THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
SEPI


__ADS_3

    Waktu belum menunjukkan pukul tujuh malam, mobil Kendrick sudah terlihat memasuki garasai dirumahnya. Terlihat Clovis dan Dami mengikuti aktor tampan itu sambil menenteng barang – barang bawaan Kendrick. Mereka bertiga kemudian masuk kedalam rumah bersamaan, dan seperti hari – hari biasanya rumah itu terlihat lengang.


    “ Selamat malam Tuan. “ sapa Bibi Rasi saat mendapati Tuan rumahnya berjalan menuju kamar atas, namun Pria itu hanya diam.


    Seperti hari – hari biasanya juga Dami menyelesaikan tugasnya, merapikan barang – barang Kendrick dan menyusun barang – barang lain yang diperlukan untuk esok hari. Sementara Clovis langsung duduk keruang keluarga dan menyalakan televisi.


    “ Sepi sekali Bi, Beatrice juga tidak terlihat? “ tanya Clovis pada Bibi yang mengantarkan minuman ke ruang keluarga.


    “ Tadi Nyonya pergi ke rumah Nyonya Besar, tapi ini belum kembali Tuan Clovis. “ jawab bibi kemudian meninggalkan Clovis.


    Tok.. tok.. tok


    Kendrick mengetuk pintu kamarnya dengan pelan, namun tidak ada jawaban. Pria tampan itu segera menarik gagang pintu dan masuk kedalam kamar. Beberapa lampu sudah menyala terang disana, namun Kendrick tidak melihat keberadaan Beatrice. Lalu ia mencoba mengetuk pintu kamar mandi namun tetap nihil, Kendrick juga melongok ke kamar ganti namun juga sama saja. Pria berbadan tegap itu kemudian menyelinap dari dalam kamar menuju ke ruang baca.


    Tok.. tok.. tok


    Laki – laki itu kembali mengetuk pintu namun tetap hening, akhirnya ia mendorong daun pintu. Hanya cahaya temaram yang menerangi ruangan itu, Kendrick langsung menuju ke sofa yang semalam dipakai Beatrice tidur. Terlihat disana blanket abu – abu yang sudah dilipat dengan rapi diletakkan diatas bantal bersarung cokelat.


    “ Apakah dia menyadari kalau semalam aku kemari memberinya selimut dan bantal? “ ucapnya pelan sambil menyentuh ujung blanket dengan lembut.


    Karena tidak mendapati istrinya disana laki – laki idola jutaan wanita itupun segera melenggang dari dalam ruang baca dan kembali kedalam kamarnya. Pria itu segera masuk kedalam kamar mandi, ia melepas kancing kemeja nya satu persatu, membuka celananya  kemudian ia melempar seluruh pakaian yang tadi ia kenakan  kedalam keranjang cucian. Segera ia membasuh seluruh tubuhnya dibawah shower, terlihat air membasahi sekujur tubuhnya. Cetakan pada dada dan perut Kendrick terlihat sangat sempurna tersiram air hangat, rambut hitamnya juga terlihat lebih menawan karena terkena pantulan cahaya lampu kuning yang jatuh mengenai rambut basahnya.

__ADS_1


    Sesudahnya ia mengenakan handuk kimono berwarna hitam dan melenggang ke kamar ganti. Ia mengedarkan pandangannya kedalam kamar ganti, lalu sesekali ia melongokkan kepalanya ke kamar tidurnya.


    “ Kenapa se sepi ini, biasanya juga begini. Tapi kenapa jadi semakin sepi saja rasanya. “ bisiknya pelan sambil mengenakan kaos hitam polos yang baru saja ia ambil dari rak pakaian.


    Kendrick kemudian turun ke lantai bawah dan mendapati Clovis masih disana, sementara Dami terlihat sedang menyeduh teh didapur.


    “ Ayo makan, dari pada kalian harus mampir membeli makan lagi. “ ajak Kendrick sambil menarik kursi di ruang makan.


    “ Kamu tidak menunggu Beatrice? Kami makan diluar saja Ken, kamu istirahat lah. Besok ku jemput pukul setengah enam pagi ya, karena bincang pagi on air pukul tujuh. Mulai jam sepuluh pengambilan scene film ya Ken, oh ya besok akan lebih banyak pengambilan gambar under water dan malam nya jangan lupa malam ' Drama Awards ' . “ ujar Clovis sambil mendekati Kendrick lalu meraih kunci mobil diatas meja.


    “ Oke. “ Kendrick menjawab singkat seraya menuang air kedalam gelasnya.


    Berada diruang makan juga tidak semenggairahkan biasanya saat Beatrice berada disana, ia sudah mulai terbiasa dengan kehadiran wanita mungil dan menggemaskan itu. Kendrick kemudian meraih HP nya dan ia menekan nomor Beatrice.


    “ Tut...tut...tut... maaf nomor yang anda tuju sedang berada diluar jangkauan. “ terdengar nada sambungnya namun tidak terhubung, HP Beatrice mati.


    “ Bi, Bibi, apakah tadi Beatrice berpesan sesuatu? Mengapa HP nya tidak aktif? “ teriak Kendrick dari ruang makan. Bibi Inah tergopoh – gopoh menuju ruang makan mendengar teriakan Kendrick yang terdengar kesal.


    “ Oh, tadi Nyonya tidak mengatakan apapun, tetapi saya tahu Nyonya pergi ke rumah Nyonya besar Tuan. Nyonya Beatrice mengantarkan kue, sudah sejak tadi pagi dan hanya berpesan kalau akan pulang malam. “ sedikit takut Bibi Inah menjelaskan.


    “ Apa Bibi tidak memberi tahu kalau aku pulang awal? “ dengan kesal Kendrick memandang wanita paruh baya didepannya itu, wanita yang sudah bekerja pada nya beberapa tahun belakangan.

__ADS_1


    “ Sudah Tuan, Nyonya hanya mengatakan ‘ oke ‘  Tuan. “ Bibi Inah menjadi takut salah bicara.


    “ Ah sudahlah. “ Kendrick kemudian meninggalkan ruang makan tanpa menyentuh makanannya sedikitpun. Ia menuju kelantai dua dan masuk keruang baca, lalu ia membanting pintu dengan keras.


    “ Kemana dia? “ tanya Kendrick pada dirinya sendiri dengan cemas.


    Kendrick kembali meraih Hpnya dari dalam saku celananya, ia kemudian menghubungi Ibunya.


    “ Halo Bu, apakah Beatrice masih dirumah Ibu? “ ucap Kendrick to the point saat Ibu nya sudah mengangkat telponnya.


“ Oh tadi setelah lewat tengah hari dia sudah pergi Ken. Ada apa? Apakah belum kembali? Mungkin masih di kedai kopi, tadi Pak Man mengantarkannya. “jawab Ibu Kendrick dari seberang.


    “ Kedai Kopi? Apa Ibu memiliki alamatnya? Beatrice belum memberitahuku lokasinya Bu. “ dengan cemas Kendrick bertanya pada Ibunya.


    “ Oh sebentar Ibu kirimkan alamatnya ya. Apakah dia tidak menghubungi mu? Apa kalian sedang ada masalah? “ Ibu Kendrick mulai curiga dengan sikap Kendrick.


    “ Oke Bu, ini pesan Ibu sudah masuk, oh tidak kami baik – baik saja hanya HP Beatrice sepertinya lowbat. Kalau begitu  sudah dulu ya Bu, aku jemput Beatrice dahulu, bye! “ Kendrick lalu mematikan sambungan teleponnya dan bergegas menuju kamar.


    Laki – laki itu kemudian memilih dengan asal baju hangat yang tersusun rapi pada rak pakaian. Tidak lupa ia meraih masker kain yang disimpan dalam laci kaca disamping tempat penyimpanan dasi. Pria itu kemudian mengenakan benda yang baru saja diambilnya, lalu keluar dari dalam kamar.


    Dengan cepat Kendrick menuruni tangga dan berlari ke ruang keluarga, Bibi Inah yang sedang merapikan meja makan sekelebat melihat langkah Kendrick yang tampak terburu -  buru. Saat tiba diruang keluarga Kendrick mendekati key box berwarna hitam yang tergantung pada dinding dan segera ia menyambar satu buah kunci mobil lalu berlari menuju pintu yang menghubungkannya dengan garasi mobil.

__ADS_1


__ADS_2