itu.
“ Halo Kak, bagaimana menurut mu? Apakah oke? “ Orion meminta pendapat Beatrice.
“ Ini sangat keren! Aku menyukainya! “ mata Beatrice berapi – api.
Wanita itu mengedarkan seluruh pandangannya melihat kedainya sudah hampir selesai di tata ulang. Terlihat dinding dan meja kasir didominasi dengan warna cokelat kayu, berjajar disamping meja kasir dua buah etalase kue kaca dengan list berwarna hitam. Meja – meja kayu berbentuk bulat dan kursi besi berwarna hitam mengisi penuh bagian dalam kedai, beberapa meja dengan sofa juga terlihat bepadu hangat disudut ruangan.
Pada dinding belakang meja kasir terpampang papan – papan besar berwarna hijau tua, papan itu akan difungsikan untuk menulis menu mereka. Coffee maker berwarna hitam doff juga sudah tertata dengan rapi beserta cup – cup kertas juga sedotan ramah lingkungan diatas meja marmer. Alat – alat pendukung lain seperti blender, coffee and milk frother, cocktail shaker dan juga dripper sudah disusun pada rak didekat wastafel.
Sementara disamping meja kasir terdapat dua buah showcase besar berwarna senada dengan etalase kue. Beberapa bingkai foto juga tergantung dengan manis pada dinding beton bercat cream, bunga peace lily berdaun hijau lebat dengan bunga putih bermekaran terlihat mempermanis ruangan.
“ Terima kasih Orion, kamu sangat membantu ku. “ dengan pelan Beatrice menepuk bahu tegap Orion.
“ Don’t mention it Kak! “ Orion tersenyum dengan tulus, sekaligus lega karena segala macam masukan yang ia berikan ternyata bermanfaat.
“ Anak – anak mana? “ Beatrice menanyakan karyawan – karyawan yang sudah direkrutnya.
__ADS_1
“ Mereka di pantry sedang menyusun perabotan. “ jawab Orion seraya menunjuk pintu hitam di bagian belakang kedai.
Beatrice kemudian berjalan menuju pintu yang ditunjuk Orion baru saja, ia melihat sepuluh orang karyawannya sedang menyusun perabot dan membersihkan ruangan yang baru saja didekorasi.
“ Halo semuanya! “ sapanya dengan riang.
“ Halo Kak Beatrice! “ mereka kompak menjawab sapaan Beatrice.
“ Bagaimana team, apakah ada kesulitan? “sambung Beatrice sambil memasukkan tangannya kedalam saku baju hangatnya.
“ Semua nya aman Kak! “ jawab Erick salah seorang karyawan yang direkrut oleh Beatrice sebagai barista.
“ Syukurlah, ayo kita lanjutkan. Jika sudah selesai kita briefing untuk jadwal shift dan agenda pemilihan menu besok ya! “ ucap Beatrice sambil mengecek Freezer dan beberapa perabot lain.
Mereka bekerja dengan penuh semangat, ditambah dengan energi positif yang dipancarkan oleh Beatrice membuat semua karyawannya merasa bahagia dan semakin giat melakukan tugas awal mereka dalam pembukaan kedai kopi milik Beatrice.
“ Ayo guys kita makan dulu! “ panggil Beatrice pada seluruh karyawannya agar berkumpul di meja depan. Ia sudah membeli beberapa bucket ayam goreng dan nasi serta lauk pelengkap lain seperti sup dan juga minuman.
“ Terima kasih Kak Beatrice. “ mereka kembali menjawab dengan kompak ajakan Beatrice.
“ Mari makan semuanya, aku senang sekali bisa menemukan bos sebaik Kak Beatrice! “ ucap Monica sambil meneguk cola nya.
“ Haha, hati – hati galaknya belum muncul! “ jawab Orion asal, dan mereka semua tertawa.
“ Kalau kami boleh tahu, apa Kak Beatrice ini pacarnya Kak Orion? “ tanya Della dengan polos. Beatrice memandang gadis belia itu dengan tatapan tajam, lalu ia tertawa dengan keras. Beatrice sedang menggodanya.
__ADS_1
“ Bukan Della! Dia ini kekasih adik ku, maka nya dengan sukarela membantu ku membuka kedai kopi ini. “ jawab Beatrice, lalu terlihat ia menggigit paha ayam yang ia pegang.
“ Kami kira Kak Beatrice itu pacar Kak Orion. Hehehe. “ Della terkekeh.
“ Kalau Kak Beatrice sudah punya pacar? “ tanya Erick penasaran.
“ Pass! Tidak boleh bertanya lagi, oke? “ Beatrice berusaha membatasi agar kehidupan pribadinya tidak terlalu diketahui oleh para karyawannya. Bagaimanapun saat ini ia masih berstatus sebagai istri Kendrick Leandro, ia tidak ingin rahasia besarnya ini terekspos ke publik hanya karena ia berbagi dengan karyawan – karyawannya.
“ Yah, padahal kami sangat penasaran dengan Kakak. Diusia yang terlihat masih muda begini sudah bisa membuka kedai yang cukup besar, wajah cantik kakak juga membuat kami tidak fokus kak! “ kelakar Daniel, pria dengan postur tubuh tinggi berisi yang menjadi koki untuk kedai kopi Beatrice.
“ Sudah, tidak ada yang menarik dari kehidupan Kak Beatrice. Jadi bagiamana kalau sekarang kita bahas pembagian shift dan jadwal kita minggu ini? “ tangkas Orion menghentikan candaan mereka.
“ Jadi kita akan mulai beroperasi dari jam sepuluh pagi hingga jam sepuluh malam. Kalau teman – teman yang bertugas di kitchen kalian memiliki jam kerja berbeda, karena kalian harus membantu Kak Beatrice membuat kue dan memasak kudapan lainnya. Jadi kita akan rolling shift setiap satu minggu sekali ya? Kabar bahagianya kita tidak beroperasi di hari minggu. “ jelas Orion kemudian.
“ Shift satu diketuai oleh Daniel, dengan anggota tim Erick, Monica, Della, dan Tessa. Sisanya kalian berlima di shift dua. Setuju ya? “ sambung Orion kemudian.
“ Siap Kak Orion! “ mereka menjawab bersamaan penjelasan Orion baru saja.
Beatrice menilik seluruh ruangan kedai kopinya, ia tersenyum dengan sangat lega. Persiapannya sudah rampung, akhirnya impian yang ia bangun sejak lama hampir terwujud. Beatrice tersenyum dengan bahagia.
“ Akhirnya aku mewujudkannya Rion. “ Beatrice menghela nafas, sementara Orion tersenyum sambil mencocolkan kentang goreng kedalam saus sambal diatas meja.
“ Terima kasih Kak Beatrice dan Kak Orion karena kesempatan yang diberikan untuk kami. “ ucap Daniel kemudian.
“ Aku juga berterima kasih pada kalian semua mau ikut membangun mimpiku. Aku berharap kalian akan terus bersemangat dan selalu kompak ya? “ balas Beatrice kemudian.
__ADS_1
Mereka telah merampungkan dekorasi ruangan dan sudah melengkapi semua perabot dan kebutuhan kedai. Hanya tinggal tahap promosi dan pemilihan menu yang perlu mereka lakukan. Terlihat semuanya riang dan akrab diruangan yang terlihat hangat itu.