
Tok.. tok.. tok..
Suara ketukan pintu terdengar sangat lemah dari balik kamar Kendrick dan Beatrice, manajer Kendrick dengan sabar menunggu jawaban dari yang empunya kamar. Clovis kemudian mengetuk kembali daun pintu dengan lebih keras, tetapi sama saja hening.
“ Ken? Beatrice? “ panggil Clovis dari luar kamar, tetapi tidak ada suara dari dalam kamar yang menyahut.
Clovis ingin memastikan kondisi Kendrick saat itu, dan apakah memungkinkan jika Kendrick tetap mengikuti acaranya nanti malam mengisi sebuah acara bertajuk gameshow di salah satu stasiun televisi. Pria itupun memberanikan diri membuka kamar utama dirumah itu, ia melongokkan kepalanya kedalam kamar. Terlihat kepala dua orang menyembul dari balik selimut.
Kendrick dengan lelap nya membenamkan kepalanya pada sela – sela leher Beatrice yang tidur menghadap kearahnya, sementara tangan pria itu menyusup pada pinggang Beatrice. Tangan kanan Beatrice juga terlihat memeluk bagian kepala Kendrick, pemandangan pagi hari yang sangat manis untuk Clovis.
“ Ken, Ken? Apakah kamu sudah baik – baik saja? “ panggil Clovis pelan sambil menggoyangkan badan Kendrick.
Beatrice tampak bergeliat, ia kemudian membuka matanya ia sangat terkejut saat mendapati Clovis sudah berdiri disana. Wanita itu lebih terkejut lagi saat mendapati Kendrick tidur dengan lelapnya sambil memeluk erat tubuhnya.
“ Ken, bangun Ken. “Beatrice sedikit panik membangunkan Kendrick, namun ia tidak berani untuk protes karena Clovis masih berada disana.
“ Hmm?Huuaaaaaaa “ Kendrick kemudian melepaskan pelukannya dari tubuh Beatrice, lalu ia meregangkan badan berisinya yang mengagumkan.
“ Hmm, pukul berapa Be? “ tanya Kendrick sambil mengucek matanya yang masih mengantuk.
“ Jam sembilan Ken, apakah badan mu sudah terasa lebih baik? “ Beatrice menyentuh kening Kendrick dengan lembut.
“ Tenang Ken, aku sudah menghubungi TuanTravis tadi malam dan jadwal mu pagi ini ditunda dahulu. Mereka akan melakukan pengambilan gambar lusa, jadwalmu hanya nanti malam, apakah kamu bisa pergi? “ ujar Clovis sambil duduk diatas ranjang, sementara Beatrice terlihat melenggang ke kamar mandi.
“ Apakah tidak apa – apa jika aku tidak bisa mengikuti pengambilan scene tetapi malam harinya aku malah mengisi acara live? “ tanya Kendrick kemudian.
__ADS_1
“ Tidak apa – apa Ken, aku sudah bicara pada sutradara juga. Tenang saja Ken, mereka semua membutuhkan mu jadi mereka akan mengikuti waktu mu, yang terpenting adalah kamu sembuh dulu. “ sahut Clovis kemudian.
“ Okay, apakah semalam kamu tidur disini? “ tanya Kendrick saat melihat Clovis masih mengenakan pakaian yang sama sejak kemarin.
“ Hmm, Beatrice menelpon ku dengan panik semalam. “ jawab Clovis kemudian.
“ Istirahatlah Ken, aku pulang dahulu. Nanti ku jemput pukul enam sore ya? “ Sambung pria itu. Kendrick hanya menganggukkan kepalanya pelan, menandakan ia setuju dengan ucapan Clovis.
Tidak lama setelah Clovis pergi meninggalkan kamarnya, Beatrice keluar dari dalam kamar mandi. Ia telah mengganti pakaiannya dengan kaos over size berwarna mustard dan celana pendek selutut berwarna cokelat.
“ Sepertinya sudah tidak apa – apa jika kamu mandi Ken. “ Beatrice menyentuh kening Kendrick lagi.
“ Duduklah disini Be. “ Kendrick menarik tangan Beatrice dengan lembut, membuat wanita itu langsung menjatuhkan dirinya disamping Kendrick.
“ Kenapa Ken? “ sorot mata Beatrice sangat berbeda pagi itu, binar – binar cinta terpancar begitu kentara, rasa khawatir juga jelas terpantul dari mata indahnya.
“ Sudahlah Ken, biarlah yang berlalu tidak perlu dibahas lagi. Mungkin saat itu aku juga sedang sensitif. “ Beatrice tertunduk malu mengingat sikapnya kemarin yang sangat kekanak – kanakan saat mengembalikan kartu debit pemberian Kendrick.
“ Kapan kamu menaruh kembali kartu mu Ken? Kemarin aku melihatnya ada didalam dompet ku lagi, aku malu pasti kamu juga melihat foto yang kupasang disana. “ Beatrice menatap hangat mata Kendrick.
“ Kenapa malu Be? Aku menyukainya! Be apakah kamu tidak marah? Saat bangun tidur aku memelukmu dengan erat? “ Mata Kendrick juga terlihat berbinar saat memandang Beatrice, sorot mata Kendrick juga terlihat hangat.
Beatrice menggelengkan kepala nya dengan pelan saat mendengar pertanyaan Kendrick, sejujur nya ia juga kaget saat mendapati Kendrick tidur sambil memeluknya. Tetapi tidak dipungkiri, Beatrice menyukainya, ia menyukai setiap hal yang Kendrick lakukan padanya.
“ Karena kamu sedang sakit Ken. “ bisik Beatrice memberikan alasan.
__ADS_1
“ Lalu, kalau aku ingin tidur seperti itu setiap malam apakah tidak boleh Be? “ Kendrick semakin dalam memandang Beatrice. Perlahan laki – laki itu menyentuh rambut lembut Beatrice yang jatuh pada kening dan pipinya.
“ Kenapa Ken? Bukan kah ini tidak boleh dilakukan? “ Bibir Beatrice menolak permintaan Kendrick, tapi dia tahu betul bahwa hatinya berkata lain. Beatrice juga ingin tidur sambil memeluk Kendrick, dia juga berharap bisa tidur seperti itu dengan Kendrick setiap hari. Ia menyadari bahwa ia benar – benar menyukai Kendrick, bahkan ia sangat menyukai Kendrick.
“ Hmmmm, baiklah jika begitu Be. Aku mandi dulu ya, aku ingin makan sup kaldu tulang sapi Be. Buatan mu. “ Kendrick menghela nafas, kemudian menyibakkan selimutnya dan turun dari tempat tidur.
“ Iya, aku buatkan dahulu ya, masih ada stok kaldu didalam kulkas. “ Beatrice mengamati Kendrick yang menghilang kedalam kamar mandi, gadis itupun segera beranjak menuju dapur.
***
Sup kaldu tulang sapi yang diminta Kendrick terlihat sudah disajikan Beatrice diatas meja dapur. Sup dengan kuah berwarna putih seperti susu dilengkapi dengan suwiran daging sapi brisket, potongan akar teratai dan daun bawang terlihat sangat menggoda.
“ Kenapa Nyonya tidak membangunkan kami tadi malam? “ ujar Bibi Rasi yang sedang mencuci panci yang tadi dipakai Beatrice untuk memasak.
“ Tidak apa – apa Bi, Bibi pasti lelah juga. “ jawab Beatrice sambil meletakkan nasi putih keatas meja.
“ Selamat pagi Tuan, apakah sudah merasa lebih baik Tuan? “ tanya Bibi Rasi saat melihat Kendrick sudah berada diruang makan.
“ Pagi Bi, sudah lebih baik karena ada istriku yang merawat. “ Kendrick mengusap pelan rambut Beatrice saat ia sedang menuangkan air kedalam gelas.
“ Ayo cepat makan sup mu sebelum dingin. “ Beatrice mengulurkan sebuah sendok ke tangan Kendrick.
“ Hmmm, aku ingin disuapi Be. “ Kendrick memasang wajah memohon dengan manja.
“ Hmm, Ken? “ Beatrice menatapa Kendrick dengan sebal.
__ADS_1
“ Bibi, suapi aku karena istriku tidak mau melakukannya. “ Kendrick semakin mengoceh. Bibi Rasi hanya tersenyum mendengar ucapan Kendrick baru saja, karena ia tahu Kendrick hanya menggoda Beatrice agar perempuan itu mau melakukannya.
“ Baiklah, baiklah ayo makan. “ Beatrice akhirnya mengalah dan menuruti kemauan Kendrick. Dengan sabar Beatrice meniup sup yang masih panas, lalu memasukkan suapan demi suapan kedalam mulut Kendrick. Sementara pria itu makan dengan lahapnya, ia juga tidak henti – henti nya memandang wajah Beatrice yang cantik itu.