
Sesuai dengan pembicaraan Beatrice dengan Kendrick dan orang tuanya, hari ini keluarga mereka sepakat untuk bertemu. Mereka melangsungkan pertemuan direstoran sebuah Hotel yang tempo lalu ditempati oleh Kendrick, dan sepertinya memang Kendrick selalu menginap disana.
“ Siap semua? “ ujar Kath dari bangku kemudi. Malam itu hanya ada Beatrice, Ayah dan Ibunya juga Kath. Mereka memang sengaja untuk tidak memberikan kabar terlebih dahulu pada keluarga dan kerabat lain. Hari itu Ayah Beatrice terlihat cukup tegang, sementara Ibu Beatrice berusaha terlihat lebih tenang, sementara Beatrice? Ia tidak tahu apa yang ia rasakan sekarang, segalanya hanya terasa seperti mimpi. Menikah dengan Kendrick tidak pernah ada dalam daftar rencana kehidupannya sebelumnya, Beatrice mengira bahwa ia akan hidup normal dan menikah dengan pria normal.
Tak lama mereka sudah tiba di Hotel yang menjadi tempat pertemuan mereka, segara Beatrice dan keluarganya menuju tempat yang sudah dipesan Kendrick sebelumnya. Ruangan VIP ditengah taman, terlihat sebuah gazebo setengah tertutup yang tidak terlalu besar. Pelayan membuka kan pintu kemudian mereka pun masuk. Beatrice memandang Kendrick yang terlihat sangat tampan, dengan balutan kemeja bergaris hitam putih berlengan panjang yang dilipat hingga siku dipadukan dengan celana kain berwarna gelap.
“ Selamat malam Ayah dan Ibu “ sapa Beatrice saat tiba didekat mereka. Ibu Kendrick langsung berdiri dan memeluk Beatrice hangat. Begitu juga dengan Hera yang duduk disebelah Ibu Ken, dia langsung berdiri dan memeluk ‘calon adik iparnya’ itu.
“ Selamat malam dan silahkan duduk Tuan Barry dan Nyonya “ ucap Ayah Kendrick setelah selesai berjabat tangan dengan orang tua Beatrice. Mereka semua langsung duduk pada kursi yang telah disiapkan.
“ Selamat malam Tuan Barry perkenalkan saya Bram dan ini isteri saya, kami orang tua Kendrick. Ini kakak Kendrick, Hera beserta suaminya Travis, tentunya saya sangat bahagia sekali bisa berkumpul dan bertemu dengan keluarga Beatrice “ ucap Ayah Kendrick saat mereka semua sudah duduk dengan nyaman.
“Selamat malam Tuan Bram, ini suatu kehormatan bagi keluarga kami bisa bertemu dan duduk bersama dengan keluarga Tuan. Ini Kathleen, adik perempuan Beatrice. “ bergantian Ayah Beatrice memperkenalkan keluarganya.
“ Tentunya Tuan Barry sudah tahu persis apa yang menjadi tujuan kami datang bertemu, tidak lain karena keinginan putra kami Kendrick untuk menikahi Putri Tuan, Beatrice “ ucap Ayah Kendrick to the point. Beatrice sekilas melirik Kendrick yang duduk disampingnya, Kendrick hanya menggosok – gosokkan telapak tangannya perlahan dicelananya.
“ Ehem, sebenarnya hal ini cukup mengejutkan bagi kami Tuan Bram, kami sebelumnya tidak pernah membayangkan jika laki – laki yang akan menikahi Putri kami adalah Kendrick “ suara Ayah Beatrice terdengar sedikit berat.
“ Kami juga merasa terkejut Tuan, karena mereka bisa sangat rapat menutupi hubungan mereka hingga manajer Ken sendiri pun tidak tahu jika Ken berpacaran dengan Beatrice. Meskipun kami belum mengenal Beatrice cukup lama, namun kami tahu Beatrice adalah wanita yang sangat baik “ jelas Ayah Ken panjang lebar.
“ Lalu apakah memang pernikahan dengan Beatrice tidak akan menimbulkan hal buruk bagi karir Kendrick dan bagi keluarga Tuan? Karena kami sangat tidak mungkin jika dibandingkan dengan Keluarga Tuan. Kami sangat tahu Tuan, Kendrick tumbuh besar dengan sendok emas ditangannya sementara Beatrice hanya tumbuh dengan kesederhanaan “ Ayah Beatrice nampak belum bisa tenang dengan rencana pernikahan ini.
__ADS_1
“ Tuan, Kendrick bisa menikah dengan Beatrice adalah sebuah keuntungan. Kami akan memperoleh satu anak perempuan lagi dalam keluarga kami, seorang anak perempuan dengan hati yang tulus. “ Hati Beatrice tercabik – cabik rasanya mendengar perkataan Ayah Kendrick. di lubuk hati terdalamnya justru ia sedang bergumul, Beatrice cukup menyesali rencana pernikahan palsu yang ia susun bersama Kendrick ini. Beatrice takut menyakiti hati banyak orang karena sandiwaranya bersam Kendrick.
“ Tahukah Tuan, bahkan Beatrice menemukan cucu kami saat hilang ditaman hiburan “ kini terdengar suara Ibu Kendrick.
“ Ah Ibu, waktu itu hanya kebetulan “ Beatrice menyanggah.
“ Meski kebetulan kamu tetap menggendongnya padahal kaki mu sedang terluka, kamu tetap membelikan Rachel minum saat ia bilang haus, membelikan ia balon bahkan hanya karena dia bilang ingin, dan memberikan lolipop saat ia menangis, tanpa kamu tahu dia siapa “ Hera menimpali.
“ Tuan dan Nyonya benar – benar membesarkan anak perempuan dengan sangat baik “ puji Ibu Kendrick dengan mata berkaca – kaca.
“ Meski demikian kami mohon Nyonya, bimbing Beatrice supaya dapat menjadi istri yang baik untuk Kendrick “ sambung Ibu Beatrice.
“ Tuan apakah tidak keberatan jika pernikahan diadakan di kota kami saja? Mengingat pekerjaan Ken cukup padat dibulan Mei ini ? “ lanjut Ayah Kendrick lagi.
Akhirnya pernikahan mereka diputuskan untuk digelar dia awal bulan Mei di kota Kendrick dengan acara sederhana tanpa wartawan. Beatrice tidak menyangka akan berada ditahap ini, tahap yang belum pernah ia pikirkan sebelumnya.
Tidak lama setelah obrolan seputar rencana pernikahan berakhir, pramusaji mulai menghidangkan makanan dimeja mereka. Terlihan beberapa saat kemudian Clovis dengan dua orang pria masuk ke ruangan itu, disusul Rachel dengan pengasuhnya.
“ Tante balon! “ teriak Rachel saat melihat Beatrice disana, ‘calon istri’ Kendrick itupun juga melambaikan tangannya pada Rachel.
“ Jadi, Beatrice apakah sudah mengajukan pengunduran diri ? “ tanya Hera pada Beatrice ditengah – tengah makan malam.
__ADS_1
“ Besok baru aku kirimkan surat pengunduran diri kak “ jawab Beatrice pada Hera.
“ Jika begitu nanti pengurusan surat bisa diserahkan pada kami saja, setelah pengunduran dirimu disetujui datanglah ke rumah, kita siapkan segala kebutuhan acara pernikahan “ ucap Kendrick seraya mengusah kepala Beatrice pelan. Hati Beatrice kembali berdesir, wajahnya memerah tiap kali Kendrick memperlakukannya selayaknya orang pacaran. Beatrice tidak menyadari bahwa ia suka dengan apa yang Kendrick lakukan.
“ Oke “ Beatrice menjawab singkat seraya mengutuki dirinya sendiri didalam hati.
“ Tuan, kami sebenarnya membawa beberapa hantaran dan buah tangan namun memang kami tidak turunkan karena takut mengundang perhatian. Seperti yang Beatrice dan Ken minta mereka tidak ingin terekspos, jadi izinkan nanti Pak Mar mengantarkannya kerumah Tuan “ ucap Ayah Kendrick sebelum keluarga Beatrice pamit undur diri.
“ Tuan, sebenarnya tidak perlu serepot ini “ jawab Ayah Beatrice sungkan.
“ Terima kasih banyak atas perhatiannya untuk keluarga kami Tuan dan Nyonya, kami mengucapkan selamat jalan untuk perjalanan besok “ Ibu Beatrice bersuara.
“ Ayah, bolehkah aku pinjam Beatrice, kami sudah seminggu tidak bertemu “ pinta Kendrick sebelum mereka keluar ruangan.
“ Hahaha, tentu saja “ Ayah Beatrice mengiyakan.
Beatrice melihat Ayah dan Ibu nya serta Kath meninggalkannya bersama keluarga Kendrick, tampak binar kelegaan dari mata Ayah Beatrice setelah pertemuan ini. Sepertinya pertemuan dengan keluarga Ken sudah menepis keraguan dihati Ayah Beatrice. Begitu juga dengan keluarga Ken, mereka terlihat bahagia dan yakin bahwa putra kebanggaan mereka adalah laki – laki baik yang akan menikahi seorang gadis baik.
“ Ayah, Ibu ada yang ingin kubicarakan sebentar dengan Beatrice jadi kami permisi dahulu “ dengan gagah Ken menggandeng tangan Beatrice didepan keluarganya.
“ Kalau ke kamar jangan aneh – aneh, belum waktunya “ goda Hera, membuat wajah Beatrice merah padam. Kemudian Kendrick melingkarkan tangannya dipinggang mungil Beatrice berjalan menjauhi keluarganya.
__ADS_1
Hati Beatrice kembali berdesir
“ Jangan buat aku semakin terbawa dengan suasana ini Ken “ pekik Beatrice dalam hati.