THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
PERUBAHAN SIKAP KENDRICK


__ADS_3

Pukul tujuh pagi Beatrice baru membuka matanya bangun dari tidur malam nya yang terasa begitu mendebarkan. Semalaman Beatrice berusaha memejamkan matanya karena Kendrick tak sedikitpun melepaskan Beatrice dari dekapannya. Beatrice menyibakkan selimut tebalnya lalu menyusunnya kembali dengan rapi, lalu beranjak ke kamar mandi untuk bersiap berangkat ke kedai.


Hari ini Beatrice terlihat cantik dengan dress midi dengan kerah sabrina berbahan sifon dengan motif bunga yang terlihat sangat pas melekat ditubuh indah Beatrice. Setelah meraih tas yang ada pada gantungan Beatrice segera menuju lantai bawah untuk sarapan dan mengambil bekal makan siangnya.


“ Selamat pagi Beatrice, kamu cantik sekali. “ sapa Laura yang ternyata masih duduk di meja makan bersama dengan Kendrick, Clovis dan Dami.


“ Hai selamat pagi semuanya, aku kira kalian sudah berangkat? “ ujar Beatrice sambil membuka pintu kulkas dan meraih satu kotak jus buah.


“ Sudah sarapan Ken? “ tanya Beatrice lagi setelah ia mendekati meja makan. Namun pria itu mengabaikan pertanyaan Beatrice dan justru mengamati penampilan Beatrice dari ujung kaki hingga ujung kepalanya.


“ Kamu mau kemana Be? “ tanya Kendrick curiga saat melihat Beatrice mengenakan dress berwana navy itu.


“ Ke Kedai dong. “ Beatrice terlihat menyendokkan nasi goreng kedalam piringnya. Kendrick serta merta bangkit berdiri dan mendekati Beatrice.


“ Berdiri. “ ucap Kendrick terdengar seperti sebuah perintah.


“ Ada apa? “ Beatrice bingung, staf Kendrick pun juga bingung melihat sikap Kendrick yang demikian.


“ Berdiri lah. “ kini Kendrick meraih lengan Beatrice dan membantu istrinya itu berdiri.


Kendrick kemudian meraih jemari Beatrice dan menuntunnya pelan, ia kemudian mengajak Beatrice naik ke lantai dua. Semua orang saling pandang dan merasa sangat aneh pada sikap Kendrick yang tiba – tiba saja membawa Beatrice kembali ke atas.


Setibanya dilantai dua Pria itu langsung membuka kamarnya dengan pelan dan membawa Beatrice masuk kembali kesana.


“ Kenapa Ken? “ Beatrice menatap Kendrick dengan sorot mata yang penuh dengan kecurigaan.


Kendrick tidak menjawab pertanyaan Beatrice, ia justru memeluk tubuh Beatrice dengan erat. Lalu laki – laki tampan itu melepaskan karet rambut berwarna hitam yang mengikat rambut panjang Beatrice. Sesaat Kendrick menarik tubuhnya dari pelukan wanita cantik itu, dengan lembut Kendrick mengecup bibir Beatrice yang telah dipulas dengan lipstik berwarna peach sedikit coklat. Beatrice tertunduk malu saat Kendrick selesai memberikan kecupannya.


“ Ganti baju mu Be pakailah celana panjang. “ ujar Kendrick kemudian.

__ADS_1


“ Kenapa Ken? Aku suka memakai dress ini.  Kak Hera yang memilihkannya untuk ku, apakah tidak cocok dengan ku Ken? “ Beatrice lalu memandangi tubuhnya sendiri hingga ke ujung kakinya.


“ Kamu akan kesusahan saat melayani pembeli jika menggunakan rok begini. “ Kendrick beralasan. Padahal ia hanya tidak ingin ada orang lain yang melihat punggung putih dan mulus milik Beatrice yang sedikit terlihat karena potongan bajunya cukup rendah.


“ Cepat ganti. “ tubuh besar Kendrick mendorong Beatrice masuk ke ruang ganti.


Melihat sikap Kendrick begitu mau tidak mau Beatrice menurutinya, ia tidak ingin menimbulkan keributan di pagi hari. Akhirnya ia mengganti pakaiannya dengan celana panjang berwarna putih dengan blouse polos berwarna hitam.


“ Nah begini kan aman. Tidak usah mengikat rambut mu Be, kamu terlihat lebih cantik dengan rambut terurai. “ ujar Kendrick sambil melenggang keluar dari dalam kamar.


“ Kamu sendiri juga yang mengikat rambutku saat membuat kue. “ Beatrice berdecak sebal sambil memanyunkan bibirnya dan mengikuti Kendrick turun kembali keruang makan.


“ Loh? Kenapa ganti baju Kak Beatrice? Padahal Kakak terlihat sangat cantik. “ seloroh Dami saat melihat Beatrice mengganti pakaiannya.


“ Dingin Dam, nanti dia pulang malam. “ potong Kendrick sambil menarik kursi yang tadi dipakai Beatrice. Kemudian ia mendongakkan kepalanya pada Beatrice seolah ia menyuruh Beatrice duduk kembali disana.


“ Kamu tidak berangkat? “ tanya Beatrice dengan kesal karena melihat sikap Kendrick yang sangat aneh pagi itu.


“ Bibi jangan lupa masukkan buah kedalam kotak bekal Beatrice. “ sambung Kendrick lagi saat melihat Bibi Inah membawa lunch bag menuju ruang makan. Beatrice menatap Kendrick dengan curiga.


“ Apa karena ada mereka? Sikap Kendrick menjadi semanis ini? “ bisik Beatrice didalam hatinya sambil tidak mengalihkan pandangannya pada Kendrick yang berdiri disampingnya menunggu nya menyelesaikan sarapannya.


“ Sudah aku berangkat dahulu. “ ucap Beatrice sambil meraih tas selempangnya dikursi dan menenteng bekal makan siangnya.


“ Eh mau kemana? “ Kendrick menarik tangan Beatrice, sontak Clovis, Laura dan Dami memandang kearah Kendrick yang sedikit meneriaki Beatrice.


“ Ayo aku antar. “ Kendrick masih dengan erat memegang tangan Beatrcie.


“ Hmm, Kendrick, aku naik bus saja, okay? “ ucap Beatrice sambil menghembuskan nafas denga keras, ia sedikit merasa terganggu dengan sikap Kendrick pagi ini.

__ADS_1


“ Ada apa denganmu? “ bisik Beatrice sambil mendekatkan bibirnya di telinga Kendrick.


“ Apanya?! Aku hanya ingin mengantarmu. “ nada suara Kendrick meninggi, seolah ia takut Beatrice menyadari perubahan sikapnya. Staff Kendrick juga bingung saat melihat sikap Kendrick yang sangat manis pagi ini.


“ Sudahlah, sana berangkat. Aku pergi dulu! “ Beatrice langsung berlari saat tangan Kendrick tidak begitu kuat memegangnya. Beatrice sudah terlanjur berlari saat laki – laki itu hendak meraih kembali tangan Beatrice. Wajah Kendrick berubah kecewa  bercampur kesal, ia benar – benar ingin mengantarkan Beatrice pergi bekerja.


“ Ayo berangkat! “ ucap Kendrick dengan kesal.


***


“ Ken lihatlah itu istrimu! “ pekik Laura pada Kendrick saat mereka keluar dari garasi mobil. Beatrice sedang berlari kecil di trotoar menuju halte bus yang tidak begitu jauh dari rumah mereka.


“ Ck, anak ini kenapa berlari. Apa yang dia kejar. “ Kendrick berdecak sebal melihat Beatrice tergopoh – gopoh menuju halte.


“ Kenapa kamu tidak memberinya supir saja Ken? “ ujar Clovis seraya melirik Kendrick dari kaca spion depan.


“ Sudah, tapi anak itu sulit sekali. Bahkan kamu tahu Clo dia tidak pernah menggunakan sepeser pun uang ku. Kartu yang kuberikan padanya tidak pernah ia gunakakan, kadang kala harga diriku terluka Clo karena seolah ia bisa hidup tanpa aku. “ ucap Kendrick seraya memikirkan sikap Beatrice yang terlampau mandiri.


“ Jadi kedai itu Ken? “ tanya Laura kemudian.


“ Uang nya sendiri Lau, dia membuka bisnis itu dari keringatnya sendiri. Satu peserpun tidak ada uangku disana. Berkali – kali aku mengecek saldo pada rekening yang kartunya ia bawa tidak berkurang sedikitpun. “ sambung Kendrick lagi.


“ Kak Ken, apa Kak Beatrice sedang hamil? Kenapa hari ini sikap Kak Kendrick terlihat sangat berbeda pada Kak Beatrice. Bahkan Kak Ken menyuruh istri Kakak beganti pakaian. “ sela Dami dari kursi belakang.


“ Hmm, apa yang kamu bicarakan Dam? Aku setiap hari begitu pada Beatrice, kamu saja yang tidak melihat. “ Kendrick masih mengelak dengan ucapan Dami baru saja.


“ Iya Dam aku bahkan melihat Kendrick men... ehm tidak, lupakan. “Laura menghentikan kalimatnya, sebenarnya ia ingin menceritakan saat melihat Kendrick dan Beatrice yang terlihat seperti sedang berciuman malam itu saat didapur. Namun Laura mengurungkannya karena Kendrcik menendang bagian belakang kursi yang ia duduki.


“ Apa Kak? Melihat Kak Ken berciuman?Hahahaha? “ Tebak Dami kemudian ia terkekeh mendengar ucapannya sendiri. Clovis dengan shock memandang Kendrick dari spion sementara Laura tersenyum sambil menutup mulutnya dengan tangan kanannya.

__ADS_1


“ Sudah diam, atau kusuruh kalian berdua turun dijalan? “ Kendrick kemudian memakai kacamata hitamnya lalu pura – pura memejamkan mata agar kedua orang wanita itu diam dan berhenti mengganggunya.


__ADS_2