
Hari itu sudah hampir gelap saat Beatrice meninggalkan gedung Bandara, segera ia menuju counter taksi. Seperti biasanya, ia langsung mampir ke rumah orang tuanya jika kembali dari bepergian. Meski tinggal dikota yang sama, Beatrice memilih untuk menyewa sebuah kamar kost yang tidak terlalu jauh dengan tempat nya bekerja yang dapat diakses dengan berjalan kaki. Jarak kantor dengan rumah orang tuanya memang lumayan jauh, empat puluh menit jika ditempuh dengan kendaraan umum. Beatrice merasa cukup kewalahan jika harus bolak – balik dari rumah ke kantor setiap hari, sehingga ia memutuskan untuk mencari kamar kost yang dekat dengan kantor.
“ Ibu, aku datang “ sapa Beatrice saat ia memasuki rumah mereka yang terbilang sederhana, jika dibandingkan dengan rumah orang tua Kendrick.
“ Bagaimana liburanmu ? “ tanya Ibu nya saat melihat Putri Sulungnya masuk kedalam kamar.
“ Tidak semenyenangkan jika aku pergi bersama Kath bu, dimana dia? “ Beatrice memandang wajah Ibunya.
“ Dia masih ada jadwal mengajar, mandilah dulu supaya hilang lelahmu “ kemudian Ibu Beatrice meninggalkan kamar anak gadisnya dan menuju kedapur.
Beatrice bingung harus dari mana ia memulainya, ia harus menceritakan ‘hubungannya’ dengan Kendrick kepada keluarganya, sebelum Kendrick datang menemui orang tuanya untuk memperkenalkan diri dan rencana ‘melamar’ Beatrice. Rasanya Beatrice tidak sanggup untuk berbohong pada mereka, mereka sudah terbiasa untuk saling terbuka satu sama lain. Apakah mereka akan percaya jika Beatrice menceritakan hal ini? Beatrice gusar, ia takut kalau – kalau ia justru membuat kegaduhan timbul dalam keluarga nya.
“ Ah sudahlah “ gumamnya seraya menuju kamar mandi untuk membersihkan diri.
Malamnya saat Kath sudah pulang mereka semua menonton TV bersama diruang keluarga, Ayah mereka tersenyum – senyum kecil saat melihat acara komedi malam itu. Kath bermalasan menyandarkan kepala di paha Ibunya, sementara Beatrice duduk disofa seberang Ayahnya.
“ Ayah, Ibu ada hal yang ingin kusampaikan “ ucapnya tiba – tiba.
“ Serius sekali sih kamu Kak “ Kath menimpali Beatrice, dan membuatnya tertawa kaku.
“ Ayah, Ibu, Kath sejujurnya aku memiliki pacar dan ia melamarku kemarin “ kata Beatrice kikuk membuat mereka semua terperangah keheranan.
“ Hahaha pacar dari mana? Kakak kan nggak punya pacar ih “ gelak tawa terdengar renyah dari mulut Kath. Iya benar Kath, Beatrice memang tidak punya pacar namun memang benar kemarin ada seorang pria memohon pada Beatrice agar menikah dengannya.
“ Siapa Be? “ Suara Ayah terdengar berat.
__ADS_1
“ Sejujurnya aku memiliki pacar setahun belakangan ini Ayah, memang aku tidak pernah menceritakan pada siapapun. Dia tinggal dikota yang ku kunjungi kemarin, dan dia membawa ku kepada orang tuanya. Orang tuanya kemudian menginginkan agar kami segera menikah Ayah, dia Kendrick Leandro“ ucap Beatrice lembut dan terdengar sempurna tidak menimbulkan kecurigaan.
“ Hahaha, apa kakak sedang bermimpi? Hahahaha “ Kath tertawa semakin keras.
“ Kath aku serius “ nada suara Beatrice terdengar agak meninggi. Lalu Beatrice meraih Hpnya yang tergeletak dimeja, dan diulurkannya pada Kath. Disana ada foto Beatrice bersama keluarga Kendrick, foto yang mereka ambil disela – sela makan malam kemarin.
Bum!
Kath menjatuhkan HP Beatrice di sofa, terlihat Kath melongo tidak dapat berkata – kata setelah melihat foto itu, ia seakan tidak percaya dengan yang baru saja ia lihat. Ibu Beatrice berganti meraih HP itu dari sofa dan melihatnya, Ibu merekapun sama terkejutnya dengan Kath.
“ Kenapa kamu tidak pernah menceritakan hal ini Be? “ tanya Ibunya.
“ Aku hanya tidak ingin menimbulkan kegaduhan Bu, Aku tidak ingin terekspos oleh media dan aku tidak ingin banyak orang berfikir yang bukan – bukan tentang Aku bu “ Beatrice berusaha menjelaskan.
“ Kami ini orang tua mu Be, apakah kamu tidak sepercaya itu pada kami? “ sanggah Ibunya kemudian.
“ Kak, ini bukan karena skandal itu kan? “ tukas Kath tegas.
“ Bukan Kath, bahkan jauh – jauh hari sebelum berita itu muncul Ken sudah mengajakku menikah “ sergah Beatrice.
“ Be, Ayah tidak pernah melarangmu untuk menjalin hubungan dengan siapapun. Ayah tidak pernah melarangmu untuk memilih laki – laki manapun yang kamu cintai nak. Hanya, carilah pria yang sepadan dengan mu. Dia terlalu jauh untuk bisa berjalan sejajar dengan kita Nak “ suara Ayahnya bergetar. Beatrice sangat memahami Ayahnya, dia tidak pernah sekalipun melarang anak - anaknya melakukan hal yang mereka sukai. Ayahnya selalu mendukung Beatrice juga Kath mencapai semua impian mereka, Ayahnya juga tak pernah mengusik mereka perihal mencari pacar, tapi kali ini Ayahnya menolak Ken. Terlihat jelas dari mata sepuh Ayah Beatrice, bahwa ia sangat khawatir.
“ Be, Ayah hanya tidak ingin melihat Putri kecil Ayah terluka. Pertimbangkanlah baik – baik Be, apakah kamu sanggup hidup dengannya? “ sambung Ayahnya lagi.
“ Benar Beatrice, dia seorang public figur yang sangat dipuja banyak orang. Sementara kita orang biasa saja Beatrice, bukan karena Ibu ingin menghalangi mu mendapat kebahagiaan. Hanya ini tidak akan mudah untuk mu dan untuk kami Beatrice. “ Ibu Beatrice menimpali. Beatrice hanya bisa menghela nafas dia tidak tahu harus menjelaskan seperti apa, sementara ia sudah berjanji pada Ken untuk dapat meyakinkan orangtuanya. Namun respon Ayah dan Ibunya terlihat cukup keberatan.
__ADS_1
“ Benar Kak, apakah akan baik – baik saja? “ ucap Kath seraya memegang bahu Beatrice.
“ Ayah, Ibu, Kath aku tahu ini akan sulit dilewati tidak akan mudah bersembunyi dari dunia luar. Ken berjanji akan menjaga privasi kita Ayah, dan aku pikir tidak perlu mengadakan pesta yang meriah untuk pernikahan kami “ Beatrice berusaha meyakinkan.
“ Be, bagi Ayah bukan masalah meriah atau tidak nya pesta yang akan kalian lakukan. Ayah hanya mengkhawatirkan kehidupan mu setelah pernikahan “ Beatrice menatap lekat mata Ayahnya, ia tahu Ayahnya tidak ingin dirinya sampai terluka.
“ Ayah, Ayah adalah orang yang selalu mempercayai aku dengan sepenuh hati mu, Ayah tidak pernah ragu atas apa yang menjadi pilihanku. Jadi kali ini Ayah, aku mohon tetaplah percaya padaku bahwa semuanya akan baik – baik saja hingga akhir. Tidak ada yang perlu Ayah cemaskan. Ken sangat mencintaiku Ayah, keluarga Ken juga menerimaku dengan sangat baik, mereka hangat. “ Beatrice berusaha semakin keras.
“ Ayah sangat mengenal mu Be, kamu tidak akan memutuskan segala sesuatu tanpa memikirkan resikonya. Ayah sangat memahami mu Be, bukan karena Ayah tidak mempercayai Putri Ayah sehingga bersikap begini, karena Ayah tahu ini bukan hal yang mudah untuk dilalui Beatrice “ Kali ini Ayahnya salah, kali ini bukan seperti Beatrice pada hari – hari biasanya, saat menerima ajakan Kendrick untuk ‘menikah’ ia bahkan hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk memberikan jawaban ‘iya’. Justru ini keputusan tergegabah yang pernah Beatrice buat di sepanjang hidupnya.
Ayahnya yang biasanya cukup lunak malam ini terasa sulit untuk dibujuk, begitu juga Ibunya yang sama kerasnya. Mereka berempat hanya duduk saling berdiam dengan pikiran mereka masih – masih ditengah riuh suara TV yang masih menyala.
“ Kak, apapun yang menjadikan mu bahagia asalkan ada restu dari Ayah dan Ibu aku akan selalu mendukungmu “ terdengar suara Kath membuyarkan lamunan Beatrice.
“ Bawalah Pria itu menemui Ayah Be “ kemudian Ayahnya beranjak dari tempat duduk dan meninggalkan mereka semua diruang keluarga.
“ Apakah dia benar mencintai mu Beatrice? “ suara Ibu Beatrice mulai terdengar sesaat setelah Ayahnya masuk kedalam kamar.
“ Dan apakah kamu mencintainya tulus? “ sambung Ibunya sebelum Beatrice memberikan jawaban.
“ Apakah Ibu tidak mengenal Kak Beatrice? Hingga Ibu meragukan ketulusannya? “ sela Kath membela Beatrice.
“ Bu, dia membawa ku pada keluarganya. Tanpa ada menutupi apapun dia mengenalkanku pada orangtuanya dan kakaknya. Apakah itu tidak dapat dimaknai sebagai ketulusan bu? Aku tidak pernah mengharapkan apapun dari hubungan kami Bu, cukup dia berada disisiku saja sudah cukup bu “ Beatrice berusaha meyakinkan Ibunya.
“ Be, tentunya kau tahu pernikahan bukan suatu hal yang dapat dipermainkan. Sekali kau sudah masuk kedalam pernikahan tidak ada cara lagi untuk mundur hingga maut memisahkan Be “ kata – kata Ibunya membuat Beatrice berkecamuk. Rasa bersalah menggerogoti hati Beatrice, ia merasa berdosa karena telah berbohong pada Ibunya juga karena ia mempermainkan janji suci pernikahan dengan sebuah pernikahan palsu.
__ADS_1
“ Bu, hanya doa mu yang bisa membuat Beatrice akan terus bertahan Bu. “ Beatrice memeluk Ibunya, dan ia tahu Ibunya sudah melunak.
“ Karena ini semua tidak akan mudah Be, terlalu banyak perbedaan antara kamu dan dia. Antara keluarga mu dan keluarganya “ ucap Ibunya seraya menghusap lembut punggung putri sulungnya itu.