THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
LUAR KOTA


__ADS_3

    Wajah Beatrice tampak begitu lesu saat melihat Kendrick sedang bersiap – siap didalam kamar, berkali – kali wanita cantik itu memanyunkan bibirnya seolah ia tidak rela ditinggal Kendrick bepergian.


    “ Sabar ya baby hanya tiga hari, nanti aku janji kalau sudah pulang akan menemani kemanapun kamu pergi. “ Kendrick mengecup kening istrinya yang masih terbaring diatas ranjang.


    “ Tapi kamu bersama Regina Ken perginya, aku kepikiran. “ Beatrice lalu menyibakkan kain yang semula membungkus tubuhnya dan mengikuti langkah Kendrick menuju depan cermin di ruang ganti.


    Lelaki tampan itu merapikan rambutnya, ia menyisir rambut lembutnya itu dengan jari – jarinya. Beberapa kali ia mengatur rambut yang tampak sedikit menyembul, Beatrice tiba – tiba melingkarkan tangannya pada perut rata Kendrick. Perempuan itu memeluk suaminya dari belakang seraya menyandarkan kepalanya pada punggung gagah pria itu.


    “ Jangan nakal ya Ken. “ Suara Beatrice terdengar lirih.


     Sementara pria yang terlihat tampan dengan kemeja putih bergaris itu hanya tertawa kecil mendengar perkataan wanita mungil dibalik punggungnya. Beatrice semakin merajuk, actor terkenal itupun membalikkan tubuhnya menghadap istrinya lalu gantian memeluk tubuh Beatrice.


    “ Iya sayang, percayalah. “ Kendrick mengecup bibir Beatrice dengan lembut.


    “ Ya sudah aku berangkat dulu ya, jaga kesehatan, jangan terlambat makan, ada Laura disini, kamu bisa meminta dia mengantar jemput kalau pulang terlalu malam. “ Pria itu mengusap rambut Beatrice pelan.


    “ Hmm. Kamu juga harus menjaga kesehatan mu selalu Ken.“ wanita itu mengiyakan.


***


    Range Rover hitam terlihat keluar dari garasi mobil, kendaraan yang dikemudikan Evan itu melaju dengan kecepatan sedang. Clovis duduk dibangku depan terlihat sibuk membaca agenda di dalam tab yang ia pegang, sementara Kendrick dibangku tengah tampak memejamkan mata kembali. Dami dan Mauren yang duduk dibangku belakang masih sibuk dengan gadget mereka masing – masing.


    “ Clo, Beatrice akan baik – baik saja bukan? Aku ragu jika ia akan meminta tolong pada Laura. “ tiba – tiba Kendrick bersuara.


    “ Tenang saja Ken, semua pasti akan baik – baik saja. “ Clovis dengan tenang menjawab.


    “ Beberapa hari kedepan kamu akan bersama Regina, apakah akan baik – baik saja bagimu Ken? “ Sambung manajer Kendrick lagi.


    “ Tentu saja, apa  yang kamu khawatirkan Clo? “ Jawab Kendrick meyakinkan.

__ADS_1


    Setelah satu jam berkendara mobil berhenti disebuah bangunan besar yang ternyata adalah studio foto. Kendrick akan melakukan sesi foto untuk promosi film barunya bersama Regina dan beberapa orang pemeran lainnya. Kendrick langsung masuk kedalam gedung dan disambut oleh sutradara dan beberapa staf, pria gagah itu langsung masuk ke ruang ganti.


    Dami dan Mauren di bantu dengan Evan segera menyusun segala perlengkapan pemotretan Kendrick, beberapa outfit telah disiapkan dan digantung pada rak disudut ruangan. Beberapa jenis sepatu mulai dari pantofel jenis derby, loafer hingga sneaker terlihat berjajar rapi dibawah gantungan pakaian.


    Kendrick langsung duduk dikursi didepan meja rias, segera Mauren membersihkan wajah lelaki tampan itu dengan micellar water kemudian memberikan sedikit memberikan pelembab ke wajah mulus Kendrick. Sesudahnya, Mauren meraih satu kaleng mousse dari atas meja rias lalu mengoleskan sedikit isinya yang bertekstur seperti busa itu pada rambut Kendrick dan menyisirnya perlahan. Rambut Kendrick terlihat begitu rapi dan sedikit bervolume, Pria tampan itu segera melenggang ke kamar ganti setelah selesai dengan menata rambutnya.


    Dengan setelan jas berwarna hitam dengan kemeja putih serta dasi yang senada dengan warna jasnya Kendrick terlihat begitu memukau. Ia kemudian memakai sepatu pantofel nya sesudah ia beres mengganti kaus kakinya.


    “ Apa aku tampan? “ Gurau Kendrick saat Dami membetulkan dasinya.


    “ Coba Kakak tanya pada Kak Beatrice. “ Dami menimpali membuat semua orang tertawa.


    Tok.. tok.. tok..


    “ Apakah Tuan Kendrick sudah siap? “ Seorang staf mendatangi ruang tunggu Kendrick.


    “ Sudah. “ Jawab Clovis ringan.


    Lelaki itu berjalan dengan gagah sembari memasukkan tangannya kedalam saku celananya. Dengan gaya pakaian seperti apapun Kendrick selalu terlihat sangat menawan, dada nya yang bisang semakin membuat setelan jas yang ia kenakan tampak sempurna.


    “ Oke kita mulai ya. “ Ucap fotografer saat Kendrick sudah masuk kedalam frame.


    Regina sudah terlebih dahulu berada di dalam studio, ia sudah duduk diatas sofa yang digunakan sebagai properti photoshoot hari itu. Long dress berwarna hitam dengan belahan dada rendah membalut tubuh sexy Regina, ia terlihat begitu mempesona. Rambut panjangnya dibiarkan tergerai jatuh menutupi separuh pundaknya.


    “ Oke, Regina berbaring saja. Good, Kendrick bisa duduk di sana. “ Fotografer itu mengarahkan agar Kendrick duduk dilantai didekat kaki Regina.


    “ Tatap wajah Regina Ken, dan Regina look at me. “ Lagi, lelaki yang memegang kamera itu mengarahkan pose keduanya.


    “ Oke, Kiss Scene, Regina tetap pada pose begitu, Kendrick dekatkan tubuhmu diatas Regina. “ sambung sang fotografer.

__ADS_1


    Kendrick segera bangkit dari duduknya dan mendekati Regina, ia menumpukkan kedua kakinya diatas sofa sementara paha Regina ada diantara sela kaki Pria itu. Lalu ia mendekatkan wajahnya ke arah wajah Regina, bibir keduanya hampir bersentuhan namun tidak sampai menempel. Kendrick benar – benar menjaga posisinya agar ia tidak sampai mengecup bibir perempuan yang dulunya adalah wanita pujaan hatinya.


“ Amazing! Next outfit. “ Fotografer meminta keduanya segera mengganti dengan pakaian mereka yang lain.


    Kendrick segera melenggang dari studio ia menuju ke ruang tunggunya untuk mengganti pakaian yang sudah disiapkan oleh sponsor. Tiba – tiba saat ia sampai dilorong yang menghubungkan studio dengan ruang ganti Regina mengejarnya, sekelebat ia meraih tangan Kendrick.


    “ Ken! Apakah hanya seperti ini kemampuanmu? Mr Ko bilang kiss scene! “ Ucap Regina saat Kendrick menghentikan langkahnya.


    “ Apa maksudmu? Mr Ko mengatakan kita boleh berganti pakaian, apa kau tidak dengar? “ Sergah Kendrick dengan sedikit kesal.


    “ Apa kamu sangat mencintai istrimu itu? Hingga bahkan adegan berciuman saja kamu meminta stunt man? “ Regina masih memegang tangan Kendrick.


    “ Tentu saja, dia istriku. “ Kendrick dengan sedikit kasar membuang tangan Regina ke udara, lalu melenggang meninggalkannya.


***


    Brak!


    Suara pintu ruang tunggu Kendrick dibuka dengan sedikit kasar, Kendrick langsung memutarkan kursi duduknya menghadap ke pintu. Regina yang terlihat berdiri disana, lelaki itu menghela nafasnya cukup panjang.


    “ Ada apa? “ Tanya laki – laki itu dingin.


    Tanpa menjawab Regina yang memakai mini dress warna hitam langsung mendekati Kendrick yang duduk tepat menghadapny. Dengan berani ia memegang wajah tegas Kendrick lalu mencium bibir Kendrick yang terlihat berkilau karena lip balm yang ia pakai. Tidak ada keraguan dalam ciuman Regina, ia tampak mencium Kendrick dalam.


    “ Regina! Apa kau sudah gila?! “ Kendrick menarik bibirnya dan mendorong Regina agar menjauhi dirinya.


    “ Ini yang aku inginkan Ken! Apakah kamu tidak bergetar? Apakah hatimu tidak berdebar? “ Pekik perempuan itu sambil mengelap ujung bibirnya dengan ibu jarinya.


    “ Tidak! Sama sekali tidak, justru aku menjadi semakin muak padamu. Aku sudah berhenti mencintaimu jauh – jauh hari Gina, aku bisa bekerja dengan mu karena memang aku tidak memiliki perasaan apapun padamu, jadi berhentilah. Aku sudah memiliki kehidupanku sendiri, berhentilah. “ Dengan kesal Kendrick meraih baju yang dipegang Dami kemudian melenggang ke kamar ganti.

__ADS_1


    Regina menitikkan air matanya, seolah terlihat sangat menyesal dan bersedih karena penolakan Kendrick padanya. Dengan berurai air mata ia keluar dari ruangan Kendrick tersebut, sementara Clovis dan yang lain terlihat masih sangat shoock dengan apa yang baru saja terjadi.


    “ Jangan pernah mengatakan apapun yang terjadi hari ini pada Beatrice. “ Ucap Kendrick dingin, kemudian keluar, kembali ke studio.


__ADS_2