THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
MEDIA SOSIAL


__ADS_3

Klik...


Sesaat suara pintu terbuka, kemudian terlihat Kendrick masuk kedalam kamar lalu menyambar sebotol air mineral yang ada diatas meja. Hanya dengan kaos abu – abu tipis dan celana training pendek setinggi lutut saja Kendrick terlihat sungguh menawan, terlebih butiran – butiran keringat jatuh membasahi pipi , dahi serta lehernya.


“ Sudah bangun Be? “ ucap Kendrick saat melihat Beatice masih mengumpulkan nyawa.


“ Kamu dari mana? “ jawab Beatrice seraya beranjak dari tempat tidur.


“ Gym, mau panggil room service? “ tanya Kendrick sambil melepaskan kaosnya yang basah oleh keringat.


“ Hmm, memang harus dilepas begitu bajumu Ken? “ Beatrice berdehem sambil melirik tubuh Kendrick yang atletis, terlihat dada bidang dengan perut sixpact nya sedikit berkeringat.


“ Panas Be, aku panggil room service, mandilah segera. Keluarga kita sudah perjalanan menuju rumah. “ lanjut Kendrick sesaat sebelum meraih gagang telpon disudut kamar.


Beatrice segera mengambil baju yang ada didalam kopernya, kemudian berlari menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Terdengar sayup – sayup suara televisi dinyalakan, Kendrick dengan santainya masih duduk didepan televisi sambil menunggu Beatrice selesai mandi.


Ting.. Tong.. Ting.. Tong


Segera Kendrick mengenakan bajunya lalu beranjak untuk membuka pintu, dilihatnya dua orang perempuan sedang mendorong troley yang berisi sarapan untuk yang empunya kamar.


“ Silahkan masuk “ ucap Kendrick pada kedua wanita itu. Terlihat kedua orang itu salah tingkah mendapati Kendrick berdiri didepan pintu. Dengan malu – malu mereka masuk ke dalam kamar dan menyusun makanan  keatas meja.


“ Siapa Ken? “ ucap Beatrice saat keluar dari kamar mandi.


“ Room Service baby “ jawab Kendrick lembut pada Beatrice. Beatrice hanya mengernyitkan keningnya, menyadari ada orang lain didalam kamar itu sehingga sikap Kendrick menjadi sangat manis. Tanpa menoleh kearah petugas room service, Beatrice berlari menuju ke dekat ranjang berharap mereka tidak melihat wajahnya.


“ Tuan, boleh kami berfoto dengan Tuan? “ tanya salah seorang pelayan pada Kendrick.


“ Oh tentu saja “ jawab Kendrick ringan. Kemudian kedua wanita itu bergantian berfoto bersama dengan Kendrick. Sementara mereka berfoto Beatrice tampak sedikit kesal, entah mengapa Beatrice merasa apa yang menjadi milik nya juga diinginkan oleh orang lain.


Tanpa disadari Beatrice menendang kopernya yang ada dilantai saat menyusun barang bawaannya, karena hari ini mereka akan kembali ke rumah Kendrick. Mendengar suara berdebum yang cukup keras, Kendrick segera berlari kearah Beatrice dan kedua petugas hotel mengikutinya.


“ Kenapa sayang? “ lagi – lagi kelembutan Kendrick menggoyahkan hati Beatrice.


“ Oh tidak  kenapa – kenapa, tadi tidak sengaja tersenggol. Buruan mandi gih, sudah siang “ suara Beatrice terdengar dipaksakan menimpali Kendrick, dan ia tetap memunggungi mereka. Karena melihat Beatrice seperti sedang kesal, kedua petugas hotel itupun segera undur meninggalkan kamar mereka.


“ Be, tinggalkan saja tidak perlu kamu kemasi nanti Dami yang akan mengemasi “ ucap Kendrick sesaat sebelum masuk ke kamar mandi, namun Beatrice tak menghiraukannya. Gadis itu tetap mengemasi seluruh barang bawaanya juga barang bawaan Kendrick. Selesainya Kendrick mandi, mereka berdua langsung menyantap makanan yang sudah disajikan.


“ Be, aku mau kopi “ pinta Kendrick saat melihat Beatrice menyelesaikan sarapannya.

__ADS_1


“  Okay, takarannya bagaimana Ken? “ tanya Beatrice seraya menuju mesin pemanas air.


“ Satu sendok teh kopi, satu sendok teh gula dan dua sendok teh creamer Be “ Kendrick menjawab setelah ia menelan makanannya. Tak lama Beatrice kemudian membawa satu cangkir kopi yang masih mengepul kepada Kendrick.


" Ini Ken “ Beatrice meletakkannya didekat piring makannya. Lalu Kendrick mengangkatnya lagi, mengulurkannya pada Beatrice.


“ Ambil lagi Be, aku ingin memotretmu dan mengunggahnya ke media sosial “ jawab Kendrick sambil meletakkan sendok teh pada tangan Beatrice. Beatrice hanya diam menuruti kemauan Kendrick, beberapa kali Kendrick memotret Beatrice.


“ Aku posting yang ini ya? “ ucap Kendrick sambil menekan – nekan layar HP nya


Pada foto tersebut terlihat tangan Beatrice sedang mengaduk secangkir kopi pada cangkir berwarna putih yang diletakkan diatas meja. Terlihat cincin melingkar dijari manis pada tangan sebelah kanannya, samar – samar terlihat lengan Beatrice disana.


“ Mana aku mau lihat Ken “ Beatrice mengulurkan tangannya agar Kendrick segera menunjukkan foto yang ia unggah pada akun media sosialnya.


    “ Bukannya kamu juga mengikuti akun ku? Lihat lah dengan HP mu “ goda Kendrick seraya menjulurkan lidahnya.


“ HP ku sudah ku masukkan dalam tas Ken “ Beatrice memanyunkan bibirnya, dan terlihat sangat menggemaskan.


Beberapa menit foto itu diunggah notifikasi terus berbunyi dari HP Kendrick, sehingga membuat Beatrice menjadi semakin penasaran.


“ Lihat Ken “ kembali dengan nada sedikit manja Beatrice memohon. Tanpa diduga Kendrick mengulurkan HP nya pada Beatrice.



“ Kamu termasuk followers ku kan? Apa nama akun mu Be? “ tanya Kendrick  sambil mengecap kopi yang sudah masuk kedalam mulutnya, sekali dia menghirup – hirup aroma yang menguar dari cangkirnya. Namun Beatrice tidak menjawab pertanyaan Kendrick.


Beatrice kemudian menekan foto yang terakhir diunggah oleh Kendrick.



“ Wuaaah, lihat lah Ken kamu memang sepopuler ini. Bahkan baru dalam hitungan menit  sudah banyak sekali jumlah like yang kamu dapatkan. Lihatlah komentarnya Ken sudah mencapai delapan puluh lima ribu “ Beatrice terheran – heran.


“ Aku boleh lihat komentarnya kan Ken? “ Kendrick hanya mengangguk memberikan izin pada Beatrice


“ Hmmm enak kopi buatanmu Be “ puji Kendrick sambil meminumnya lagi, sementara Beatrice asik berselancar pada akun media sosial milik Kendrick.


“ Apa nama akun media sosial mu Be? “ tanya Kendrick lagi.


“ Kenapa? Kamu tidak akan mengikutiku bukan? Sama saja kamu membuat pengumuman kalau aku istri mu “ jawab Beatrice.

__ADS_1


“ Aku hanya bertanya Be, apa salahnya dengan bertanya? Tapi bukankah akan terasa aneh kalau  kita tidak saling mengikuti Be? “ tanya Kendrick lagi.


“ Lihat lah Ken kamu hanya mengikuti delapan orang, jika kamu mengikuti ku semua penggemarmu akan langsung tahu. “ Beatrice menolak permintaan Kendrick, sementara Kendrick hanya terdiam dan terlihat sedang memikirkan sesuatu.



“  Ken, Alex_Alexander apakah Alex yang itu? Bacalah komentarnya Ken “ ucap Beatrice sambil menunjukkan layar HP tersebut pada yang empunya ponsel.


“ Bacakan lah Be “ pinta Kendrick sambil menyeruput kopinya lagi.


“ Cie, akhirnya Kendrick ada yang bikinin kopi, ada yang nemenin tidur juga “ Beatrice membaca komentar yang ditinggalkan Alex disana. Kendrick hanya tersenyum sambil menggeleng – gelengkan kepalanya tidak habis pikir dengan apa yang Alex tuliskan.


“ Ada direct message Ken, dari Dave David “ lagi – lagi Beatrice mengulurkan HP tersebut pada Kendrick.


“ Baca saja Be, tidak ada apa – apa disana “ Kendrick mendongakkan kepalanya pelan seoalah itu adalah perintah. Beatrice pun membuka tombol pesan yang ada disana.



“ Terlalu banyak  pesan masuk Ken, bacalah sendiri “ Beatrice kemudian mengulurkan HP tersebut pada Kendrick.


“ Ketikkan dahulu nama akun mu disana “ perintah Kendrick. Melihat Kendrick memasang wajah dinginnya akhirnya Beatrice mengetikkan nama akunnya disana kemudian mengulurkan HP tersebut pada pemilikknya.



“ Wah? Cantik sekali kamu Be? Dimana ini ? “ puji Kendrick saat membuka akun media sosial milik Beatrice. Ia langsung melihat foto yang terkahir kali Beatrice unggah pada akun media sosialnya.


“ Oh, itu disebuah cafe Ken dikota ku, waktu itu sedang ada pemotretan haha dan akhirnya aku minta salah satu fotografer yang akrab denganku agar memotretku hehe “ Beatrice terlihat malu – malu saat Kendrick men – stalking akunnya.


“ Banyak juga yang menyukai foto mu Be, tapi kenapa kamu jarang mengunggah foto? “ Kendrick penasaran karena hanya ada empat foto disana.


“ Lalu kamu sendiri kenapa hanya mengunggah sedikit foto? “ Beatrice berganti bertanya



“ Rigel Lorenzo? Apakah pria yang waktu itu di lift Be? “ sambung Kendrick saat membaca beberapa komentar yang ada pada postingan foto tersebut.


“ Hmm “ jawab Beatrice mengiyakan.


“ Lalu kenapa tadi malam dia menelponmu ? “ tanya Kendrick tiba – tiba. Beatrice hanya mengangkat kedua bahunya, menandakan ia tidak mengerti maksud Rigel kemarin. Kendrick hanya mengangguk – anggukkan kepala nya saat melihat jawaban ‘tidak tahu ‘ dari Beatrice. Pria itupun segera beranjak dari meja makan kemudian meraih jaket yang ada diatas sofa.

__ADS_1


“ Ayo pulang Be semuanya pasti sudah menunggu kita di rumah, pakai masker mu. Biarkan Dami mengambil semua barang – barang yang ada disini “ Kendrick segera beranjak lalu meraih tas tangan nya dan kunci mobil yang ada didekat meja rias. Beatrice segera mengambil tasnya yang berada diatas ranjang, kemudian mengenakan masker dan kaca mata hitam yang sudah disiapkan oleh Dami.


Sekeluarnya dari dalam kamar Kendrick berjalan sambil merangkul pinggang mungil Beatrice. Banyak orang yang berpapasan dengan mereka dan menyapa Kendrick penuh antusias, sementara Beatrice hanya berjalan sambil menundukkan kepalanya.


__ADS_2