THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
PAVILIUN


__ADS_3

Sesudahnya berganti pakaian Kendrick mengajak Beatrice keluar dari kamar, ia membimbing Beatrice masuk ke dalam mini galeri didalam villa itu. Ruangannya tidak begitu luas namun terasa begitu mendamaikan, saat masuk kedalam galeri mereka disambut oleh patung pahatan kayu tribal berbentuk rusa berdiri diatas karpet berwarna cokelat.


Sementara Beatrice melihat beberapa lukisan bergaya tradisional dengan sentuhan kontemporer dan minimalis berjajar rapi pada dinding ruangan. Beberapa koleksi fotografi dengan konsep liquid art  juga terlihat unik, menyemarakkan suasana galeri.


“ Wah, aku tidak menyangka ada tempat seperti ini disini Ken “ ujar Beatrice takjub.


“ Hahaha, kamu ini selalu saja mudah kagum Be “ Kendrick mengacak lembut rambut Beatrice.


“ Hentikan Ken “ Beatrice kemudian membuang tangan Kendrick yang masih ada diatas kepalanya, wajah Kendrick terlihat bingung dengan sikap Beatrice baru saja.


“ Ya sudah ayo makan dulu, sudah waktunya makan malam Be “ Kendrick kemudian melenggang keluar dari dalam galeri.


“ Tuan, makan malam sudah siap di outdoor dining room “ ucap seorang pelayan saat mereka berdua berada di gazebo dekat kolam renang.


“  Oh, tidak disini? Aku kira kalian menyiapkan disini seperti biasanya “ jawab Kendrick kemudian menarik tangan Beatrice agar  masuk kedalam bangunan utama. Mereka berdua kemudian menuju ke paviliun di lantai tiga bangunan tersebut.


Kendrick dan Beatrice sudah tiba di  teras samping paviliun yang langsung menghadap ke lautan lepas, meja kayu panjang dengan kursi dari rotan tampak hangat menyemarakkan suasana ruang makan terbuka disana. Beberapa bintang yang berkilauan juga terlihat indah dibalik atap kaca yang menaungi tempat itu. Berbagai macam hidangan seafood sudah tersaji diatas meja, satu botol Fume Blanc juga akan menemani makan malam romantis pasangan muda yang baru saja menikah itu.


“ Biar aku saja, kau boleh pergi “  sela Kendrick saat seorang pelayan yang sedari tadi mengikuti mereka menarik kursi untuk Beartice. Pelayan tersebut segera bergegas pergi meninggalkan Kendrick dan Beatrice sesaat setelah Kendrick mengatupkan bibirnya. Beatrice langsung menempati kursi disana setelah pelayan itu meninggalkan ruang makan mereka.


“ Aku akan betah tinggal disini Ken, hanya tidak untuk makanannya “ Beatrice memanyunkan bibirnya saat meilhat menu makan malamnya.


“ Ya ampun, aku lupa Be jika kamu alergi seafood “ wajah Kendrick terlihat merasa bersalah.

__ADS_1


“ Tidak apa – apa Ken, setidaknya aku masih bisa memakan steak salmon yang menggiurkan ini “ Beatrice tersenyum melihat piring keramik dihadapannya dengan food tag ‘Salmon Steak with Lemon Butter Sauce’.


“ Makan ini Be “ ucap Kendrick seraya mengambilkan bacon wrapped asparagus ke piring Beatrice, dengan wajah berseri Beatrice mencoba makanannya.


“ Enak sekali Ken, apakah mereka yang memasaknya? “ tanya Beatrice sambil memotong salmon diatas piringnya.


“ Tidak, kamu lihat hotel yang ada diseberang villa ini kan? Mereka memesannya disana “ jawab Kendrick sambil sibuk berusahan mengambil daging dari cangkang capit kepiting. Melihat ulah Kendrick yang tampak kesulitan, Beatrice langsung melenggang ke arah wastafel yang berada di sudut ruangan, ia membasuh tangannya dengan air dan handwash.


Tanpa aba – aba Beatrice mengambil food cracker yang ada didekat piring saji chilli crab, lalu ia memecahkan bagian cangkang yang besar dan meletakkannya diatas piring Kendrick. Sementara pria yang ada didepannya hanya menatap Beatrice dengan bingung, entah apa yang ada dipikirannya saat itu.


“  Tenang aku sudah cuci tangan Ken “ ujar Beatrice seraya melenggang kembali ke wastafel lalu duduk lagi dikursinya.


“ Hahaha, jangan lakukan ini saat kita sedang makan malam diluar ya Be “ Kendrick tertawa melihat tingkah Beatrice.


“ Haha kita bisa memanggil pelayan Be “ jawab Kendrick sambil memasukkan daging kepiting kedalam mulutnya, sementara Beatrice hanya mengernyitkan keningnya mendengar jawaban Kendrick.


Seusainya makan, Kendrick dan Beatrice beranjak dari meja makan ke sofa yang tidak jauh dari tempat itu. Beatrice mengedarkan seluruh pandangannya, menilik sisi – sisi lautan yang gelap. Deburan suara ombak menjadi musik yang menemani malam mereka disana.


“ Cobalah Be “ Kendrick mengulurkan gelas wine ke arah Beatrice.


“ Kau tidak sedang mencoba membuatku mabuk kan Ken? “ Beatrice terlihat curiga.


“ Jika kamu hanya mengecapnya sekali bagaimana bisa membuatmu mabuk Be? “ Kendrick semakin mendekatkan gelasnya ke arah Beatrice, melihat tingkah Kendrick yang terkesan sedikit memaksa akhrinya ia menerima nya.

__ADS_1


“ Cobalah “ kini Kendrick menuangkan wine ke dalam gelasnya sendiri.


Beatrice kemudian menyesap anggur yang ada ditangannya dengan sedikit berhati – hati, beberapa kali ia mengecap – ngecapkan lidahnya saat minuman tersebut sudah melewati tenggorokannya.


“ Bagaimana Be? Very Light? “ tanya Kendrick lagi saat Beatrice menucuckan anggur kearah bibirnya untuk kedua kalinya.


“ Aku tidak tahu Ken, namun aku bisa menerima rasa nya ada sedikit aroma citrus ya? “ jawab Beatrice, kemudian ia meletakkan gelasnya keatas meja. Kendrick lalu menjatuhkan dirinya disamping Beatrice, ia meluruskan kaki nya keatas sofa yang ada diseberangnya.


“ Banyak hal baru yang aku dapat dan aku rasakan setelah mengenalmu Ken, aku tidak pernah membayangkan akan mendapat keistimewaan seperti ini. “ gumam Beatrice seraya mengarahkan pandangannya ke langit.


“ Ini adalah kali pertamaku memiliki barang – barang mahal, juga kali pertamaku melakukan penerbangan dengan first class, ini juga kali pertama ku berlibur dan menginap di tempat yang mewah, kali pertamaku juga meminum anggur setelah makan malam “ Beatrice menatap lampu rotan yang menggantung pada langit - langit kaca.


“ Ini juga kali pertamamu duduk disamping pria  tampan yang sangat populer  bukan? “goda Kendrick.


“ Hahaha apakah kamu lupa Ken, setiap malam aku sudah tidur disampingmu ?“  Beatrice terbahak, sesaat matanya beradu dengan mata Kendrick. Terlihat Kendrick menatap dalam kearah Beatrice, lalu ia meletakkan gelas wine ditangannya keatas meja.


“ Beatrice, mengapa hal – hal sederhana seperti ini selalu bisa membuatmu merasa kagum ? “ ujar Ken tanpa mengalihkan pandangannya dari wajah Beatrice, wanita itu hanya menggelengkan kepala juga tetap memandang wajah Kendrick.


Melihat tatapan mata Beatrice yang begitu lembut Kendrick seolah terbius dan terbawa suasana. Pria itupun berdiri dan menumpukkan lututnya diatas sofa menghadapkan tubuhnya kearah Beatrice, ia mendekatkan wajahnya pada Beatrice, lalu ia menyentuh wajah Beatrice yang mungil dengan kedua tangannya. Kendrick semakin mendekatkan bibirnya ke arah bibir ranum Beatrice seraya memejamkan matanya, nafas Kendrick terasa hangat menyapu wajah Beatrice sementara wanita itu menahan nafasnya, jantungnya berdegub dengan sangat cepat, Beatrice tahu Kendrick akan menciumnya.


Pyaaaar!


Belum sampai bibir mereka bersentuhan, kaki Kendrick tidak sengaja menyenggol gelas wine yang ia letakkan diatas meja, kegaduhan itu menyadarkannya. Pria itu tergagap kemudian menarik tubuhnya menjauh dari badan Beatrice. Pecahan kaca berserakan dilantai dengan anggur yang membasahi lantai didekat meja.

__ADS_1


“ Hmm, maafkan aku Be. Aku terbawa suasana, sebaiknya kita pergi dari sini. “ Dengan wajah pias Kendrick melenggang meninggalkan tempat makan itu, Beatrice pun berlari kecil mengejar Kendrick.


__ADS_2