THE FORTUNATE

THE FORTUNATE
PINDAH


__ADS_3

Hari ini terasa cukup sendu bagi Beatrice saat tiba di Bandara, setelah pengajuan pengunduran dirinya dipenuhi segera ia berangkat menuju kota Kendrick. Kelurganya memintanya untuk dapat tinggal bersama dengan mereka sampai dengan hari pernikahan dilangsungkan. Ayah, Ibu dan Kath mengantar kepergian Beatrice  hari itu,  Ibu tampak berat melepas Beatrice sama halnya dengan Kath dia merasa sangat  kehilangan kakaknya. Beatrice memeluk erat mereka, kemudian ia masuk kedalam bandara untuk segera check in diiringi lambaian tangan dari Ayahnya.


“ Beatrice, Ibu sudah kirim Pak Mar untuk menjemputmu di Bandara ya. “ terdengar suara Ibu Kendrick melalui telepon saat ia sudah berada diruang tunggu.


“ Terima kasih bu, maaf aku cukup merepotkan “ Beatrice menjawabnya seraya memainkan ujung jaketnya dengan jari.


“ Tidak Beatrice, sampai jumpa dirumah “ kemudian ‘calon mertua‘ Beatrice itu menutup sambungan teleponnya.


Keluarga Kendrick sangat baik pada Beatrice, mereka menerima nya dengan sangat hangat. Berbeda dengan Kendrick yang sifatnya sulit ditebak, terkadang membuat Beatrice salah paham, terkadang membuat Beatrice kesal. Bahkan terkadang Kendrick bisa terlihat begitu mencintai Beatrice, juga terlihat sedang cemburu, namun terkadang Kendrick terlihat mengabaikan keberadaan Beatrice.


Beatrice sendiri masih terus memikirkan hubungan Kendrick dengan Regina, apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka? Disaat mereka sedang berdua saja terlihat seperti Kendrick sangat memendam rasa kecewa, namun saat dihadapan publik Kendrick bisa memperlakukan Regina dengan sangat baik.


Setelah penerbangan beberapa saat Beatrice sudah mendarat di kota tujuannya, segera ia mengambil sebuah koper berukuran sedang dari tempat pengambilan bagasi. Beatrice keluar, terlihat disana Pak Mar seorang pria paruh baya yang menjadi supir pribadi keluarga Kendrick.


“ Selamat siang nona, selamat datang “  ucap pria itu sangat sopan kemudian membantu Beatrice membawa koper. Hidup Beatrice serasa seperti mimpi, sebelumnya ia tidak pernah membayangkan kesana – kemari dijemput oleh supir pribadi. Sehari – hari ia mengendarai kendaraan umum, berbeda dengan Kath yang bisa mengendarai mobil.


Saat Beatrice sudah duduk dikursi belakang mobil ia melihat Hpnya bergetar, Kendrick menelponnya.


“ Sudah mendarat? “tanya nya tanpa berbasa – basi.


“ Sudah, baru saja. Pak Mar sudah menjemputku “ Beatrice  memberikan sedikit penjelasan.


“ Oke “  kemudian ia menutup telepon sebelum Beatrice mengucapkan apapun.

__ADS_1


“ Kambuh “ pekik Beatrice didalam hati.


“ Nona, kita langsung ke rumah bukan ? “ tanya Pak Mar sambil melirik kaca depan.


“ Iya pak “ jawab Beatrice singkat.


“ Pak, biasanya Kendrick pulang ke rumah Ibu nya juga? “ ucap Beatrice saat berhenti dilampu merah.


“ Kalau hari minggu saja Tuan pulang kerumah Nyonya. Hari biasanya Tuan pulang kerumahnya sendiri Nona “ jawab Pak Mar, sementara Beatrice hanya mengangguk mendengar penjelasan Pak Mar.


Akhirnya Beatrice tiba disana, rumah orang tua Kendrick yang hangat dan sangat mewah tentunya. Beatrice turun dari mobil, ia mendapati Ibu Kendrick sudah diteras rumah menunggunya. Segera ia berjalan cepat mendekatinya, Ibu dua anak itu langsung memeluk Beatrice seolah – olah merasakan rindu yang amat dalam.


“ Akhirnya kita berjumpa lagi Beatrice “ ujarnya kemudian menuntun Beatrice kedalam rumah.


“ Tentu Bu, bagaimana kabar Ibu? “ tanya Beatrice saat mereka sudah duduk diruang keluarga.


“ Istirahatlah dulu Beatrice, kamarmu diatas ya disebelah kamar Kendrick “ ucap Ibu Kendrick seraya menghusap punggung tangan calon menantunya.


“ Terima kasih bu, sudah menyiapkan semuanya untuk Beatrice “ jawab Beatrice tulus.


Setelah berbincang sebentar Beatrice segera menuju kamar yang sudah disiapkan untuk nya, sungguh kamar yang sangat nyaman dengan kamar mandi dalam disana. Sebuah ranjang berukuran sedang dengan bedcover berwarna pink  yang sangat manis, dilengkapi lemari dinding yang besar berwarna putih senada dengan meja rias.


Beatrice duduk menatap wajahnya sendiri melalui cermin dimeja rias, ia tidak menyangka akan senekat ini, menikahi orang asing dan pernikahan akan  digelar satu bulan lagi. Bahkan beberapa hal seperti berkas pernikahan dan beberapa kebutuhan pernikahan sudah diselesaikan oleh orang – orang Kendrcik.  Mulai gedung, catering, dekorasi semua telah disiapkan sendiri oleh Ibu dan Kakak Kendrick. Keraguan tiba – tiba menyelinap kedalam hati Beatrice.

__ADS_1


“Ah sudahlah “ ujar nya kecil, kemudian melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan diri.


“ Apakah aku harus bersyukur akan keadaan ku saat ini? Apakah aku akan bahagia dengan pilihanku saat ini?  Aku mendapatkan keluarga baru yang menyanyangiku, bahkan memberikan banyak hal yang tidak pernah ku minta. Namun apakah aku akan sanggup terus hidup dalam kebohongan bersama Kendrick? Yang jelas aku harus menghadapinya, aku sudah memulainya artinya aku harus bertanggung jawab atas pilihanku bukan? “ ucap Beatrice pelan dari bawah guyuran air hangat yang mengalir dari shower.


Setelah membersihkan diri ia turun, mencari ‘ teman ‘. Meski terlihat hangat namun rumah tersebut terasa sangat sepi, karena tidak banyak orang menempati. Ibu Kendrick juga tidak terlihat diruang keluarga maupun dihalaman rumah. Saat melintas dapur Beatrice melihat seorang wanita sedang menyiapkan makanan, kemudian ia menghampiri.


“ Ada yang bisa ku bantu Bi? “ ucap Beatrice padanya.


“ Tidak perlu Nona, semuanya hampir selesai “ dengan sungkan wanita itu menolak Beatrice.


“ Apakah mau kucucikan? “ Beatrice berlari kearah buah yang ada didekat wastafel.


“ Tidak apa – apa Nona, setelah selesai memasak akan saya cuci “ tanpa menjawab lagi Beatrice langsung mencuci beberapa buah yang masih ada didalam plastik.


“ Bi, ditaruh mana? “ tanya Beatrice seraya mengacungkan apel ditangannya. Wanita itu berlari mengambil mangkuk dan meletakkannya disisi wastafel.


“ Terima kasih Nona “  kembali wanita itu terlihat sungkan.


“ Disini rupanya “ tiba – tiba terdengar suara Kendrick, sesaat Beatrice langsung menoleh ke sumber suara.


“ Hah? Bukan kah kau sedang shooting? “ ujar Beatrice sinis.


“ Jadwal hari ini sudah selesai jadi aku pulang “ ia mengelus rambut Beatrice ringan. Hati Beatrice kembali berdesir karena  perlakuan  manis Kendrick baru saja.

__ADS_1


“ Cepat selesaikan, aku sudah merindukanmu “ sambungnya seraya meninggalkan dapur.


“ Merindukan ku? Ah sudahlah, tidak perlu dipercaya apa yang keluar dari mulut Kendrick “ gumam Beatrice dari dalam hati, dengan sedikit gusar. Segera ia menyelesaikan mencuci buah kemudian berlari mengejar Kendrick menuju ruang keluarga.


__ADS_2