
Pagi – pagi sebelum ke kantor Beatrice sudah menuju Hotel tempat Kendrick dan keluarganya menginap, sedikit berlarian ia menuju lobby. Terlihat mereka sekeluarga sudah berada di lobby tampak sudah siap untuk berangkat.
“Maafkan saya Ayah, Ibu saya sedikit kesiangan “ ujar Beatrice setibanya didekat mereka.
“ Tidak apa – apa Beatrice, pasti sudah larut malam Ken baru mengantarmu pulang ya ? “ ucap Ibu nya seraya menepuk – nepuk pundak Beatrice ringan.
“ Kita berangkat dulu ya Beatrice, sampai jumpa dua minggu kedepan “ sambung Ayah Kendrick dan Beatrice hanya mengangguk.
" Tante, kapan – kapan kita main ke taman hiburan ya? “ celoteh Rachel dari gendongan Papanya.
“ Iya sayang “ Beatrice mengusap rambut Rachel lembut.
“ Jaga diri baik – baik Beatrice “ Hera memeluk Beatrice hangat dilanjutkan oleh Ibu Kendrick.
Beatrice dan Kendrick mengantar mereka hingga bagian beranda depan Hotel, segera mereka naik ke mobil yang akan membawa mereka ke Bandara. Beatrice melambaikan tangannya pada mereka hingga mobil menghilang dari pandangan matanya.
“ Sampai jumpa di kantor mu “ ucap Kendrick sesaat sebelum meninggalkan Beatrice. Gadis itu hanya mengangguk dan tersenyum kemudian keluar dari bangunan Hotel tersebut menuju shuttle bus untuk berangkat ke kantor.
__ADS_1
Setibanya di kantor sekilas Beatrice mengintip ruangan Pak Richard, melihat beliau ada didalam segera ia menghadap dan menyerahkan berkas pengunduran diri nya.
“ Selamat pagi Pak Richard “ ucap Beatrice setelah mengetuk pintu dan dipersilahkan masuk.
“ Selamat pagi Beatrice, apa yang ingin kamu sampaikan? “ jawab Pak Richard lugas.
“ Pak, ini saya mengajukan permohonan resign “ seraya Beatrice mengulurkan amplop berwarna cokelat. Mimik muka Pak Richard langsung berubah saat itu, seperti orang yang kaget. Karena memang selama Beatrice bekerja ditempat itu mereka belum pernah mendengar wanita lincah itu mengeluh atau bahkan memiliki keinginan untuk mengundurkan diri. Namun tanpa ada aba – aba Beatrice sudah melayangkan surat pengunduran diri pada atasan nya.
“ Apakah ada masalah dengan pekerjaan disini Beatrice? Mengapa kamu tiba – tiba mengundurkan diri? “ tanya Pak Richard sesaat setelah membaca surat pengunduran diri Beatrice.
“ Hal lain apa itu Beatrice ? Apakah saya boleh tahu? “ tanya nya lagi.
“ Hanya sebuah impian kecil pak, namun saya rasa harus merealisasikannya “ jawaban Beatrice mengambang.
“ Apakah kamu yakin memang tidak ada yang salah dengan bekerja disini “ Pak Richard masih mengejar alasan Beatrice.
“ Benar Pak “ Beatrice hanya menjawab Pak Richard singkat.
__ADS_1
“ Jangan – jangan kamu mau menikah? Lalu suami mu meminta mu untuk berhenti bekerja? “ terka Pak Richard lagi.
“ Hahaha tidak Pak, bukan itu “ Beatrice berusaha mengelak. Beberapa orang diperusahaan tahu bahwa ia tidak memiliki pacar, akan menjadi pembicaraan besar jika tiba – tiba Beatrice mengundurkan diri dengan alasan akan menikah.
“ Apakah saya sudah tidak dapat mengubah keputusan mu Beatrice? “ Pria berusia empat puluh tahunan itu seolah belum dapat menerima keputusan Beatrice.
“ Maafkan saya Pak “ ucap Beatrice seraya menundukkan kepala tidak berani memandang Pak Richard.
“ Baiklah Beatrice, sepertinya keputusan mu sudah bulat. Saya akan serahkan ke HRD hari ini “ lanjut Pak Richard pasrah dengan permintaan Beatrice
Segera Beatrice keluar dari ruangan Pak Richard untuk mempersiapkan pemotretan pagi ini untuk edisi Mid Autumn.
“ Kenapa Beatrice? Tumben sepagi ini sudah menghadap Pak Richard? “ tanya Helena saat Beatrice menghampiri mejanya untuk mengambil berkas.
“ Hanya ada yang ingin ku sampaikan saja Len, mana draft content untuk pemotretan hari ini? “ kemudian Helena menyerahkan berkas pemotretan hari ini pada koleganya itu.
“ Thank you Beatrice, tolong handle proyek ini ya ,pemotretan di Studio 3. Tolong bantu briefing model kita juga ya.“ ucap Helena sebelum Beatrice menuju studio dilantai 19 bangunan gedung itu.
__ADS_1