
Beatrice masih mengenakan piyama yang ia kenakan semalam, tetapi ia sudah mengekori Kendrick kemanapun Kendrick melangkah didalam kamar. Bahkan Beatrice tidak melepaskan pelukannya saat lelaki itu sibuk bersiap di ruang ganti. Beatrice dengan erat menautkan tangannya pada pinggang Kendrick.
“ Sayang, aku rapikan kemeja ku dulu. “ Pinta Kendrick agar Beatrice melepaskan pelukannya.
“ Huh! “ Beatrice mendengus sebal, kemudian ia membalikkan tubuh Kendrick agar menghadap pada nya. Wanita itu kemudian membetulkan kerah kemeja serta kancing baju berwarna biru terang itu.
“ Kenapa kamu selalu setampan ini Ken? “ Beatrice membantu suami nya menggulung lengan kemejanya hingga batas siku.
“ Sampai kapan akan terus memanggilku Ken? “ Ucap Kendrick setelah mengecup kening istrinya dengan lembut.
“ Sampai kamu menjawab pertanyaanku! “ Beatrice memukul dada bidang Kendrick pelan.
“ Pertanyaan yang mana? “ Kendrick tertawa pelan sambil menyibakkan rambut Beatrice kebelakang telinganya.
“ Apakah kamu masih mencintai Regina Ken? “ Beatrice memanyunkan bibirnya dan lagi – lagi memukul dada bidang pria itu. Kendrick lalu meraih tubuh istrinya, ia mendekapnya dengan cukup erat sesekali ia terlihat mencium ujung kepala Beatrice.
“ Aku mencintaimu, aku memiliki mu, tidak ada orang lain yang memenangkan hatiku selain kamu sayang. “ Kendrick masih memeluk Beatrice sembari mengusap lembut kepala istrinya yang sedang dilanda kegundahan.
“ Kamu banyak mengerjakan proyek film bersama, promosi juga bersama pasti akan kembali terbangun chemistry diantara kalian. “ Jujur Beatrice mengungkapkan ketakutannya.
“ Percayalah padaku sayang, hanya kamu yang ada didalam hatiku dan hidupku. “ Kendrick mengendurkan pelukannya lalu mengecup sekilas bibir Beatrice yang merona merah muda itu.
“ Apakah hari ini juga ada pekerjaan bersamanya? “ Tanya Beatrice curiga, dan Kendrick mengangguk pelan.
“ Kenapa waktu mu lebih banyak dengannya dibandingkan denganku. “ Suara Beatrice terdengar cemburu.
“ Hahaha sayang, semua akan berakhir saat promo film juga berakhir. “ Kendrick mengusap rambut istrinya kemudian ia melenggang dari dalam ruang ganti.
Kendrick meraih HP serta tas tangannya yang ada diatas nakas, Beatrice berlari kecil mengejar Kendrick. Masih saja ia bergelayut pada tubuh kekar Kendrick, sementara lelaki itu hanya tersenyum melihat kelakukan Beatrice yang sangat manja. Pasangan itu segera turun menuju ruang makan, pagi itu ruang makan sudah dipenuhi Clovis, Laura, Dami juga Evan.
“ Halo Beatrice, bagaimana kabarmu? Kudengar ada sekumpulan Leanist datang menyerang mu Beatrice? “ Sapa Laura yang baru terlihat hari itu setelah seminggu belakangan ia mengambil cuti.
__ADS_1
“ Hai Laura, aku sudah pulih dan baik – baik saja. “ Jawab Beatrice seraya melepaskan tangan nya dari lengan Kendrick.
“ Apa kamu keluar kota Lau? Sampai tidak menengok Beatrice dikedai sesekali? “ Tukas Kendrick sedikit sinis.
Sebelum Kendrick pergi keluar kota ia berpesan agar Laura bisa mengantar jemput ataupun melihat keadaan Beatrice meskipun ia sedang cuti. Namun nyatanya mereka kelolosan malam itu, kejadian tersebut membuat Kendrick sedikit murka karena Laura mengabaikan perintahnya.
“ Maafkan aku Ken, aku mengabaikan perintahmu kebetulan Beatrice tidak menghubungi ku jadi pikirku semua nya baik – baik saja Ken. “ Sesal Laura.
“ Sudah sayang, aku memang tidak menghubungi Laura. Jangan marah padanya, lagi pula itu adalah waktu cuti Laura sayang. “ Beatrice berusaha mendinginkan hati Kendrick yang agaknya sudah hampir memanas.
“ Hmm, jadi ingat ya bawa Sam kemanapun kamu pergi sayang. “ Kendrick menyentuh pipi istrinya dengan lembut.
“ Iya. “ Jawab Beatrice singkat kemudian melenggang ke arah kulkas. Wanita cantik itu mengambil sekotak susu segar lalu menuangkannya kedalam gelas, ia menyeruputnya pelan susu dingin itu.
“ Sayang, aku mau kopi buatanmu. “ Rengek Kendrick dari meja makan.
Beatrice segera menuju meja dapur, ia meraih cangkir yang ada didalam laci kabinet. Kemudian menuangkan gula, kopi dan creamer lalu menyeduhnya dengan air yang sudah mendidih didalam teko bening diatas meja.
***
Beatrice bersiap berangkat ke kedai kopinya, Sam sudah bersiap menunggu Beatrice didalam mobil Range Rover Sport warna hitam milik Kendrick. Sementara Bibi Rasi dengan cepat menyodorkan bekal makan siang milik Beatrice yang terlihat lebih banyak dari biasanya.
“ Bibi? Aku bukan mau pergi piknik, kenapa sebanyak ini? “ Protes Beatrice saat melihat Bibi Rasi menenteng bekal makan siangnya.
“ Ini yang berwarna pink isinya makan siang dan juice Nyonya, yang berwarna biru hanya berisi buah dan snack Nyonya. Pesan Tuan, harus memasukkan banyak makanan kedalam kotak bekal Nyonya. “ Sambung Bibi Rasi menjelaskan semua makanan yang ia jejalkan kedalam kotak bekal itu.
“ Ya Ampun Bibi, aku tidak akan sanggup menghabiskannya. “ Protes Beatrice namun tetap membiarkan Bibi Rasi membawakan nya.
“ Hati – hati ya Nyonya. “ Bibi Rasi mengantar Beatrice hingga ia masuk kedalam mobil.
Tidak lama mobil yang dikemudikan oleh Sam sudah tiba di depan kedai Beatrice yang terlihat sudah cukup ramai dipadati pengunjung. Beatrice segera turun dan masuk kedalam kedai, sementara Sam mengekornya dibelakang seraya menenteng bawaan Beatrice.
__ADS_1
“ Kak? Apakah kakak sudah sehat? “ Sambut Tessa saat melihat Beatrice masuk kedalam kedai kopi.
“ Hai, iya aku sudah sehat. Bagaimana kedai? Apakah baik – baik saja? “ Tukas Beatrice saat mendapati beberapa anak buahnya berkerumun.
“ Tentu saja Kak, semuanya baik – baik saja. Kak Beatrice tidak perlu khawatir, kami melakukan tugas kami dengan baik. “ Tukas Daniel.
“ Terima kasih semuanya, kalian memang dapat diandalkan. Ayo mari kita bekerja lagi. “ Beatrice kembali beraktivitas seperti biasanya. Ia sudah bisa melakukan banyak hal seperti sebelumnya, justru Beatrice merasa hidup karena bisa bekerja lagi.
***
Kring.. Kring.. Kring..
Terdengar HP Beatrice berdering diatas meja, perempuan itu segera meraih ponsel itu dan melihat Kendrick menelponnya. Bergegas Beatrice mengangkat panggilan itu dan terdengar suara suaminya dari sambungan telepon.
“ Halo sayang, apakah semua baik – baik saja? Jangan sampai melewatkan makan siang. “ Suara Kendrick terdengar berat dan cukup sexy menurut Beatrice.
“ Halo Ken, tentu saja semua baik – baik saja. Iya aku akan makan tepat waktu, bagaimana pekerjaan mu? “ Jawab Beatrice sambil tersenyum kecil.
“ Ken? Apa kamu lupa janji mu tadi pagi sayang? Aku sudah menjawab pertanyaanmu.” Gerutu Kendrick
dengan nada manjanya.
“ Hahaha, iya sayang. Apakah pekerjaan mu belum mulai? “ Tukas Beatrice seraya terbahak mendengar suami nya merajuk manja.
“ Aku sudah di studio, Dami sedang menata rambutku. Jangan pulang terlalu malam ya baby. “ Perintah Kendrick kemudian.
“ Siap komandan, apakah kamu pulang sedikit lebih awal? “ Tanya Beatrice kemudian.
“ Ada apa? “ Kendrick bertanya penuh selidik.
“ Aku ingin pergi berkencan. “ Beatrice menjawab Kendrick dengan sedikit berbisik karena takut didengar oleh karyawannya.
__ADS_1
“ Hahaha, baiklah sayang. Kita bertemu dirumah pukul tujuh malam ya, see you baby.” Kendrick mengiyakan ajakan Beatrice untuk pergi berkencan malam itu kemudian ia mengakhiri panggilan.